
Pulang dari pemakaman vanesha kembali kedalam kamar, saat ini ia ingin menenangkan dirinya atas kepergian ayahnya. Malah dia gak nyangka secepat inikah ayahnya ninggalin dia sendiri?
Vanesha beralih menatap foto yang terdiri dari tiga orang termasuk dirinya, menatap dan menggenggam foto tersebut. Apakah dia yakin bisa kuat seperti dulu lagi? Entah kenapa kekuatannya sudah sirna begitu saja saat ayahnya meninggalkan dirinya.
Kematian tidak bisa dipungkiri kadang orang yang sehat aja bisa meninggalkan apalagi orang yang sakit. Memang dirinya tidak menerima yang ditentukan oleh takdir, tapi dia tidak mungkin menyalahkan takdir yang diberikan olehnya. Satu-satunya hal yang bisa menguatkan dirinya hanya sebuah foto yang ada di genggamannya, dia berjanji pada dirinya akan lebih kuat dari biasanya. Dia tidak boleh menunjukkan kesedihan dalam dirinya.
Ayah yang tenang ya di sana, vanesha akan terus mendoakan ayah. Vanesha janji akan ingat terus pesan ayah pada vanesha, vanesha yakin pasti vanesha bisa menjalankan ini semua. batin vanesha sambil mengelus bingkai foto
Tadinya aric ingin membangunkan vanesha untuk makan malam bersama ternyata dia sudah menuju ruang makan, aric tahu pasti vanesha masih merasakan kesedihan atas ayahnya. Walaupun vanesha tidak bilang kepada dirinya, tapi dari raut wajahnya tergambar jelas mengenai kesedihan yang ia rasakan.
“Saya ambilkan sarapan untuk kamu ya,” tawar aric
“Tidak usah pak, saya bisa sendiri,” jawab vanesha
Aric hanya bisa melihat gerak-gerik vanesha saja, dia tidak mau membuat vanesha terlihat sedih. Tapi dia tidak tahu cara menghibur orang seperti apa?
“Malam ini kamu mau kemana?” tanya aric di sela-sela makan.
Vanesha melihat kearah aric, “Saya ingin istirahat pak, saya tidak ingin kemana-mana.” tolak vanesha dengan lembut.
Selesai sarapan aric menghampiri bangku vanesha dan menggenggam tangan vanesha ke sesuatu tempat, vanesha tidak mengerti maksud dari atasannya, kenapa aneh sekali sikap dari atasannya?
__ADS_1
“Kamu ikut saya,”
“Bapak mau ngajak saya kemana?” tanya vanesha
Tapi pertanyaan vanesha tidak dijawab sama sekali, malah aric masih menggenggam tangan vanesha ke sesuatu tempat. Akhirnya sampai juga ke tempat yang dituju, aric memarkirkan motornya dan menggenggam tangan vanesha.
“Bapak mau ngapain ngajak saya ke sini?” tanya vanesha
“Kamu tahu gak saya paling suka tempat ini,” ucap aric saat beberapa menit mereka saling diam.
Vanesha hanya menggeleng, aric melihat kearah vanesha dan tersenyum kearah vanesha, “Karena saya pernah mengalami kesedihan saat kehilangan orang yang saya sayang.”
“Bapak pernah seperti saya, bapak kehilangan pacar bapak ya?” tanya vanesha
“Dia bukan pacar saya melainkan ibu saya,”
Ibu? Baru pertama kali vanesha melihat kesedihan di wajah atasannya.
“Saat saya umur dua tahun ibu saya sudah meninggal, awalnya saya tidak mengerti kenapa ibu saya tidak hadir dalam hidup saya. Tapi saat saya umur enam tahun saya baru mengerti kalo ibu saya tidak bisa menjaga dan melindungi saya,” tutur aric
Flashback On
__ADS_1
Aric art sanjaya artaharama dilahirkan sebagai pewaris perusahaan nomor satu di dunia, semenjak kelahiran aric perusahaan semakin sukses dan terkenal. Saat itulah putra pertama dari rasya anggara putra pemilik perusahaan tersukses di dunia yang mendapat peringkat pertama di seluruh dunia.
Dua belas tahun saat ia menikah dengan istrinya baru hari ini ia dikaruniakan seorang anak laki-laki, Tuhan sudah mengabulkan apa yang ia inginkan. Semenjak putranya lahir hidupnya semakin indah dan bahagia, tapi saat aric berumur dua tahun istrinya meninggalkan dirinya.
