BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Terima Kasih Dunia (THE END)


__ADS_3

Seorang pria yang sedang menatap kearah jendela sambil menggenggam bingkai foto, dia tersenyum saat foto itu membuat dirinya mengingat wanitanya. Sekarang wanitanya malah sudah meninggalkan dirinya.


"Kamu apa kabar! Aku kangen sama kamu. Gimana kamu di sana, sudah lama ya kita tidak bertemu kamu tenang saja di sini aku baik-baik saja." batin Bara menatap foto yang ia genggam. Dia beralih menatap kearah jendela kamar.


Sudah dua tahun saat kepergiaan Mawar Bara masih setia dengan kesendiriannya, semenjak kekasihnya meninggal dia tidak berpikir untuk mencari pengganti Mawar. Memang kita di anjurkan untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik darinya tapi dia belum bisa melupakan kenangannya dulu.


Wawan sebagai kaki tangannya malah terlihat murung saat melihat atasannya, semenjak kepergian Mawar atasnya sama sekali tidak tertarik dengan wanita manapun. Dia saja sudah menikah apakah atasannya tidak ingin berkeluarga.


Tok! Tok!


Suara pintu itu membuat dirinya tersadar dan dia menyuruh orang yang berada di pintu untuk masuk, pintu itu terbuka saat Wawan datang menemuinya.


"Ada apa? Apa masih ada masalah?" tanya Bara tanpa melihat kearah Wawan. Cowok itu mendekati atasannya dan berdiri di samping Bara.


"Apa bapak tidak ingin menikah? Setelah dua tahun Mawar meninggal bapak sama sekali tidak melirik wanita manapun, semua wanita banyak yang menginginkan bapak. Apa bapak tidak ingin berkeluarga seperti saya!" Bara yang mendengar ungkapan Wawan hanya tersenyum, dalam hatinya dia ingin sekali memiliki keluarga tapi dia tidak bisa melupakan wanitanya.


"Kamu tidak usah memikirkan saya, walaupun wanita itu sudah pergi meninggalkan saya tapi saya merasakan kalau dia masih ada di samping saya... Terserah kamu mau bilang saya gila tapi saya merasa kalau dirinya masih ada di kehidupan saya." kata Bara. Wawan tidak bicara apapun lagi, dia datang ke ruangan atasannya hanya ingin mengantarkan berkas pekerjaan dan dia langsung pamit.


Seperti biasa sepulang kerja Bara mampir ke pemakaman Mawar, semenjak kepergian Mawar dan sesibuk apapun dia akan datang untuk menemuinya. Dia bertemu dengan Mawar sekarang sudah di batasi dengan gundukan tanah dan alam mereka sudah berbeda.


Bara jongkok sambil meletakan setangkai bunga yang di sukai Mawar. "Hai sayang! Aku kangen sama kamu, kamu sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi mungkin kamu di sana sudah bahagia dan aku yakin kamu akan mendapatkan kehidupan yang baru."

__ADS_1


Bara mengecup batu nisan itu dan sesekali menyentuh batu nisan Mawar, entahlah antara sedih atau rindu tapi dia sangat merindukan wanita ini. Dari wajahnya, sifatnya dan tingkah laku yang membuat dirinya merindukan wanita ini.


Setiap Bara datang ke tempat terakhirnya Mawar dia membagi cerita yang dia alami di dunia, seakan-akan dia sedang curhat dengan Mawar tapi dia tahu kalau Mawar tidak akan hidup kembali. Dia hanya bisa merindukan foto yang selama ini ia simpan dan kenangan yang selalu ia ingat.


Sedangkan keluarga Vanesha dengan Aric sudah lengkap, semenjak keguguran anak pertamanya akhirnya tuhan memberikan mereka berdua kepercayaan untuk memiliki anak dan keluarga mereka sudah di karunia tiga anak.


Anak pertama bernama Gilang Dirgantara, anak kedua Reza Gloniono Putra dan anak yang terakhir Liza Chybiskova. Ketiga anaknya sekarang sudah tumbuh dewasa dan mereka berdua hanya menikmati masa tuanya seperti masa mudanya dulu.


***


Bara dan keluarga muda yang lainnya pada mampir untuk silahturahmi sama keluarga Aric, keluarga yang sudah menikah adalah Keysa dan Alaska. Kepulangan Keysa membuat dirinya menikahi wanita itu, dia tidak ingin menunggu waktu lama apalagi membuat wanita itu menunggu.


