
"Untuk sementara waktu... Engkau akan masuk ke tubuh Dorothy ini."
"Hah?!" reaksi Vina langsung dibuat bingung dengan ucapan Tuhan.
"Apa maksudnya? Tunggu!! Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu. Kenapa ratu salju tiba-tiba mengalami penyakit mematikan? Terus Engkau bilang apa? Sementara waktu, aku akan masuk ke kakak dari tokoh sampingan begitu?"
"Tunggu dulu anakku... Aku akan menjelaskan lebih rinci kepadamu," Vina berusaha menenangkan diri.
"Baiklah... Mulai dari mana dulu nih? Ah... Tentang ratu salju itu."
"Kenapa dengan dia, Tuhan?" tanya Vina melipatkan kedua tangannya.
"Maafkan aku, anakku... Aku tidak bisa menjelaskan kenapa ratu salju langsung sakit-sakitan."
"Apa?! Kamu tidak tau kenapa dia begitu?"
"Sebenarnya... Tubuh ratu salju memang biasa saja dan tidak ada yang hal-hal aneh di cerita aslinya, tetapi... Entah kenapa semuanya langsung berubah."
"Apa jangan-jangan Black Hole?"
"Tidak. Mereka tidak melakukan itu kepada ratu salju, anakku..."
"Terus... Kenapa Tuhan tidak membalas panggilan dari kemarin-kemarin..." Tuhan tidak membalas pertanyaan Vina.
"Aku mendengar panggilanmu, tetapi ada masalah yang sangat serius saat aku membawa engkau."
"Masalah? Masalah apa?" tanya Vina penasaran.
"Ini berkaitan dengan penyakit ratu salju dan portal dimensi cerita 'Raju Salju' yang sangat kacau."
"Kok bisa?"
"Tentu saja, semuanya karena Black Hole yang mencampuri seluruh isi dalam cerita 'Ratu Salju'."
"Terus... Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?"
"Untuk sementara waktu, kamu akan masuk tubuh Dorothy Betherhold."
"Bagaimana dengan ratu salju?" tanya Vina kepada Tuhan.
"Tubuhnya.... Tubuhnya hancur, anakku," seketika Vina melotot kedua matanya.
"KOK BISA??!!"
"Ini juga akibat kondisi penyakit ratu salju yang secara tiba-tiba. Untuk itu aku akan mengambil tubuh ratu salju sebelum ia mengenai penyakitnya."
"Hah?! Yang benar?"
"Oh!! Dan satu lagi... Karena misi kali ini cukup berat bagimu, aku akan memberi bantuan kepadamu."
"Apa itu?" mendengar ada bantuan, tentu Vina dibuat senang dan girang.
"Kalau begitu... Selamat menikmati anakku..."
"T-tunggu!! Aku masih nanya sama anda, Tuhan!!"
Dan sebuah cahaya mengilaukan menyinari ke arah Vina dan kini ia membuka kedua yang sekarang berada di kamar Dorothy.
__ADS_1
...****************...
"Kau baik-baik saja Dorothy?" tanya seorang gadis muda seusia Dorothy.
"Aku baik-baik saja," balas Dorothy dengan lemas.
"Aku dengar kamu pindah rumah, bukan? Wah!! Enak sekali... Tidak perlu capek-capek mencari asrama dan pulang ke kampung halaman karena jauh dari kampus."
Dorothy hanya tersenyum masam saja. Sudah 3 hari setelah dia masuk kuliah, ia sudah terbiasa dengan lingkungan barunya.
Dan menemukan sebuah fakta terbaru, yaitu temannya, Esther merupakan anak konglomerat.
Sudah dipastikan universitas ini dikelilingi oleh anak-anak dari keluarga yang berada.
Tetapi, yang menjadi masalahnya...
"Apa di sini tidak ada kalangan bangsawan?"
Mendengar pertanyaan Dorothy, Esther berhenti berjalan dan menoleh ke arah temannya di sebelah. " Loh?! Kamu tidak tau, Dorothy? Kalangan bangsawan sudah menghilang dari ratusan tahun lalu."
"Hah?! Kok aku baru tau hal itu? Apa yang terjadi?"
"Kata ibuku, semenjak Raja Fredius V memimpin, dibuatlah peraturan baru bahwa tidak ada kasta yang mencolok di kerajaan ini. Semua kalangan bangsawan dicopot gelarnya oleh sang raja, kecuali keluarga kerajaan."
"Hanya keluarga kerajaan yang mendapat gelar bangsawan?" Esther mengangguk mantap.
Pantesan saja Dorothy tidak melihat hal-hal yang mencolok bagi orang-orang bangsawan. Ternyata semua kalangan bangsawan harus disamaratakan.
