Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 26 : Patrick Firlutz


__ADS_3

Bianca berlari menuju ruang kesehatan disusul Kay dan Greda.


Bianca membuka pintu dengan keras dan menampilkan dokter yang sedang mengecek pria asing yang sedang terbaring dan Oscar yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka berdua.


"Yang mulia..." Dokter bangkit dari kursi dan sedikit menjauh memberi ruang agar sang ratu bisa melihat siapakah pria asing tersebut.


Bianca melihat dan memperhatikan dengan seksama.


Entah kenapa pria asing itu terasa familiar baginya. Pria asing itu mulai sadar dan melihat sekelilingnya.


"𝐷𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑎𝑘𝑢?" ucapnya menggunakan bahasa yang sangat berbeda dengan bahasa sini.


Bukankah ini Bahasa Paltina? Bahasa yang dipakai di webtoon 'Putri Terindah'?


"Dia ngomong apa, Kay?" tanya Greda berbisik kepada Kay. Kay hanya mengangkat kedua bahunya saja.


Tampaknya pria itu mendengar percakapan antara Greda dan Kay, begitupun juga dengan dokter dengan sang ratu.


"Lukanya hanya tidak terlalu parah, dokter."


Dimana aku? batin pria itu bingung.


Bianca memandang pria asing itu dan begitupun sebaliknya.


Bianca memberi kode kepadanya kalau dirinya berada di sebuah kerajaan yang sangat berbeda.


Oleh karena itu, pria asing itu menyadari sesuatu.


Pria itu menoleh ke arah sebuah koran yang dipenuhi huruf-huruf yang sangat berbeda dengan tempat tinggalnya.


"Yang mulia... Dia ngapain?" tanya Kay kepo.


"Aku tidak tau," jawabnya dengan santai.


Tetapi sumpah!!


Bagi Vina, pria itu tidak asing baginya, tapi siapa...


"Aku ada dimana?" tanya pria asing menggunakan bahasa sini.


Semuanya langsung terkejut bukan main. Bagaimana tidak, dia bisa berbicara bahasa dunia ini dalam waktu sekejap.


"Kerajaan Aspendia," balas Bianca cepat.


"Aspendia?" tanya laki-laki itu sambil melihat sekeliling.


"Siapa namamu?" tanya Bianca to the point.


"Namaku? Patrick Firlutz."


Patrick Firlutz, ya...


Wait?! What?!


"PATRICK FIRLUTZ?!!!" sang ratu berteriak terkejut sambil berjalan mundur beberapa langkah.


Pantesan saja mukanya familiar sekali.


TERNYATA PRIA INI ADALAH MANTAN AKUNTAN SEKALIGUS PENYIHIR HEBAT YANG VINA MASUK WEBTOON 'PUTRI TERINDAH'!!


Bianca masih syok saat melihat bahwa temannya yang dulu ada di depan matanya sendiri.

__ADS_1


"Yang mulia... Yang mulia kenal dia?" tanya Calius memastikan dan heran.


Bianca menggeleng kuat. Ia berpura-pura tidak mengenal Patrick.


"Bagaiman kelanjutannya yang mulia?" tanya Oscar kepada sang ratu.


"Yang mulia?" Patrick terkejut melihat wanita dihadapannya adalah seorang ratu.


"Bawa dia ke kamar tamu. Dia butuh istirahat. Besok aku akan berbicara dengannya."


Bianca pergi meninggalkan semua orang di ruang istirahat.


Ia harus kembali ke ruang kerjanya. Bagaimana bisa karakter dari cerita berbeda bisa masuk ke sini?


Apa jangan-jangan...


Bianca mengambil kertas-kertas rencananya selama ia ada di sini dan mencoret-coret sesuatu.


Kalau tidak salah Black Hole juga secara misterius datang di dimensi ini dan menguasai di dimensi 'Snow Queen'.


Vina masih mencari tau kenapa mereka bisa datang ke sini. Apa mereka tidak sengaja?


Sebenarnya dirinya mau menanyakan hal itu ke Allan, tetapi nanti kalau diceritakan ke dia, Allan dibuat curiga.


Mending dia harus bertanya kepada Patrick.


Ya... Itu solusi yang sangat bagus.


...****************...


"Bagaimana aku bisa ke sini?" Bianca mengangguk mantap.


Tentu saja dia harus menceritakan kenapa dia ada di dimensi ini.


"Kuburan? Ngapain kamu ke sana?" tanya Bianca bingung.


"Memperingati hari ulang tahun istriku, Eli dan mengunjungi anakku yang juga dikubur."


