BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Bukti Terkumpul


__ADS_3

Malam harinya vanesha kembali ke rumah ayahnya, dia berpesan kepada frey untuk menjaga ayahnya di rumah sakit jadi ia akan mencari bukti selanjutnya.


Sampai didepan rumahnya ia langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya, di sana ia melihat bi surti lagi menyiapkan makan malam.


“Dimana mereka bi,” Ucap vanesha


Bi surti melihat kearah sumber suara ternyata majikannya, “Mereka? Mereka siapa non.” Ucap bi surti


Vanesha duduk di kursi meja makan dan dia menuangkan air putih kedalam gelas, “Siapa lagi kalo bukan dua perempuan yang dipanggil sebutan nyonya.” Ucap vanesha


“Mereka berdua barusan pergi non, tapi bibi gak tahu pergi kemana,” Ucap bi surti. “Oh iya non, kemarin bibi sempat menemukan bungkusan dikamar nyonya non. Tapi bibi gak tahu isinya apa.” Sambung bi surti


“Bungkusan apa bi?” Tanya vanesha


Bi surti langsung memberikan bungkusan tersebut, vanesha membuka bungkusan yang diberikan bi surti. Tapi ia tidak paham maksud isinya, yang ia tahu hanya sebuah botol tapi dia tidak tahu botol apa.


“Kalo gitu aku ambil bungkusan ini ya bi, nanti aku selidiki bungkusannya apa,” Ucap vanesha


“Iya non,”


Vanesha langsung kembali ke kamarnya, di dalam kamar ia hanya duduk santai sambil memainkan laptopnya. Bosan dia melakukan aktivitas dengan laptopnya ia langsung mengambil handphone dan menghubungi dokter pribadi ayahnya.


Drrrttt.. Drrrrttt


Handphone tersebut terus berdering akhirnya yang ditunggu-tunggu sambungan teleponnya terhubung.


“Halo dok,”


“Halo mba, ada apa?”


“Begini dok saya mendapatkan bungkusan yang isinya botol kosong, tapi saya tidak mengerti tulisan yang ada di botol tersebut. Makanya saya menelpon dokter siapa tahu dokter tahu mengenai apa yang saya maksud,” Jelas vanesha


“Baik mba, besok pagi mba datang ke rumah sakit saja. Saya akan periksa botol yang mba maksud,” Ucap dokter hamzah


Vanesha menutup sambungan teleponnya dan dia langsung beristirahat.


Pagi harinya ia merasakan ada cahaya yang menerangi kamarnya, dengan terpaksa ia membuka matanya dengan perlahan dan Ternyata matahari sudah terbit sampai-sampai kamarnya mejadi terang.


Ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah semuanya selesai ia langsung turun kebawah menuju ke meja makan. Tapi ia tidak sarapan bersama melainkan ia meminta izin ke bi surti untuk kembali ke rumah sakit.


“Bi aku pamit ya,” Ucap vanesha


“Iya non hati-hati dijalan,” Ucap bi surti


Malah vanesha tidak menganggap dua perempuan yang sedang menyantap sarapan di meja makan, vanesha langsung ke bagasi mobil dan menyalakan mobilnya menuju rumah sakit.


Sampai di rumah sakit ia langsung saja bertemu dokter pribadi ayahnya, “Permisi dok.” Ucap vanesha


“Silahkan duduk mba,” Ucap dokter hamzah mempersilahkan vanesha duduk


Vanesha mengambil bungkusan tersebut didalam tasnya dan memberikan bungkusan itu ke dokter hamzah, “Ini dok bungkusannya, silahkan dokter periksa.” Ucap vanesha


Dokter hamzah mengambil bungkusan tersebut dari tangan vanesha dan ia langsung membuka isi dari bungkusan itu, ternyata bungkusan yang diberikan vanesha sebuah botol yang sudah kosong.


