BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Perjuangan Cinta Dahlan (Part 2)


__ADS_3

Pagi harinya ia berinisiatif untuk menemui dahlia untuk menjelaskan kejadian kemarin, saat ia turun dari anak tangga tiba-tiba saja kakaknya menghentikan langkah kakinya.


“Kemarin lo kemana aja! Gue nyariin lo semalam, tapi lo gak ada dikamar,” ucap sasa.


“Gue main basket,”


“WHAT! Lo ngapain malam-malam ke lapangan basket,” tanya sasa.


“Nenangin pikiran gue,”


“Lo lagi punya masalah,” Lagi-lagi sasa bertanya kepadanya, tapi ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sasa.


“Gue main dulu ya, Bay kak,” kata dahlan dan pergi begitu saja, sasa hanya menggeleng kepalanya dan sasa melanjutkan aktifitasnya untuk mengurus nia.


Didalam perjalanan dahlan mengendarai motornya menuju rumah dahlia, hari ini dia akan menjelaskan semuanya kepada dahlia. Dia tidak mau orang tua dahlia salah paham dengannya, apalagi dahlia. Dia tidak ingin kehilangan dahlia yang kedua kalinya, dia sudah bertekad untuk memperjuangkan hubungannya.


Sampai di rumah dahlia ia bertanya kepada satpam yang berjaga di rumah kekasihnya, “Pagi pak, didalam ada dahlia.” sapa dahlan sambil menanyakan pemilik rumah.


“Pagi den, ada.” jawab satpam.


Satpam pun membuka pagar pintu rumah majikannya dan dahlan pun masuk ke halaman rumah dahlia, selesai motornya terparkir ia pun turun dari motor. Belum sempat ia memencet bel, ternyata dahlia sudah membuka pintu.


Dahlia benar-benar terkejut dengan kedatangan dahlan apalagi masih begitu pagi, kenapa dahlan tidak mengabarinya dulu?


“Aku boleh masuk,” ucap dahlan.


Dahlia tidak menjawab malah dia hanya mengangguk saja dan mempersilahkan dahlan duduk.


“Silahkan duduk,”


“Iya,” dahlan pun duduk sedangkan dahlia membuatkan minuman untuk dahlan.


Saat dahlia membuatkan minuman ternyata ayahnya melihat dirinya di dapur, “Untuk siapa minuman itu?” tanya joshua.


Dahlia menghentikan aktifitasnya dan menghadap kearah ayahnya, “Untuk dahlan.”


“Dahlan? laki-laki yang membuat kamu kecewa,”


“Iya yah,”


“Dimana laki-laki itu?”


“Ada diruang tamu yah,”


Joshua langsung menuju ruang tamu dan benar yang dikatakan putrinya dahlan sedang duduk diruang tamu.

__ADS_1


“Kamu mau ngapain disini,” nada yang begitu dingin dan menusuk.


Dahlan melihat kearah joshua, “Pagi om.” sapa dahlan.


Tapi joshua hanya diam saja, selesai membuatkan minuman dahlia membawa minuman tersebut keruang tamu.


“Silahkan diminum,” ujar dahlia sambil meletakkan gelas dimeja.


Dahlia pun duduk di samping ayahnya, “Ada apa kamu kesini?”


“Saya ingin bicara masalah kemarin om,”


“Kamu mau bicara apa? Sepertinya saya sudah mengerti tentang kamu, sebenarnya kamu mau apa datang kemari? Kamu mau mengecewakan Putri saya lagi. Kalo kamu tidak serius dengan dahlia lebih baik kamu tinggalkan dahlia,” tutur joshua dengan tegas.


“Mohon maaf sebelumnya om, kemarin ada hambatan yang membuat saya datang terlambat menemui om. Kemarin saya sudah datang ke sana tapi om sama dahlia tidak ada, makanya saya datang kesini untuk menjelaskan semuanya ke om sama dahlia,” jawab dahlan.


“Kamu mau menjelaskan apalagi. Kamu ingin putri saya kecewa lagi, dahlia sudah banyak memberikan kesempatan untuk kamu tapi kamu malah mengingkari kepercayaan yang dahlia berikan ke kamu,” ujar joshua, “Kalo saya jadi dahlia mungkin saya sudah putusin kamu dari awal, karena anak saya mencintai kamu dan memberikan kamu kesempatan untuk memperbaiki hubungan kalian berdua. Tapi apa yang om lihat dari kamu malah kamu membuat dahlia kecewa sama kamu.” sambung joshua.


Dahlan hanya diam dan dahlan menatap kearah dahlia, malah tatap mereka hanya sebagai tatapan singkat. Saat ia menatap dahlan dia melihat kesungguhan didalam matanya, tapi dia harus apa? apa dia harus percaya lagi dengan dahlan? kalo dahlan mengecewakannya lagi gimana?


“Maafkan saya om, saya tidak bermaksud mengecewakan putri om,” ungkap dahlan.


Akhirnya joshua memberikan kesempatan untuk dahlan buat menceritakan masalah kemarin, sekarang dia baru mengerti mengenai dahlan. Awalnya dia ragu untuk mengetahui siapa dahlan sebenarnya? tapi sekarang dia sudah mengerti kenapa putrinya masih bertahan dengan dahlan.


“Baik. Om akan merestui hubungan kalian, tapi ingat dahlan kalo kamu masih berbuat kesalahan kamu tahukan akibat yang kamu lakukan,” tegas joshua.


