Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge

Born To Villain : The Snow Queen'S Revenge
Bab 63 : Bertemu James Ratoulle Secara Langsung


__ADS_3

Di tempat markas Black Hole, semua anggota Black Hole lagi kacau sekacaunya.


Sehari setelah surat kabar kalau Ratu Bianca meninggal, sang ketua yang biasanya berada di ruang kerja untuk pekerjaannya, tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


Mendengar kabar dari ketuanya yang menghilang, Chris yang sedang bertugas ke wilayah lain, akhirnya terpaksa kembali ke markas sehari setelah kejadian itu.


"Bagaimana? Apakah kalian menemukan petunjuk tentang ketua?" tanya Chris baru sampai.


Richard menggeleng lemah, sementara Allan duduk dengan lemas sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Chris menghela nafas panjang. Bagaimana bisa?


Lelaki itu tau kalau ketua sedang mencari keberadaan Bianca. Menurut dia ia tau ada sesuatu antara ketua dengan Bianca.


Dan kemungkinan, ia menghilang untuk mencari Bianca. Mau itu benar-benar meninggal atau masih hidup, dia akan terus mencarinya.


Sekali lagi Chris menghela nafas panjang. "Maunya apa sih?"


...****************...


"Selamat datang di toko kami, Kapten Oscar dan... Yang mulia," Oscar maupun Vina saling bengong satu sama lain.


Kenapa dia bisa tau?


"Saya memanggil kalian berdua ke sini karena ada seseorang yang menunggu anda."


Mereka berdua menoleh ke arah Jenny dsn Jenny hanya mengangkat bahu tanpa dosa.


Akhirnya mereka bertiga berjalan mengikuti pemilik toko tersebut.


Ternyata di toko barang antik ini ada sebuah ruangan rahasia dibaliknya. Mereka bertemu seorang pria asing bagi mereka yang sedang duduk santai menikmati secangkir teh hangat.


"Rupanya kalian sudah datang," dia bangkit berdiri dan menampilkan senyuman andalannya.


"Siapa kamu?" tanya Vina memulai.


"Oh ya hampir saja kelupaan. Perkenalkan nama saya adalah James Ratoulle. Apakah anda mengenal saya, yang mulia."


Mendengar nama pria itu, Vina langsung melototkan kedua matanya.


James Ratoulle?!


Tunggu!! Kok sepertinya wajahnya sangat familiar?


"Tentu saja anda mengenal saya. Anda ingat saat saya bersama 2 rekan yang lain. Richard dan Chris?"


Dan sekarang Vina mengenal lelaki itu.


"Kamu mau apa, James?" ucap Vina kembali serius.


"Santai... Aku tidak bermaksud menyakiti anda, yang mulia," ujar James menenangkan suasana yang semakin tegang.


Ia melirik ke arah malaikat di sebelah Vina. "Tampaknya rencana tuanmu berhasil, malaikat?"


"Hah?" Vina dan Oscar langsung menoleh ke arah Jenny yang dari tadi diam saja.


"M-maksud kamu apa? Apa yang terjadi?"


Jenny menghela nafas panjang. "Ya... Begitulah tuan saya."


"J-jenny... Ini maksudnya apa?" tanya Vina semakin bingung.


"Ereggnngg... Sebenarnya..."

__ADS_1


Akhirnya Jenny menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dari.


Jadi sebenarnya, rencana untuk menghancurkan Black Hole adalah sebuah trik ancaman dari Tuhan agar James yang selalu berada di rumah dan tidak pernah keluar akhirnya bisa keluar juga."


"Hah? Jadi, misi gue?"


"Ya... Berhasil," balas Jenny akhirnya.


"Tapi kenapa Tuhan mencari dia?" tanya Vina lagi.


"Ini berkaitan dengan ibunya Bianca, Ratu Demetria."


"Ratu Demetria?"


"Sebelum membahas hal itu, anda pasti ingin tau kan asal-usul adanya organisasi Black Hole ini."


James memanggil pemilik toko antik tersebut dan pemilik toko itu membawa surat di dekatnya.


"Malaikat, serahkan surat ini ke tuanmu. Aku sudah setuju dengan kesepakatan ini."


"Aku akan kembali lebih cepat," ucap Jenny setelah mengambil surat dari James dan segera pergi begitu saja.


"Nah... Sekarang. Mau bertanya apa tentang Black Hole?"


"Sebenarnya kamu siapa?" James tertawa mendengar pertanyaan dari perempuan sebahu itu.


