
Selesai resepsi pernikahan kedua mempelai masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, dahlia yang berada di meja rias melihat suaminya membuka jas di depan dirinya. Jujur saat ini dia sangat malu apalagi dahlan sudah menjadi suaminya, tapi tetap saja dia malu kalo melihat tubuh dahlan.
Dahlan yang melihat dahlia fokus dengan riasan sambil melirik kearahnya langsung menghampiri dahlia, “Kamu kenapa tidak fokus begitu?” tanya dahlan sambil menggoda dahlia.
Dahlia dengan cepat menggeleng kepalanya dan melanjutkan membuka riasan konde di kepalanya sedangkan dahlan dia tersenyum senang melihat dahlia malu. Dahlan pun membantu dahlia untuk membuka riasan yang ada di atas kepala dahlia sambil membisikkan sesuatu ditelinga dahlia.
“Selamat menempuh hidup baru bersama suamimu yang paling ganteng, malam ini kita akan melakukan ronde malam untuk mempercepat punya anak. Kamu harus tahan kalo aku mainnya kasar sama kamu,” ledek dahlan.
Dahlia yang mendengar ucapan dahlan langsung merinding sampai-sampai dahlia mendorong dahlan.
“Kamu kenapa dorong aku,” ucap dahlan dengan suara kesakitan.
Dahlia meraih tangan suaminya, “Maaf aku gak sengaja, mana yang sakit biar aku lihat.” jawab dahlia dengan rasa bersalah.
Dahlan tersenyum melihat kecemasan di wajah istrinya dan dahlan langsung memegangi dagu istrinya supaya dahlia menatap wajahnya, “Gak papa sayang.” ucap dahlan dengan lembut.
“Tadi kamu ngomong apa?” tanya dahlia.
“Sayang. Memang ada yang salah ya,”
“Gak. Aneh aja kamu ngomong sayang biasanya gak pernah,”
“Ya udah. Mulai sekarang aku panggil kamu sayang begitu juga sama kamu,”
Dahlia hanya mengangguk, “Aku mandi dulu ya.” ucap dahlan sambil mengelus rambut istrinya.
“Iya,”
Selesai mandi dahlan pun keluar dari kamar mandi dan dahlia yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi langsung menuju suaminya sambil membawa peralatan mandi.
“Malam ini kamu mau makan apa,” tawar dahlia.
“Apa aja yang penting masakan yang kamu buat,” jawab dahlan dengan lembut.
“Ya udah aku mandi dulu selesai mandi aku baru menyiapkan makan malam untuk kamu,”
Dahlia pun masuk ke kamar mandi, selesai mandi dahlia langsung menuju dapur. Di dapur dahlia sudah melihat banyak bahan makanan tapi ia bingung mau masak apa? tadinya ia ingin tanya ke dahlan tapi ia urungkan karena ia tau pasti suaminya sangat kelelahan. Akhirnya ia memutuskan untuk memasak nasi goreng spesial.
Selesai memasak nasi goreng dahlia meletakkan masakannya di atas meja makan dan langsung menuju ruang kerja dahlan. Sampai di sana ia tidak melihat dahlan, dimana suaminya? Dahlia terus mencari keberadaan dahlan tapi tidak ketemu tiba-tiba saja dahlan keluar dari kamar yang berbeda, dia langsung menghampiri dahlan.
“Kamu habis kemana? dari tadi aku cariin kamu ternyata kamu disini, kenapa kamu ada dikamar sebelah?” tutur dahlia dengan penasaran.
“Maaf ya sayang aku gak kasih tau kamu dulu, aku lagi menyiapkan kamar untuk anak-anak kita nanti,” ungkap dahlan.
“Anak? Bukannya kita baru menikah kenapa kamu ingin sekali punya anak,”
“Biar kamu tidak kesepian lebih baik memiliki anak secepatnya dari pada menunda,”
__ADS_1
“Iya sih. Tapi apakah tidak secepat itu untuk memikirkan anak,”
“Tidak sayang,” dahlan mengelus puncak kepala istrinya. “Kenapa kamu seperti tidak suka membahas tentang anak?” tanya dahlan.
