BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Bioskop


__ADS_3

Pulang dari kantor vanesha kembali menuju kantor bosnya, benar saja belum sempat vanesha menghampiri bosnya, aric sudah ada didepan pintu perusahaan.


Aric yang melihat mobil datang menghampirinya langsung saja ia masuk kedalam mobil tersebut, ternyata benar mobil itu mobil yang dibawa vanesha. Didalam mobil aric memperhatikan vanesha dari kaca mobil, saking fokusnya vanesha hanya memperhatikan stir mobilnya saja.


“Nanti malam kamu ada acara gak?” tanya aric di sela-sela aktifitas mereka.


“Bapak nanya ke saya?”


“Iya, saya sudah bilang sama kamu kalo bukan urusan kerja jangan panggil saya bapak, panggil saya aric. Saya bukan bapak kamu,”


“Maaf Pak, eh maksud saya aric. Malam ini saya tidak ada acara, memang mau kemana?”


“Kemarin saya beli dua tiket nonton, kamu mau kan nonton bareng saya? dari pada tuh tiket saya kasih ke orang lebih baik saya tawarin kamu siapa tahu kamu mau,” ucap aric sambil melihat kearah samping.


“Iya, lagian saya tidak ada kerjaan lagi,” jawab vanesha tanpa melihat kearah aric.


Aric yang mendengar ucapan vanesha langsung tersenyum senang, ternyata tidak susah untuk mendekati vanesha. Semoga aja rencana dia untuk mendekati vanesha lancar dan tidak ada halangan apapun.


Malam harinya aric memandang kearah pantulan cermin sambil merapihkan kerah meja bajunya, dia tersenyum melihat penampilannya sekarang. Selesai merapikan pakaiannya dia langsung turun kebawah untuk menemui vanesha. Tidak sengaja dia berpapasan dengan vanesha, dia melihat vanesha dari atas sampai bawah.


Malam ini vanesha cantik sekali. batin aric


“Kamu ngapain ngeliatin aku kaya gitu? bajunya gak cocok ya sama aku?” Lagi-lagi vanesha menanyakan penampilannya.


“Jadi panggilannya aku kamu, bukan bapak lagi?” ledek aric.


Vanesha nyengir dengan ucapan aric, “Kan bapak yang bilang kalo bukan urusan kantor saya tidak boleh manggil bapak harus panggil nama, dari pada saya bingung mau manggil apa? jadi saya panggil aku kamu aja, gak masalahkan.”


“Gak ada yang salah tapi saya suka sama sebutan kamu tadi,” tutur aric, “Lebih baik kita berangkat sekarang aja takut kemalaman.” sambung aric sambil melangkahkan kakinya.


Vanesha mengangguk dan dia mengikuti langkah kaki aric, saat ia ingin membuka pintu mobil ternyata sudah ditahan oleh aric.


“Ada apa?” tanya vanesha saat melihat pintu mobil ditahan oleh aric.


“Malam ini saya yang nyetir jadi kamu duduk santai aja,” ujar aric.


Vanesha mengikuti keinginan aric dan mereka berdua langsung berangkat untuk nonton bersama, sampai di mall aric memparkirkan mobilnya. Aric pun turun dari mobil begitupun dengan vanesha.


Sampai didepan bioskop aric membeli popcorn dan juga minuman, selesai membeli makanan ringan aric langsung menggenggam tangan vanesha menuju bioskop dan mereka berdua langsung memilih bangku. Selesai filmnya habis aric melirik kearah vanesha.


“Kamu mau kemana lagi?”


Vanesha hanya menggeleng, jujur saat ini dia bingung mau kemana? dia bosen kalo keliling mall makanya dia tidak menjawab pertanyaan bosnya.


Aric langsung menggenggam tangan vanesha keluar dan menuju toko baju yang ada di mall, belum sempat mereka berdua masuk vanesha sudah menghentikan langkah kakinya.


“Kenapa kamu ngajak saya kesini?” tanya vanesha sambil melirik kearah aric.

__ADS_1


“Saya mau kamu nyobain baju yang ada disini,”


“Harga baju disini mahal lebih baik nyari baju di tempat lain,”


Aric tidak mempedulikan ucapan vanesha malah dia menarik tangan vanesha untuk masuk ke toko baju, aric menyuruh pelayan toko untuk mengambil beberapa baju yang paling bagus dan aric pun sama memilih baju untuk vanesha.


