
Saat bi surti mengerjakan tugas rumah tidak sengaja ia menemukan sebuah bungkusan didalam kamar jesica istri dari alison.
“Bungkusan apa ini? Kayanya aku belum pernah melihat bungkusan ini, apa aku simpan saja. Siapa tahu bungkusan ini berguna,” Gumam bi surti
Bi surti melanjutkan kerjanya, selesai mengerjakan tugas sebagai asisten rumah tangga. Bi surti mengerjakan pekerjaan lainnya.
Di sebuah mall dua sejoli lagi menikmati hidup mewahnya siapa lagi kalo bukan jesica dan mawar, mereka berdua sedang memilih beberapa baju di toko baju yang harganya sangat mahal.
Tapi mereka berdua tidak tahu kalo mereka sedang diawasi oleh dua orang suruhan vanesha, selesai belanja mereka berdua langsung menuju toko selanjutnya.
Barusan Jesica dapat telepon dari seseorang untuk bertemu ditempat yang sepi, ia pun mengikuti perintah dari seseorang. Sampai di tempat tujuan ia melihat preman suruhannya sedang menunggu dirinya.
“Mana bayaran gue, kalian berdua sudah janji akan bayar gue kalo tugas gue sudah selesai. Sekarang gue minta bayaran gue,” Tegas satu preman suruhan jesica
“Bisa gak kamu diam, saya akan bayar semuanya,” Ucap jesica sambil memberikan sejumlah uang yang sangat banyak.
“Bagus. Begini gue suka dari lo, kalo ada apa-apa lo bisa suruh gue lagi,” Ucap preman sambil mencium amplop coklat yang berisi uang.
“Tapi ingat jangan bilang kalo saya yang membayar kamu, apalagi kamu bawa nama saya. Ingat itu,” Ancam jesica
“Iya.. iya.. Gue gak bakal buka mulut asalkan lo kasih yang lebih besar dari ini,” Ucap preman
“Sudah sana pergi,” Usir jesica kepada preman.
Preman itupun pergi dan jesica langsung kembali menuju parkiran. Saat jesica dan salah satu preman suruhan jesica sedang berinteraksi melakukan niat jahat, ternyata seorang pria dari kejauhan merekam aksi mereka berdua.
“Bukti ini sudah cukup, sepertinya kita harus memberitahu bos sekarang. Lebih baik kita pergi dari sini,” Ucap salah satu orang suruhan vanesha
“iya,”
Dua pria itupun pergi.
........**************........
Di sebuah cafe yang terdiri dari empat orang sedang melakukan kerjasama, siapa lagi kalo bukan vanesha dan sekretarisnya ava.
“Terima kasih sudah melakukan kerjasama kita hari ini, semoga kerjasama hari sukses kedepannya,” Ucap vanesha sambil mengulurkan tangannya bertanda kerjasama perusahaan sukses.
“Sama-sama vanesha, semoga kita bisa bekerjasama kembali,” Ucap salah pria selaku bos atau atasan dari perusahaan lain.
Mereka berdua pun pergi tinggal dirinya dan sekretarisnya ava, saat ia sedang meminum cafe tiba-tiba saja handphonenya berbunyi. Ia mengambil handphone tersebut disaku jasnya.
Di sana ia melihat nomor orang suruhannya dan vanesha langsung mengangkat telepon tersebut.
“Halo,”
“Halo bos, saya sudah mengerjakan apa yang bos perintahkan. Saya sudah kirimkan buktinya bos,” Ucap zero orang kepercayaannya.
__ADS_1
“Bagus, kalo begitu kamu terus awasin mereka berdua. Kalo ada berita lagi beritahu saya segera,” Ucap vanesha
“Baik bos,”
Sambungan telepon pun terputus dan vanesha langsung pergi dari cafe tersebut.
Saat aric sedang mendiskusikan urusan kantor seorang satpam datang menghampiri ruangan yang sangat tertutup.
Tok.. tok
Suara pintu tersebut berbunyi dan sekretaris aric membuka pintu tersebut, di sana ia melihat salah satu satpam datang keruangan diskusi atau ruangan meeting.
“Ada apa pak?” Ucap Bryan
“Mohon maaf Pak, didepan ada tamu yang ingin menemukan pak aric,” Ucap satpam
“Siapa? Bukannya saya sudah bilang kalo pak aric lagi sibuk, jadi tidak bisa diganggu,” Ucap Bryan
“Saya sudah mengatakan hal itu pak, tapi perempuan itu maksa untuk bertemu pak aric,” Ucap satpam
Perempuan? Sepertinya pak aric tidak pernah bertemu perempuan, kecuali dua perempuan yang ada dirumahnya. Batin Bryan
“Baik pak, kalo begitu saya akan sampaikan ke pak aric,” Ucap Bryan
Bryan langsung memberitahu berita kepada atasannya dan aric yang mengetahui berita tersebut langsung memerintahkan Bryan untuk menghandle diskusi kepada karyawannya.
