BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Seperti Mengenalnya


__ADS_3

Mawar yang lagi asik dengan santapannya tidak sengaja melihat seseorang yang sedang duduk di depannya, dia pun menatap orang itu saat orang itu menatapnya balik.


Orang itu menyapa Mawar dengan senyuman sedangkan Mawar hanya acuh saat di sapa, yang dia pikirkan saat ini adalah makan bukan orang ini.


"Sepertinya saya pernah melihat kamu," ucap laki-laki itu membuat Mawar mendongak, dan dia kembali melanjutkan sarapannya.


"Mungkin anda salah orang," tukas Mawar yang masih fokus dengan santapannya. Laki-laki itu menatap wajah Mawar dengan detail, dari matanya, wajahnya dan juga bibir sama persis dengan seseorang di masa lalunya.


Orang itu kembali menatap jendela. "Kamu benar saya salah orang," orang itu menghentikan sarapannya dan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Mawar.


"Nama saya Raihan kamu bisa panggil saya Rai, nama kamu siapa?"


"Mawar," jawab Mawar dengan nada tidak suka dan laki-laki itu menarik tangannya kembali.


"Nama yang bagus," gumam Rai yang masih memandang Mawar. Selesai sarapan Mawar pamit dari kantin tersebut, dia kira laki-laki itu tidak mengikutinya tapi kenyataannya laki-laki malah mengikuti dirinya.


Mawar menghentikan langkah kakinya saat langkah kaki Rai terhenti dan Mawar menatap kearah Rai. "Kenapa kamu mengikuti saya." kata Mawar dengan nada tinggi dan Rai hanya tersenyum saat mendengar ucapan Mawar.


"Saya tidak mengikuti kamu, saya datang kemari untuk bertemu seseorang." Rai menjawabnya dengan santai membuat wajah Mawar memerah akibat menahan malu, Rai langsung melewati Mawar saat wanita itu masih terdiam sambil menyembunyikan wajahnya.


Rai tanpa mengetuk pintu itu langsung masuk membuat orang itu menatap Rai dengan datar. "Saya sudah bilang sama kamu kalau masuk ke ruangan saya ketuk pintu dulu bukan main masuk aja." erang Bara membuat Rai tertawa kecil dan Rai tanpa meminta persetujuan Bara dia dengan santainya duduk di sofa.


"Mau apa kamu kemari?" tanya Bara yang tidak menyukai kedatangan Rai, Rai bukannya menjawab malah dia menyalakan televisi yang berada di ruangan Bara.


"Saya sedang bicara sama kam..." suara pintu ruangannya terbuka dan di sana dia melihat Mawar yang masih berdiri, Bara semaksimal mungkin mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa marah-marah?" Mawar berjalan kearah Bara saat laki-laki itu hanya menjawab dengan senyuman, sedangkan Rai tidak menyangka kalau wanita yang sempat ia temui di kantin berada di depannya.


"Kamu?" Mawar kaget saat laki-laki itu berada di kantor kekasihnya, Rai hanya menampakkan senyuman saat dia melihat Mawar.


"Sepertinya kita ditakdirkan berjodoh buktinya saja kita bertemu kembali," ujar Rai dengan santai, Bara hanya menatap kearah mereka berdua dengan bingung.


Apa mereka berdua sudah saling kenal.


"Kalian sudah saling mengenal," bola mata mereka berdua menatap kearah Bara dan mereka berdua menjawab 'Iya' secara bersamaan.


"Sudah saya katakan kalau kita berdua memang berjodoh buktinya saja ucapan kita kompak," Mawar memutar bola matanya dengan malas, semakin lama dia di sini semakin dia stres berurusan dengan pria ini.


"Dia cuman punya gue," tukas Bara yang tidak menyukai kalau miliknya di sukai orang lain.


"Haha lu tenang aja gue gak bakal ngambil cewek lu," Rai menghampiri Bara saat pria itu kembali ke posisi semula dan Rai memberikan sebuah dokumen kepada pemilik perusahaan.


Rai menatap Mawar saat wanita itu sibuk dengan handphone dan dia membisikan sesuatu ke telinga Bara. "Wanita lu cantik juga, kalau lu sudah bosan sama dia bagi tau gue ya." Bara yang mendengar pengakuan Rai langsung menatap tajam Rai.