Aric mengambil baju yang sudah ia pilih dan memberikan kepada vanesha, “Kenapa bajunya banyak banget, saya kan gak mau beli.”


“Lebih baik kamu coba dulu nanti kalo kamu suka saya akan bayar,” ujar aric dengan santai.


“Tapi...,” belum sempat vanesha ngomong aric sudah menghentikan ucapan vanesha.


“Jangan banyak tapi lebih baik kamu coba dari pada saya tinggalin kamu disini,” tegas aric.


Akhirnya vanesha mengikuti keinginan aric dan dia sudah bolak-balik menuju ruang ganti tapi aric selalu menolak, saat vanesha memakai pakaian yang terakhir ternyata aric menyukai penampilannya sampai-sampai aric tidak berkedip sama sekali.


“Gimana sama bajunya?”


“Cantik,” gumam aric, “Eh maksud saya kamu cocok sama baju yang kamu pakai.” sambung aric.


“Mba bungkus baju ini ya,” ucap aric kepada pelayan toko dan vanesha memberikan baju tersebut kepada pelayan toko.


“Baik pak,” pelayan tersebut mengambil baju tersebut dan menuju kasir.


“Kamu gak mau milih baju lagi,”


Aric pun mengangguk dan dia langsung menuju kasir, selesai membayar ia memberikan baju tersebut kepada vanesha.


“Habis ini mau kemana lagi?”


“Saya mau pulang aja,”


Lagi-lagi aric menggenggam tangan vanesha menuju tempat parkir, selama menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di rumah dan vanesha langsung turun dari mobil sambil membawa belanjaannya.


“Saya masuk duluan ya, makasih kamu sudah belikan saya baju,”


“Iya sama-sama. Istirahat yang nyenyak ya besok kamu lanjut kerja sama saya,”


“Iya,”


Vanesha menuju pintu rumah dan dia langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat. Tidak dengan aric malah dia masih sibuk dengan urusan kantor, entah apa yang ia kerjakan saat ini? tapi baginya urusan kantor harus diutamakan terlebih dahulu baru istirahat. Itulah prinsip yang ia lakukan sejak dulu.


• • • •


Ditempat lain azriel sedang menikmati secangkir kopi yang sempat ia pesan di cafe langganannya, di sana ia tidak sendiri melainkan berdua. Di satu sisi seseorang dari arah yang berbeda sedang mengintai dirinya siapa lagi kalo bukan zaky, laki-laki yang selalu kepo dengan rencana orang lain.


“Zriel! Lo yakin sama rencana lo yang ini, menurut gue si gak yakin karena lo tahukan kalo aric orangnya cerdas dan licik, dia gak mungkin bisa masuk perangkap yang lo buat,” ujar daren.

__ADS_1


“Lo tenang aja masalah ini gue bakal selesaikan sendiri jadi lo diam aja. Nanti malam acara perkumpulan perusahaan besar semua orang akan datang ke sana termasuk aric, gue harap rencana yang gue buat akan berhasil malam ini,” jawab azriel.


“Gue percaya sama lo. Gue pengen tahu apa yang dia lakukan nanti malam,” ucap daren, “Gue gak sabar lihat film gratis nanti malam.” sambung daren.


“Yang gue gak habis pikir sama jalan cerita lo kenapa lo memasukkan perangkap satu perempuan untuk rencana lo, emang gak ada perempuan lain selain mawar yang akan membantu rencana lo selanjutnya,” ungkap daren.


“Karena jawabannya akan lu dapatkan nanti, ada saatnya lu akan tahu semuanya. Gue harap lu bisa berpikir dengan otak lu untuk mendapatkan jawaban yang lu mau,” lanjut azriel.


Daren hanya mengangguk dan di satu sisi Zaky sudah merekam pembicaraan mereka berdua, dan dia akan mengabarkan vanesha secepatnya. Azriel dan daren pun pergi, entah mau kemana mereka? tapi dia sudah mendapatkan percakapan mereka berdua yang sempat ia rekam di handphone pribadinya.


Malam hari pun tiba, hari ini adalah hari yang sangat penting untuk pertemuan semua para pengusaha besar. Aric yang mendapatkan undangan dari sekretarisnya untuk mengadakan acara para pebisnis besar di seluruh dunia, dia tidak datang sendiri melainkan bersama sekretaris pribadinya. Tidak hanya itu saja dia membawa beberapa orang untuk berjaga-jaga kalo ada sesuatu yang tidak diinginkan.


