BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Berhasil Menangkap Penculik


__ADS_3

“Kamu sudah mengetahui tempat Vanesha berada,” ucap Sersan yang masih fokus dengan setir mobil.


Aric hanya menjawab dengan anggukan. “Kamu tau dari mana kalau penculik itu memberikan alamat keberadaan Vanesha,”


“Puisi? Penculik itu memberikan puisi yang sudah dua kali datang ke rumah, dan gue mengetahui kalau puisi itu setiap syair melakukan metode yang sama. Makanya gue langsung berpikir kalau alamat itu sudah di susun di dalam puisi,” jelas Aric membuat Sersan mengangguk, dia baru tau bahwa Aric memiliki kecerdasan saat membaca setiap bait yang di lontarkan dalam kalimat puisi.


Sampai di sebuah rumah yang sudah lama kosong, mereka bertiga langsung membuka pintu mobil dan melihat setiap inci isi dari rumah itu.


“Apa lu yakin ini tempatnya,” ucap Sersan sambil menatap Aric.


“Iya gue yakin,” saat Aric ingin masuk sebuah tangan menghalangi jalannya, membuat Aric menatap orang tersebut dengan tajam.


“Lu jangan gegabah dulu, kalau ada apa-apa di dalam gimana!” ujar Sersan membuat Aric melepaskan tangan Sersan.


“Lu tenang aja, gue tidak akan terluka. Yang paling penting Vanesha yang harus di selamatkan,” urai Alister membuat Sersan mengikuti keinginan Aric, pria kalau sudah mencintai satu wanita pengorbanannya lebih banyak dari pada wanita.


Itulah yang di rasakan Aric saat ini, yang di pikirannya hanyalah Vanesha. Wanita yang dia cintai dan tidak ada satupun orang yang bisa menganggu istrinya.


Baru juga Aric melangkah kaki dia merasakan sebuah kertas yang sudah sangat rusak dan dia pun mengambil kertas tersebut, hanya pertanyaan bodoh yang harus dia temukan jawabannya sendiri.


Sersan yang melihat Aric kebingungan langsung merebut kertas yang berada di tangan Aric, saat di teliti Sersan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang di tulis di kertas yang sudah rusak.


“Lu mau kemana? Kita harus mencari keberadaan Vanesha,” kata Aric membuat Sersan kesal saat Aric tidak percaya kepadanya.


“Lu bisa diam dulu tidak, gue lagi samain jawaban teka-teki ini. Sepertinya gue tau keberadaan Vanesha dimana!” tutur Sersan yang melangkah maju ke sebuah ruangan yang cukup kecil dan di dalam ruangan tersebut sangat luas.


Frey yang mengetahui bahwa Sersan mengetahui keberadaan Vanesha, tidak sia-sia dia melakukan itu. Walaupun suami dari bosnya tidak tau masalah itu tapi dia senang bahwa sahabat Vanesha mengetahui jawaban yang dia berikan.


Yang dipikirkan Sersan tepat sasaran Vanesha berada di lantai dua yang terdapat gudang, tanpa aba-aba Sersan menendang pintu tersebut sampai-sampai pintu tersebut rusak. Aric yang melihat perempuan licik itu sedang melukai wajah Vanesha membuat Aric semakin murka, membuat Aric melawan wanita itu tanpa ampun.


“Jangan sentuh dia, kalau lu sentuh dia lu bakal tau akibatnya!” decak Aric membuat lelaki semakin tidak bisa terkontrol dengan emosi yang dia miliki.


“Kalau kalian berdua sampai melangkah maju aku akan melukai perempuan ini,” ancam Jesica yang sudah menaruh pisau di wajah Vanesha, membuat Vanesha menggeleng kepada dua pria yang ingin menolongnya.


“Kalian berdua pergi dari sini,” ucap Vanesha membuat Aric melangkah maju, tapi Sersan sudah mencegah Aric untuk menolong Vanesha.


“Tahan dulu emosi lu, jangan sampai tindakan lu membuat Vanesha terluka!” ujar Sersan dengan pelan, dari arah berlawanan Lucky sudah mengepung Jesica dengan membawa beberapa polisi.

__ADS_1


Dor!


Pistol tersebut mengenai kaki Jesica membuat wanita itu jatuh tidak berdaya, Aric dengan cepat menghampiri Vanesha sambil melepaskan ikatan di tangan istrinya. Sedangkan Jesica langsung dibawa ke kantor polisi bersama dengan Lucky.


“Kamu tidak papa,” ucap Aric yang sangat khawatir dengan keadaan Vanesha, malah Vanesha hanya menggeleng.


“Apa dia baik-baik saja,” ucap Aric sambil mengelus perut Vanesha.


“Kalau ibunya baik-baik saja anaknya pun pasti baik-baik saja, dia kan persis sama kaya ibunya yang kuat!” urai Vanesha membuat Aric tersenyum dan Aric langsung menggendong Vanesha keluar, Sersan malah mengikuti mereka berdua keluar.


