
Hari ini, Rossa merasa bahagia pada hari ini. Ia dilamar oleh kekasihnya yang selama 6 tahun mereka pacaran dan sekarang ia menyadari sesuatu.
Ivan, si koki beruang putih itu. Entah kenapa, Rossa merasakan hal-hal aneh selama ia meninggalkan mereka. Ia memutuskan untuk mengecek. Sebelum itu, Rossa berpamit kepada calon suaminya, Chris dan bergegas menuju ke dapur istana.
Setelah ia tiba di depan pintu, Rossa menghela nafas berat, semoga firasat kali ini tiidak benar. Ia membuka pintu dan melihat suasana di sana berubah menjadi mencekam.
Bianca dan Giselle berusaha menenangkan Ivan yang sangat ketakutan, sementara dua orang dari Black Hole hanya berdiri diam mematung. Rossa berjalan mendekati Richard dan Bella.
"Apa yang terjadi di sini?" Richard menoleh dan berkata, " Sebenarnya..."
Richard tidak menjawab, tetapi tanpa sadar ekor matanya mengikuti ke arah Bella yang berada di sebelahnya.
"Oh rupanya kalian ada di sini,' tiba-tiba Chris datang dan melihat suasan dapur istana tersebut.
'Apa yang sebenarnya terjadi?" tanay Chris dengan serius.
'Aku tidak tau apa yang terjadi, tetapi tampaknya rekanmu membuat masalah,' Chris melirik ke arah Ivan yang sedang berjongkok dan menutup kedua telinganya. Dia benar-benar ketakutan.
"Kalian... Kita harus kembali ke markas sekarang. Ada hal yang yang aku bicarakan kepada kalian. Rossa, besok malam jam 7, temui aku di restoran seperti biasa. Kita bahas mengenai tadi."
Rossa mengangguk dan ketiga anggota Black Hole telah menghilang. Rossa segera menghampiri yang lain dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebelum itu... Bisakah kamu menenangkan Ivan?" ujar Bianca membantu sang ratu. Rossa mengangguk dan Bianca menggunakan sihirnya agar si koki itu bisa tertidur dengan pulas.
Setelah mengantarkan Ivan ke kamarnya, Bianca menjelaskan kronologinya di dapur.
Bianca menjelaskan bahwa setelah Rossa pergi bersama Chris, wanita berambut merah menanyakan keberadaan Ivan. Tanpa rasa curiga, Giselle dan Bianca mengantarkan wanita itu dan Richard ke dapur.
Mereka berdua akhirnya bertemu dan berbicara sebentar, sementara sang ratu, Giselle, dan Richard pergi keluar dari dapur sembari menunggu Rossa selesai. Tiba-tiba mereka mendengar suara berisik di sana serta suara teriakan yang kencang. Mereka bertiga segera masuk ke dalam dan melihat Ivan duduk jongkok dengan ketakutan sementara Bella hanya diam mematung di sana.
Rossa mendengarnya itu hanya diam seribu bahasa. Ia tidak menyangka kalau hal ini bisa membuat masalah besar.
"Jadi... Apakah si wanita berambut merah yang melakukannya?"
"Itu bukti yang bisa kita dapatkan kalau dia adalah pelakunya,' jawab Giselle. Rossa tampak berpikir sejenak.
'Apakah kalian merasa... Ada yang janggal gitu?"
"Janggal?" tanya Bianca kebigungan.
"Sebelum kita memikirkan kenapa Ivan sampai segitu takutnya, kita harus tau hubungan mereka berdua,' jelas Rossa.
"Benar juga... Hubungan mereka seperti apa, ya?" mereka bertiga sedang berpikir keras hingga tiba-tiba Bianca bertanya dengan topik lain.
Ngomong-ngomong... Kalian bahas apa tadi?"
"Bahas tadi?" tanya Rossa bingung.
__ADS_1
"Itu... Pria tadi ngajak kamu membicarakan tentang apa?" balas Giselle sedikit kesal dan Rossa hanya tertawa saja.
"Ah... Bukan hal apa-apa..." Bianca tanpa sengaja melihat cincin jari manis Rossa.
"Kamu mau nikah?" tanya Bianca menunjuk ke arah cincin itu seketika Rossa langsung salah tingkah.
"Errgghhh.... Spertinya..."
"Kamu menikah sama siapa?" tanya bIanca dengan antusias dan Giselle mulai nebak-nebak, " Jangan bilang lelaki yang ngajak kamu bicara, ya?"
Seketika wajah Rossa langsung memerah. " K-kok kamu tau?"
"Benarkah? Wow... Kalian ketemunya gimana?" tanya Bianca semakin penasaran. Bianca tidak menyangka kalau Rossa dan pria dari Black Hole memilki hubungan spesial.
"i-itu... Udah lama sekali. Kita dulu teman masa kecil,' jawab Rossa akhirnya.
Kini Bianca dan Giselle mulai paham. Dari teman yang sudah kenal dari kecil hingga mereka memutuskan menikah, sebuah hubungan yang sangat manis dan awet.
'kapan kalian akan menikah?" tanya Giselle.
"Besok kami akan membahas ini. Tapi menurut dia, lebih cepat, lebih baik."