"Astaga... Kamu menanyakan tentang pribadi diriku dulu. Baiklah... Seperti yang anda tau, saya adalah James Ratoulle, ketua dari Organisasi Black Hole."


Jadi ini ketuanya?


"Hubungan lo sama Tuhan apa?"


"Ya... Bisa dibilang... Teman dekat."


"Teman dekat?" James mengangguk yakin. " Mungkin yang anda dengar adalah Black Hole adalah organisasi yang bersifat jahat, tetapi sebenarnya tidak."


Baik Vina dan Oscar sama-sama diam satu sama lain.


"Jadi... Kelompokmu tujuan untuk menguasai adalah dalam perdagangan?" tebak Oscar tiba-tiba.


"Tepat sekali."


Jadi selama ini tujuannya cuman berdagang doang?


"Terus kenapa ada yang memberontak Black Hole?"


"Bukankah itu sudah biasa?"


"Lo menjawab hal biasa, tetapi hal biasa apa yang kau maksud?" James tersenyum misterius.


"Anda wanita menarik, ya... Perpajakan. Itu masalah paling penting di sana. Walaupun kami hanyalah kelompok perdagangan, untuk menstabilkan perekonomian, kita harus membayar pajak. Terkadang ada beberapa oknum yang nakal yang mengutak-atik sistem organisasi ini."


"Terus... Ada yang masih bertanya?"


"Bagaimana dengan hubunganmu dengan ratu salju?"


James justru memiringkan kepalanya dan berkata, " Bukankah kamu sudah tau?"


"Hah? Yang gue tau cuman pertemuan pertama saat ulang tahun Bianca ke 20?"


"Itu doang?"


"Iya. Cuman itu doang yang gue liat."

__ADS_1


James terdiam beberapa saat.


Sementara itu, Oscar hanya diam saja dan mendengarkan percakapan mereka berdua.


Mendengar penjelasan James, Oscar mulai paham tentang Black Hole.


"Bukannya kamu bilang kalau lo siap menjawab pertanyaanku, kenapa lo diam saja?"


"Anda beneran tidak tau?"


"Tentu saja tidak tau! Gue bukan Bianca!" serunya meyakinkan kalau dirinya adalah bukan Bianca.


James masih terdiam terpaku. Oscar yang tetap diam melirik ke arah dua orang itu.


"Namamu Oscar, bukan?" tanya James menoleh ke arah Oscar.


"Iya, itu saya," dia tersenyum misterius sambil memandang singkat ke arah lelaki itu.


Tiba-tiba Jenny datang dan menyampaikan sesuatu. "Beliau sudah sepakat."


"Baiklah..." ucap James bersiap-siap untuk pergi.


"Kalau begitu saya permisi. Kalau anda butuh bantuan, kamu bisa memanggilku kapan saja."


"Hah? Gitu doang?" tanya Vina tiba-tiba bingung melihat James akan pergi.


"Kenapa? Masih mau bertanya lagi?"


"Ergghh... Sebenarnya gue masih nanya ke lo, tapi masalahnya aku lupa."


"Kalau sudah mengingat, panggil saja saya."


Setelah James pergi dan mereka bertiga juga meninggalkan toko antik.


"Sekarang kita ngapain."


"Nah... Ikut aku," Oscar dan Vina saling pandang satu sama lain dan mengikuti langkah Jenny.


...****************...


"Tunggu dulu... Ini apaan?" tanya Oscar dibuat bingung melihat sebuah kotak terbuka berisi beberapa lembaran dokumen di depan mereka.


"Katamu, kamu masih ingat sejarah-sejarah tentang Aspendia."


"Tentu saja aku mengingat seluruh tentang Aspendia. Emang kenapa?"


"Tolong... Bantu aku mencari asal-usul batu kristal dan batu permata Aspendia."


"T-tunggu... Kamu membawa ini semua?" Jenny mengangguk tanpa dosa.


"Terus bagaimana denganku?" tanya Bianca menunjuk dirinya sendiri.


"Oh... Kamu cuman lihat saja."


"Gitu doang?!" tanya Vina tidak percaya.


"Bukannya tugasmu sudah selesai?"


"I-iya sih... Tapi-"


"Kenapa kalian mencari kedua batu tersebut?" Oscar memandang ke arah Jenny meminta penjelasan.


"Sebentar lagi... Ada perang sesungguhnya."

__ADS_1


Oscar dan Vina dibuat terkejut mendengar jawaban yang tidak terduga.


"Perang sesungguhnya akan datang?" ucap Oscar dan Vina kompak.


__ADS_2