Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 92 : Aksi Penyelamatan


__ADS_3

Konser Monika merupakan konser yang dinanti oleh semua penggemarnya. Tidak hanya para penggemar, orang awam juga ingin menonton karena pertunjukan Monika sangat menarik.


Dan kini, Bianca dan lainnya akan pergi ke sana, sesuai arahan Giselle, mereka dibagi menjadi 3 kelompok kecil. Giselle bersama Allan akan mengawasi dibagian backstage, Bianca dan Daryl mengawasi area penonton, dan Chris serta Rossa akan mengawasi di luar stadium.


"Ramai sekali..." ujar Bianca tidak menyangka kalau penonton di stadium ini sangat banyak.


"Itulah kenapa pelaku melakukan peboman di sini," jawab Daryl sambil melihat sekitar. Tiba-tiba Daryl menatap satu spot dan ia langsung berhenti di sana. Bianca yang sedang menyamar langsung menyadari kejanggalan Daryl. Wanita itu bertanya, "Kamu kenapa?"


Daryl menoleh ke arah sang ratu dan ia menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa... Hanya saja aku mengingat Lorent," mendengar jawaban Daryl, Bianca merasa simpati kepadanya.


Kehilangan saudara merupakan hal yang buruk baginya, terutama saudara yang sangat dekat dengannya. Bianca menepuk pundak Daryl sambil menenangkan pemuda berambut pirang itu.


Beberapa menit, Bianca, Daryl dan para penonton yang menunggu konser Monika, kini telah dimulai. Para penonton mulai bersorak ketika tokoh utama dalam acara itu, Monika datang dari bawah panggung dan memberi semangat kepada penonton dengan membawa lagu ber-genre Pop-Rock.


"Acaranya sudah dimulai..." kata Daryl memberi aba-aba kepada Bianca. Bianca mengangguk tanpa menatap pemuda itu. Wanita itu menggunakan sihirnya untuk mencari tau adakah orang yang mencurigakan atau membawa senjata tajam di dalam stadium.


"Bagaimana?" tanya Daryl kepada Bianca. Bianca menggelengkan kepalanya pertanda bahwa belum ada orang yang mencurigakan di area penonton.


Di bagian Backstage, Allan dan Giselle sebagai staf harus membantu staff lain yang dari tadi mondar-mandir. Benar-benar sibuk sekali.


"Fyuhh... Akhirnya..." ucap Giselle laga sambil menyeka keringat di dahinya.


Allan menurunkan sebuah kotak berukuran sedang ke lantai dan Giselle bertanya kepada pria berambut hitam itu. "Bagaimana? Apakah ada orang yang mencurigakan?" Allan menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak merasakan ornag aneh di sekitar sini," Giselle menoleh ke arah sebuah pintu yang tertutup rapat. Bahkan semua staff pun tidak memasuki ruangan itu.


"Ngomong-ngomong... Ruangan di sana kelihatan mencurigakan," Allan melihat yang ditunjukan oleh Giselle.

__ADS_1


"Kalau tidak salah itu ruangan para artis."


"Benarkah? Setahuku ruangan Monika ada di ujung sana," mereka berdua saling menoleh satu sama lain.


Benar-benar mencurigakan dan mereka ingin memasuki ruangan tertutup itu, tetapi saat mereka menghampiri pintu tersebut, seorang staff lain memeanggil mereka dan mereka berdua mau tidak mau harus mengurungkan niat mereka.


Di sisi lain, Chris dan Rossa berjalan mengitari stadium untuk mengawasi area luar.


"Acaranya sudah dimulai..." ujar Chris sambil memandangi stadium tersebut.


Rossa melihat seorang misterius yang berpakaian tertutup berjalan menuju ke dalam stadium. Bahkan para pengawas yang menjaga di depan pintu tidak menyadari orang tersebut.


"Ada apa?" tanya Chris menoleh ke arah Rossa.


"Ada orang mencurigakan yang masuk ke sana."


"Kenapa?" tanya Daryl kepada Bianca. "Ada orang mencurigakan yang masuk ke sini. Kita harus pantau dia."


2 jam kemudian, konser Monika berlangsung lancar dan tidak ada kendala sama sekali. Bahkan, sampai konser berakhir dan semua penonton pada keluar, tidak ada tanda-tanda peboman tersebut.


"Ternyata tidak ada terjadi apa-apa..." kata Giselle kecewa.


"Bagaimana kalau kita cek ruangan tertutup itu?" tanya Allan menunjuk pintu yang awalnya mereka cek.


Gliselle mengangguk setuju. Ia juga penasaran apa isi dalam ruangan tersebut.


"Kalian berdua..." tiba-tiba seorang staff datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Coba kamu cek ruangan di sana dan ambil box bewarna biru tua," ucap dia ke arah pintu tertutup yang mereka ke sana.


Mumpung mereka pergi ke pintu tersebut, Allan dan Giselle mengangguk saja dan mereka menjalankan tugasnya.


Mereka berdua mendekat ke arah pintu itu dan Allan mencoba buka pintunya. Ternyata pintunya tidak terkunci dan mereka mencoba masuk ke dalam.


Di dalam, ruangannya sangat gelap dan Allan mencari saklar untuk menyalakan ruangan tersebut. Saat menyalakan, mereka berdua melihat seorang wanita yabg tengah terduduk dengan kedua mata terbuka tanpa kedip, serta bersimbah darah.


Giselle langsung kaget dan berteriak keras dan Allan dibuat shock bahwa mayat perempuan itu adalah Monika, penyanyi yang mengadakan konser tadi.


...****************...


"Kenapa mereka berdua lama sekali?" tanya Rossa bingung dan heran sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Benar juga... Jam segini semua staf di bagian back stage udah pada pulang," balas Daryl yang juga heran.


Tiba-tiba sebuah kereta dari rumah sakit tiba beserta polisi kerajaan membuat mereka berempat langsung dibuat kebingungan.


"Kenapa ada kereta kepolisian kerajaan?" mereka berempat saling pandang satu sama lain dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya apa yang terjadi.


"Semuanya!!" mereka berempat menoleh ke arah Allan dan Giselle yang sedang berlari ke arah mereka.


"Ini gawat..."


"Monika dibunuh di ruang kosong."'


"Apa katamu?!"

__ADS_1


__ADS_2