
Sekarang ia lagi membereskan pakaian ke dalam tas, setelah selesai membereskan pakaian ia langsung bergegas menuju lantai bawah.
Dari bawah tangga vanesha tidak sengaja bertemu pemilik kos, ia tidak lupa pamit kepada pemilik kos.
“Bu saya pamit iya,” Ucap vanesha
“Kamu mau kemana vanesha?” Tanya ibu kos
“Saya mau pulang bu. saya disuruh ayah untuk pulang,” Ucap vanesha
“Kalo gitu kamu hati-hati dijalan, kapan-kapan kamu main kesini,” Ucap Ibu kos
Vanesha mengangguk dan dia langsung pergi sambil membawa tas yang berisi pakaian dan lainnya.
Sampai dirumahnya ia langsung memarkirkan motornya dan masuk kedalam rumah, tanpa memencet bel ia langsung masuk tanpa permisi.
“Ayah,” Ucap vanesha yang melihat ayah dan ibu tirinya sedang duduk bersama
Alison yang mendengar suara putrinya langsung menghampiri putrinya dan memeluk vanesha.
“Gimana keadaan ayah?” Tanya vanesha
“Ayah baik, kamu istirahat dulu nanti kita makan malam bersama,” Ucap Alison
Vanesha mengangguk dan dia langsung menaiki beberapa anak tangga, sampai di kamarnya ia langsung membereskan pakaiannya dan tidur di kasur yang sangat amat ia rindukan.
Kenapa anak itu kembali lagi ke rumah ini, kalo dia ada disini rencana gue pasti gagal. Batin jesica
Malam harinya semua anggota keluarga sedang duduk bersama sambil menikmati makanan mereka masing-masing.
“Sha, selama kamu pergi kamu tinggal dimana?” Tanya Alison
“Aku ngekos yah dan aku juga sekarang sudah bekerja. Jadi ayah tidak usah khawatir dengan hidupku lagi,” Jelas vanesha
Alison hanya mengangguk dan melanjutkan sarapannya, Tiba-tiba saja Alison berbicara kembali.
“Nak, kamu bisa tidak berhenti di tempat pekerjaan kamu dan menggantikan ayah mengurus kantor,” Ucap Alison
Jesica yang mendengar ucapan suaminya langsung tersedak dan dengan cepat ia mengambil air putih.
“Baik yah, nanti aku akan urus pengunduran diri ditempat pekerjaan ku,” Ucap vanesha
Kenapa dia yang mengambil alih perusahaan bukan mawar. mawar juga anaknya. Batin jesica sambil menahan emosinya
“Sayang kenapa kamu mengutus vanesha untuk mengurus perusahaan, kenapa tidak mawar. Mawar juga sama seperti vanesha berpendidikan tinggi,” Ucap jesica sambil merayu Alison
“Aku rasa vanesha bisa, mawar harus dibimbing untuk mengurus perusahaan. aku juga tahu vanesha lebih berpengalaman dari pada mawar,” Ucap Alison
Jesica tidak menjawab ucapan suaminya malah dia menatap vanesha dengan wajah tidak suka, sedangkan mawar malah ia fokus menikmati makanannya tanpa mempedulikan perdebatan dimeja makan.
Selesai sarapan vanesha langsung kembali ke kamar dan mengurus berkas pengunduran dirinya.
__ADS_1
...*******...
Pagi harinya vanesha bersiap-siap pergi kekantor tempat ia bekerja untuk memberikan surat pengunduran dirinya, sampai di perusahaan ia langsung ke ruangan HRD untuk memberikan surat resign.
Sebelum masuk ia tidak lupa mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok.. tok
“Masuk,” Ucap intan dari dalam.
Vanesha pun masuk, “Permisi mba saya vanesha dari bagian X saya ingin memberikan surat resign.” Ucap vanesha
Intan mengambil surat resign tersebut dan membacanya, “Bukannya kamu baru beberapa hari bekerja disini, kenapa kamu ingin resign dari perusahaan ini? faktor apa yang membuat kamu berpikir untuk mengundurkan diri. Saya lihat hasil pekerjaan kamu bagus dan konsisten, kenapa kamu harus mengundurkan diri.” Jelas intan selaku HRD
“Terima kasih mba intan sudah memberikan pekerjaan ini untuk saya, tapi dengan niat apapun saya tidak ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini. Ada beberapa kendala yang tidak bisa saya sampaikan kepada mba, saya yakin mba mengerti maksud saya. Saya hanya menyampaikan hal itu saja kepada mba intan,” Ucap vanesha panjang lebar
“Baik kalo begitu, saya Terima pengunduran diri kamu. Semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari perusahaan ini,” Ucap intan sambil menjabarkan tangannya kearah vanesha.
“Terima kasih mba, kalo begitu saya permisi,” Ucap vanesha sambil menjabarkan tangannya ke intan.
Vanesha pun pergi dan menuju meja kerjanya dan dia mengambil beberapa barang yang ada di ruangannya. Aulia yang melihat vanesha merapikan barang langsung menuju meja vanesha.
“Sha, kenapa kamu membereskan barang-barang kamu?” Tanya aulia.