Walaupun kata-katanya ambigu, Bianca baru ingat kalau dia itu hidup abadi. Berarti sebelum ke sini, Eli dan anaknya sudah meninggal karena usia yang sudah tua.


"Tiba-tiba ada sebuah angin ****** beliung yang membawa saya ke suatu tempat?" Patrick mengangguk benar.


"Terus... Akhirnya kamu ada di sini?"


Patrick mengangguk benar. "Sebenarnya... Apa yang terjadi?"


JANGAN TANYA GUE!! GUE JUGA SEBENARNYA GAK TAU!!


"Aku sebenarnya tidak tau dan masih diselidiki lebih lanjut. Kemungkinan kamu terlempar ke dimensi lain."


"Dimensi lain?" tanya Patrick bingung.


"Waktu itu, kamu menggunakan bahasa asing yang sulit dimengerti bagi kami. Dan juga sepengetahuanku, tidak ada bahasa yang ada di dimensi ini, jadi kemungkinan kamu berasal dari dimensi lain," jelas Bianca panjang.


Patrick masih diam di tempat. Mungkin dia sedang mencerna perkataan sang ratu.


"Kalau begitu... Bisa jelaskan kepada saya tempat ini semampu anda, yang mulia."


Bianca menghela nafas panjang. " Baiklah, Tuan Firlutz...."


Di tempat lain, Kay dan Greda memandang sebuah puding buatan Ivan. "Kenapa kalian tidak makan? Makanlah..."

__ADS_1


Kay dan Greda langsung mengambil sendok mereka dan menyuapin puding bersamaan.


"Ngomong-ngomong..." tiba-tiba Kay berhenti dari acara makannya.


"Dari kemarin aku tidak melihat si paman," Greda dan Ivan saling menoleh ke arah Kay.


Benar juga...


"Mungkin dia ditugaskan oleh yang mulia lagi."


"Tugas apa?" Ivan hanya mengangkat kedua bahunya saja.


"Entalah... Hanya yang mulia dan Tuan Decius yang tau."


"Menurut Ivan, paman seperti apa?" tiba-tiba Greda bertanya. Beruang putih itu tampak berpikir keras.


"Dia aneh..."


"Aneh?" tanya mereka berdua dengan kompak


"Ya. Dia pria aneh yang pernah aku ketemui."


Tiba-tiba Bianca dan Patrick datang dan sang ratu menyuruh Ivan untuk menghidangkan sarapan untuk penyihir itu.


"Di sini kokinya cuman satu?" tanya Patrick bingung melihat hanya Ivan saja menjadi juru masaknya.


"Iya. Yang mulia memecat semua pelayan dan pekerja istana di sini. Hanya menyisakan aku dan Calius saja."


"Kenapa bisa begitu?" tanya Greda penasaran. Ivan hanya bisa mengangkat kedua bahunya.


"Aku tidak tau. Aku baru bekerja di sini sekitar 28 tahun yang lalu."


"28 tahun lalu... Itu lama sekali," Kay menoleh mencari sang ratu, tetapi Bianca justru menghilang tanpa jejak.


"Berarti yang ada di istana selain prajurit istana, kalian berdua, kamu, dan pelayan itu, bukan?"


"Benar, tetapi ada satu orang lagi di sini, sayangnya dia pergi ke suatu tempat."


"Siapa?" Ivan berpikir keras mengingat nama Aaron.


"Aaron Decius?"


Decius... pernah dengar deh...


Ivan meletakan sebuah hidangan yang lezat kepada Patrick. "Bagaimana kalau kalian berdua menemani orang ini berkeliling istana?" ujar Ivan menyarankan Kay dan Greda.


"Oh aku belum kenalkan diriku. Namaku Ivan, koki istana ini dan 2 anak imut ini adalah Kay dan Greda."


"Maaf aku tidak memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Nama saya Patrick Firlutz, penyihir agung."


"Penyihir agung?!" seru Kay terkejut mendengar pria dihadapannya adalah seorang penyihir yang hebat.


...****************...


Aaron memasukan pedangnya ke tempatnya. Dia mendengus kesal melihat sekelilingnya.


"Tempat ini benar-benar berbeda dengan 200 tahun lalu."


Ia mengambil sebuah bola mata naga putih yang ia habisi. Benar, aura bola mata naga putih itu mirip dengan bros pemberian Greda.


Tetapi, bedanya bros itu auranya lebih hitam dan berbahaya.

__ADS_1


Entah kenapa perasaan dirinya sangat tidak enak. Ia segera kembali ke istana dan melapor ke klien.


__ADS_2