
Alaska memindahkan Keysa ke tempat tidur, dia hanya menatap Keysa saat wanita itu sudah tertidur lelap. Sebelum pergi Alaska mengecup kening Keysa dan dia dengan pelan pergi.
"Loh Alaska kamu sudah mau pulang," ucap Eliot yang melihat Alaska sudah keluar dari kamar.
"Iya om," sebelum pergi Alaska pamit kepada Eliot dan dia langsung menuju ke sesuatu tempat.
"Gimana sama pencarian kamu, apa kamu sudah mendapatkan bukti tentang teror kemarin." kata Mawar yang langsung berhadapan dengan orang suruhannya.
"Belum bu, saya belum menemukan apapun..." laki-laki itu malah memberikan sebuah benda dan Mawar hanya menatap laki-laki tersebut.
Mawar membuka benda kecil itu, yang dia heran kenapa dia merasa pusing saat membuka benda tersebut. Dia hanya menatap laki-laki itu dengan samar-samar saat penglihatannya sudah kabut dan hasilnya dia tidak bisa melihat apapun.
Maafin saya bu, saya melakukan ini untuk keselamatan keluarga saya.
Laki-laki itu membawa Mawar pergi untuk menemui seseorang, wanita yang dia temui langsung memberikan imbalan kepadanya dan dia hanya menatap uang yang diberikan wanita itu.
"Kenapa kamu tidak pergi, apa masih kurang sama uang yang saya berikan." laki-laki itu menatap kearah wanita dan dengan cepat dia menggeleng.
Wanita lemah, gitu aja sudah lemah. Gimana kamu bisa bersanding sama anak saya.
Wanita itu pergi meninggalkan Mawar di ruangan tersebut, sedangkan Bara yang terus menerus menghubungi Mawar tidak ada respon sama sekali.
Kamu dimana? Kenapa kamu membuat aku khawatir?
"Dia tidak mungkin mengangkat telepon kamu, dia saja sibuk dengan pacar barunya." suara itu membuat Bara menatap seseorang yang sedang berjalan kearahnya.
__ADS_1
"Aku tidak akan percaya sama ucapan ibu, Mawar tidak mungkin melakukan itu. Aku percaya sama Mawar," Bara tanpa memperdulikan Manda dia pergi ke kantor, sedangkan Manda hanya mengepal tangannya saat putranya berani membantah dirinya.
Ibu akan buktikan kalau kamu tidak akan bisa melihat pacar kamu lagi.
Vanesha terus menghubungi Mawar malah handphonenya tidak aktif, Aric hanya memperhatikan istrinya saat Vanesha terus berpindah tempat.
"Mungkin Mawar masih di kantor, jadi dia telat datang ke rumah." ucap Aric membuat Vanesha menatap kearah suaminya.
"Nggak mungkin, dia bilang sama aku kalau hari ini dia tidak lembur. Malah dia akan pulang cepat, tapi sampai sekarang Mawar tidak menghubungi aku," Aric menghampiri Vanesha dan memeluk istrinya.
"Kamu duduk dulu ya, aku yakin Mawar baik-baik saja. Sekarang kamu jangan banyak pikiran kasihan nanti anak kita, lebih baik kamu istirahat di kamar nanti aku akan bantu cari Mawar." Vanesha menatap Aric saat matanya mulai berkaca-kaca, Aric mengelus puncak kepala Vanesha dan mengecup kening istrinya.
Aric yang mulai curiga sama kejadian Mawar langsung menghubungi seseorang, dia meminta Lucky untuk menyelidiki penculikan Mawar. Semenjak dia mengetahui bahwa adik iparnya di teror dia dengan cepat meminta bantu kepada seseorang untuk mencari pelaku yang meneror Mawar, yang membuat dirinya kesal ternyata orang suruhannya kehilangan jejak. Alhasil dia gagal untuk menemui pelaku tersebut.
Jangan harap kamu bisa melukai keluargaku, saya akan terus menemukan kamu walaupun kemarin aku gagal mendapatkan orang itu. Kali ini aku tidak akan gagal lagi.
"Apa? Aku tidak salah dengarkan sama ucapan kamu, tidak mungkin Mawar di culik sama tante Manda!" kata Keysa yang terkejut sama perkataan Alaska.