Kelahiran anak kedua Alaska dan juga Keysa menikah, keluarga Aric di undang ke acara pernikahan mereka berdua. Sekarang keluarga Alaska sudah memiliki satu anak laki-laki dan satu lagi masih di kandungan Keysa.


Keluarga mereka pada turun dari mobil bersamaan dengan Bara, cowok itu tersenyum saat melihat pasangan muda itu.


"Selamat ya atas kehamilan kalian berdua," ucapnya membuat kedua cowok itu pada berpelukan, sedangkan Keysa hanya memberikan tersenyum kepada Bara.


Mereka bertiga menuju rumah Aric yang sudah di penuhi oleh suara anak kecil, semua anak kecil pada main di taman bermain dekat rumah sedangkan orang dewasanya pada ngobrol di ruang tamu sambil memantau anak-anak mereka.


"Bara kapan kamu menikah? Sudah hampir tiga tahun kamu belum punya pasangan, apa kamu mau kakak jodohkan sama anak teman kakak." tawar Alaska. Bara yang sedang menikmati kopi dan meletakan cangkir kopi itu, dia menatap mereka semua dan dirinya hanya memberikan hembusan nafas bukan jawaban.

__ADS_1


"Aku tahu kakak sangat khawatir sama aku tapi biarkan aku sendiri dulu, aku pernah membuka lembaran baru dan memberikan kesempatan untuk semua wanita dan mencari yang serius denganku. Tapi mereka sama sekali tidak cocok denganku kak! Di dunia ini wanita cantik dan memiliki penampilan yang sempurna banyak tapi yang setulus Mawar tidak ada." Jelas Bara saat dirinya mengingat wanita itu, mereka semua saling menatap dan dari mereka tidak bisa memaksa Bara apalagi cowok itu belum ada yang cocok untuknya.


"Menurut aku pria menikah di umur berapa pun tidak jadi masalah, yang penting kamu tetap usaha untuk mendapatkan jodoh yang baik. Kakak yakin pasti ada wanita yang sifatnya seperti Mawar tapi tidak banyak mungkin hanya beberapa orang saja." tutur Alaska yang sudah berada di dekat Bara.


"Bunda aku lapar," teriak Zero anak dari Alaska. Keysa menyuruh Zero untuk mengikuti dirinya dan Keysa langsung memberikan makan siang untuk suaminya dan juga anaknya.


Tidak hanya Keysa yang berada di dapur tapi semua anggota keluarga lainnya yang sibuk dengan sarapan mereka, Bara sama sekali tidak menyentuh sarapannya dia duduk di ayunan yang sering ia duduki bersama Mawar.


Dia duduk di ayunan itu dan seketika dia tersenyum saat mengingat ketawanya Mawar, wanita itu sangat menyukai ayunan apalagi kalau sedang makan pasti harus di suapi seperti anak kecil.


Bara menghentikan ayunannya dan menatap kearah pohon yang sudah subur, pohon itu adalah pohon pertama yang di tanam Mawar saat wanita itu sempat tinggal di rumah ini.


"Gimana aku bisa melupakan kamu, aku saja masih ingat masa hidup kamu. Aku tidak bisa mendapatkan wanita lain seperti kamu, walaupun kakak kamu mencoba menjodohkan aku dengan wanita lain tapi tetap saja perilaku dan sifatnya jauh berbeda dari kamu." gumam Bara sambil memejamkan matanya. Dia merasakan hembusan angin yang sedang ia rasakan, angin ini seperti dirinya terasa nyaman tapi hampa.


"Terima kasih dunia kamu sudah mengajarkan aku berbagai hal, seperti merasakan rindu yang begitu berat. Gimana sabarnya menghadapi cobaan dan menghadapi rintangan yang sudah aku jalani, aku sangat beruntung hidup di dunia ini dan dunia ini mengajarkan aku menjadi dewasa dan menjadi pria yang lebih baik lagi." batin Bara. Dia diam sejenak sebelum dia masuk ke dalam rumah, dan dia menyusul untuk menemui keluarganya.


***


Hai semuanya!


Terima kasih kalian semua sudah membaca karya author yang membosankan ini, author di sini mau memberikan novel terbaru yang harus kalian baca!

__ADS_1


Silakan di baca, saya tidak memaksa kalian untuk membaca kalau kalian suka alhamdulillah kalau tidak skip aja.



__ADS_2