Selesai dengan penampilannya aric langsung turun kebawah untuk menemui vanesha, benar saja vanesha sudah menunggu dirinya. Tapi tunggu kenapa vanesha memakai pakaian yang terbuka malam-malam begini? apakah dia tidak kedinginan dengan penampilannya?


“Kenapa kamu memakai pakaian seperti itu?” tanya aric sambil memperhatikan pakaian vanesha dari atas sampai bawah.


“Kenapa? menurut saya bagus dan saya suka sama penampilan saya malam ini,” tutur vanesha.


Tapi saya tidak suka kalo kamu berpakaian seperti itu? apalagi kalo dipandang sama laki-laki mata keranjang. batin aric dengan kesal.


“Ganti bajunya sekarang,” tegas aric.


“Saya gak mau, lagian juga baju-baju saya kenapa kamu yang ribet,” protes vanesha.


“Seterah kamu aja saya tidak peduli kalo ada apa-apa sama kamu nanti,” kata aric dan dia langsung melewati vanesha begitu saja.


Vanesha langsung menyusul aric kearah mobil dan dia langsung masuk kedalam mobil, didalam mobil aric tidak mengucapkan kata apapun malah dia tidak fokus dengan penampilan vanesha malam ini.


Tanpa pikir panjang dia langsung membuka jas yang ia kenakan dan melemparkan jas tersebut kearah vanesha, vanesha bingung dengan tingkah laku bosnya kenapa aneh sekali?


“Pakai jas itu buat nutupin badan kamu, saya tidak suka kalo ada perempuan yang murahan seperti kamu,” cibir aric dengan nada tidak suka.


Vanesha langsung saja memakai jas yang diberikan kepada aric, akhirnya mereka berdua sampai ditempat tujuan. Dan mereka berdua langsung turun dari mobil menuju pintu acara tersebut.


Didalam sana aric langsung menghampiri teman bisnisnya sedangkan vanesha hanya melihat interaksi mereka dan acara pun dimulai. Saking semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing vanesha melihat seseorang yang bertingkah aneh, dia penasaran dengan orang itu? akhirnya vanesha mengikuti orang itu pergi.


Laki-laki itu memakai pakaian serba hitam dan dari tadi laki-laki itu sudah memiliki rencana untuk menghancurkan pesaing yang mengalahkan bosnya, tapi dia tidak tahu bahwa laki-laki itu sedang diikuti oleh satu perempuan yaitu vanesha. Awalnya vanesha tidak tertarik dengan laki-laki yang ia lihat tapi semakin ia mempertajam penglihatannya semakin ia mencurigainya, akhirnya vanesha mengikuti tempat yang dituju laki-laki itu?


Laki-laki yang memakai pakaian hitam tersebut masuk ke sebuah ruangan yang sangat gelap dan sampai sekarang vanesha masih mengikuti laki-laki itu? entah mau ngapain laki-laki itu berada disini tapi ia harus mencari tahu secepatnya. Ternyata laki-laki itu bertemu salah satu laki-laki yang memakai stelan jas sama persis seperti bosnya, tapi tunggu sepertinya dia pernah melihat laki-laki itu tapi dimana?


Siapa cowok itu? apa yang dia lakukan disini? dan untuk apa dia bersembunyi ditempat sepi seperti ini? batin vanesha dengan penuh tanda tanya.


Akhirnya laki-laki itu keluar dari interaksi mereka dan vanesha langsung bersembunyi, laki-laki tersebut adalah azriel yang sedang berinteraksi dengan anak buahnya. Selesai memberitahu rencana yang diberikan olehnya azriel pun keluar dari persembunyiannya dan menuju ke tempat acara. Sedangkan vanesha hanya melihat laki-laki tersebut dari arah belakang.


Vanesha langsung menuju ke tempat acara dan dia ingin mengetahui siapa laki-laki itu? saat ia mencari tahu siapa laki-laki itu ada aja halangan-nya.


“Kamu kemana aja dari tadi saya nyariin kamu?” tanya aric.

__ADS_1


“Saya tadi ke toilet,” jawab vanesha.


__ADS_2