“Kenapa kamu disini?” Tegas aric
“Saya kesini untuk mengantarkan makan siang untuk kamu,” Ucap dahlia
“Gak perlu repot-repot kamu membawakan saya makanan, saya tidak menyuruh kamu membawa rantang ke kantor saya. Saya bisa beli makanan sendiri tanpa kamu bawa makanan yang kamu pegang saya bisa beli sendiri,” Jelas aric dengan nada tidak suka
“Saya tidak direpotkan sama sekali, malah saya senang membawakan makanan untuk kamu,” Ucap dahlia sambil tersenyum kearah aric.
Akhirnya aric memanggil salah satu satpam yang sedang berjaga di depan pintu perusahaannya, “Pak kemari.” Panggil aric
Satpam tersebut langsung menghampiri atasannya.
“Ada apa pak,” Ucap satpam
“Bapak sudah sarapan,” Ucap aric
“Belum pak,”
Aric mengambil rantang yang ada ditangan dahlia dan memberikan rantang tersebut ke satpam.
“Ini untuk bapak makan siang,” Ucap aric
__ADS_1
“Tapi pak....,” Belum sempat satpam itu bicara sudah dicekal.
“Tidak ada tapi-tapian, dari pada makanan ini saya buang. Lebih baik saya kasih ke bapak,” Ucap aric
“Terima kasih banyak pak, kalo begitu saya permisi,” Ucap satpam
Satpam pun pergi dan aric langsung meninggalkan dahlia sendiri di pintu perusahaannya.
Nyebelin banget jadi cowok, lihat saja nanti kamu bakal jatuh cinta sama saya. Batin dahlia sambil menahan emosinya
Dahlia pun pergi dengan rasa emosi yang membara, dia langsung menuju kantor ayahnya. Sampai di ruangan ayahnya ia langsung menceritakan kejadian yang ia alami barusan.
Joshua tidak Terima putrinya diperlakukan seperti itu dia langsung mengabarkan ke teman bisnisnya, untuk memberikan pelajaran kepada putranya yang tidak menghargai perempuan.
Vanesha selesai dari cafe langsung menuju rumah sakit, di sana ia melihat frey duduk di kursi tunggu yang berada di luar. Ia langsung menghampiri frey.
“Kenapa kamu ada disini?” Tanya vanesha
“Mba. Mba sudah pulang,” Ucap frey
“Ada apa? Kenapa kamu tidak menunggu ayah saya di dalam kenapa malah kamu diluar,” Ucap vanesha
“Didalam ada nyonya sama anaknya Mba, saya tidak diizinkan masuk ke dalam,” Ucap frey
“Kalo begitu saya masuk dulu, kamu jaga terus di luar,” Ucap vanesha
“Baik mba,”
Vanesha membuka pintu kamar inap ayahnya, benar yang dikatakan frey di sana ia melihat dua perempuan yang sedang duduk di sofa.
“Ngapain kalian berdua disini!” Ucap vanesha dengan nada dingin
Dua perempuan tersebut langsung kearah sumber suara, “Saya ingin menjenguk suami saya, memangnya kenapa? Kamu tidak mengizinkan kita berdua ada disini.” Ucap jesica
“Iya, memang kenapa? Lebih baik kalian berdua keluar dari sini sebelum saya panggilkan kalian satpam untuk mengusir kalian berdua,” Tegas vanesha
“Silahkan kalo kamu bisa mengusir kami,” Tantang jesica
Vanesha kesal dengan perempuan yang selalu bikin ia naik darah, dia langsung memanggil satpam untuk mengusir wanita yang sangat menjengkelkan.
Dua satpam pun datang dan membawa dua perempuan pembuat onar, “Lihat saja kamu saya akan balas semua perbuatan kamu hari ini.” Teriak jesica
Mereka berdua akhirnya berhasil diusir dan di kamar ayahnya cuman ada dirinya, dia menaruh bunga di atas meja.
“Ayah apa kamar, gimana keadaan ayah sekarang. Semoga ayah cepat sembuh dan kita bisa kumpul kembali seperti dulu,” Ucap vanesha
Seakan-akan vanesha mengobrol kepada Alison, malah ayahnya sedang berbaring lemah di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat.
__ADS_1
“Vanesha janji sama ayah untuk menyembuhkan ayah dan kita bisa sama-sama berkumpul kembali,” Ucap vanesha