"Kepala lu gue penggal dulu baru lu bisa mendapatkan dia," kata Bara kesal, gimana tidak kesal Rai berucap seperti itu.


Rai menepuk pundak Bara. "Lu tenang aja gue gak akan ganggu hubungan lu sama dia, tapi kalau lu melepaskan dia gue bakal maju untuk mendapatkan dia." Rai tertawa puas saat Bara melempar barang yang berada di meja kerjanya dan dia menutup kembali pintu tersebut.


***


"Gimana sama tante Manda apa dia baik-baik saja," Alaska menatap Keysa saat wanita itu menatap kearah lain.

__ADS_1


"Terakhir kali aku liat dia, kondisinya seperti wanita gila. Mungkin seperti punya penyakit kelainan jiwa jadi sifatnya tidak waras," ucap Alaska sambil membayangkan Manda di dalam penjara.


"Apa separah itu," Alaska mengelus rambut Keysa saat wanita ini begitu menggemaskan.


"Tidak usah kamu pikirkan yang penting hubungan Bara dan Mawar baik-baik saja," Alaska mendekati Keysa. "Sekarang yang kamu pikirkan hubungan kita bukan hubungan orang lain, cepat atau lambat kamu akan jadi milik aku." Keysa mendorong Alaska saat dirinya merasakan sesuatu yang mengerikan.


"Iya aku tau," Alaska melihat Keysa saat wanita itu membuang wajahnya, dia tersenyum senang melihat Keysa seperti itu.


Alaska mengantarkan Keysa kembali ke rumah, dan dia menuju ke sesuatu tempat untuk menenangkan dirinya. Dirinya menatap kearah rumah yang dulu ia rindukan tapi rumah itu sudah tidak ada kenangan lagi.


Dia pun masuk ke dalam rumah itu dan dia hanya melihat peralatan rumah tangga yang masih utuh, di sana dia menatap berbagai foto yang begitu rapih membuat dirinya tersenyum saat menatap foto tersebut.


Aku merindukan kalian semua, aku ingin kembali ke masa lalu. Aku tau hal seperti itu tidak mungkin terjadi, andai kalian berada di sini mungkin aku sangat bahagia melihat kalian semua.


Langkah kaki Alaska terhenti saat melihat sebuah boneka yang di pajang di lemari, dia pun mendekati lemari tersebut dan menyentuh tangannya tepat di boneka itu.


Aku merindukan kamu, sekarang kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja.


Dia hanya teringat masa lalunya, masa lalu yang terus bersama gadis cantik itu. Dia tidak bisa berharap untuk menemukan gadis itu kembali, dia saja tidak tau dimana gadis itu apa dia harus mencarinya lagi.


Butuh waktu untuk melupakan kalian tapi sampai sekarang aku tidak bisa melupakan kalian, apa dunia ini tidak bisa berpihak kepadaku. Apa kalian tidak bisa datang bertemu denganku lagi, bahagia seperti dulu lagi.


Kenangan itu sulit untuk dia lupakan dan dia pun menghela nafasnya supaya dia bisa kuat menjalani semuanya, dia pun berusaha untuk pergi dari kenangannya dan dia akan memulai kehidupan baru bukan mengingat masa lalunya.


Di lain sisi seseorang sedang mengamati dirinya dan menatapnya dari belakang, dia tidak bisa mendekatinya lagi dan dia hanya bisa menatap pria itu dari kejauhan.

__ADS_1


Aku tau kamu pasti akan kembali dan aku tau kamu akan datang menemui rumah itu lagi, tapi sekarang takdir berkata lain aku tidak mungkin bersama kamu lagi. Dan kita akan tetap menjadi orang asing, tanpa kamu ketahui aku akan selalu menunggu kedatangan kamu Alaska.


Wanita itu berbalik arah dan pergi dari rumah tersebut, rumah itulah satu-satunya saksi bisu hubungan mereka berdua. Sebelum mereka sepakat untuk pergi dan mereka tidak tau bahwa ada cinta dari diri mereka berdua, seketika takdir itu merubah jalan kehidupan mereka dan membuat kehidupan mereka menjadi orang asing yang tidak saling bertemu.


__ADS_2