“Kalo gitu om keatas dulu, om harap ini yang terakhir kalinya dahlan. Selesaikan masalah kalian berdua jangan sampai om mengetahui masalah kalian berdua,” tutur joshua dan dia langsung pergi meninggalkan dua sejoli yang masih sama-sama diam.


Dahlan tidak tahu harus memulai dari mana? dahlan hanya melirik dahlia yang masih terdiam tanpa memandang kearah dirinya. Dahlan berinisiatif untuk mendekati dahlia sambil menatap wajah dahlia.


“Maaf, Aku minta maaf sama kamu. Aku tahu aku salah, seharusnya aku tidak mengecewakan kamu lagi. Seharusnya aku bilang sama kamu kalo aku datang terlambat menemui kamu dan ayah kamu, tapi saya sudah berusaha untuk menjelaskan semuanya ke ayah kamu. Apa kamu masih marah sama saya?” ucap dahlan dengan sungguh-sungguh.


Dahlia menatap kearah dahlan yang masih setia berjongkok dan menundukkan wajahnya tanpa melihat kearahnya, dahlia mengangkat wajah dahlan dan dahlan menatap wajah dahlia. Dia tahu pasti ada alasan kenapa dahlan datang terlambat kemarin tapi ia harus tahu pasti mengenai kemarin dan dia harus tahu kesungguhan dahlan dengan hubungannya.


“Iya, aku maafin kamu.” jawab dahlia dengan senyum.


Dahlan langsung berbinar dengan ucapan dahlia dan dia langsung memeluk dahlia dengan erat, tidak itu saja malah dia mencium kening dahlia begitu lama dan menggenggam tangan dahlia.


“Terima kasih kamu sudah mau maafkan aku, aku janji aku tidak akan membuat kamu kecewa lagi,” kata dahlan.


“Aku tidak butuh janji kamu, aku hanya butuh bukti dari kamu bukan janji.”


“Iya, aku akan buktikan semuanya sama kamu kalo aku benar-benar serius sama kamu,”


• • • •

__ADS_1


Sekitar pukul 14.25 p.m


Terdapat salah satu laki-laki yang memakai stelan kantor dengan penuh kharisma dan membuat semua orang terpukau dengan penampilannya. Siapa lagi kalo bukan aric pemilik perusahaan artharama sanjaya grup yang terkenal di Indonesia.


Aric dengan sekretarisnya sedang berada di ruang meeting untuk mengurus kerjasama dengan perusahaan luar, selesai Meeting aric dan Bryan keluar menuju restoran.


Sudah dua hari aric dan bryan berada di Jerman untuk kerjasama perusahaan, mereka berangkat tidak hanya berdua melainkan bertiga. Vanesha diminta untuk ikut bersama aric ke Jerman, awalnya vanesha tidak ingin mengikuti majikannya tapi aric mengancam dirinya. Jadi dia terpaksa untuk mengikuti perintah aric.


Mereka berdua menuju tempat parkir dan di sana sudah ada vanesha sedang menunggu mereka berdua keluar, “Ke restoran sekarang.” perintah aric.


“Baik pak,”


Vanesha menjalankan mobilnya menuju restoran terdekat, akhirnya mereka berdua sampai tujuan. Aric dan bryan turun dari mobil sedangkan vanesha hanya menunggu didalam mobil, aric menghentikan langkahnya sambil melihat kearah vanesha.


“Kenapa kamu masih ada disini?”


“Ah, maksud bapak?”


“Ikut saya makan, saya tau dari tadi kamu belum sarapan. Berikan saja kunci mobilnya ke satpam restoran nanti dia mengerti maksud saya,” pinta aric.


“Baik pak,”


“Bitteparken Siedas Auto, Mr. Aric (Tolong parkir mobilnya, Tn. Aric),” ucap vanesha sambil memberikan kunci mobil.


“Nun, ich werdees parken (Baiklah, aku akan memarkirnya),” jawab laki-laki tersebut.


Aric langsung menggenggam tangan vanesha sedangkan bryan hanya tersenyum melihat perubahan sikap bosnya, mereka bertiga langsung memesan meja dan makanan yang ada di restoran tersebut.


“Bedienung (pelayan),” ujar aric kepada pelayanan restoran.


Pelayan wanita pun datang sambil membawa menu yang ia genggam, “Was möchten Sie bestellen, Sir? (Apa yang ingin Anda pesan, Pak?)” jawab pelayan tersebut sambil memberikan buku menu.


Aric memilih menu makanan yang ada digambar menu tersebut, sedangkan vanesha bingung mau pesan apa?


“Falscher hase und schorle, gulaschsuppe und kaffee, wiener schnitzel und fruchtsaft.” kata aric dan pelayan tersebut mencatat menu yang disebutkan aric.


“Ok Sir, bitte warten Sie auf die Bestellung (Ok pak, mohon tunggu pesanannya),” jawab pelayan.


Pelayan tersebut pun pergi, selesai membuat makanan yang dipesan akhirnya pesanan mereka pun datang.


“Genießen Sie bitte (silahkan dinikmati),” ujar pelayan.


Mereka bertiga langsung menikmati makanan mereka masing-masing, selesai sarapan aric langsung membayar makanan tersebut. Akhirnya mereka bertiga sampai di apartemen dan menuju kamar mereka masing-masing.


“Capek juga ya seharian penuh kerja jadi asisten pribadi pak aric,” ucap vanesha sambil meregangkan kakinya.

__ADS_1


Vanesha mengambil handphonenya disaku blazer yang ia pakai dan dia langsung menghubungi seseorang. Selesai menghubungi seseorang dia langsung beristirahat.


__ADS_2