
Saat ini Aric sibuk dengan berkas kantornya, dia datang kekantor tidak dengan vanesha melainkan dengan sopir pribadinya, awalnya vanesha ingin kerja tapi aric melarang dia pergi kekantor.
Bosen banget gue lama-lama di rumah, gue pengen keluar. Gue ingin mencari udara segar, lama-lama gue mati kebosanan di rumah sendiri. gerutu vanesha dalam hati
Saat ia ingin keluar kamar dia mendengar suara bel berbunyi langsung saja ia menuju pintu rumah, saat ia membuka pintu tersebut ternyata ia melihat satu perempuan yang berpenampilan seksi dan elegan.
“Cari siapa ya mba?” tanya vanesha
Perempuan tersebut melihat penampilan vanesha dari atas sampai bawah, “Oh kamu pembantu disini, kenalkan saya dahlia tunangan aric pemilik perusahaan artharama sanjaya grup.” sindir dahlia, belum sempat vanesha membalas uluran tangan dahlia, dahlia sudah menarik tangannya kembali, “Sorry tangan gue alergi sama pembantu.” sambung dahlia.
Sabar.. sabar, untung hati gue udah kebal sama ucapan ini perempuan. batin vanesha
“Silahkan mba masuk,”
Dengan angkuhnya dahlia masuk tanpa memandang kearah vanesha, vanesha yang melihatnya hanya menggeleng kepalanya. Saat vanesha ingin kembali ke kamarnya dahlia menyuruh dia membuatkan minum.
“Eh pembantu gue haus, buatin gue minum. Jangan pakai lama,” pinta dahlia
Vanesha hanya menghela nafasnya langsung saja ia menuju dapur untuk membuatkan minuman, saat art menuju dapur art melihat vanesha membuatkan minuman.
“Non ngapain di dapur?” tanya art
“Di luar ada tamu bi, jadi saya buatkan minum,” jawab vanesha
“Jangan non biar bibi aja yang buat minuman, kalo den aric tahu non yang buat minuman nanti bibi dimarahin non,” kata art
“Baiklah bi, kalo gitu saya pamit ke atas dulu ya bi,” jawab vanesha
“Iya non,”
Selesai membuatkan minuman art langsung menuju ruang tamu dan memberikan minuman tersebut kepada tamu, “Silahkan diminum non.” tutur art
Dahlia meminumnya dan meletakkan minumannya kembali, “Aric kemana?” tanya dahlia
__ADS_1
“Den aric masih ada di kantor non,”
“Suruh aric pulang saya ingin dia mengantarkan saya ke salon,” perintah dahlia
“Baik non,”
Art langsung menelpon majikannya, tapi tidak diangkat sama sekali sama pemilik handphone. Selesai meeting aric membuka handphonenya ternyata ada lima belas kali panggilan dari art yang bekerja dirumahnya, langsung saja ia mengangkatnya.
“Halo bi, ada apa?” ujar aric
“Iya den, bibi mau kasih tahu di rumah ada non dahlia, katanya dia ingin ke salon tapi harus diantar sama den aric,” jawab art
Dahlia? ribet banget jadi cewek, tinggal ke salon aja segala minta dianterin. batin aric
“Halo den,”
“Iya bi, bilang sama dia saya tidak bisa nganterin dia ke salon, kalo dia maksa suruh sopir ngantar dahlia ke salon. Kalo dia tetap gak mau bibi pesan taksi online aja nanti saya yang bayar,” tegas aric
“Baik den,”
“Gak perlu, bilangin ke majikan kamu saya tidak Terima diperlakukan seperti ini. Saya bisa pesan taksi online sendiri tanpa harus sopir mengantarkan saya ke salon,” lontar dahlia dengan kesal.
Tanpa mengucapkan kata lagi dahlia pergi begitu saja dengan kekesalan di dalam hatinya, art yang melihatnya hanya menggeleng kepalanya.
***
Di sebuah penjara terdapat dua perempuan sedang berinteraksi membahas tentang kebebasan untuk keluar dari penjara, siapa lagi kalo bukan jesica ibu tiri vanesha.