"Aku tidak mungkin bohong sama kamu, kemarin pas anak buah ku mencari bukti tentang Manda ternyata salah satu anak buah ku tidak sengaja melihat Manda bertemu dengan laki-laki. Saya tidak tau laki-laki itu siapa, yang aku tau kalau laki-laki itu sudah di bayar oleh Manda." jelas Alaska yang masih memperhatikan Keysa, wanita itu berpikir sejenak apa Bara tau tentang ini.
Keysa menatap Alaska saat laki-laki itu sedang menyeruput kopi. "Apa aku beritahu Bara tentang ini," Alaska menatap Keysa saat dirinya sudah meletakkan cangkir di atas meja.
"Lebih baik jangan dulu, kita harus cari bukti dulu supaya Bara percaya sama perkataan kita. Kita tidak tau kalau wanita itu sudah merencanakan rencana jahat," kata Alaska.
"Tapi..." Alaska malah mengecup bibir Keysa saat kekasihnya terus bicara, Keysa melepaskan ciuman yang di berikan Alaska yang secara tiba-tiba dan dia meninju dada bidang Alaska.
__ADS_1
Keysa menghapus mulutnya dan menatap Alaska dengan kesal. "Kamu sengaja melakukan itu, aku panik sama penculikan Mawar malah kamu mencari kesempatan saat keadaan seperti ini."
Alaska hanya tertawa saat keysa terus kesal, dia mengelus rambut Keysa yang membuat dirinya gemas. "Maaf ya sayang, siapa suruh kamu ngomong terus. Jadi aku terpaksa melakukan itu," ucapan Alaska membuat Keysa malu, bukannya mengakui kesalahannya malah bicara seperti itu dengan nada santai.
Alaska mencolek pipi Keysa yang sudah hampir dua jam lebih mendiamkan dirinya. "Sudah dong sayang jangan diam saja, aku 'kan sudah minta maaf sama kamu. Masa kamu diam terus," Keysa tidak peduli dengan perkataan Alaska malah dia ingin cepat-cepat pulang.
"Siapa suruh kamu melakukan itu di depan umum," Alaska tersenyum saat melihat tingkah Keysa, dia menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menatap kearah Keysa.
"Yakin nih kamu masih marah, kamu nggak mau maafin aku. Aku sudah minta maaf sama kamu, memang kamu tidak kasihan sama aku. Dari tadi kamu diemin aku terus, memangnya kamu tidak mau bicara sama aku. Emangnya gak capek bertingkah seperti itu!" Keysa menatap Alaska saat perkataan laki-laki itu membuat dirinya tidak berdaya.
"Oke, aku maafin kamu. Awas aja kalau kamu melakukan itu di depan umum," ancam Keysa membuat Alaska mengangguk, sebelum dia memulai perjalanan dia tidak lupa mengecup kening Keysa.
"Sekarang kamu istirahat masalah Mawar biar aku yang urus, kalau ada kabar dari aku nanti aku akan memberitahu kamu." ujar Alaska dengan lembut, sedangkan Keysa hanya mengikuti ucapan Alaska.
"Lu sedang mencari keberadaan Mawar," ucap Alaska membuat Bara menatap laki-laki itu.
"Kenapa lu berada di sini, dan kenapa lu bisa tau kalau gue lagi cari Mawar." kata Bara heran.
"Kalau lu ingin tau keberadaan Mawar lebih baik lu tanya sama nyokap lu," Alaska duduk di sofa dengan santai dan tidak memperdulikan tatapan Bara.
"Nyokap gue? Udah deh lu jangan kasih gue teka teki lebih baik lu kasih tau gue di mana Mawar," Alaska tersenyum sinis saat Bara mulai terpancing oleh kata-katanya. Alaska menghampiri Bara dan memberikan bukti yang sempat ia temukan.
"Jawaban pertanyaan lu ada di dalam flashdisk, terserah lu mau liat isinya atau tidak. Yang penting gue sudah memberikan flashdisk itu ke lu," Alaska tanpa menunggu jawaban Bara langsung pergi, dia tidak ingin mengganggu lelaki itu saat dirinya mengetahui kejahatan ibunya.
Bara ragu dengan flashdisk yang di berikan Alaska, dia pun memasukan flashdisk ke dalam lubang laptop dan dia mencari letak Vidio yang di dalam laptop. Dia hanya melihat dua Vidio yang salah satu Vidio itu...
__ADS_1
Bara menggeleng, ini tidak mungkin! Tidak mungkin ibunya melakukan ini, dia tidak boleh percaya sama Alaska siapa tau cowok itu membohonginya.
Gue harus tanya sama ibu gue, gue gak mau percaya begitu saja sama perkataan Alaska.