
Allan tiba di istana Aspendia. Sudah lama ia tidak mengunjungi tempat itu. Terutama ia ingin bertemu dengan Bianca.
Entah kenapa Allan merasa senang dan girang ketika ia pergi ke istana.
Sesampainya di istana, ia bertemu dengan Bianca, sang ratu yang sedang duduk memikirkan sesuatu.
"Kalau aku pergi ke sana... Itu akan sangat bahaya... Mereka pasti akan tau siapa aku..."
"Ada yang bisa saya bantu?" Bianca menoleh ke arah Allan dan seketika raut wajahnya yang khawatir berubah menjadi sumringah.
"Pas banget kamu datang!" Allan merasa senang disambut oleh wanita disukainya, tetapi di sisi lain, pria itu juga kebingungan kenapa sang ratu membutuhkan dirinya.
Bianca menghela nafas panjang. " Jadi begini... Kamu tau Gerda, bukan?"
"Tentu aku tau. Ada apa?" tanyanya dengan keheranan.
"Dia diculik!!" seketika Allan terkejut mendengar berita buruk dari Bianca.
"A-apa yang terjadi?!" Bianca menceritakan apa saja yang ia dapatkan dari Aaron dan Patrick saat mereka menemani Kay dan Gerda ke tempat asal mereka.
"Kelompok misterius yang berusaha menculik Gerda?" Bianca mengangguk.
"Tampaknya mereka ingin merencanakan sesuatu dengan memanfaatkan Gerda," memang benar kata Allan.
Mereka pasti memanfaatkan Gerda sebagai kekuatan tambahan untuk perang besar-besaran.
"Jadi... Apakah yang mulia akan pergi ke sana?" tanya Allan kepada sang ratu.
"Sebenarnya aku akan pergi ke sana mencari Gerda, tetapi masalahnya..." Allan tampaknya tau permasalahan Bianca.
"Apakah kamu ada ide, Allan?" tanya Bianca kepada Allan.
Pemuda itu berusaha mencari ide. Memang akan ketahuan kalau Bianca akan pergi mencari Gerda dengan kondisi seperti ini. Mengingat berita kematian sang ratu sudah kesebar luas.
Tiba-tiba Bianca memiliki ide di kepalanya. " Oh! Aku punya ide!!" Allan melirik ke arah perempuan di sebelahnya.
"Apa itu?" ucap Allan dibuat penasaran.
Allan berdiri disebelah sang ratu yabg sedang berbicara dengan ketua Black Hole, James.
Lelaki berambut hitam itu tidak habis pikir dengan idenya Bianca. Kenapa harus bertemu dengan si ketua?
"Itu akan beresiko, yang mulia..."
"Makanya itu... Aku meminta bantuanmu!!" mendengar sang ratu meminta bantuan kepada James, hati kecil Allan langsung tidak suka.
"Anda meminta bantuanku dalam bentuk apa, yang mulia?"
"Tolong kembalikan ke wujudku seperti semula!!" serunya sambil mendobrak meja kerja James.
__ADS_1
Allan langsung dibuat kebingungan, sementara James yang mendengar permintaan sang ratu langsung mengedipkan mata beberapa kali.
"Kembali ke wujud... Maksud anda kembali menjadi-"
"Maafkan aku, yang mulia... Ini sangat berisiko sekali jika anda berubah ke wujud yang asli."
"Memangnya kenapa?"
"Orang-orang di sekitar anda tidak akan bisa melihatmu, yang mulia," semuanya langsung terdiam mendengar jawaban James.
"Maksud anda... Orang-orang tidak bisa melihatku begitu?"
"Bahkan Allan? Dia tidak akan melihatku?!" tunjuk Bianca ke Allan, pria di sebelahnya.
"Benar, yang mulia," jawab James yakin.
Bianca hanya bisa menghela nafas panjang. " Anda sudah kembali sebanyak satu kali dan tidak bisa melakukan hal itu lagi jika anda kembali ke wujudmu yang asli."
"Kalau anda ingin menyelamatkan Gerda, kami akan mengirim pasukan untuk menyelidiki dan mencari keberadaan dia."
"Tidak!!" seru perempuan sambil berteriak.
"Kalau kamu mengirim anak-anak buahmu untuk mencari Gerda, itu akan semakin berbahaya. Aku merasa orang-orang yang menculik Gerda adalah bukan orang yang sembarangan."