“Informasi kamu bagus juga gak sia-sia mama membesarkan kamu, ternyata kamu pintar juga,” ujar jesica dengan bangga
“Sekarang kamu tinggal mencari data-data yang ada di rumah ayah tiri kamu, mumpung vanesha tidak ada di rumah. Ingat jangan sampai kamu ketahuan sama pembantu yang bekerja di rumah vanesha,” perintah jesica
“Siap, mama tenang aja mawar pasti hati-hati,” jawab mawar
__ADS_1
“Bagus, tinggal selangkah lagi kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Saat itu juga kita akan menghancurkan vanesha dengan cepat,” ujar jesica
Sampai di rumah mawar langsung melakukan tugasnya, dia tidak tahu dari tadi pembantu yang bekerja di rumah vanesha melihat gerak-gerik yang mawar lakukan. Mawar membuka pintu kamar alison dan mencari berkas perusahaan dan berkas penting lain.
Tapi yang dia cari tidak ketemu sama sekali dia sudah menggeledah semua tempat tapi tidak ada satupun berkas yang ia dapatkan.
“Dimana berkas itu disimpan dari tadi gue cari gak ketemu,” ujar mawar, hal yang dilakukan mawar sama saja tidak mendapatkan apapun.
“Kalo kaya gini gue gak bakal mendapatkan apapun dari si tua bangka, percuma mama gue nikah sama tua bangka kalo gue dan mama gue tidak mendapatkan harta yang dimiliki tua bangka,” ungkap mawar.
Bi surti yang dari tadi mengikuti gerak-gerik mawar dan merekam pembicaraan yang mawar lontarkan barusan, “Terus saja kamu mencari apapun di sana, karena berkas yang kamu cari tidak akan kamu dapatkan sampai kapanpun.” gumam bi surti dengan senang.
“Bukti ini akan aku kirimkan ke non vanesha, biar non bisa mengetahui niat jahat mawar,” ucap bi surti
Bi surti pun pergi dan mawar langsung membereskan barang-barang yang sempat berantakan akibat ulahnya, “Percuma gue datang kesini tapi tidak menemukan apapun disini.” ucap mawar dengan nada kesal.
Mawar pun langsung pergi begitu saja dan kembali ke penjara untuk mengabarkan informasi yang tidak ia dapatkan sama sekali.
Saat jesica dari tadi menunggu kabar dari mawar tidak kunjung datang, saat ia sudah lama menunggu akhirnya mawar pun datang.
“Gimana kamu sudah mencari berkas yang mama minta kan,” tanya jesica
Mawar menggeleng dan jesica langsung murka begitu saja, “Kamu gimana si mawar, mama sudah bilang sama kamu cari yang benar. Bodoh banget kamu jadi anak, seharusnya kamu cari dengan teliti jangan cari dengan satu sudut aja.” lontar jesica dengan penuh emosi.
“Mama jangan salahkan aku, aku udah mencari keberbagai tempat tapi tidak ada satupun yang aku temukan ma,” sahut mawar
“Percuma mama suruh kamu, kamu tidak bisa mendapatkan apa yang mama Minta,”
Jesica akan menghubungi tempat dekatnya yang bisa membantu dirinya untuk keluar dari tempat terkutuk. Saat ia berhasil keluar dari penjara dia akan membalaskan perbuatan vanesha atas perbuatannya.
Vanesha di dalam kamar sedang mengerjakan tugas yang dikirimkan oleh sekretarisnya, saat ia sibuk dengan berkas kantornya tiba-tiba saja handphonenya berbunyi. Dia langsung saja membuka pesan tersebut ternyata pesan itu dikirim oleh bi surti.
Sebuah vidio? ia membuka vidio tersebut dan di sana ia melihat mawar sedang mengacak-acak kamar ayahnya, dia tahu maksud yang mawar cari pasti dia menginginkan aset perusahaannya.
__ADS_1
“Dasar wanita tidak tahu di untung, udah mendapatkan apa yang dia mau malah ingin nambah lagi. Tidak tahu malu, udah untung lu bisa tinggal di rumah gue malah ingin mengambil aset keluarga gue. Gue gak akan Terima kalo seluruh aset yang ayah gue miliki jatuh ke tangan perempuan licik seperti kalian berdua,” tutur vanesha sambil melihat vidio tersebut yang masih berjalan.