BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Kamu? Buat Apa Kamu Melakukan Ini!


__ADS_3

Di ruangan kantor dua pria sedang serius membahas tentang penculikan Vanesha, semenjak kejadian kemarin Aric langsung memerintahkan Lucky untuk mencari keberadaan istrinya. Tapi saat mengetahui hasil kerja Lucky dia sangat kecewa apalagi dirinya sudah sangat mencemaskan Vanesha.


“Apa kamu sudah mencari tau keberadaan Vanesha,” ucap Aric yang ditanyakan Aric malah diam sambil menundukkan pandangannya.


“Saya sedang bertanya sama kamu, kenapa kamu diam saja!” ucap Aric yang kesal dengan Lucky yang tidak menjawab perkataannya.


“Mohon maaf pak, saya sudah berusaha untuk mencari keberadaan Bu Vanesha! Tapi saya sama sekali tidak mendapatkan jejak satupun,” jelas Lucky yang merasa bersalah kepada bosnya.


Aric menghela nafas saat mengetahui bahwa Lucky belum berhasil untuk bukti apapun. “Sekarang kamu ada dimana Vanesha? Saya khawatir sama keadaan kamu,” batin Aric.


Di tempat lain Vanesha sedang menatap ruangan yang sangat kosong dan gelap, ruangan ini sangat menyeramkan di bandingkan tempat yang dia kunjungi. Yang tidak habis pikir kenapa dia bisa berada di sini? Beberapa menit kemudian seorang perempuan sedang menatap Vanesha dari kejauhan, wanita itu baru saja bangun dari obat bius yang dia berikan.


“Vanesha! Selamat datang di tempat penuh kebencian, gimana rasanya kamu berada di tempat kosong dan gelap!” suara itu sangat nyaring saat ruangan ini kedap suara, apalagi suara itu membuat dirinya teringat seseorang tapi siapa orang yang berani menculik dirinya.


“Kamu siapa? Kenapa kamu berani menculik ku, kamu mau apa dari aku!” tantang Vanesha saat dia sudah kesal dengan suara yang selalu mengganggu telinganya.


“Xixi! Siapa aku? Sepertinya kamu tidak perlu tau siapa saya, yang penting saya berhasil menyekap kamu! So saya akan melukai kamu secepatnya,” pungkas perempuan itu yang dirinya saja tidak mengetahui orang itu siapa.


“Kamu jangan macam-macam sama saya, saya akan melaporkan kamu ke polisi kalau kamu sampai menyentuh saya!” ucap Vanesha yang semakin nantang dengan penculiknya.


“Saya tidak akan pernah takut sama ancaman kamu, oh ia saya baru ingat bahwa kamu sedang hamil. Sepertinya menyenangkan kalau saya melukai keduanya,” ucap perempuan itu membuat Vanesha memegangi perutnya.


“Tenang saja Vanesha saya tidak akan melukai anak kamu, sebelum kamu melahirkan aku tidak akan menyiksa kamu! Tapi kalau aku mau aku akan melukai kamu terlebih dahulu,” kata wanita itu membuat Vanesha merasa ketakutan, dia harus tetap tenang demi anaknya.


“Anak bunda baik-baik aja ya di sana, bunda janji tidak akan ada yang berani menyentuh kamu!” ucap Vanesha pelan, seakan-akan dia sedang berbicara dengan anaknya.


Seorang lelaki menghampiri perempuan yang selalu menatap bosnya. “Kamu jaga dia baik-baik jangan sampai kamu membantu dia keluar dari sini!” kata wanita itu dengan penuh peringatan.


“Maafkan saya mba, saya tidak bermaksud melakukan ini! Saya terpaksa membawa mba kemari, semoga suami mba bisa membaca puisi yang saya berikan ke mba. Karena di dalam puisi tersebut terdapat alamat yang saya berikan,” batin lelaki itu yang merasakan sakit saat anak dari bosnya di perlakukan yang tidak layak.

__ADS_1


***


“Apa kamu masih belum mendapatkan bukti apapun,” ucap Aric yang masih kabar dari Lucky, jawaban Lucky hanya menggeleng. Dia sudah melakukan berbagai cara tapi belum mendapatkan apapun.


Tiba-tiba saja dia teringat Sersan, teman kuliahnya Vanesha dengan cepat dia menghubungi pria itu. Akhirnya lelaki itu bisa di hubungi.


“Ada apa? Lu kangen ya sama gue,” kata Sersan dengan penuh percaya diri.


“Gue lagi serius malah dibuat bercanda lagi lu,” ucap Aric dengan kesal.


“Sorry. Ada masalah apa lu hubungi gue, gue udah tidak pernah mengganggu Vanesha lagi!” jawab Sersan.


“Gue butuh bantu lu,” belum juga Sersan menjawab Aric sudah memberitahu bahwa Vanesha di culik, Sersan yang mendapatkan kabar dari Aric langsung membantu mencari Vanesha.


“Oke! Gue bakal bantuin lu untuk mencari Vanesha, lu tenang aja masalah penculikan itu bakal gue dapatkan!” kata Sersan membuat Aric mengangguk.