James menatap Bianca dengan tatapan serius dan Bianca membalas tatapan dengan semakin serius dan tidak takut dengan tatapan menakutkan dari James.
Sebenarnya apa yang terjadi?
James melirik ke arah Allan. " Allan. Bisa kamu keluar sebentar. Ada hal yang kami berdua diskusikan dan ini sangat penting."
Allan tidak protes dengan perintah James dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Ia bertemu dengan Vero yang sedang berjalan berlawanan arah.
"Kau habis dipanggil sama ketua?" Allan diam beberapa saat, kemudian ia menjawab, " Tidak. Aku baru mengantarkan ratu salju."
Vero menjawab dengan mengangkat bahu saja dan berjalan dengan membawa beberapa buku. Tampaknya gadi bergaya gothic itu sedang pergi ke perpustakaan.
"Mau aku bantu?" ucap Allan menawarkan diri kepada Vero.
"Tidak perlu... Aku bisa sendiri, kok," ia melirik ke arah Bianca yang baru saja keluar dari ruangan James.
"Tampaknya beliau sudah selesai dengan urusannya," Allan menoleh ke arah sang ratu yang sedang melambaikan tangannya ke arah pria itu.
"Jadi bagaimana?" tanya Allan kepada Bianca yang sedang menyeruput jus mangga.
"Permintaanku ditolak," balasnya dengan memasang wajah cemberut.
"Sudah aku duga... Ketua tidak akan menyetujui secara gampang, yang mulia."
"Tapi bagaimana? kalau misalnya mengirimkan orang lain, mereka akan curiga," Allan berpikir kalau jawaban Bianca itu sebenarnya benar, tetapi permasalahannya, dirinya tidak tau tentang 'wujud asli' dari Bianca.
__ADS_1
"Aku mau tanya. Apa maksud dengan 'wujud asli' yang anda bicarakan, yang mulia?"
Kedua mata perempuan itu langsung terbuka dengan lebar. Ia hampir lupa bahwa di ruangan James tadi, ada Allan di sebelahnya waktu itu.
"Errgghh... Itu, itu..." jawab Bianca panik dan salah tingkah.
Mampus!! Bianca harus menjelaskan bagaimana?
"Ohh! Rupanya kalian ada di sini?" Bianca dan Allan menoleh ke arah asal suara dengan kompak.
"Ketua..."
"James?" James tersenyum seolah dirinya tidak bersalah.
"Tiba-tiba aku punya ide yang sangat bagus untuk menyelamatkan Gerda."
Seketika Bianca langsung menujukkan wajah kegirangan, sementara Allan tampak tidak suka dengan kehadiran James.
"Apa itu?"
"Besok pagi temui aku di ruanganku," dan setelah itu si ketua langsung pergi begitu saja.
"Kenapa wajahmu kecut begitu?" tanya Bianca yang menyadari ekspresi Allan yang tidak bersahabat.
"Bukan apa-apa?" Bianca memandang Allan dengan dalam membuat pria itu langsung salah tingkah dengan sikap gadis itu.
Perempuan itu tau kalau Allan menyukai Bianca. "Aku dengar kalau kamu adalah seorang grand duke?"
Allan kembali tersenyum kepada sang ratu. " Apa tidak melelahkan? Aku dengar juga kamu terlalu sibuk akhir-akhir ini."
"Tidak. Aku sudah terbiasa dengan begituan," Bianca tampak khawatir dengannya.
Setau Bianca, tugas grand duke sangat padat, belum lagi ditugaskan sama James yang harus pergi ke luar daerah selama beberapa waktu yang lama.
Allan langsung menepuk pucuk kepala gadis itu dan mengusapnya sambil berkata, " Jangan memasang wajah seperti itu, yang mulia. Aku selalu menjaga kesehatanku, kok. Kalau capek atau sakit, aku bisa menunda pekerjaanku."
"Syukur deh kalau begitu," Allan terdiam beberapa saat melihat Bianca menghela nafas lega.
Lelaki itu langsung memeluk gadis itu membuat Bianca terkejut dengan tindakan Allan.
"A-apa yang kau lakukan?!"
"Aku tidak bisa menahannya..."
"Hah?!" balas Bianca semakin bingung dan panik.
"Aku menyukaimu, Bianca."
Perempuan itu langsung terkejut setengah mati mendengar pengakuan cinta dari pria dihadapannya.
__ADS_1