BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Rencana Teror Misterius 3


__ADS_3

Saat mereka sedang menikmati sarapan pagi tiba-tiba saja sebuah bel berbunyi membuat mereka menatap, “Kamu lanjutkan saja sarapannya, saya yang akan membuka pintu!”


Bara beranjak dari kursi menuju pintu tersebut saat membuka ternyata kosong, lagi-lagi dia melihat kotak di ujung pintu. Kotak itu adalah kotak yang sama yang sempat ia liat walaupun lewat CCTV tapi dia yakin kalau orang itu sedang mendapatkan masalah dengannya.


Dengan cepat Bara menghubungi kaki tangannya untuk memberikan tugas, saat dia ingin masuk ke dalam rumah ternyata sebuah batu di lempar kearahnya membuat dirinya penasaran siapa yang berani macam-macam dengannya. Bara pikir hanya sebuah kotak yang datang melainkan batu kecil yang terdapat kertas, dia pun mengambil batu tersebut sambil membaca surat itu.


Bara hanya tersenyum saat melihat tulisan tersebut, pikirnya hanya menertawakan tulisan yang menurutnya sangat jelek. Apalagi di dalam tulisan tersebut terdapat sebuah ancaman membuat dirinya semakin penasaran siapa yang berani mengganggu kehidupannya.


“Dasar bodoh. Lanjutkan saja aksi teror meneror kalian kita liat saja siapa yang akan masuk perangkap, kalian atau saya. Bisanya main teror di rumah orang, gue pingin tau sampai di mana orang yang melakukan aksi teror ini,” batin Bara yang menatap ujung pagar yang dia ketahui bawa di sana ada seseorang.


Bara pun masuk dan menutup kembali pintu tersebut, sedangkan Mawar hanya menatap Bara saat lelaki itu sudah menghampiri dirinya.


“Siapa yang datang?” tanya Mawar yang penasaran dengan bel barusan.


“Hanya seekor kucing yang di tinggalkan di halaman rumah,”


Saat Bara membicarakan tentang kucing dia langsung menanyakan kucing tersebut, “Di mana kucingnya?”


“Kucing itu sudah diambil oleh pemiliknya katanya dia salah kirim alamat, jadi langsung pergi begitu saja!” ucap Bara yang berhasil menyakinkan Mawar, dia tidak mau kalau wanita ini khawatir dengan teror yang sudah terjadi pada kehidupannya.


Bara mengelus rambut Mawar. “Tidak masalah kucingnya pergi. Nanti kita akan mencari kucing yang lebih bagus dari kucing tadi,”


“Kamu serius ingin membeli kucing untukku,” urai Mawar membuat Bara mengangguk, dengan cepat Mawar memeluk Bara tanpa ia sadari bahwa Bara membalas pelukannya.


“Sampai kapanpun kamu akan tetap berada di sisiku, tidak ada satupun orang bisa mengganggu kamu. Kalau dia berani menyentuh kamu aku akan membuat hidupnya menderita,” batin Bara yang selalu mempunyai kebencian saat miliknya di sentuh oleh orang lain.


Mereka berdua akhirnya sampai di petshop terdekat, Mawar yang baru turun dari mobil langsung menarik tangan Bara untuk masuk ke tempat petshop tersebut.


“Selamat datang di petshop indah, ada yang bisa saya bantu mba... Mas!” ucap salah satu karyawan tersebut.

__ADS_1


“Saya ingin melihat kucing mba,” ucap Mawar. Dan karyawan tersebut langsung mengantarkan Mawar ke tempat hewan.


Saat Mawar mencari kucing yang wanita itu suka Bara hanya tersenyum saat kaki tangannya berhasil untuk mencari siapa yang meneror rumahnya, dia akan melakukan segala macam untuk melindungi Mawar walaupun wanita itu belum ada perasaan apapun tapi dia yakin untuk mencintai wanita itu.


Beberapa menit kemudian akhirnya Mawar mendapatkan kucing yang baginya sangat lucu, apalagi kucing yang di pilih Mawar sama persis dengan majikannya.


Bara menuju kasir, tidak hanya hewan kucing saja yang meraka beli tapi perlengkapannya juga. Di dalam mobil Bara hanya tersenyum saat melihat Mawar mengelus hewan berbulu tersebut.


“Kamu tidak mengatakan apapun setelah mendapatkan hewan lucu itu,” ucap Bara membuat Mawar melirik Bara.


“Terima kasih,”


“Hanya itu saja yang kamu ucapkan,”


Mawar mengerutkan dahi, memangnya dia harus mengatakan apa selain 'terima kasih'. Dengan cepat Mawar mendekati Bara sambil mencium pipi lelaki itu, membuat lelaki itu menghentikan mobil saat Mawar menciumnya secara tiba-tiba.


“Kamu kenapa malah membalas ciuman aku, aku hanya mengucap terima kasih dengan cara mencium pipi kamu. Malah kamu seenak jidat nya mencium bibir,” cetus Mawar sambil mengelap bibirnya yang sempat di cium Bara.