“Maaf mba sepertinya botolnya ini berisi obat,” Ucap dokter hamzah

__ADS_1


“Obat dok? Memang obat apa dok?” Tanya vanesha


“Saya tidak mengerti mba, yang saya cium dan saya amati botol ini kayanya obat ini berasal dari luar bukan dari negara kita sendiri mba,” Jelas dokter hamzah


“Memang itu obat apa ya dok! Sepertinya saya baru lihat bentuk botolnya,” Ucap vanesha


“Saya tidak terlalu yakin mba dengan isi yang ada di botol ini, tapi saya akan periksa lebih lanjut di laboratorium. Kalo saya sudah mengetahui isi dari botol ini baru saya akan mengabarkan mba vanesha lagi,” Ucap dokter hamzah


“Baik dok. Kalo begitu saya permisi,” Ucap vanesha


Vanesha pun keluar dari ruangan dokter hamzah dan menuju ruang inap ayahnya, saat ia ingin keluar dari kamar inap ayahnya tidak sengaja ia melihat seorang laki-laki yang ia kenal. Tapi ia tidak tahu siapa laki-laki yang ia lihat barusan.


........***************........


Di kamar inap terdapat seorang laki-laki yang memakai pakaian kantor, laki-laki tersebut adalah aric. Saat aric menuju kantor dia tidak sengaja menabrak perempuan ternyata perempuan itu anak dari rekan bisnis ayahnya.


Awalnya ia tidak ingin tanggungjawab tapi ada rasa tidak tega makanya ia membawa ke rumah sakit, saat ia duduk di kursi kamar rawat tiba-tiba saja suster datang menghampiri kamar anggrek nomor 321A


“Permisi dengan pasien atas nama dahlia, ini bukti pembayaran administrasi dan tebusan obat untuk mba dahlia,” Jelas suster sambil memberikan catatan dari dokter dan catatan tagihan rumah sakit.


“Baik sus Terima kasih,” Ucap aric


Suster pun keluar, tinggal mereka berdua lah yang ada dikamar inap.


“Saya akan nebus obat sama administrasi rumah sakit kamu,” Ucap aric


“Terima kasih,”


Aric langsung pergi dan menuju ruang administrasi, saat ia membayar tagihan rumah sakit dia tidak sengaja bertemu vanesha karyawannya dulu. Tapi saking fokusnya mereka berdua tidak saling bertemu.


Selesai vanesha dari ruang tunggu obat ia langsung kembali ke kamar rawat ayahnya, aric berjalan menuju kamar anggrek nomor 321A dan menghampiri dahlia.


“Terima kasih,”


Lagi-lagi dahlia hanya mengucapkan terima kasih tapi tidak dengan aric malah ia tidak menjawab ataupun menatap kearah dahlia.


“Sepertinya saya harus kembali kekantor, saya akan suruh supir saya buat ngantar kamu pulang,” Ucap aric


Dahlia hanya diam memperhatikan aric sibuk dengan handphonenya, akhirnya supir pribadi aric datang.


“Pak tolong antarkan dahlia kerumahnya, saya akan kembali ke kantor,” Perintah aric


“Baik pak,”


Supir pribadi aric langsung menuntun dahlia ke kursi roda dan aric malah diam melihat mereka berdua berinteraksi, saat aric keluar dari kamar anggrek nomor 321A ia tidak sengaja berpapasan dengan vanesha. Tapi vanesha tidak melihat kearah aric bosnya dulu.


“Vanesha,” Panggil aric


Vanesha langsung melihat kearah sumber suara, “Pak aric.” Ucap vanesha


Aric langsung menghampiri vanesha, “Kamu disini juga, siapa yang sakit?” Ucap aric


“Ayah saya,”


“Ayah kamu sakit apa?” Tanya aric

__ADS_1


“Bapak harus tahu banget ya dengan urusan saya,” Ucap vanesha


“Iya memang kenapa? kamu tidak suka!” Ucap aric sambil mendekati wajahnya kearah wajah vanesha


Deg


Kenapa pak aric dekat banget wajahnya sama gue, Lama-lama gue mati rasa kalo berhadapan saya dia. Batin vanesha


Vanesha langsung mendorong tubuh aric supaya menjauh dari wajahnya. Aric langsung tersenyum melihat wajah vanesha yang menurutnya sangat lucu.