Lelaki itu membuka pintu ruangan yang terdapat Vanesha, dia masuk ke ruangan tersebut untuk memberikan makanan. Saat sampai di depan Vanesha lelaki itu memandang kasihan kepada Vanesha, perempuan itu begitu lemah apalagi wanita licik itu dengan mudahnya melukai wajah Vanesha.


“Mba maafkan saya, saya tidak bermaksud melakukan ini. Kalau saya tau wanita licik itu melukai mba saya tidak akan mungkin membawa mba ke sini,” batik lelaki itu saat lelaki itu ingin melangkahkan keluar Vanesha dengan sigap membuka masker yang di pakai lelaki itu, membuat lelaki itu terkejut saat penutup wajahnya di buka.


“Frey,” tidak Frey saja yang terkejut Vanesha pun sama, kenapa lelaki ini melakukan kejahatan kepadanya.


“Kamu kenapa melakukan ini sama saya, salah saya apa sama kamu. Apa saya sama ayah saya membuat kamu kesal atau apa?” cela Vanesha.


Frey malah terdiam sambil menunduk, dia memang salah sudah menculik Vanesha dan dirinya tidak membenci keluarga Alison malah dia sangat beruntung mendapatkan majikan seperti Alison.


“Jawab saya Frey,” erang Vanesha yang sudah emosi saat orang kepercayaan ayahnya melakukan tindakan kejahatan.


“Karena dia yang saya suruh untuk menculik kamu,” tukas Jesica yang sedang menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


“Kamu? Buat apa kamu melakukan ini! Salah saya apa sama kalian berdua,” decak Vanesha yang dia tau bahwa Jesica ibu tirinya melakukan kejahatan yang begitu kejam.


“Mungkin Frey tidak ada masalah sama kamu tapi saya yang punya masalah sama kamu,” ucap Jesica sambil mendekati wajah Vanesha.


“Kenapa kamu melakukan ini sama saya, kamu tidak puas melukai orang tua saya. Dan kamu mau melakukan hal itu sama saya,” erang Vanesha yang sudah sangat emosi.


Jesica langsung tertawa puas saat perkataan Vanesha sangat tepat, jadi dia tidak perlu repot-repot memberitahu rencana yang dia lakukan.


“Sepertinya ucapan kamu sangat tepat sasaran, memang dari dulu saya ingin menghancurkan keluarga Alison. Kamu tau alasannya kenapa saya membenci keluarga kamu,” Vanesha masih mendengar perkataan Jesica, perempuan itu benar-benar sudah tidak waras otaknya sudah tidak normal.


“Karena ayah kamu sudah menghancurkan perusahaan keluarga saya, gara-gara Alison saya kalah dalam bisnis. Karena saat itu saya membenci ayah kamu–” perempuan itu menatap Vanesha dengan dingin. “Tidak itu saja keluarga kamu membuat hidupku menderita sampai-sampai saya hamil tanpa suami, itu semua gara-gara ALISON!” Jesica sangat murka saat mengingat kejadian masa lalu, dia pernah mendengar cerita kejadian masa lalu dari ibunya tapi alur cerita yang di ceritakan ibunya bukan seperti ini. Apa ibunya sudah berbohong kepadanya?


“Sekarang saya akan membalaskan dendam saya sama kamu, karena kamu masih anak kandung Alison orang yang saya benci!” decit Jesica yang menyuruh Frey keluar dari tempat ini.


Frey yang melihat Vanesha disiksa seperti itu tidak tega dan dia pergi keluar untuk menelpon seseorang, dia tidak mau melakukan kejahatan lagi. Dia harus menelpon seseorang untuk membantu Vanesha karena baginya keluarga Alison sudah sangat membantu dirinya.


Akhirnya dia berhasil menelpon seseorang untuk membantu Vanesha, lelaki yang di perintahkan Frey untuk ke rumah Vanesha buat memberitahu keberadaan Vanesha.


Ting.. Nong


Lelaki itu menekan bel yang berada di sebelah pintu, sedangkan pemilik rumah sedang menuju suara bel tersebut. Saat Lucky membuka pintu ternyata tidak ada orang sama sekali hanya ada sebuah kotak yang menurut dia sangat aneh, tanpa pikir panjang dia membawa kotak tersebut dan memberikan kotak itu ke bosnya.


“Siapa yang datang?” tanya Aric, Lucky tidak menjawab malah memberikan kotak kepada Aric.


Aric membuka kotak tersebut, lagi-lagi kotak itu terdiri dari boneka sama surat yang isinya puisi. Saat mengingat puisi yang sempat ia baca dia langsung menuju kotak yang sempat ia temukan di ruang tamu, sedangkan Lucky hanya menatap bosnya saja.


Ternyata benar tebakan dirinya tidak salah kalau Vanesha di culik dan penculik itu memberikan pesan lewat puisi, sekarang dia sudah mengetahui dimana istrinya berada.


“Kamu hubungi Sersan suruh dia memanggil polisi dan juga anak buahnya,” perintah Aric membuat Lucky hanya mengikuti kemauan bosnya.

__ADS_1


__ADS_2