BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Akhir Kehidupan


__ADS_3

“Permisi bu, saya ingin memberikan berkas untuk meeting!” ucap Ava.


“Letakan saja di meja saya,” saat Ava ingin keluar dari ruangannya dia pun menghampiri Ava.


“Boleh panggilkan OB ke ruangan saya,”


“Baik bu,”


Sebelum masuk OB tersebut tidak lupa mengetuk pintu, setelah mendengar jawaban dari Mawar OB itu langsung masuk.


“Ada yang bisa saya bantu, bu!”


“Tolong kamu bereskan ruang meeting dan buatkan saya kopi seperti biasa,” pinta Mawar dijawab anggukan.


“Baik bu. Ada lagi bu?” tanya OB malah Mawar menggeleng, OB itu langsung pergi dari ruangan Mawar.


Mawar yang sedang mengecek berkas untuk meeting dan dia langsung menatap jam di pergelangan tangan, dia pun membawa berkas tersebut sambil melangkahkan kaki menuju ruang meeting. Sampai di sana dia melihat banyak karyawan yang sedang berdiri di ruang meeting, dengan cepat Mawar mendekati semua karyawan.


“Ada apa ini? Kenapa kalian tidak masuk,” ujar Mawar membuat semua karyawan pada menatap dirinya.


“Meeting hari ini gagal bu, perusahaan X membatalkan meeting pagi ini!” jelas Ava membuat Mawar sedikit kecewa, tidak hanya Mawar saja yang kecewa semua karyawan yang mengikuti meeting pun kecewa seperti dirinya.


“Kalian semua bisa kembali ke ruangan dan kamu Ava ikut saya masuk ke dalam,” perintah Mawar, semua karyawan pada berhamburan dan semua orang pada berbisik saat meeting dibatalkan dengan satu pihak.


“Sebenarnya ini ada apa, Ava? Kenapa bisa di batalkan kerjasama kita. Apa perusahaan kita melakukan kesalahan dengan perusahaan X,” Mawar masih menunggu penjelasan Ava sambil meminum kopi yang sempat dibawakan OB.


“Saya tidak tahu masalahnya apa bu, saya hanya mendapatkan kabar bahwa perusahaan X membatalkan kerjasama kita. Saat saya tanya alasannya kenapa malah perusahaan tersebut tidak memberikan penjelasan yang jelas, apa perlu saya bicara langsung sama pemilik perusahaan X!”


“Tidak usah. Masalah ini biar saya saja yang urus kamu lakukan pekerjaan kamu saja,” perintah Mawar.


“Baik bu,” Ava pun pergi meninggikan Mawar, sedangkan Mawar masih menetap di ruangan meeting.

__ADS_1


Sebenernya dia penasaran siapa pemilik perusahaan tersebut, apa perusahaannya melakukan kesalahan sampai-sampai membatalkan dengan sepihak saja tanpa memberitahunya secara pribadi.


“Kenapa bapak memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerjasama dengan perusahaan X,” ucap Alvin yang masih menatap bosnya.


“Mungkin ini salah satunya untuk berhenti bekerjasama dengan perusahaan X, silakan kamu kembali keruangan saya ingin sendiri di sini!” perintah Bara membuat Alvin mengangguk.


Bara berdiri di depan jendela kantor yang menampakkan pemandangan kota dari atas kantor, pemandangan yang membuat dirinya tentram dan dia jadi teringat dengan wanita itu. Apa wanita itu baik-baik saja?


“Mungkin ini salah satunya saya menghindari kamu, saya tidak mau merusak pernikahan kamu. Saya harap kamu bahagia dengan pernikahan kamu,” batin Bara sambil menetralkan rasa kecewanya.


Sejak dia pertama kali melihat Mawar berada di klub malam dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mendapatkan info dari wanita itu, dia sempat shock saat kenyataan itu melukai hatinya dan setelah itu dia membatalkan kerjasama perusahaan yang di pimpin oleh Mawar.


Jam istirahat Mawar menuju kafe terdekat saat dia masuk ke dalam kafe tersebut dia melihat Andre dengan wanita lain, baru semalam lelaki itu membuat hatinya bergetar malah sekarang sudah di hancurkan lagi. Sebenarnya apa yang dia inginkan dengan pernikahan ini, kalau memang sudah bosan kenapa tidak melepaskannya malah membiarkan dirinya menatap dan memperlihatkan aksi romantis yang diberikan Andre dengan wanita simpanannya.


Semakin lama dia menatap dia melihat sebuah tangan menutupi matanya. “Tidak usah liat lagi, lebih baik kamu abaikan saja suami kamu. Jangan pikirkan hatinya yang kamu pikirkan adalah hati kamu untuk bertahan ataupun mundur,”


Dengan cepat pria itu membawa Mawar pergi dan menuju kafe yang lebih jauh. “Kenapa kamu mau menolongku, kamu sudah membatalkan kerjasama kita. Kenapa harus kamu yang selalu membantuku,”


“Apa kamu tidak bisa menceraikan suami kamu,” Mawar mendongak yang masih menatap pria itu dan beralih menyantap makanan yang dia pesan.


