Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 62 : Menjalani Petualangan Baru


__ADS_3

Vina membuka kedua matanya secara perlahan, ia berusaha bangkit dari tidurnya dan mendapati kamar yang tidak asing baginya.


"Lo udah bangun, Na?" tanya seorang pria berusia awal 30-an kepada Vina.


"Sarapan dulu gih... Habis itu siap-siap temani Kayla ke mall."


"Kayla mana?"


"Tuh lagi nonton," tunjuk Vino ke arah anak perempuannya yang sedang fokus nonton kartun.


Dengan setengah tidur, Vina berjalan mendekati meja makan dan duduk untuk sarapan pagi.


Vino sedang mencuci peralatan masak yang ia gunakan untuk memasak sarapan pagi.


"Oh ya, Na. Pas kalian pergi, jangan lupa beli boba sama ayam fillet langganan gue."


Vina berdecak malas, beginilah mempunyai kakak yang suka memerintah.


"Ya... Tenang saja, bang. Gue gak akan lupa kok."


Vina langsung menghabisi makanannya dan bersiap-siap untuk pergi.


...****************...


"Tante lihat!!" seru Kayla menunjuk ke arah area bermain.


"Tante tunggu di sini, ya..." Kayla langsung berlari ke arah salah satu permainan.


Vina menghela nafas panjang. Melihat Kayla, keponakannya, ia mengingat Kay dan Gerda.


Kira-kira mereka sedang ngapain, ya?


Ia melihat jam tangan di sela-sela mengawasi Kayla yang sedang asik bermain. Tidak terasa dia duduk menunggu Kayla sampai 4 jam.


"Kayla!! Waktunya kita pulang," panggil Vina kepada keponakannya.


"Lohh... Aku ingin main lagi, tante..."


"Kamu sudah main sampai 4 jam, lho... Masa gak puas main. Ayo pulang, nanti diomelin sama mama."


Kayla menghela nafas kecewa dan mengangguk mengiyakan ajakan pulang tantenya.


...****************...


Keesokan paginya, di hari minggu Vina tiba di sebuah cafe dekat apartemennya. Setelah mengantarkan Kayla pulang, Vina segera pulang dan istirahat di apartemennya.


Sesuai dengan janji Jenny, mereka bertiga akan bertemu di sebuah cafe bergaya antik dan kuno di daerah dekat apartemennya.


Vina melihat sekelilingnya, ini akan menjadi sulit karena mereka berdua bukanlah orang 'biasa'.


"Vina!" seru seseorang memanggil gadis berambut sebahu itu.


Vina menoleh dan mendapati Jenny yang sedang duduk sambil melambaikan tangannya. Ia segera berjalan menghampiri dia dan duduk di depannya.

__ADS_1


Kali ini, Jenny tidak memakai gaun putih polos yang selalu ia kenakan. Hanya kemeja pendek polos bewarna hijau, celana jeans, dan sepatu flat.


Di sebelahnya ada Oscar yang juga berpenampilan ala cowok-cowok modern.


"Ini beneran anda, yang mulia?"


"Kamu masih tidak percaya denganku, hah?" Oscar langsung kicep.


"A-aku percaya, kok. Cuman nanya saja buat memastikan."


"Baiklah... Sekarang kita harus ngapain?" ucap Vina menuju topik sebenarnya.


"Lihatlah buku cerita ini..." ujar Jenny sambil menyerahkan sebuah buku dongeng yang Vina ketahui.


"Ratu Salju? Memang kenapa?" tanya wanita itu dibuat penasaran.


"Untuk bisa menyelesaikan misi, kita harus mengubah alurnya cerita 'Ratu Salju' ke alur yang sebenarnya."


"Mengubah alur ke cerita yang sebenarnya?" Jenny mengangguk.


"Mungkin salah satu penyebab Ratu Bianca mati dengan penyakit misterius adalah Black Hole."


"T-tunggu... Kenapa harus Black Hole yang mejadi akar permasalahan?" tanya Oscar memotong pembicaraan.


"Kau baca cerita ini," balas Vina menyuruh Oscar untuk membaca buku dongeng tersebut.


"Tapi... Bukan hanya mereka saja, kan. Aku juga berperan penting untuk mengubah cerita aslinya."


"Sebenarnya tidak apa-apa sih kamu mengubah cerita aslinya, tetapi seiring waktu kayaknya tidak efektif dan semakin parah. Aku dan tuanku memutuskan untuk menyuruhmu mengembalikan cerita yang sebenarnya."


