
“Bu, yakin mau ke sana?” tanya Ava.
Mawar tersenyum kearah Ava. “Saya yakin. Kamu tenang saja, saya akan baik-baik aja. Tidak ada satupun orang yang berani menyentuh saya jadi kamu jangan mengkhawatirkan saya,”
Ava berharap seperti itu, tapi dia tidak yakin kalau bosnya akan baik-baik aja. Sampai di tempat tujuan Mawar duduk di kursi kafe yang tidak jauh dari wanita yang sudah meneror dirinya, malah wanita itu sedang menunggu korban yang dia teror hampir dua jam wanita itu tidak kunjung datang. Dari kejauhan Mawar sudah membayar seorang wanita untuk menggantikan dirinya.
Wanita itu malah menatap wanita yang dia yakin kalau wanita itu adalah Mawar, sedangkan Mawar hanya menatap interaksi mereka berdua.
“Kamu tidak bosan meneror ku, apa kamu tidak ada kerjaan untuk melakukan ini padaku. Atau jangan-jangan kamu iri sama kehidupan yang aku punya,” ucap wanita itu yang membuat Erika kesal.
“Xixi. Gue iri sama lu tidak mungkin. Gue tidak suka melihat lu dekat dengan Andre, karena gue sudah mengenal dia jadi gue harap lu jauh-jauh dari kehidupan Andre!”
“Ingat ucapan saya, saya tidak akan pernah menyentuh lelaki yang sudah menjadi bekas saya. Apa kamu bangga punya pria yang sudah saya sentuh, kalau saya jadi kamu saya tidak mau bertemu dengan lelaki bekas yang pernah saya pakai. Lebih baik saya mencari lelaki yang belum pernah saya sentuh dari pada kamu dengan bangganya bicara kalau Andre punya kamu...” Erika yang terus mengontrol emosinya sambil menatap Mawar.
Wanita itu menghela nafas sambil minum kopi yang sempat ia pesan, “Kamu cantik, penampilan kamu oke. Kalau saya seperti kamu saya akan mencari lelaki yang lebih dari Andre dan wanita berkelas tidak akan melakukan perbuatan licik seperti kamu!”
Kata terakhir yang di ucapkan wanita itu membuat Erika murka dan saat Erika ingin menampar Mawar sudah di tahan oleh salah satu satpam kafe, membuat Mawar senang saat wanita itu masuk ke perangkapnya.
“Mohon maaf mba. Kalau mau ribut jangan di sini, kalian berdua menganggu pengunjung kafe ini. Lebih baik kalian keluar dari sini,” ujar satpam tersebut membuat Erika malu saat dirinya di lihatin banyak orang.
Wanita bayaran Mawar langsung menghampiri bosnya, sedangkan Mawar langsung memberikan uang sebagai gantinya.
“Saya suka sama akting kamu, lain kali kalau saya butuh kamu saya akan menelpon kamu lagi!”
“Kamu tenang saja, saya akan bantu kamu. Membantu kamu untuk menghancurkan wanita itu,” Wanita bayaran Mawar membuka amplop yang di berikan Mawar, dia tidak sia-sia melakukan itu dan bayarannya sangat memuaskan.
“Kalau gitu saya duluan,” ucap wanita itu membuat Mawar mengangguk. Mawar hanya tersenyum puas saat rencananya berhasil, dia ingin tau apakah wanita itu akan meneror dirinya lagi atau tidak.
Di pinggir jalan kota dia melihat sebuah mobil yang tidak jauh dari tempatnya, dia hanya acuh dengan mobil itu tapi saat dia ingin turun dari mobil ternyata mobil itu gerak dan Mawar hanya memperhatikannya saja. Baru juga ia ingin melangkah pemilik mobil tersebut keluar, di sana dia melihat Andre dengan wanita baru.
__ADS_1
“Menjijikan,” pikirnya saat Andre menatap kearahnya, dengan cepat Andre menghampiri Mawar membuat Mawar pergi. Dengan cepat Andre menarik tangan Mawar membuat wanita itu bertabrakan dengan dada bidang Andre.
“Lepasin,” tegas Mawar yang mencoba melepaskan tangan Andre.
“Saya tidak akan lepaskan kamu,” Andre terus mempererat pelukannya, dengan cepat Mawar menendang kaki Andre membuat lelaki itu kesakitan.
“Mawar tunggu,” saat dia melihat Mawar pergi.
“Kamu mau ngapain ngikutin saya, saya sudah tidak ada urusan dengan kamu. Jadi saya harap kamu tidak akan pernah muncul dalam kehidupan saya,”
“Aku ingin kamu kembali... Kembali seperti dulu lagi,” langkah kaki Mawar terhenti saat Andre bicara tentang masa lalu mereka, dan Mawar menghampiri Andre.
“Sampai kapanpun saya tidak akan pernah kembali dengan pria seperti kamu,” Mawar pun pergi ketempat yang sudah ada janji dengan orang lain, Andre hanya menatap kepergian Mawar saat dirinya menyesal sudah melepaskan wanita itu.
***
“Boleh saya tebak kalau kamu sedang gagal dengan rencana yang kamu buat,” Erika mendongak dan menatap wanita yang umurnya sudah terbilang dewasa.
“Maksud kamu apa,”
Wanita itu hanya tertawa sambil menatap kearah Erika, “Saya bisa bantu kamu!” tawar wanita asing tersebut.