Kenapa di novel aslinya tidak dijelaskan secara rinci sih?
Mereka berdua memasuki kelas dan menunggu dosen yang akan datang.
Banyak alumni-alumni yang lulus di universitas ini, salah satunya Raja dari Kerajaan Rustalia sekarang, Raja William III.
Berbeda dari Universitas Calkutz yang serba teknologi dan perempuan bisa masuk ke sana, Universitas Ginharld sangat sedikit anak-anak perempuan yang diterima di sini.
Tidak heran jika dalam satu kelas, ada 1-2 mahasiswi, bahkan dalam satu kelas juga tidak ada mahasiswi sama sekali.
Vina yang mencari tau kenapa bisa begitu saja tidak bisa menemukannya sama sekali.
Uniknya, para lelaki yang lebih banyak di sana harus menghormati para wanita di sana.
Bagus sih... Setidaknya tidak ada kasus-kasus yang aneh di sini.
Kembali lagi ke isi asli dalam novel yang dimasukin oleh Vina.
Novel berjudul Battlefield World : Step 1 adalah novel berseri pertama dari trilogi Battlefield World.
Vino, kakaknya Vina sangat menyukai novel tersebut bahkan ia mengkoleksi semua buku. Baik buku trilogi, hingga spin off dari cerita utamanya.
Vina juga membaca novel itu, tetapi ia hanya sampai baca di seri kedua. Menunggu seri ketiga dirilis, Vina menyempatkan waktu untuk membaca dari pertama hingga kedua seri tersebut sebanyak 3 kali.
Saat dirilis buku ketiga, Vina masih sibuk dengan skripsi hingga sekarang yang menginjak usia 25 tahun saja ia belum membeli atau meminjam ke kakaknya novel ketiga Battlefield World.
Bercerita tentang sang tokoh utama, Mattheo Ansford yang dikenal sebagai murid akademi militer yang sangat gigih dan rajin.
Cerita singkatnya, ada sekelompok ******* yang berusaha menghancurkan kerajaan.
__ADS_1
Theo dan teman-teman sekolahnya berusaha melawan kelompok ******* itu supaya kerajaan ini tidak dikuasai oleh mereka.
Yah... Mirip-mirip cerita aksi yang Vina mainkan di salah satu game konsolnya.
Berarti...
Kejadian yang sekarang adalah 6 bulan sebelum Keluarga Betherhold dibunuh secara babi buta oleh kelompok misterius itu.
Vina sudah tau siapa penjahat utama di Novel Battlefield World series.
Karena Vina kena spoiler sedikit dari kakaknya yang sebenarnya tidak sengaja.
Baiklah...
"Kamu sudah mendengar belum, Dorothy."
"Ada apa Esther?" tanya Dorothy dibuat penasaran.
"Besok lusa, ada festival. Kamu mau ikut, tidak?"
Festival, ya...
Setidaknya sembari menunggu, ia harus menikmatinya sebagai Dorothy Betherhold.
Pokoknya Vina harus bertahan hidup dan menghindar dari kelompok ******* itu sampai 6 bulan lebih.
Dan sekarang, ia sedang berdiri di depan gerbang akademi militer tempat adiknya belajar.
Dorothy yang berdiri sembari menunggu adiknya benar-benar dibuat kesal setengah mati.
Bagaimana tidak, tiba-tiba dirinya disuruh adiknya menjemputnya setelah selesai kampus.
Dorothy melihat Jeremy berjalan ke arah kakaknya. Ia tidak sendirian, melainkan seorang pria seumuran Poppy ada bersamanya.
"Kalau begitu saya pamit dulu."
"Hati-hati di jalan, instruktur!" seru Jeremy melambaikan tangan kanannya.
Dorothy menghela nafas panjang. "Kau memanggilku ke sini ada apa?"
Tiba-tiba tangan wanita itu ditarik oleh adiknya dan berlari bersama ke arah gang sempit di sebelah sekolahnya.
"Woi! Woi!! Kamu ngapain sih narik-narik tanganku?!"
Mereka berdua tiba di sebuah gedung yang mirip dengan sebuah bengkel.
Tampak 3 siswa memakai seragam melambaikan tangan mereka ke arah Jeremy dan Dorothy.
"Ini maksudnya apa?" tanya Dorothy yang masih bingung.
"Kak... Tolonglah kami!!" ucap Jeremy memohon kepada kakaknya.
"Hah?! Memohon kepadaku?! Emangnya ada apa ini?"
Baru masuk ke dunia ini saja sudah minta pertolongan.
"Tolong buntuti salah satu guru kami."
__ADS_1
"Hah?!"