BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Tidak Mengakui


__ADS_3

Bara yang melihat kedua orang tuanya berada di ruang tamu langsung memberikan flashdisk yang di berikan Alaska, kedua orang tuanya hanya menatap Bara dengan bingung.


"Maksud ibu apa melakukan kejahatan untuk melukai Mawar, kenapa ibu juga yang membunuh kakak kandung Keysa." kata Bara kesal, dia sudah tidak tinggal diam apalagi menyangkut orang yang dia sayang.


"Ma-maksud kamu apa?" perkataan Manda sangat gugup saat putranya mengetahui rahasianya, tidak Bara saja yang menunggu jawaban Manda Ridwan malah ingin mengetahuinya.


"Sudah deh bu, ibu gak usah pura-pura lagi. Aku sudah tau semuanya kalau ibu yang menculik Mawar dan ibu juga yang membunuh kakak kandung Keysa, kenapa ibu jahat banget sama mereka. Salah mereka apa bu," Manda tertawa saat dua laki-laki itu menatap Manda bingung.


Perasaan mereka berdua tidak buat lawakan, kenapa wanita itu tertawa.


"Bara... Bara! Kenapa kamu curiga sama ibu kandung kamu sendiri, bisa saja bukti itu palsu. Ibu tidak mungkin melukai Mawar, ibu kan sudah menganggap Mawar seperti anak ibu sendiri." Manda menatap putranya dan juga suaminya, dia berharap kalau Bara percaya sama perkataannya.


"BOHONG! Alaska mana mungkin berbohong sama aku, aku sudah melihat semuanya kalau ibu sama ayah tidak percaya saya ucapan aku. Silakan kalian liat sendiri apakah ucapan aku bohong atau tidak," Bara memberikan laptop kepada orang tuanya yang sudah ia pasang flashdisk, dan dia langsung memutar Vidio yang ada di dalam flashdisk tersebut.


"Sekarang ibu sudah liat kejahatan yang ibu lakukan, dan ibu tidak usah ngelak lagi. Aku tanya sama ibu dimana Mawar sekarang?" Bara sudah tidak bisa mengontrol emosi saat menatap Manda, baginya perbuatan Manda sudah kelewatan.


"Kalau ibu tidak beritahu aku dimana Mawar aku akan laporkan ibu ke kantor polisi," ancam Bara membuat Manda panik, dia tidak boleh ke tangkap dia harus menghancurkan hubungan anaknya.


"Silakan kamu mau laporkan ibu ke kantor polisi, ibu sama sekali tidak melakukan kejahatan yang kamu liat. Ibu mana mungkin melakukan itu sama kamu, kalau kamu tidak percaya silakan tanya paman kamu apa ibu sudah menculik Mawar atau tidak."


Lagi dan lagi Manda tidak mengakui kejahatan yang ia lakukan, malah dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun. Manda tanpa rasa bersalah langsung pergi meninggalkan mereka, sedangkan kedua laki-laki itu hanya pasrah saat mereka tidak bisa berbuat apapun.


"Perlu ayah bantu untuk mencari Mawar," Bara menatap ayahnya saat dia mendapatkan ide cemerlang, dia akan meminta bantuan ayahnya untuk mengetahui gerak-gerak Manda.


"Ayah bisa bantu aku," Ridwan mengangguk dan Bara melakukan rencana untuk mengawasi Manda, Ridwan yang mengetahui rencana Bara langsung setuju tanpa pikir panjang.


"Ayah bantuin aku ya, perlakuan ibu sudah tidak benar. Aku ingin memberikan hukuman kepada ibu supaya ibu mengakui kesalahannya." Ridwan menepuk pundak Bara dan memberikan senyuman kecil.


"Ayah akan selalu membantu kamu, lebih baik kamu fokus mencari Mawar masalah ibu kamu akan ayah urus." Bara yang mendengar perkataan Ridwan langsung memeluk ayahnya, dia sangat beruntung mendapatkan seorang ayah seperti Ridwan.

__ADS_1


Di sebuah ruangan seorang wanita terus berteriak meminta di lepasin, malah semua orang yang melihatnya hanya diam tanpa membantu dirinya. Wanita itu sudah berusaha meminta tolong dan berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat di tangannya tapi percuma semuanya akan sia-sia.


"Saya mohon lepasin saya," lirih Mawar yang sudah tidak berdaya, tubuhnya sudah melemah dan pergelangan tangannya sudah mengeluarkan darah akibat ia paksa untuk melepaskan tali yang diikat dengan kuat.


"Saya mohon lepasin saya... Saya ingin kembali ke rumah," ucap Mawar yang terus menerus berteriak meminta di lepasin.


Penjaga ruangan itu yang melihat bosnya langsung menyapa sambil menunduk, wanita itu masuk ke dalam ruangan di sana dia hanya tersenyum puas melihat penderitaan yang dia buat. Dia memang bahagia melakukan kejahatan apalagi melukai orang lain, Manda mendekati Mawar saat tatapan mereka saling bertemu.


"Mawar... Mawar! Saya heran sama kamu kenapa kamu tidak mengikuti keinginan saya, saya sudah bilang sama kamu untuk menjauhi anak saya tapi kamu tidak mendengar perkataan saya." Manda mendekati Mawar dan mendekap wajah Mawar dengan tangannya.