“Lebih baik kamu pikirkan baik-baik sama pernikahan kamu, jangan gara-gara kamu jatuh cinta dengan pria itu hati kamu di sakiti. Ingat Mawar sampai kapanpun lelaki itu tidak akan pernah berubah,” jelas Bara membuat Mawar terdiam, memang yang diucapkan Bara benar tapi apa dia bisa hidup tanpa Andre yang selalu menemaninya walaupun Andre sering menyakitinya.


***


Mawar terdiam di dalam kamar sambil mengunci pintu tersebut, perkataan Bara terus mengganggu pikirannya apa dia harus melepaskan pernikahan ini atau masih ingin bertahan supaya Andre bisa merubah sifatnya seperti dulu. Andai dia tau bahwa di sini ada seorang wanita yang sedang menunggunya, menunggu untuk mendapatkan hatinya kembali tapi kenyataan tidak seperti itu.


Mau sampai kapan dia terus disakiti, sampai Andre luluh dengan hatinya tapi hal itu hanya mustahil. Mustahil untuk merubah Andre seperti dulu, sekarang dia harus melakukan apa? Ada saatnya hati wanita lelah dengan keadaan, keadaan yang seperti ini.


Tiba-tiba saja pintu kamarnya berbunyi dan dia pun menghampiri pintu tersebut, saat dia membuka pintu ternyata dia melihat Andre sambil membawa sebuah kertas di tangan lelaki itu. Mawar menyuruh Andre masuk dan Andre langsung memberikan surat cerai yang sudah dia pikirkan baik-baik.


“Apa ini?” tanya Mawar sambil menatap Andre.

__ADS_1


“Surat cerai, aku mau kita bercerai. Aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini, pernikahan yang tidak membuat aku bahagia!”


“Jadi maksud kamu selama ini pernikahan kita tidak bahagia, seharusnya aku yang bertanya sama kamu yang paling menyakitkan di sini siapa aku atau kamu. Aku bertahan sama pernikahan ini karena kamu karena aku tau aku bisa merubah sifat kamu, tapi nyatanya aku salah. Salah memilih pria seperti kamu,” Mawar membuka surat perceraian tersebut dan langsung menandatangani surat tersebut, setelah itu dia menatap Andre yang masih terdiam.


Andre mengambil berkas perceraian tersebut dan menatap Mawar untuk yang terakhir kalinya, “Baik. Kamu sudah menandatangani berkas perceraian kita masalah harta warisan nanti aku akan memberikan kamu sebagian yang kamu miliki!”


Mawar berjalan kearah Andre, “Saya tidak butuh dengan harta kamu dan mulai malam ini aku akan membereskan pakaian untuk pergi dari rumah ini!” Mawar menuju lemari dan membereskan semua pakaian sampai-sampai semua barang kosong di dalam kamar.


Bara yang mendapatkan pesan dari Mawar langsung bergegas ke tempat mantan suami wanita itu, sampai di sana dia langsung menghentikan mobil.


“Mari aku bantu kamu mengangkat barang,” ucap Bara, lelaki itu hanya menatap Mawar yang sudah akrab dengan pria lain.


“Sudah selesai semuanya?” tanya Bara saat melihat Mawar menutup bagasi mobil.


“Iya,”


“Kamu masuk ke mobil dulu, aku ada perlu sama pria itu!” ujar Bara membuat Mawar mengangguk, setelah melihat Mawar masuk ke dalam mobil dia pun menghampiri Andre.


“Andre. Saya tau kamu suami dari Mawar tapi sekarang kamu hanya mantan suami bukan suami lagi, ingat perkataan aku baik-baik tidak ada wanita yang sempurna di dunia. Hanya pria yang paling beruntung mendapatkan wanita seperti Mawar, saya senang kamu sudah berpisah dengan Mawar dan saya masih ada kesempatan untuk mendekati mantan istri kamu. Saya tidak peduli julukan Mawar saat ini yang saya pedulikan hanya kebahagiaan Mawar,” jelas Bara sambil menepuk pundak Andre.


“Suatu saat nanti kamu akan menyesal sudah meninggalkan wanita seperti Mawar, hanya laki-laki bodoh yang menyuruh pasangannya pergi. Selamat menempuh kehidupan baru tanpa ada Mawar,” setelah mengatakan itu Bara menyusul Mawar ke dalam mobil dan dia langsung menyalakan mobil tersebut.


Andre hanya menatap mobil itu dan dia langsung masuk ke dalam rumah, “Tidak masalah. Kamu belum bisa melupakan dia, saya yakin dengan berjalannya waktu kamu akan berhasil melupakan pria itu!”


“Terima kasih kamu sudah membantuku, mungkin kalau ada orang yang kamu cintai pasti wanita itu sangat beruntung memiliki kamu!” kata Mawar yang masih fokus menatap lurus.


“Wanita yang paling beruntung itu kamu, aku akan berusaha membuat kamu melupakan pria itu. Aku akan terus menjaga kamu, membuat kamu menjadi ratu yang aku miliki!” batin Bara.


Akhirnya mobil yang di kendari Bara sampai di tempat tujuan dan mereka berdua pun turun sambil menuju bagasi. “Untuk sementara waktu kamu tinggal di sini dulu sebelum kamu mendapatkan tempat tinggal, sebelah sana kamar kamu. Silakan kamu langsung istirahat aja nanti aku bantu membawa koper kamu,”


“Sekali lagi makasih sudah mau membantu aku,” ucap Mawar membuat Bara mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2