Kepergian istrinya membuat dia terpuruk dan harus bekerja keras untuk menjaga putranya, saat itulah dia dan putranya semakin kuat dan tidak terkalahkan oleh orang lain. Dia juga tahu putranya kehilangan sosok seorang ibu, saat aric berumur empat tahun dia menikah lagi sama seorang janda yang memiliki anak perempuan. Dari situlah hidupnya merasa bahagia, tapi rasya tidak mengetahui kebahagiaan yang tampak dari depan membuat anaknya menderita sampai-sampai aric membenci keberadaan ibu tirinya.
Saat aric bertumbuh dewasa dan bisa menggantikan dirinya mengurus perusahaan, aric memulai ada rasa kebencian saat kehadiran ibu tirinya. Dia tahu kalo anak dan ibu yang dinikahin ayahnya ingin mengambil harta yang ayahnya miliki, tapi karena dia pewaris tunggal perusahaan artaharama sanjaya grup jadi ibu dan anak yang dinikahin ayahnya tidak berhak mendapatkan harta yang dimiliki ayahnya. Hanya setengah yang didapatkan oleh ibu tirinya.
Saat aric mendengar pembicaraan ibu tirinya dengan seorang laki-laki dewasa, dia baru tahu rencana jahat ibu tirinya. Awalnya dia ingin mengetahui rencana yang dibuat oleh ibu tirinya, tapi ayahnya tidak mempercayai dirinya. Saat itulah ia membenci ibu tirinya apalagi anak perempuannya.
Bagi dirinya tidak ada satupun orang yang berhak menggantikan posisi ibunya didalam hatinya, aric tidak mengetahui bahwa rasya juga kehilangan istri tercintanya, saat ia menikah lagi dia tidak merasakan kebahagiaan saat ia bersama istrinya dulu. Dia tahu rencana yang dibuat dari jasmin istrinya, tapi dia hanya pura-pura tidak tahu mengenai rencana yang dibuat oleh jasmin.
Saat semenjak itulah rasya tidak pernah ada rasa cinta untuk jasmin, dia menikahi jasmin hanya mendapatkan sosok ibu dari putranya, tapi pikirannya tidak seindah yang ia pikirkan. Dia tahu jasmin perempuan licik yang menginginkan hartanya dan ingin membunuh putranya. Tapi jasmin gagal membunuh pewaris dari artaharama sanjaya grup, malah dia hampir terpergok dengan rencana yang dibuat jasmin. Saat itulah rasya tidak mempercayai jasmin seratus persen, malah ia semakin curiga dengan tingkah laku istrinya.
Flashback Off
Hidupnya pak aric lebih parah dibandingkan gue, malah pak aric hampir saja terbunuh oleh ibu tirinya. Pantesan saja gue pernah lihat pak aric berantem dengan ibu tirinya, ternyata seperti itu sifat asli ibu tirinya. batin vanesha
“Maafkan saya ya pak, sudah mengingat bapak dengan masa lalu bapak. Seharusnya saya tidak mengingat masa lalu bapak, bapak hebat ya sudah bertahan hidup untuk melawan ibu tiri bapak. Baru kali ini saya melihat bapak bercerita masa lalu bapak dengan saya, biasanya bapak tidak pernah seperti itu. Saya pikir bapak orangnya nyebelin, rese, suka perintah tapi nyatanya bapak orangnya baik dan penuh kelembutan. Saya yakin pak pasti kalo ada perempuan yang dicintai bapak dia sangat beruntung memiliki bapak, karena bapak laki-laki yang hebat dan baik hati. Jarang loh pak laki-laki diluar sana seperti bapak,” jelas vanesha
Aric yang mendengar lontaran yang keluar dari mulut vanesha hanya bisa tersenyum senang, vanesha tidak mengetahui bahwa perempuan yang palingan beruntung adalah dirinya yang sudah memberikan cinta didalam hati seorang aric, yang memiliki sifat dingin, angkuh, dan memiliki mulut pedas. apalagi saat ia berbicara dengan lawan jenis, sifatnya dua kali lipat dari biasanya.
__ADS_1
Saya janji akan menjaga kamu vanesha, saya tidak mau melihat kamu sedih atas kepergian ayah kamu. Saya sudah berjanji sama ayah kamu untuk melindungi kamu dan membuat kamu bahagia. Saya tidak mau melihat kamu sedih apalagi kamu mengeluarkan air mata yang menurut saya tidak pantas untuk dikeluarkan. Saya harap kamu tahu mengenai isi hati saya, saya akan berusaha membuat kamu jatuh cinta sama saya. Apapun yang terjadi saya akan cinta sama kamu, dalam hal apapun itu. batin aric sambil menatap kearah vanesha dengan dalam.
Akhirnya mereka berdua pun pulang ke rumah dan vanesha membersihkan badannya yang sangat lengket, begitupun dengan aric.