BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Menjauh Lebih Baik


__ADS_3

Bara


Kenapa kamu pergi begitu saja, apa kamu marah sama ucapan mama. √√


Pesan yang di berikan Bara membuat Mawar menatap handphone, dia hanya bingung dengan perasaannya. Di satu sisi dia sangat menginginkan cowok itu berada di sisinya tapi di sisi lain Manda tidak menyukai dirinya.


Ava yang melihat bosnya langsung menyadarkan Mawar, membuat wanita itu menatap Ava dengan bingung.


“Ibu kenapa? Apa lagi ada yang di pikirkan.” Ava menunggu jawaban Mawar, tidak hanya Ava saja yang menatap Mawar melainkan semua karyawan yang berada di ruang meeting.


“Maafkan saya. Saya tidak enak badan saja, lebih baik kita hentikan dulu meeting hari ini. Nanti kita lanjut lagi saat makan siang,” Mawar beranjak dari kursi menuju pintu, semua karyawan pada menatap bosnya dengan tanda tanya.


Mawar duduk di ruang kerjanya, di sana dia hanya menenangkan pikirannya. Dari tadi dia hanya menatap handphone, saat handphone tersebut berdering. Di tempat lain Bara yang mengkhawatirkan keadaan Mawar langsung menelpon wanita itu, saat dia menelpon ternyata handphonenya tidak diangkat membuat dirinya semakin khawatir.


Jam makan siang Bara yang terus kepikiran tentang Mawar, dia langsung menemui kekasihnya. Di ruangan dia hanya menatap kosong, apa wanita itu sedang istirahat. Saat dia ingin pergi dia tidak sengaja melihat Ava sekretaris Mawar.


“Ava,” panggil Bara membuat Ava menatap Bara.


“Bapak mencari bu Mawar ya,” Bara hanya mengangguk saat Ava menebak pikirannya. “Bu Mawar sedang melakukan meeting, apa bapak ingin menyusul atau ingin tunggu di sini saja.”


“Di sini saja,” Ava mengangguk dan dia menyuruh Bara untuk memasuki ruangan Mawar, sedangkan dirinya langsung menuju ruang meeting.


Ava yang baru melihat ruangan meeting sudah kosong langsung mendekati Mawar, dia mendekati Mawar saat atasannya sedang tidak fokus.


“Bu,” panggil Ava membuat Mawar tersadar.


“Ada apa, Ava?” tanya Mawar penasaran, bukannya Ava menjawab malah dia mendekati dirinya sambil berbisik ke telinganya.


“Dia sekarang berada di ruangan saya...” Ava mengangguk saat bosnya kaget dengan ucapannya. “Kalau gitu saya akan ke sana, kamu bilang ke dia tunggu saya datang.”


Mawar dengan cepat merapikan peralatan meeting, dia dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja. Saat dia membuka pintu dia melihat Bara menatap kearahnya, tatapan yang di berikan Bara sangat mengerikan. Apalagi aura yang diberikan cowok itu, kesan gantengnya keluar saat semua wanita menatap pria ini.

__ADS_1


Mawar yang menguatkan niatnya langsung menghampiri Bara. “Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu ingin kemari,” tangan cowok itu sambil mengetuk di meja kerja, membuat dia tidak berani saat bertatapan dengan Bara.


“Kenapa handphone kamu tidak aktif saat aku menghubungi kamu,” ucapan Bara seperti sihir yang membuat dirinya terdiam.


Lelaki itu menyuruh dirinya untuk mendekati Bara, sedangkan dirinya langsung menghampiri lelaki itu. Saat ini dia tidak berani menatap Bara, apalagi dia tau kalau cowok ini sangat marah kepadanya.


“Mawar saya sedang bicara sama kamu, kenapa kamu malah nunduk. Apa kamu menganggap saya batu atau manusia,” Mawar dengan keberanian tinggi dia pun menatap Bara, kenapa lelaki ini hanya menatapnya seperti itu.


“Ma–Maaf!” hanya kata 'maaf' saja yang di ungkapkan Mawar, tidak ada lagi ucapan yang terdapat di otaknya.


“Liat handphone kamu,” Mawar menatap Bara dengan bingung, untuk apa lelaki ini meminta handphone kepadanya.


“Mana handphone kamu, saya ingin melihatnya.” Mawar mengambil handphone di saku jasnya, dan dia langsung memberikan handphone itu kepada Bara.


“Kamu tau kegunaan handphone ini,” Bara menunjukan handphone yang dia pegang menuju kearah Mawar, dan Mawar hanya mengangguk tanpa membantah sedikitpun.