“Kamu bisa membantu saya. Tidak mungkin, saya saja tidak mengenal kamu gimana saya bisa percaya sama kamu!” ucap Erika yang meremehkan wanita aneh yang ada di hadapannya.
Wanita itu mendekati Erika sambil mengepal tangan saat mengenai wajah Erika, “Kamu meremehkan saya, tidak masalah. Yang butuh bantuan kamu bukan saya dari pada saya di sini lebih baik saya pergi!”
Saat wanita itu ingin pergi sudah di tahan oleh Erika, “Oke. Aku terima tawaran kamu!”
Wanita itu membisikkan rencana yang dia buat dan Erika hanya tersenyum dengan rencana yang dibuat wanita itu, selesai wanita itu memberikan rencana jahatnya mereka berdua saling menatap. Tatapan mereka penuh kebencian dan dua wanita itu sama-sama memiliki rencana yang sama untuk menghancurkan Mawar.
__ADS_1
Mawar yang baru sampai dari rumah mendapatkan hadiah misterius seperti sebelumnya, malah hadiah tersebut semakin menantang buatnya. Apa perlu dia menghancurkan orang yang sudah menerornya, ketika Mawar ingin membuka kotak tersebut dia sangat shock saat membuka kotak itu membuat dia tidak sengaja melempar kotak itu. Saat itu juga Bara sudah melihat kejadian yang telah meneror Mawar, malah dia sangat khawatir dengan keadaan wanita itu dengan cepat dia memerintahkan sekretarisnya untuk memesan tiket pulang.
Sedangkan dirinya langsung merapikan pakaian ke dalam koper, saat itu juga Aska menghampiri kamar bosnya untuk memberitahu bahwa dia sudah memesan tiket secara online dan malam itu juga mereka berdua pulang dia tidak mau berlama-lama di kalimantan dia takut kalau terjadi masalah dengan wanita itu.
“Bos. Kenapa bos menyuruh saya untuk memesan tiket hari ini, bukannya kita pulang minggu depan!” ucap Aska.
“Saya mengkhawatirkan seseorang, saya meminta kamu memesan tiket hari ini karena saya tidak mau berlama-lama di Kalimantan. Masalah kerjasama proyek tersebut nanti akan saya pikirkan kembali,” jelas Bara yang tidak membuat Aska mengerti kenapa bos memilih pulang dari pada kerjasama perusahaan.
Pukul 02 malam pesawat yang di tumpangi Bara sampai dan dia pun menghubungi supir pribadinya, walaupun tengah malam tapi dia harus cepat sampai di rumah. Mobil tersebut sampai di halaman rumah dan dia pun membuka pintu menuju kamar Mawar, saat dia melihat Mawar dia tersenyum saat melihat wanita itu tertidur pulas.
Bara menyusul Mawar untuk tidur di samping wanita itu sambil memeluk wanita yang sudah ia rindukan, sedangkan Mawar yang merasakan sentuhan dari seseorang langsung membalikan tubuh kearah Bara.
“Jam berapa ini? Kapan kamu pulang? Kenapa tidak kabarin aku kalau mau pulang,” ucap Mawar walaupun mata wanita itu masih tertutup tapi ucapannya selalu mengkhawatirkan dirinya.
“Jam 02, Kamu tidur kembali jangan mikirin macam-macam!” urai Bara sambil menyelimuti tubuh Mawar dan dia tidak lupa memeluk wanita itu.
Pagi hatinya Bara sudah stand bay di kamar Mawar sambil menunggu wanita itu bangun, beberapa menit kemudian Mawar terbangun saat melihat seseorang dengan samar-samar. Apa dia tidak salah liat kalau orang tersebut berada di kamarnya, dengan cepat Mawar membuka mata sambil bersandar di pembatas ranjang.
“Kenapa kamu di sini, bukannya kamu pulang minggu depan. Kenapa kamu tidak kabarin aku kalau kamu sudah pulang,” ucap Mawar membuat Bara tersenyum.
Lelaki itu mendekati Mawar sambil membawakan makanan untuk wanita ini, “Kamu jangan bicara dulu, lebih baik kamu makan dari pada ngoceh tidak jelas!”
Mawar menerima mangkuk yang diberikan Bara yang berisi bubur dan wanita itu memakannya dengan perlahan, di sela-sela sarapan Bara menanyakan kabar dirinya dan juga sehari-hariannya saat dia tidak ada di rumah. Sedangkan wanita itu hanya menjawab 'Aku baik-baik saja, tidak ada kejadian apapun selama kamu pergi', tapi dia tau kalau Mawar berbohong kepadanya.
Selesai sarapan Mawar meletakan mangkok tersebut dan menatap Bara, “Saya tidak papa, kamu tidak perlu khawatir sama keadaan aku. Aku akan selalu jaga diri tanpa harus kamu khawatir dengan keadaan aku, maaf gara-gara kamu mengkhawatirkan aku malah kamu pulang dan meninggalkan kerjasama yang jumlahnya sangat besar!”
“Kamu tidak usah khawatir masalah kerjasama itu akan aku urus, yang penting aku bisa melihat kamu di sini. Aku senang kalau kamu baik-baik saja,” jawab Bara membuat Mawar tersenyum.
Kalau seperti ini dia tidak berani meninggalkan Mawar, apalagi wanita itu sangat lemah. Walaupun dari luar dia baik-baik saja tapi hati seorang wanita tidak ada yang tau.
__ADS_1