“Gak papa.”
“Jangan bilang gak papa, atau jangan-jangan kamu cemburu soal anak,” ledek dahlan.
“Aku gak cemburu tapi takut. Takutnya nanti kamu tidak perhatian lagi sama aku malah entar kamu fokus sama anak kita bukan sama aku,”
Dahlan yang mendengar ucapan istrinya langsung tertawa lepas, benar-benar lucu sikap perubahan istrinya saat menikah. Dulu istrinya tidak seperti ini malah begitu cuek dengan hubungannya tapi sekarang seperti anak kecil.
“Aku tidak akan seperti itu. Walaupun nanti kita punya anak aku akan tetap sayang sama kamu, kamu jangan cemberut begitu nanti cantiknya hilang,” kata dahlan sambil mencubit pipi cubi dahlia.
“Ya aku percaya sama kamu. Lebih baik kita sarapan aku sudah masakin nasi goreng kesukaan kamu,” ajak dahlia.
Tanpa pikir panjang dahlan menggenggam tangan istrinya menuju meja makan, selesai sarapan dahlia merapihkan peralatan kotornya dan mencuci beberapa piring. Belum sempat dahlia menata piring tiba-tiba saja dahlan menggendong dirinya.
“Lepasin aku gak! kamu gak tau kalo aku lagi cuci piring,” protes dahlia.
“Cuci piringnya bisa besok pagi. Malam ini kita mulai bikin anak,”
Dahlia terus saja berontak tapi dahlan tidak memperdulikan istrinya malah dia langsung meletakkan dahlia di atas kasur dan mengunci pintu kamarnya.
“Kenapa kamu kunci pintunya?” tanya dahlia saat dahlan mengunci pintu kamar mereka.
Dahlan langsung menghampiri istrinya, sekarang posisi dahlia berada dibawah sedangkan dirinya di atas tubuh istrinya. Tiba-tiba saja dahlan membisikkan sesuatu ditelinga dahlia sampai-sampai kupingnya merasa panas.
“Kamu sudah siap baby,” ucap dahlan ditelinga dahlia begitu lembut sampai-sampai dia melihat telinga istrinya sudah memerah akibatnya ulahnya.
Dan mereka berdua pun langsung memulai aksinya untuk melakukan hubungan selayaknya suami istri.
Pagi harinya pasangan pengantin baru masih terlelap dengan tidurnya sambil berpelukan satu sama lain, indahnya pengantin baru. Itulah yang dirasakan semua pasangan suami istri yang masih baru menikah, seakan hidup milik mereka berdua.
Dahlia yang merasakan matahari masuk kedalam kamarnya langsung membuka matanya dengan perlahan, benar saja ternyata matahari sudah terbit lebih dulu darinya. Dia melihat kearah samping yang terdapat suaminya yang masih terlelap dengan mimpi indahnya.
Tanpa ia sadari dia tersenyum saat mengingat kejadian kemarin malam, malu mengingat itu semua. Tapi ia senang karena melakukan hal itu sama suaminya sendiri. Dia menggeser tangan suaminya kearah samping ternyata tangan dahlan berpindah lagi ke pinggang rampingnya.
“Sayang jangan meluk aku lagi, aku mau masak,” ucap dahlia.
Malah dahlan mempererat pelukannya, “Nanti aja masaknya lebih baik tidur lagi aja.” sahut dahlan.
“Tapi..” tapi tidak ada sahutan dari dahlan malah suaminya narik tangannya dan akhirnya dahlia mengikuti keinginan dahlan.
****
Di tempat lain zaky sedang menunggu jawaban dari mawar, sudah tiga hari mawar tidak bisa dihubungi. Malah dia sudah meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan mawar tapi tidak ada satupun yang menemui keberadaan mawar.
__ADS_1
“Kurang ajar, dimana dia? dia sengaja mempermainkan gue seperti ini,” murka azriel.