“Kamu tau kegunaan handphone, tapi kenapa saat saya menghubungi kamu. Malah handphone kamu mati, apa kamu sengaja mematikan handphone kamu. Supaya aku tidak bisa mengetahui keadaan kamu,”


***


Jam makan siangnya dia habiskan untuk menemani lelaki ini, hukuman yang diberikan Bara sangat kejam. Apalagi saat dia berada di kantor dia tidak boleh mematikan handphone, tidak boleh melirik cowok manapun kecuali hal yang penting. Dan yang lebih parahnya lagi lelaki ini terus berada di ruangan kerjanya tanpa kembali ke kantor.


“Mau sampai kapan kamu di sini, aku tidak fokus kalau kamu berada di sini.” ucap Mawar yang sedang menatap Bara. Sedangkan Bara hanya sibuk dengan aktifitasnya.


helaan nafas yang diberikan Mawar membuat Bara menatap Mawar dengan datar, apa lelaki ini tidak keterlaluan saat di sini. Apa harus bersikap seperti ini.


“Sampai kamu pulang,” jawab Bara dengan santai membuat Mawar tercengang saat mendengar ucapan Bara.


“Kenapa? Kamu keberatan kalau aku berada di sini.” dengan cepat Mawar menggeleng, dan lelaki itu hanya tersenyum yang dia saja tidak mengetahui senyuman apa yang diberikan Bara.


“Bagus! Kalau kamu tidak merasa bahwa kehadiran aku mengganggu diri kamu.”

__ADS_1


dia hanya diam saat mendengar ucapan Bara yang terakhir, dan dia dengan cepat menyelesaikan berkas yang berada di hadapannya.


Saat pulang kantor lelaki itu hanya diam, dia yakin kalau Bara masih marah dengannya. Apalagi lelaki ini sempat melihat dirinya berduaan dengan cowok lain, apa cowok ini tidak berlebihan kepada dirinya.


Mereka berdua hanya berpikir dalam pikiran masing-masing, saat itu juga Mawar yang tidak sengaja mengeluarkan suara dari perutnya. Dia hanya memegang perut yang dia yakin kalau Bara mendengar suara perutnya, Bara tanpa bicara apapun langsung membawa Mawar menuju tempat makan.


Mawar yang melihat mobil Bara terhenti ke sebuah restoran langsung menatap Bara. “Bukannya kamu ingin pulang, kenapa kamu berhenti ke tempat ini.” tanpa memperdulikan perkataan Mawar dia langsung turun, tanpa menunggu Mawar yang masih berada di dalam mobil.


Mawar dengan cepat menyusul Bara, dia hanya melihat Bara saat lelaki itu sudah memesan makanan. yang dia aneh kenapa lelaki itu hanya memesan satu menu bukan dua.


“Kamu hanya pesan satu, buat aku mana.” ucap Mawar yang menunjukan dirinya, saat lelaki itu hanya fokus dengan dirinya sendiri.


Mawar pun memanggil pelayan untuk memesan makanan, saat makanan yang berada di piring Bara sudah setengah habis barulah pesanannya datang.


“Cepat makan jangan diliatin saja makanan kamu, saya akan menunggu kamu di sini sampai kamu selesai makan.” ucap Bara membuat Mawar tersenyum, walaupun lelaki ini bersikap cuek kepada dirinya tapi lelaki ini selalu memberikan kepedulian kepadanya.


Mawar langsung menyantap makanan yang dia pesan, di saat Mawar sibuk dengan makanan yang wanita itu santap. Saat itu juga Bara mengeluarkan handphone untuk memotret tingkah laku konyol yang di buat Mawar.


“Sudah selesai,” ucap Bara yang langsung memasukan handphone ke saku celana. Mawar hanya mengangguk dengan perkataan Bara, Bara beranjak dari kursi menuju meja kasir.


“Kamu masih marah sama aku, aku 'kan sudah minta maaf sama kamu. Apa perlu aku minta maaf sama kamu lagi,” ucap Mawar yang menatap Bara yang masih sibuk dengan stir mobil.


Mawar hanya membalikan posisinya saat melihat Bara tidak merespon dirinya, saat itu juga mobil yang di kendari Bara sampai di halaman rumahnya.


“Turun!” perintah Bara membuat Mawar menatap lelaki itu, apa dia tidak salah dengar saat Bara meninggikan suaranya.


“Saya bilang turun! Apa kamu tidak mendengar perkataan saya,” saking kesalnya dia pun turun sambil membanting pintu mobil, saat itu juga Bara hanya menatap Mawar saat wanita itu sudah sampai rumah.


Di dalam kamar Mawar hanya kesal dengan sikap Bara, kenapa cowok itu mudah sekali untuk emosi. Apa dia tidak bisa mengontrol emosi seperti tadi, sikap Bara membuat dirinya terdiam saat dia mengingat kalau Bara sudah membentak dirinya.


“Sudahlah Mawar. Lebih baik kamu istirahat dan tidak boleh berpikir macam-macam.” gumam Mawar dalam hati. Dia dengan cepat melangkahkan kakinya menuju toilet.

__ADS_1


__ADS_2