Bara hanya tersenyum puas saat Mawar tidak menolak ciuman yang dia berikan. “Memangnya kenapa? Buktinya kamu menikmati ciuman yang aku berikan,”


“Si–Siapa bilang, aku hanya...”


“Hanya menyukai ciuman yang saya berikan ke kamu, tidak masalah kamu tidak mengakuinya. Tapi kalau sudah saya memberikan ciuman itu ke kamu tandanya kamu sudah menjadi milikku bukan milik orang lain,” tutur Bara dengan santainya bicara seperti itu, apa lelaki itu tidak tau kalau detak jantungnya kembali berdetak lagi.


***


Bara yang melihat Mawar memainkan kucing langsung merebutnya membuat Mawar menatap lelaki itu dengan tajam, “Kenapa kamu letakan kucing itu di sana, aku 'kan ingin mengelus kucing itu lagi!”


“Tidak boleh. Lagian dia hanya hewan kenapa kamu lebih menyayangi hewan tersebut bukan diriku,” ucap Bara membuat Mawar bingung, lelaki ini kenapa? Kenapa dia bisa cemburu dengan hewan?

__ADS_1


Bara menarik Mawar untuk masuk ke dalam pelukannya, Mawar hanya bingung saja dengan perilaku Bara. Perasaan sifat Bara tidak seperti ini, lelaki itu sifatnya sangat cuek bukan manja seperti sekarang.


Bara menatap Mawar. “Mawar mari menikah denganku,”


Deg!


“Menikah? Apa dia tidak salah dengar sama ucapan Bara, apa lelaki itu serius dengan ucapannya. Apa dia tidak tau kalau dirinya tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun saat dia mengalami kegagalan dalam percintaan,” pikirnya saat Bara secara tiba-tiba membicarakan niat baiknya.


Bara melepaskan pelukannya sambil menatap Mawar, “Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak menyukaiku atau kamu masih ingat dengan lelaki itu!”


Mawar sekarang tidak bisa berbuat apapun, apakah dia harus menerimanya atau menolak. Kalau seperti ini dia yang bimbang saat lelaki itu ingin menunggu jawaban dari mulutnya.


Sebelum Mawar mengambil keputusan dia menarik nafasnya dan membuangnya kembali. “Aku butuh waktu untuk ucapan kamu, kamu tau kalau aku pernah gagal untuk urusan cinta. Kalau kamu kuat untuk menungguku tidak masalah tapi kalau kamu tidak kuat lebih baik cari yang lain saja!”


Bara beralih menatap lurus. “Saya akan menunggu kamu sampai kamu siap untuk menerima saya, walaupun jawaban kamu nanti akan menolak ku tidak masalah. Yang penting saya sudah bicara tentang niat saya ke kamu, jangan terlalu buru-buru mengambil keputusan tentang ucapan aku. Aku selalu menunggu kamu,”


Apa dia tidak salah dengar kalau lelaki ini akan menunggu dirinya, tapi kalau dia mengecewakan lelaki ini gimana. Apa dia bisa mendapatkan lelaki baik seperti dia lagi, malah di dalam hatinya menyuruh untuk menerima Bara tapi mulutnya belum bisa melakukan itu.


Mereka berdua saling diam saat melakukan makan malam, semenjak Bara mengungkapkan perasaannya Mawar hanya diam tanpa bicara apapun kepada Bara. Dia hanya takut kalau melukai lelaki itu, lelaki baik seperti Bara tidak bisa di sakiti oleh siapapun.


Selesai makan Bara menatap Mawar. “Malam ini saya ingin keluar kamu hati-hati di rumah, kalau ada hal yang mencurigakan ataupun meneror kamu lagi. Kamu langsung kabarin aku, jangan sampai kamu yang melakukan hal teror ini sendiri!”


“Iya. Aku akan selalu mengingat perkataan kamu,” Bara berdiri dari kursi menuju Mawar, lelaki itu langsung mencium kening Mawar dengan lembut. Setelah itu dia langsung pergi saat dia sudah memberitahu Mawar.


“Apa kamu sudah mendapatkan bukti yang sudah meneror wanitaku,” ucap Bara membuat kaki tangannya menunjukan sebuah rekaman vidio yang terdapat dua wanita sedang berbincang, sayangnya wajah dua wanita itu tidak terlihat karena posisinya sangat gelap jadi hanya mendengar suaranya saja.


“Kamu teruskan mencari bukti itu, saya ingin kamu menangkap dua wanita itu. Kalau kamu berhasil kamu kabarin saya supaya saya bisa melihat wanita itu,”


“Baik pak,” kaki tangan Bara langsung pergi untuk melanjutkan misi yang selanjutnya, sedangkan Bara kembali ke rumah supaya wanitanya baik-baik saja saat bersama dirinya.

__ADS_1


__ADS_2