"Astaga... Aku tidak tau kalau kamu memiliki kekasih, Jendral Harris," ujar Bianca tidak percaya jendral wanita yang terkenal tegas dan mandiri ini memilki kekasih.
'Bukankah yang mulia sudah tau dari dulu?" tanya Rossa kepada sang ratu dan Bianca seketika terkejut.
"Hehehe... Sepertinya aku lupa deh kalau kamu sudah menikah,' balasnya sambil tertawa tidak berdosa.
"Sekarang... Bagaimana dengan Ivan?" tanya Giselle dan seketika suasana yang tadi bersuka cita langsung berubah menjadi serius.
"Mau tidak mau kita harus menanyakan secara langsung kepadanya,' jawab Bianca dan dianggukin oleh Rossa dan Giselle.
**************************************
"Jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi di istana?" tanya Chris sambil melipatkan kedua tangannya, sementara itu tanpa sengaja James masuk ke dalam ruang istairahat untuk mengambil minuman dan melihat Chris beserta Richard dan Bella.
Melihat ekspresi Chris yang sangat serius, James menebak kalau ada sesuatu yang serius selama mereka pergi ke Istana Aspendia. Ia memutuskan untuk mendengar secara diam-diam dan melihat apa yang Richard dan Bella jelaskan.
'Sebenarnya... " akhirnya Richard menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Chris melirik ke arah Bella, wanita cantik itu masih diam berdiri sambil menunduk kepala dan James yang hanya diam mengamati mereka dari jauh ikut penasaran kenapa Bella melakukan seperti itu.
Chris menghela nafas panjang, " Isabella... Jawablah pertanyaanku, kamu yang melakukan itu sampai koki itu ketakutan hebat?"
Isabella hanya diam saja. " Isabella..." panggil Chris.
Akhirnya Bella mengakui kesalahannya. "Kamu apakan dia sampai segitunya?" tanya Richard panik dan kaget mendengar pengakuan dari Bella.
__ADS_1
"Aku hanya bicara saja dengannya, tetapi dia tidak mau berbicara denganku sambil berjalan mundur,' mendengar jawaban Bella, Richard meningat sesuatu.
"Apakah kamu kenal dengannya, Bella?" Bella melirik ke arah pemuda itu.
"Ah! Aku bertemu dengannya saat perjalanan para pedagang ke daerah Yurta dan aku bertemu dengannya."
"Dia selalu banyak membantu dengan para pedagan keliling itu dan aku yang sedang pergi Yurta untuk tugas juga ikut dengannya. Dia juga sering membantuku, makanya aku berhutang dengannya, tetapi setelah kami tiba di Yurta, dia langsung menghilang."
"Tanyakan saja pada Gladys. Dia juga waktu itu ikut bersamaku."
'Yurta? Itu bukannya sudah sekitar 2 tahun yang lalu?" tiba-tiba Chris, Richard, dan Bella menoleh ke arah James yang mendekati mereka secara bersamaan.
"Ketua?'
"Jadi kamu hanya membalas budi ke dia, gitu?" Bella menggelengkan kepalaya.
"Tidak. Tidak hanya itu saja. Aku harus berbicara dengannya lebih lama, tetapi sepertinya dia enggan berbicara denganku."
Sementara itu, Richard menelan ludahnya sendiri. Ia tau penyebab Ivan setakut itu karena koki itu memilki trauma dengan namanya 'wanita'.
"Kau sepertinya tau akar permasalahan ini, Richard," ujar James melirik ke arah pemuda itu. Richard langsung panik seketika.
'Sebenarnya... Aku tau kenapa dia enggan berbicara bahkan takut denganmu."
'Ceritakan kepadaku, Richard!! Kalau kamu tidak berbicara mulai sekarang, aku merasa bersalah dengannya!!" seru Bella mencengkram kerah baju Richard.
"Bella..." panggil Chris berusaha menenangkan wanita itu.
"Oke... Oke... Tapi kalian jangan memberitahu ini ke siapa-siapa, ya... Intinya si koki itu takut denganmu karena dia trauma dengan namanya 'wanita'."
'Trauma 'wanita'?" tanya mereka kebingungan.
"Dia trauma karena memilki masa lalu kelam bersama wanita. Pokoknya begitulah." balas Richard.
Mendengar itu, Bella menjadi muram.
"Yang mulia dan dua wanita itu... Jendral Harris dan nona Stenburg mencari cara supaya masalah ini teratasi."
Mereka berempat langsung diam memikirkan pikiran masing-masing. Tiba-tiba wanita berambut merah seperti apel itu berkata, " kalau begitu biar aku yang mencari cara supaya dia tidak takut denganku."
"Kalau masalah itu, kata yang mulia kamu harus minimal bekerja di istana. Buktinya Nona Stenburg yang baru masuk di sana beberapa minggu sudah akrab dengannya."
"Ketua!!" seru Bella membuat James yang masih dalam mode mikir langsung terkejut. " Y-ya..."
'Ijinkan saya untuk mengambil tugas di sana!!" mereka semuanya langsung diam mematung.
James menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berpikir. " Errgghh... Kalau tugas di istana sepertinya tidak ada, tapi aku akn membicarakan kepada kepala orang-orang istana terlebih dahulu."
__ADS_1
"terima kasih, ketua!!" seru Bella bersemangat membuat Chris dan Richard memandang wanita itu penuh kecurigaan,