
Allan berjalan menuju ke ruang pertemuan. Tujuannya tentu saja untuk tidur. Dia memang suka tidur di markas ketimbang di rumahnya atau tempat kerjanya.
Katanya, ruang pertemuan itu sangat sejuk dan gampang untuk bisa tidur.
Ia berpapasan dengan Chris, lelaki dewasa itu juga menuju ke ruang pertemuan.
"Mau tidur?" tanya Chris basa-basi.
"Ya... Terus tujuanku selain itu apa?" tanya Allan balik dan berjalan memasuki ruangan tersebut.
"Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu."
"Tanya aja. Gak usah minta ijin segala."
"Sejak kapan kau menyukai Ratu Salju?" Allan seketika berhenti berjalan dan langsung menoleh ke arah Chris.
"Kau..."
"Jangan marah. Sebenarnya aku kasihan sama kamu. Kamu dari dulu hanya mendendam ke dia saja, bukan?"
Allan menghela nafas panjang. Beberapa orang mungkin sudah tau kalau dirinya sejak dulu menyukai sang ratu. Apakah itu rasa kagum atau menyukai sebagai wanita?
"Aku bertemu dia waktu aku berumur 10 tahun..."
"πͺπΎππΊππΊ ππΊππ π»πΎππ½πππ ππΎπππ π½π ππΊππΊ?" ππΊπππΊ ππΎππΎπππΊππ ππΎππππΊπππππ ππΎπππΊππ π»ππΌπΊπ π πΊππ-π πΊππ.
π£ππΊ πππ½πΊπ ππΎπππΊππΊπ» πΊππΊ-πΊππΊ. π§πΊπππΊ ππΎππππ½ππππΊπ ππΎππΊπ πΊ ππΎ πΊππΊπ ππΊππΊπ ππΊππ π½ππΊ ππππΊπ.
"πͺπΊππ πΊπ½πΊ ππΊππΊπ πΊπ π½πΎπππΊπ ππΎπ ππΊπππΊ?" ππΊπππΊπππΊ ππΊππ»ππ π»πΎππππππππ ππΎ πΊππΊπ π»ππΌπΊπ π πΎπ πΊππ πππ.
π£ππΊ ππΎππΊπ πππππΊπ ππΊππΊππππΊ ππΎ πΊππΊπ π πΊππ, πππ½πΊπ ππΊπ ππΎπ πππΊπ ππΎ ππ ππΎππΊπππΊ πππ.
"πͺπΊππ π πΊππΊπ πππ½πΊπ?"
"π³π-" πππ»πΊ-πππ»πΊ ππΎπ»ππΊπ πππΊππΊ ππΎππππΌππππΊπ π½π π½πΊπ πΊπ ππΎπππ ππΎπΌππ πππ.
πΆπΊππππΊ π»πΎππΊππ»ππ πππππ ππΊπ ππ πππ ππΎπππΎππππ π πΎππ»ππ π½πΊπ ππΎππΎπππ ππΎππΊπ πΊ π π π πΊπ ππΎπΌππ π½πΎπππΊπ ππΎπ πΊπ.
"π¦πππΊππΊ ππΊπ πΊπ ππππΊ ππΊππΊπ π»πΎπππΊππΊ?" πΊππΊπ πππΊ π π π πΊπ ππΊππ π½πΎπππΊπ ππΊππΊππΊπ ππΊππππΊ πππ, ππΎππΊππ ππΎπ πππΊπ ππΎπππππΊπ ππΊππ π πΎππ»ππ π½πΊπ ππΊππΊππΊπ ππΊππ ππΎππΊπππππΊπ, π π π πΊπ ππΊπ ππππ ππΊππΊπ π»πΎπππΊππΊ.
"π²ππΊππΊ ππΊππΊππ?" ππΊπππΊ ππΊππππΊ πππ ππΎπππ πΊπ ππΎππΌπΊππΊππΊπ.
"π π π πΊπ, π π π πΊπ π£πΎ π΅πππΌπ."
"π£πΎ π΅πππΌπ, ππΊ... π ππΊππΊπ ππΊππ ππΊπ»ππ π»πΎπππΊππ π½πΎπππΊπ πΊππΊπ-πΊππΊπ π»πΊππππΊππΊπ π πΊππ?"