“Aku mengundurkan diri lia,”
“WHAT? WHY? Kamu punya masalah, kalo kamu punya masalah kenapa tidak cerita sama aku,” Ucap aulia khawatir
“Aku tidak punya masalah apa-apa, aku disuruh ayah untuk mengurus kantor. Jadi aku terpaksa untuk resign dari perusahaan untuk mengambil ahli perusahaan ayah ku,” Ucap vanesha
Aulia mengerti maksud yang dikatakan vanesha, “Jadi aku gak bisa ngeliat kamu lagi.” Ucap aulia sedih
“Kamu tidak usah khawatir, kamu bisa berkunjung ke perusahaan ku untuk bertemu denganku,” Ucap vanesha
“Sure. Kalo begitu kapan-kapan aku akan berkunjung denganmu,” Ucap aulia.
Aulia pun membantu vanesha merapikan barang-barangnya dan mengantarkan temannya ke depan.
Setelah selesai merapikan barang-barangnya dia langsung menuju ke perusahaan ayahnya. Di sana ia sudah melihat ayah dan asisten ayahnya.
“Pagi Ayah,” Sapa vanesha
“Pagi nak, gimana kamu sudah siap menggantikan ayah di perusahaan ini,” Tanya Alison
“Aku siap,” Ucap vanesha semangat
Alison mengumpulkan beberapa karyawan yang ada di perusahaan, “Selamat pagi semua,” Sapa Alison selaku CEO
“Pagi pak,” Ucap semua karyawan
“Terima kasih kalian sudah sempat berkumpul disini, saya ingin memberitahukan tentang hal penting kepada kalian,” Alison menarik nafasnya dan melanjutkan pembicaraannya. “Ini putri saya vanesha. Vanesha akan menggantikan saya di perusahaan ini, kalo ada apa-apa kalian bisa bertanya kepada vanesha.” Ucap Alison
__ADS_1
“Dia putrinya pak Alison, cantik iya. pasti dia seperti ayahnya,”
“Terima kasih banyak untuk kalian, saya disini baru. Saya harap kalian bisa membimbing saya, walaupun saya anak pemilik perusahaan ini tapi saya akan membutuhkan kalian semua apalagi saya tidak tahu masalah apapun di perusahaan ini. Saya mohon bantuannya kepada kalian apalagi sama senior yang berpengalaman di perusahaan ini,” Ucap vanesha kepada semua karyawan
Semua karyawan memberikan tepuk tangan dan semua karyawan kembali bekerja seperti semula.
Alison mengajak putrinya keruangan kerjanya, “Selamat vanesha kamu telah bergabung di perusahaan ini, ayah harap kamu bisa mengembangkan potensi kamu di perusahaan ini.” Ucap Alison sambil menjabarkan tangannya kearah vanesha
“Terima kasih, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk perusahaan ini,” Ucap vanesha
“Oh ya, ayah sempat lupa memberitahu kamu untuk memperkenalkan beberapa karyawan disini dan sekretaris kamu,” Ucap Alison
“Pak, tolong kamu panggil ava keruangan ini,” Perintah Alison kepada orang kepercayaan Alison
“Baik pak,”
Frey selaku orang kepercayaan Alison langsung memanggil ava, “Kamu dipanggil pak bos.”
Ava mengangguk dan dia langsung menuju apa yang diperintahkan frey
“Permisi pak, ada yang bisa saya bantu,” Ucap ava
“Oh iya ava, perkenalkan ini vanesha Putri saya. Sekarang dia yang menggantikan saya, vanesha ini ava sekretaris kamu yang baru. Kalo ada apa-apa kamu bisa tanyakan kepada ava,” Ucap Alison kepada ava
“Saya ava, saya sekretaris kamu hari ini,” Ucap ava sambil menjabarkan tangannya
Vanesha melakukan hal yang sama seperti ava, “Saya vanesha. Mohon bimbingannya,” Ucap vanesha tersenyum kearah ava
Setelah mereka memperkenalkan satu sama lain dan mereka langsung bekerja seperti semula.
Disebuah ruangan yang tertulis tertera nama CEO yang membuat kesan ruangan tersebut semakin menegangkan, apalagi dengan sikap dinginnya yang membuat orang mati rasa untuk masuk kedalam ruangan yang bertuliskan CEO.
Aric langsung menghubungi Bryan selaku sekretaris pribadinya.
“Selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Bryan
“Siang. Tolong kamu panggilkan vanesha keruangan saya,” Ucap aric
“Mohon maaf pak, yang saya tahu vanesha sudah resign dari perusahaan kita,” Jelas Bryan
“Resign? Kenapa kamu tidak memberitahu saya kalo vanesha resign dari kantor,” Ucap aric
“Maaf pak, saya baru dengar dari karyawan kalo vanesha resign tadi pagi pak,” Ucap Bryan
“Kalo begitu Terima kasih,” Ucap aric langsung mematikan panggilannya
“Perempuan itu kenapa resign? kenapa tidak memberitahukan saya kalo perempuan itu resign dari perusahaan” Gumam aric
“Sudahlah. Saya akan mencari tahu kenapa dia resign dari perusahaan!” Ucap Aric
Aric melanjutkan berkas yang ada dimeja kerjanya dan Aric sempat menghubungi seseorang untuk mendapatkan info tentang perempuan yang bernama vanesha. Entah kenapa dia sangat tertarik dengan perempuan itu, apalagi dia sudah resign jadi ia tidak sempat mengetahui siapa perempuan itu.
__ADS_1