“Kenapa bapak senyum-senyum, gak jelas banget. Nanti dikata orang gila loh pak senyum-senyum sendiri,” Ucap vanesha dengan asal


Bukannya menjawab pertanyaan vanesha malah aric semakin tersenyum.


“Dasar cowok gila,” Gumam vanesha


Vanesha pun pergi meninggalkan aric sendiri dan aric langsung mengikuti vanesha dari belakang, saat di tempat parkir aric langsung menarik tangan vanesha sampai-sampai ia terbentur kaca mobil miliknya.


Sumpah ini pak aric kenapa. Kenapa sifatnya jadi aneh, terus kenapa pak aric menatap kearah wajah gue. Batin vanesha gugup


“Pak,” Panggil vanesha


Tapi aric tidak peduli dengan panggilan vanesha malah ia masih fokus dengan wajah vanesha.


“Pak.. pak aric,” Ucap vanesha sekali lagi dan vanesha langsung mendorong tubuh aric dengan sekuat tenaga.


Aric yang tubuhnya didorong langsung menjauh, “Bapak ngapain ngeliatin saya kaya gitu ah, Jangan-jangan bapak mau modus ya sama saya. Awas aja kalo bapak macam-macam sama saya, saya laporin bapak ke satpam.” Tegas vanesha


Aric yang mendengar ucapan vanesha langsung tertawa lepas dan aric mendekati vanesha sekali lagi dan menyentil dahi vanesha, “Saya tidak akan tertarik sama kamu, kamu bukan tipe saya. dimata kamu ada belek makanya saya lihatin mata kamu siapa tahu belek kamu sudah jadi kerak.” Ledek aric


Vanesha langsung memeriksa matanya, “Enak aja saya sudah mandi dari pagi gak mungkin saya masih ada belek, emangnya bapak ileran.” Ucap vanesha tidak Terima dengan ucapan aric


“Tidak mungkin saya ileran, saya ini laki-laki ganteng gak mungkin saya bau kaya kamu,” Ucap aric dengan wajah penuh percaya diri.


“Cih nyebelin, minggir pak saya mau lewat,” Ucap vanesha


Aric langsung mencekal tangan vanesha, “Siapa yang nyuruh kamu pulang.”


“Suruh sayalah pak, masa nenek saya,” Ucap vanesha


“Ternyata mulut kamu bawel juga ya,” Ucap aric


“Suka-suka saya dong pak, mulut-mulut saya kenapa bapak yang ribet,” Ucap vanesha membela dirinya


“Iya.. iya seterah kamu aja, saya tidak mau berdebat sama kamu. Kamu naik mobil saya,” Tegas aric


“Tapi pak. Saya bawa mobil,”


“Saya akan nyuruh orang untuk membawa mobil kamu, jadi kamu tidak boleh nolak sama perintah saya,” Ucap aric


Vanesha menghela nafasnya dengan terpaksa vanesha menuruti apa yang diperintahkan aric.


Didalam perjalanan mereka berdua tidak membuka pembicaraan malah melakukan aktifitas mereka masing-masing, sampai di tempat tujuan aric langsung menghentikan mobil didepan pagar rumah vanesha.


Vanesha langsung membuka pintu mobil aric, saat vanesha melangkah menuju rumahnya tiba-tiba saja aric memanggil dirinya.

__ADS_1


Aric membuka kaca mobilnya, “Kamu tidak mengucapkan terima kasih sama saya, saya sudah nganterin kamu pulang.” Ucap aric


“Terima kasih,” Ucap vanesha dan vanesha langsung pergi tanpa memperdulikan aric. Aric langsung menyalakan mobilnya


__ADS_2