π π π πΊπ π½ππΊπ ππΊππ»ππ π»πΎπππΊπ πΊπ, ππΎπππ½ππΊπ ππΊ ππΎπππΊππΊπ», " π³ππ½πΊπ. π¬πΎππΎππΊ ππΎπππΊ ππΎπππΎπ»πΊπ ππΊπ."
πΆπΊππππΊ πππ ππΎπππΊππΊ ππΎππ½πΎπππΊπ ππΊππΊπ»πΊπ π π π πΊπ.
"πͺπΎππΊππΊ πΊππ½πΊ ππΎππΊππΊ? π ππΊ πΊππ ππΊπ πΊπ?"
"π³ππ½πΊπ... π©πΊππΊπ»πΊπππ π»πΎππΊπ, πππ," ππΎππΎππΊ π»πΎππ½ππΊ π»πΎπππΊπ πΊπ π πΊππ.
__ADS_1
"ππΊππΊ πΊππ½πΊ πππΊππΊ?" ππΎππΎππππΊ ππΊππππΊ π»πΎππΊππ»ππ πππ ππΎπππΊπ½πΊπ. " π π... π¬πΊπΊπΏππΊπ πΊππ. π ππ ππΊππππ ππΊππΊ π πππΊ. π―πΊπππππ ππΊππΊ π‘ππΊππΌπΊ."
π π π πΊπ ππΎππππππππΊπ ππΎππΊπ πΊπππΊ. " π ππ½πΊ ππΎππΎππππππΊ π»πππΊπ π½πΊππ ππΎππΊππΊπΊπ πππ."
"π€ππΊππ π»πππΊπ," π‘ππΊππΌπΊ ππΎπππ½ππΊπ π»πΎππππππππ ππΎππππΊπ½πΊπ π π π πΊπ.
"πͺπΊπ πΊπ ππΊππ ππΎππΊππΊ ππΎππΎπππΊπ, ππΊππ π»πππΊ ππΎππΊπππππ ππ π½πΎπππΊπ πππ."
π‘ππΊππΌπΊ ππΎπππΎππΊπππΊπ ππΎπ»ππΊπ π πππΌπΎππ ππΎππΊπ½πΊπππΊ.
πΆπΊππππΊ πππ ππΎπππ πΎπ ππΎ πΊππΊπ π»πΎπ πΊππΊππ. π³πΊπππΊππππΊ π’πΊπ πππ ππΎπ½πΊππ ππΎππΌπΊππ ππΊππππΊππππΊ ππΊππ ππππΊ ππΎπππππ πΊππ.
"π©πΊππΊ π»πΊππΊππ πππ π»πΊππ-π»πΊππ. π¨πππΊπ. πͺπΊπ πΊπ ππΊππ ππΎππΊππΊ π»πππΊπ π½πΊπ ππΎππΎπππΊπ, ππΊπππππ πΊππ," π‘ππΊππΌπΊ π»πΊπππππ π½πΊπ π»πΎπππΊπ πΊπ ππΎππππππΊπ ππΊπ π π π πΊπ.
"π²πΊπππΊπ πππππΊ, π π π πΊπ..."
Chris dan Allan terdiam satu sama lain. " Apakah kamu sering memanggil dia?"
"Tidak sering, sih. Aku memanggil tiap sebulan sekali. Dan aku terkahir bertemu saat aku menginjak usia 14 tahun."
Allan kemudian merebahkan dirinya di atas sofa. " Dia adalah satu-satunya orang yang mengajak aku bermain, mendengar curhatanku, dan memberi kasih sayang padaku. Itulah awal aku menyukainya."
"Kau bilang... Kamu terakhir bertemu dengan ratu saat berusia 14 tahun, bukan? Bagaimana dengan setelahnya?"
"Loncengnya hilang saat aku pergi ke festival berburu," jelas Allan.
"Dan setelah itu, selama 8 tahun, aku tidak bertemu dengannya dan saat aku bergabung dalam organisasi ini, akhirnya aku bertemu dengannya."
Chris terdiam sambil menatap Allan yang sedang berusaha tidur.
"Hah?" ujar Chris bingung.
"Aku dengar dari Gladys, kamu dulu memiliki hubungan asmara dengan seseorang wanita."
Chris tidak menjawab apa-apa, kemudian beberapa menit ia menjawab, " Itu sudah lama sekali."