"Kamu harus percaya, Oscar. Itulah cerita aslinya," ucap Jenny yang mengetahui ekspresi Oscar.


"Terus... Gimana caranya? Gunanya Oscar apa dong?"


Kedua wanita itu menoleh ke arah Oscar yabg tampak bingung dengan mereka. "K-kenapa kalian melihat ke arahku?"


"Tentu saja Oscar berguna, dia adalah orang asli dari penduduk dari sana."


Vina tampak berpikir keras. Mengembalikan cerita yang asli? Tapi permasalahannya...


Nanti mereka bertiga, Kay, Gerda, dan ratu salju tidak bisa bermain dan berjalan-jalan bersama dengan bahagia.


Vina tidak mau kalau ratu dibunuh karena perbuatan yang jahat, ia sebenarnya tau kalau ratu salju tidak seutuhnya jahat.


Dari mimpi-mimpi sebelumnya, Vina sudah mengetahui sedikit fakta ratu salju itu.


"Aku tidak mau, Jenny. Mengembalikan cerita aslinya."


"Apa?" Vina menujukkan wajah serius bahwa dirinya serius dengan keputusan.


Jenny menghela nafas panjang. "Itu terserah kamu saja. Apa yang aku ucapkan itu hanya opsi terakhir jika kita tidak bisa menggeserkan Black Hole."


"Terus... Kita harus ngapain?" tanya Oscar bertanya dan mereka bertiga kembali berpikir.

__ADS_1


"Oscar... Kamu bisa tolong kan?"


"Minta tolong apa?" baik Vina dan Oscar saling pandang ke arah Jenny.


"Kamu tau tentang sejarah Aspendia didirikan bukan?"


"Tau. Jangankan sejarah didirikan Aspendia, pemimpin-pemimpin sebelumnya dan sejarah-sejarah penting tau semua."


Vina yang mendengarnya dibuat terpukau dengan pengetahuan Oscar yang luas. Apalah dirinya yang kalau mendengar sejarah, dia langsung tertidur saking bosennya.


"Woke!! Kita akan memutar waktu dimana ratu masih belum menjadi ratu."


"Hah?! Kamu yakin?" tanya Vina masih kurang yakin.


"Ini adalah salah satu cara kita untuk mengetahui penyakit apa yang ratu salju alami dan Black Hole lakukan."


Masuk akal sih... Penyakit yang dialami ratu salju masih sampai sekarang belum diketahui dan Black Hole masuk ke dunia cerita 'ratu salju', kapan?


...****************...


Vina menyerahkan minuman boba kepada Oscar. "Dicoba dulu, kalau tidak suka, gak udah diminum."


Oscar mengambil minuman itu dan mencicipi dengan sedikit.


"Gimana?"


"Enak," balasnya sambil mengangguk.


"Baguslah..." ia akhirnya duduk di sebelah pria itu dan berkata. "Menurutmu... Ratu Bianca seperti apa?"


"Hah? Menurutku?" Vina mengangguk mantap. Sementara itu, Jenny sedang pergi entah pergi kemana.


"Menurutku dia hebat."


"Hebat apanya?"


"Hebat dalam semua hal. Aku tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu layaknya yang mulia."


Kemudian, Oscar bertanya, " Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu."


"Apa?"


"Yang mu- maksudku... Vina. Sebenarnya apa tujuanmu untuk menghancurkan Black Hole?" Oscar bertanya seperti itu karena setelah ia diceritakan baik Jenny maupun Vina tentang jiwa aslinya Ratu Bianca yang telah pergi dan digantikan oleh Vina, ia akhirnya mengerti hal seperti itu.


Ya... Oscar juga butuh kepastian. "Ini misi rahasiaku," jawabnya akhirnya.


"Aku tidak bisa menjelaskan kepadamu secara rinci, tetapi untuk sekarang aku harus menyelesaikan misiku kali ini."


"Dan kamu adalah orang pertama yang tau identitasku."


"Oke. aku mengerti sekarang. Aku akan kooperatif untuk membantumu."


"Bagus..." balas Vina bangga dan bersamaan itu, Jenny datang dan mengatakan kalau dirinya menujukkan sebuah tempat yang bagus untuk mereka.

__ADS_1


Mereka tiba di sebuah toko barang antik yang tidak jauh dari cafe tersebut. Mereka memasuki tempat tersebut dan mendapati seorang pria pria paruh baya yang menyambuti mereka.


"Selamat datang di toko kami, Kapten Oscar, dan yang mulia ratu, Ratu Bianca."


__ADS_2