BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Membatalkan Secara Sepihak


__ADS_3

Eliot dengan putrinya langsung pergi untuk menemui keluarga Bara, dirinya sudah sepakat untuk membatalkan pertunangan putrinya. Mobil yang di kendarai sampai di rumah berwarna putih mengkilat, mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah tersebut.


Pemilik rumah tersebut menghampiri mereka berdua, dan mempersilakan tamu tersebut untuk duduk. Dia memberitahu Bara untuk menemui mereka, dengan langkah malas Bara datang menemui keluarga mereka.


"Saya senang bapak dan Keysa datang kemari, bukannya pertunangannya sudah dibicarakan." ucap Manda menatap kearah mereka berdua.


"Mohon maaf untuk ibu sama bapak, saya datang kemari bukan membahas pertunangan melainkan ingin membatalkan pertunangan." jelas Eliot membuat mereka semua terkejut dengan perkataan Eliot.


Tidak hanya orang tua Bara saja yang kaget mengenai ini tapi Bara pun, ada sedikit kebahagiaan di dalam hatinya tapi dia masih merasa bersalah dengan orang tuanya.


"Memangnya kenapa? Kenapa pak Eliot ingin membatalkan pertunangan ini," ujar Manda yang sedikit kecewa dengan besannya.


Eliot menatap Keysa yang sedang terdiam, Eliot menyuruh Keysa untuk bicara tentang keinginannya. Keysa yang mengerti dengan tatapan ayahnya langsung menatap orang tuanya Bara.


"Mohon maaf tante atas perbuatan yang saya lakukan, terima kasih tante sudah menjadi ibu Keysa. Walaupun tante bukan ibu kandung Keysa tapi saya sudah menganggap kalian berdua seperti orang tua Keysa. Sekali lagi Keysa mohon maaf atas perbuatan Keysa dan ayah, Keysa tidak bisa melanjutkan pertunangan ini karena Keysa tidak mencintai Bara melainkan seorang pria yang sudah Keysa tunggu dari dulu..." Keysa menahan ucapannya supaya dia bisa menahan nafas.


"Keysa menganggap Bara seperti seorang sahabat bukan lebih, Keysa dan Bara mencintai pasangan kita masing-masing Keysa tidak mau di antara kita tersakiti apalagi menyakiti orang yang kita cintai." sambung Keysa membuat Ridwan tersenyum, Keysa wanita yang jujur dengan hatinya.


Ridwan, Bara pada menatap kearah Manda. Dia masih menunggu jawaban Manda, saat Keysa bicara untuk membatalkan pertunangan Manda hanya diam sambil mencerna perkataan Keysa.


"Tante juga minta maaf sama kamu Keysa, gara-gara tante kamu mengalami seperti ini. Kalau memang ini yang terbaik untuk kamu tante akan menerima keputusan kamu," Keysa yang mendengar perkataan Manda begitu senang, tidak hanya Keysa saja melainkan ketiga laki-laki yang kaget dengan jawaban yang diberikan Manda.


Selesai membicarakan masalah pertunangan Keysa dan juga ayahnya pamit pulang, Manda tanpa bicara apapun langsung menuju kamar. Bara yang mendapatkan kabar baik ini langsung menghubungi Mawar, dia ingin sekali bertemu dengan wanitanya.


Pasti gara-gara wanita itu, gara-gara wanita yang menyebabkan pertunangan Bara dan Keysa batal. Saya akan membalas perbuatan kamu Mawar, saya akan menghancurkan hubungan kalian.


Keysa senang karena sudah membatalkan pertunangan ini, dia tidak ingin menghancurkan hubungan antara Bara dan Mawar. Apalagi mereka berdua saling mencintai.

__ADS_1


"Keysa, ayah yakin pasti ada alasan kenapa kamu membatalkan pertunangan ini. Tidak mungkinkan kalau tentang Alaska," Keysa tersenyum saat ayahnya mengetahui niat baiknya, dia bahagia mendapatkan Eliot.


"Ayah benar, alasanku bukan Alaska saja melainkan ada hati yang harus aku satukan..." Keysa berhenti sejenak sambil menatap kearah samping. "Waktu itu aku sempat bertemu dengan pacarnya Bara, wanita itu seorang janda. Gara-gara status wanita itu tante Manda tidak menyukainya, aku ingin membantu mereka untuk menyakinkan tante Manda supaya menerima Mawar." Keysa menatap Eliot saat laki-laki itu tersenyum.


Keysa memeluk Eliot dan tangan cowok itu mengelus rambut Keysa. Ayah tidak menyangka kalau kamu sudah dewasa, ayah berharap kalau kamu baik-baik saja. Ayah akan selalu mendukung kamu apapun yang kamu berikan ayah akan selalu ada untuk kamu.


Mawar yang mendapatkan kabar dari Bara bahwa pertunangan mereka di batalkan, ada rasa bahagia di hatinya tapi dia mengingat tante Manda bahwa wanita itu tidak menyukainya.