Chris bangkit dan hendak pergi meninggalkan Allan yang sedang istirahat. Ia menutup pintu tersebut dan menghela nafas sambil bersender di depan daun pintu.
Mendengar hubungan asmara, Chris tidak bisa lepas dari ingatan masa lalu tentang seorang wanita yang ia cintai dulu.
"Rupanya kamu ada di sini," ujar James menghampiri lelaki itu.
"Ada apa ketua?"
"Apakah kamu ada kesibukan akhir-akhir ini?" dahi Chris langsung mengkerut.
Tumben sekali sang ketua menanyakan hal seperti itu. "Tidak. Kenapa?"
"Kalau begitu temani aku untuk pergi ke suatu tempat."
Chris masih bingung dengan perkataan lelaki itu, tetapi karena yang meminta adalah sang ketua, mau tidak mau ia harus menuruti perkataan dia.
...****************...
__ADS_1
"Oh... Kalian sudah mengerjakan semuanya?" ujar Rossa kagum dengan kerja keras mereka bertiga.
"Apakah ini saja?" tanya Vero kepada Rossa.
"Belum semuanya. Hari ini ada tamu penting dari kerajaan lain."
"Keluarga kerajaan?" tebak Giselle dan Rossa menggelengkan kepala.
"Bukan. Mereka bukan dari keluarga kerajaan. Hanya sekelompok penting yang akan berkunjung."
"Nyonya Harris... Tamunya sudah datang."
"Untuk sekarang, kalian bisa beristirahat," setelah Rossa pergi meninggalkan ketiga wanita itu, mereka langsung jatuh lemas dan menghela nafas lega.
"Astaga... Ternyata tugas sebagai pelayan lebih merepotkan, ya..." ujar Giselle dan dianggukin oleh Vero dan Bianca.
"Gimana kalau kita lihat-lihat desa ini. Mungkin kita bisa menemukan sesuatu.
Mereka bertiga memutuskan untuk berjalan melihat-lihat keadaan desa khusus wanita. Walaupun desa ini berisi wanita semua, beberapa pria boleh memasuki desa tersebut dengan surat ijin ataupun sebuah diplomatis.
"Apakah mereka tamunya?" tunjuk Giselle ke arah dua pria yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Vero menyimpitkan kedua matanya dan memajukan kepalanya. Rasanya kedua pria itu sangat familiar baginya.
"Kalian berdua..." Vero berjalan mendekati kedua pria itu memastikan bahwa penglihatan Vero tidak salah.
"Ah... Veronica. Ternyata kamu ada di sini?" Bianca dan Giselle segera menghampiri mereka bertiga dan betapa terkejutnya melihat sosok dua pria di hadapan Bianca.
"Dan juga... Kamu tidak sendirian rupanya."
Vero hanya menghela nafas sambil memutar kedua bola matanya.
"Kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya Bianca memulai percakapan.
"Tugas. Seperti biasa," balas James.
"Kalian sudah datang rupanya-" ujar Rossa menghampiri tamu dan ia langsung berhenti melihat sosok yang ia kenal.
"Selamat siang, Nona Harris. Bagaimana kabar anda?" sapa James memasang wajah ramahnya.
"Ah... Kabar saya baik, Tuan Ratoulle."
"Psstt... Kalian merasa ada yang aneh dengan Jendral Harris, tidak?" ujar Giselle menyadari tingkah aneh dari Rossa.
"Aku sudah merasakan hal ini barusan," ucap Vero.
Sementara itu, Bianca masih memandang Chris yang dari tadi diam saja. Ada sesuatu yabg selalu disembunyikan oleh Chris.
"Kalau begitu silahkan masuk ke dalam, tuan-tuan..." Rossa mempersilahkan Chris dan James untuk masuk ke dalam.
Ketiga wanita itu memandang mereka sampai mereka masuk ke dalam penginapan.
"Yang mulia... Menurutmu Jendral Harris bertingkah aneh, tidak sih?" ujar Giselle menanyakan hal itu kepada sang ratu.
__ADS_1
Bianca mulai tersadar dari lamunan dan berkata, " Entalah... Aku tidak mau ikut campur urusan orang lain."
Vero mengangguk seolah-olah dia setuju dengan jawaban sang ratu. " Kalau begitu kita pergi sekarang."