Azriel melihat salah satu anak buahnya menghampirinya, “Gimana kalian semua sudah ketemu keberadaan mawar.” tanya azriel.
“Belum bos,”
“BERENGSEK! Cari dia sampai ketemu kalo kalian tidak bisa menemuinya gue acak-acak kalian,” ucap azriel dengan penuh emosi.
Semua anak buahnya azriel langsung pergi untuk mencari keberadaan mawar, sedangkan mawar dia bersembunyi di rumah temannya yang tidak jauh dari rumahnya. Kenapa dia sekarang seperti ini? dulu hidupnya aman dan damai tapi sekarang seperti buronan penjara.
Gue harus gimana sekarang? apa yang harus gua lakukan. batin mawar sambil mengacak-acak rambutnya.
Yanti yang melihat keadaan mawar merasa kasihan dia juga tidak bisa membantu sahabatnya, dia juga gak tau harus melakukan apa untuk sahabatnya?
Yanti menghampiri mawar sambil membawakan makanan untuk mawar, “Kamu makan dulu, dari tadi kamu belum makan apapun.” ucap yanti sambil meletakkan makanan yang ia bawa.
Mawar melihat kearah yanti dan sekarang wajahnya tidak seperti mawar yang biasanya malah dia kelihatan stres dengan keadaannya yang sekarang.
“Makasih,” hanya itulah yang bisa ia ucapkan untuk sahabatnya dia sudah sangat merepotkan sahabatnya.
“Maaf aku sudah merepotkan kamu, aku gak tau harus melakukan apa? aku gak tau harus melakukan apa yan?” tutur mawar.
Yanti mengelus pundak mawar untuk memberikan ketenangan, “Kamu yang sabar ya, aku akan cari cara untuk kamu. Lebih baik kamu makan dulu nanti kita pikirin jalan keluarnya.” ucap yanti.
Mawar hanya mengangguk dan dia langsung melahap makanan yang di bawa yanti, yanti pun keluar dari kamarnya dan bergegas untuk pergi kerja.
“Kamu jaga rumah ya, aku mau kerja dulu,” ucap yanti.
Mawar hanya mengangguk dan yanti langsung pergi meninggalkan mawar sendiri. Sedangkan yanti dia sudah sampai di tempat kerjanya, yanti hanya seorang pegawai toko kue. Hanya inilah pekerjaan yang dia punya, tidak ada harapan untuk bekerja di tempat lain selain pegawai toko kue.
Salah satu temannya melihat yanti melamun langsung saja ia menghampiri yanti, “Yan. Lu ngapain disini bukannya kerja malah bengong lagi lu.”
Yanti pun tersadar dari lamunannya, “Gua gak papa.”
“Lu lagi mikirin apaan? perasaan lu belum punya anak,” ucap nani.
Akhirnya yanti menceritakan keadaan mawar dan nani hanya merasa kasihan dengan keadaan temannya yanti, “Gimana kalo teman lu kerja di tempat kita dan lu bisa bilang ke bos kalo teman lu mau kerja disini. Dari pada teman lu stres lama-lama dia gila kalo mikirin masalah dia terus.” jelas nani.
“Benar juga yang lu bilang kenapa gue gak kepikiran ke situ ya,”
“Yasudah. Lebih baik lu kembali kerja dari pada nanti bos marah sama lu,”
“Oke. terima kasih atas saran lu,”
“Ya sama-sama,”
Akhirnya yanti kembali kerja seperti biasa, selesai kerja yanti langsung kembali ke rumahnya. Sampai di rumah ia melihat keadaan rumahnya yang sangat gelap dia langsung mencari saklar lampu sambil meraba-raba tembok rumahnya, akhirnya rumahnya terang dan dia langsung menuju kamar.
__ADS_1
didalam kamar ia melihat mawar sedang tidur terlelap jadi tidak tega membangunkan mawar, yanti langsung saja pergi ke kamar mandi, selesai mandi dia langsung tertidur di samping mawar.