Di saat cobaan ini sudah selesai masih ada ujian yang harus aku lewati, tidak satu saja badai yang datang tapi masih banyak badai yang menunggunya.


...- * - * - * - * - * - * - * -...


Kedua pasangan kekasih sedang menikmati angin di sore hari, dua pasangan itu merasakan kebahagiaan setelah sekian lama tidak berjumpa. Mereka berdua akan menikmati masa indah yang sudah dia lewati, selama ini mereka hanya mementingkan diri mereka masing-masing.


"Keysa, aku ikut senang dengan kamu membatalkan pertunangan ini. Aku bahagia mendapatkan kamu lagi, tapi gimana dengan hubungan Bara. Apa kamu masih ingin membantu mereka," Keysa mengubah posisinya dan menatap Alaska.


"Aku akan membantu kamu, aku tidak mau kamu melakukan ini dengan sendiri. Kalau nanti tante Manda tidak luluh juga kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi sama hubungan mereka," kata Alaska. Yang dikatakan Alaska benar, kalau memang tante Manda tidak bisa luluh dirinya tidak bisa membantunya.


"Ada apa Ava? Kenapa dengan wajah kamu?" tanya Mawar penasaran. Dia hanya menatap Ava saat wajah sekretarisnya semakin aneh.


Ava memberikan pesan untuk seseorang dan pintu ruangan Mawar terbuka, di ambang pintu sudah ada seorang laki-laki yang tersenyum kearah Mawar.


"Bara," gumam Mawar yang tidak percaya kalau Bara datang untuk menemuinya.


"Terima kasih Ava kamu sudah membantu saya," ucap Bara yang menatap kearah Ava, sedangkan Ava hanya tersenyum dengan jawabannya.


Ava meminta izin kepada Bara dan Mawar untuk kembali, setelah melihat Ava pergi dia pun menghampiri Mawar yang masih menatapnya. Dirinya mengecup kening Mawar dan memberikan sebuah bunga kepada kekasihnya.

__ADS_1


"Happy anniversary sayang, semoga hubungan kita kedepannya baik-baik saja." Mawar terpaku dengan hadiah yang diberikan Bara, dia tidak menyangka kalau Bara bisa seromantis ini.


"Kenapa kamu tidak ambil hadiahku, apa kamu tidak menyukainya." ujar Bara yang memasang wajah sedih, Mawar yang melihat itu hanya bisa tertawa dan dia pun menerima hadiah yang diberikan Bara.


"makasih. Makasih kamu sudah bertahan sejauh ini, maaf aku belum bisa menjadi yang terbaik untuk kamu." Bara dengan cepat menggeleng, perkataan Mawar tidak benar. Mawar sudah menjadi wanita sempurna dan wanita yang paling berharga yang dia miliki.


"Aku tidak butuh wanita sempurna, kamu sudah sempurna dimata aku jadi kamu tidak boleh ngomong seperti itu." kata Bara yang masih memeluk Mawar. Dia pun melepaskan pelukan mereka dan duduk di sofa.


"Kamu berhenti dulu ya kerjanya, lebih baik kita makan kue." ajak Bara yang di setujui oleh Mawar, dia mengambil kue yang sudah di potong oleh Bara dan cowok itu menyuapi dirinya.


Mawar terima kasih kamu selalu ada untuk aku, aku beruntung punya kamu. Aku akan selalu ada untuk kamu sampai kita menikah dan punya anak.


Di sisi lain Manda sudah mempunyai rencana jahat untuk menghancurkan hubungan Bara, walaupun pertunangannya dihancur pasti dia yakin kalau pertunangan hancur gara-gara wanita itu.


Mobil yang di kendarai Bara sampai di perkarangan rumah, sebelum turun Bara menatap Mawar saat wanita itu menatap kearah lain.


Aduh ini kenapa Bara menatap aku seperti itu, apa dia tidak tau kalau dirinya gugup di depan pria itu.


"Sayang, aku di sini loh! Kenapa kamu menatap kearah lain," ucap Bara dengan manja, dia pun mendekati wajahnya untuk mengecup pipi Mawar.


Sedangkan wanita itu hanya diam saat mendapatkan perlakuan dari Bara, tangan Mawar tidak sengaja memukul dada bidang Bara. Apa-apaan coba dia melakukan itu, apa dia tidak tau kalau jantungnya sudah gugup.


"Siapa suruh punya pipi cabi, aku 'kan makin gemes sama kamu." goda Bara sambil mencubit pipi Mawar yang semakin hari semakin tembem.


"Bara sakit," ucap Mawar dengan kesal dan Bara hanya tertawa melihat wanitanya kesal.


"Iya.. Iya maaf! Ya sudah kalau gitu kamu istirahat kalau ada apa-apa kamu bilang sama aku," kata Bara membuat Mawar mengangguk. Mawar membuka pintu mobil dan melambaikan tangan kearah Bara saat mobil kekasihnya sudah pergi.

__ADS_1


__ADS_2