"Kamu kenapa melakukan ini sama saya, salah saya apa sama kamu?" kata Mawar yang wajahnya masih di dekap Manda dan Manda melepaskan wajah Mawar dengan kasar.


"Salah kamu apa? Karena kamu wanita pembawa sial dan kamu juga yang menghancurkan pertunangan anak saya," Manda bersandar di tembok sambil melipat kedua tangannya.


"Itu semua bukan salah saya, karena kemauan mereka berdua. Saya tau kalau mereka tidak saling mencintai, mereka berdua sama-sama mencintai seseorang termasuk dengan saya."


Manda mendekati Mawar. "BOHONG! Kalau bukan karena kamu pertunangan yang sudah saya rencanakan tidak mungkin gagal,"


***


"Gimana kamu sudah menemukan Mawar?" tanya Vanesha yang melihat Aric duduk di depannya. Aric menatap istrinya sambil menggeleng, jawaban suaminya membuat dirinya kecewa.


"Kalau dia kenapa-napa gimana? Lebih baik aku cari sendiri orang suruhan kamu tidak berguna," kata Vanesha membuat Aric menahan istrinya.


"Kamu tenang dulu kamu jangan emosi seperti ini, aku sudah berusaha mencari Mawar tapi hasilnya belum ketemu. Di luar bahaya apalagi kamu lagi hamil besar, kamu pikirin anak kita sebentar lagi kamu melahirkan kalau anak kamu kenapa-napa gimana." ujar Aric sambil mengambil kedua tangan Vanesha. Aric mendekati tubuh istrinya supaya Vanesha bisa bersandar di dada bidangnya dan dia tidak lupa mengelus rambut Vanesha.


"Kamu sabar dulu ya, aku sedang berusaha mencari keberadaan Mawar." ucap Aric dengan lembut sedangkan Vanesha hanya diam dengan perlakuan Aric.


Keysa yang berada di luar tidak sengaja melihat seseorang yang sangat familiar, dia hanya menatap saja dari kejauhan dia tidak yakin apakah orang itu orang yang sama.

__ADS_1


"Tunggu," ucap Keysa sambil menahan seseorang yang ia kenal. Orang itu menatap Keysa sambil berusaha melepaskan tangan Keysa.


"Bukannya kamu orang suruhan Mawar, kenapa kamu ada di sini?" Keysa menatap orang tersebut, dari mimik wajahnya saja membuat dirinya curiga.


"Saya ingin membeli makanan untuk anak saya," jawab orang itu yang terus berusaha menutupi kesalahannya.


"Makanan?" Keysa menatap bungkusan yang di bawa orang itu, dia hanya menatap bungkusan itu. Mana mungkin bungkusan sekecil itu biasanya kalau makanan plastiknya terlihat ukurannya ataupun bentuknya.


"I-iya makanan," kata cowok itu dengan gugup saat laki-laki itu mulai melepaskan tangan Keysa, Keysa dengan cepat menahan cowok tersebut.


"Kamu mau kemana? Saya menemui kamu untuk bicara hal penting, saya tidak akan menyakiti kamu dan keluarga kamu. Saya akan membantu keluarga kamu asalkan kamu membantu saya gimana?" kata Keysa yang menunggu jawaban laki-laki itu.


"Tapi..."


"Saya tau anak kamu masuk ke rumah sakit, kamu melakukan ini karena untuk membiayai anak kamu. Saya akan membantu kamu untuk melunasi biaya rumah sakit anak kamu asalkan kamu bisa membantu saya," orang itu mempertimbangkan perkataan Keysa dan seketika laki-laki itu mengangguk.


"Jadi kamu melakukan itu karena terpaksa, kamu di suruh tante Manda untuk mencelakai Mawar karena gara-gara pertunangan aku sama Bara batal." ucap Keysa untuk menyakinkan perkataan laki-laki itu, sedangkan laki-laki itu hanya mengangguk.


"Awalnya saya tidak mau melakukan ini tapi saya butuh uang untuk mengobati anak saya, saya akan memberitahu tempat non Mawar berada." Keysa menatap laki-laki itu dia hanya melihat kalau laki-laki itu sangat sungguh-sungguh membantu dirinya.


Keysa memberikan kartu namanya kepada laki-laki itu. "Oke, besok pagi kamu temui saya di tempat tersebut dan kamu bisa memberitahu alamat Mawar." laki-laki itu mengangguk dan dia langsung pergi.


Alaska


Aku sudah menemukan tempat penculik Mawar, besok pagi pukul 08 kamu temui aku di tempat biasa.


Selesai memberikan pesan kepada Alaska dia pun pergi, Alaska yang berada di rumah Vanesha langsung menatap handphone yang ternyata pesan tersebut dari Keysa.


"Besok pagi jam 08 Keysa menyuruh aku untuk datang ke tempat X, kakak mau ikut ke sana juga." kata Alaska sambil menatap kearah mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu sudah menemukan keberadaan Mawar?" tanya Vanesha penasaran dan Alaska hanya mengangguk. Di dalam hati dia sangat senang karena adiknya sudah di temukan dan dia berharap kalau Mawar baik-baik saja.


__ADS_2