Sampai di rumah sakit Aric langsung membawa Vanesha untuk diperiksa, sambil menunggu dokter keluar Sersan memberikan kotak yang berukuran kecil membuat Aric mendongak sambil menatap kotak tersebut.


“Penculik itu sudah di tangkap dan kotak tersebut yang diberikan dari seseorang yang sudah memberitahu keberadaan Vanesha,” kata Sersan membuat Aric mengambil kotak dari tangan Sersan.


Aric membaca setiap isi yang di tuliskan dalam surat itu, dan sekarang dia sudah mengetahui kenapa penculik itu ingin menghancurkan istrinya. Karena dendam dari masa lalu membuat pikiran dan hati wanita itu menjadi kejam yang sudah di selimuti dengan kebencian.


“Dengan keluarga Vanesha,” ucap dokter tersebut saat keluar dari ruangan periksaan.


Aric beranjak dari duduknya sambil menghampiri dokter. “Saya dok. Gimana keadaan istri saya?” tanya Aric.


“Apa masih ada yang sakit?” tanya Aric yang masih mengecek keadaan Vanesha.


“Aku tidak papa,”


“Sepertinya gue keluar dulu, kalian ngobrol berdua saja!” ucap Sersan yang tidak enak berada di tempat pasangan suami istri.


***


“Mau aku belikan sesuatu,” tawar Aric saat mereka berdua sudah berada di kamar mereka.


“Tidak usah kak. Aku tidak ingin apa-apa,” tolak Vanesha dengan halus.


Aric mengambil kotak tersebut di laci samping dan kotak itu dia berikan ke Vanesha, Vanesha hanya menatap suaminya membuat Aric mengangguk. Vanesha perlahan membuka kotak itu dan ternyata kotak itu berisi kalung pemberian orang tuanya, kalung yang sempat ia cari akhirnya ketemu tapi siapa yang memberikan kalung ini.


“Kalung itu diberikan oleh Frey, dia juga meminta maaf atas perbuatannya. Dia terpaksa melakukan itu karena dia diancam oleh Jesica, dia takut kalau keluarganya akan di sakiti dengan Jesica!” ungkap Aric membuat Vanesha mengangguk.


“Sekarang dia dimana?” tanya Vanesha yang masih menunggu jawaban Aric.

__ADS_1


“Sekarang dia sedang melakukan hukuman yang dia perbuat, dia hanya memberikan itu ke kamu. Semoga kamu tidak marah dengan Frey,” kata Aric membuat Vanesha terdiam saat mengetahui bahwa dirinya sangat kecewa dengan Frey.


“Undangan? Kenapa suaminya memberikan undangan pernikahan?” batin Vanesha yang menatap Aric sambil menunggu jawaban Aric.


“Undangan itu dari Mawar untuk kamu, karena dia sudah mendapatkan pendamping pilihannya!” ucap Aric membuat Vanesha tidak percaya dengan perkataan suaminya, apa Mawar sudah menemukan pasangan hidupnya.


“Siapa suaminya Mawar?” tanya Vanesha.


Aric tersenyum saat istrinya penasaran, bukannya di jawab malah Aric mengelus rambut Vanesha.


“Besok kamu akan tau siapa pria itu,” jawab Aric.


Sekarang mereka berdua sedang bersiap-siap untuk datang ke pernikahan Mawar. “Sayang buruan dong,” ucap Vanesha yang sudah tidak sabar melihat Mawar menikah.


“Iya sayang, ini sudah selesai!” jawab Aric yang langsung menghampiri Vanesha.


“Sudah siap,” ucap Aric di jawab anggukan oleh Vanesha.


Sampai di tempat acara mereka berdua masuk ke gedung yang cukup mewah yang terdapat hiasan pernikahan, Vanesha menatap takjub dengan resepsi pernikahan Mawar. Menurutnya resepsi ini sangat indah.


“Aku ingin foto di kursi pelaminan,” ucap Vanesha dengan pelan membuat Aric tersenyum saat bumil sedang ngidam dengan dekor pernikahan.


“Iya sayang,”


“Andre,” ucap Vanesha yang terkejut saat mengetahui bahwa suami dari adiknya mantan pacar.


Andre hanya menjawab dengan senyuman. “Selamat ya atas pernikahan kalian berdua,” ucap Aric yang diikuti dengan Vanesha.


“Semoga kalian menyusul memiliki momongan,” sosor Vanesha membuat Mawar malu saat kakaknya membicarakan perihal anak.


“Sudah berapa bulan kandungan kamu, kak? tanya Mawar yang penasaran dengan dede bayi di kandungan Vanesha.


“Mau jalan empat bulan,” Vanesha terus mengelus perut yang sudah membuncit dan diikuti dengan Mawar yang sangat gemas dengan perut Vanesha.


“Habis ini kita akan buat anak seperti Vanesha,” ujar Andre berbisik di telinga Mawar membuat Mawar mencubit pinggang Andre.


“Silahkan kalian nikmati makanan di sini,” tawar Andre membuat Aric mengangguk dan mereka berdua langsung mencicipi makanan.

__ADS_1


__ADS_2