
"Alaska kamu janji ya akan selalu sama-sama seperti ini, aku tidak mau kamu melupakan aku." ucap wanita kecil itu sambil memberikan jari kelingkingnya tepat di depan Alaska, sedangkan laki-laki itu mengikuti keinginan wanita tersebut dan tersenyum.
"Aku janji akan mengingat kamu, aku tidak akan melupakan kamu. Aku akan tetap untuk kamu," wanita itu membalas senyuman Alaska di bawah pohon yang terletak dekat taman bermain.
Dua orang itu pulang ke rumah masing-masing, Alaska bergegas pergi ke sekolah sambil menunggu kedatangan wanita itu. Dari kejauhan di tempat gang yang ia tunggu gadis cantik yang di kuncir menuju kearahnya sambil memberikan senyum manis yang selalu ia rindukan. Gadis itu berdiri tepat di depan Alaska dan Alaska malah mengacak rambut gadis itu membuat gadis itu kesal, dia hanya diam saat suara gadis itu membuat telinganya sakit.
Langkah kaki Alaska terhenti membuat gadis itu menabrak pundak Alaska. "Kalau kamu tidak bisa diam aku akan cium kamu di sini," wanita itu hanya diam sambil mengelus keningnya, dia hanya menunduk saat Alaska mengatakan ingin menciumnya.
"Memangnya kamu berani mencium ku," tantang gadis itu membuat Alaska terhenti dan mendekati gadis kecil itu yang begitu pendek.
Cup
Kecupan itu tepat di pipi gadis kecil itu saat gadis tersebut hanya diam tanpa bicara sedikitpun, sedangkan Alaska hanya pergi tanpa memperdulikan gadis itu memanggil dirinya.
"Alaska nyebelin," teriak gadis itu sambil berlari menyamakan langkah Alaska.
"Jam istirahat aku akan datang menunggu kamu, jadi kamu fokus belajar aja jangan mikirin apapun." ujar Alaska membuat gadis itu mengangguk.
"Alaska," panggil gadis itu membuat pria itu membalikan badan, sedangkan gadis itu hanya diam memperhatikan wajah Alaska dia melihat kanan kiri supaya tidak akan yang melihat mereka berdua. Gadis itu menyamakan tinggi badan Alaska untuk membalas kecupan yang diberikan Alaska dan gadis itu langsung menutup pintu kelas, Alaska memegang pipinya membuat dia tersenyum.
"Berduaan mulu kita nggak pernah diajak," ujar seorang laki-laki yang memakai topi kebelakang, dua laki-laki itu langsung duduk dia antara mereka berdua.
"Sirik aja lu, makanya cari cewek supaya bisa berduaan." teman sebelahnya malah menertawakan bocah laki-laki memakai topi kebelakang dan menjitak kelapa tersebut.
"Nggak usah ketawa lu, lu juga sama jomblo kaya gue." ucap laki-laki itu kesal, sedangkan Agatha hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.
Keempat orang itu kembali menyantap makanan setelah mereka berdua mengadakan keributan sampai seluruh murid menatap kearah mereka, semua murid setelah selesai sarapan pada kembali ke dalam kelas.
"Alaska nanti pulang sekolah bareng sama Agatha ya," ujar Agatha yang masih memperhatikan Alaska, laki-laki itu hanya tersenyum sambil menyentuh puncak kepala Agatha.
__ADS_1
"Iya Agatha-Nya Alaska, kalau gitu aku kembali ke kelas ya. Belajar yang pintar biar kita bisa sama-sama lagi." Agatha mengangguk dan Alaska langsung melangkah ke dalam kelas.
Alaska menunggu kedatangan Agatha di depan pintu kelas, gadis kecil itu mencari keberadaan Alaska saat wanita itu tidak tau kalau laki-laki yang ia cari sudah berada di belakang pintu.
Dor
Agatha memegangi dadanya saat Alaska tiba-tiba mengagetkannya, sedangkan laki-laki itu tertawa melihat wajah Agatha yang begitu menggemaskan.
"Alaska," teriak Agatha karena dia sudah melihat Alaska pergi, dengan perasaan kesal Agatha hanya diam tanpa bicara apapun kepada Alaska.
"Sudah dong marahnya, kamu tega diemin aku. Aku sudah minta maaf sama kamu masa kamu membalasnya seperti ini, apa kamu tidak kasihan melihatku." Alaska terus mencolek pipi Agatha yang terlihat berisi membuat wanita itu tetap tidak bicara, Alaska mengandeng tangan gadis itu ke tempat penjual es krim.
"Sebagai permintaan maaf Alaska belikan kamu es krim deh, tapi jangan marah lagi. Gimana kamu mau kan maafin Alaska," ujar Alaska sambil memohon supaya gadis itu memaafkan dirinya.
Gadis itu sedang memikirkan perkataan Alaska dan kepala gadis itu langsung mengangguk, mereka berdua sedang menikmati es krim yang sudah di pesan. Membuat Alaska semakin senang mengganggu gadis kecil ini, Agatha yang terus menerus dijahili langsung memanyunkan bibirnya membuat Alaska tertawa.
Agatha terhenti saat berada di depan rumahnya dan dia menatap Alaska saat tatapan mereka saling bertemu. "Alaska aku pulang dulu ya," ujar Agatha membuat Alaska tersenyum, gadis itu melambaikan tangannya saat langkah gadis itu mulai masuk ke dalam rumah.
Seharusnya rumah tempat saksi bisu masa depannya ternyata membuat dirinya tidak betah di dalam rumah, dia melangkah kearah meja belajar sambil menyalakan speaker musik supaya dia tidak mendengarkan pertengkaran orang tuanya.
"Mas kamu tega membawa wanita lain ke rumah ini, kamu ingat mas kalau kamu punya anak. Kamu sama aja tidak menghargai aku sebagai istri kamu," ucap wanita itu walaupun nada bicaranya melemah tapi dia masih tegar untuk berbicara kepada suaminya.
"Aku melakukan ini karena aku sudah bosan sama kamu, kamu tau kenapa aku bisa berpaling sama wanita lain. Karena kamu tidak secantik dulu dan kamu hanya wanita penyakitan yang selalu menyusahkan aku," hardik laki-laki itu membuat sang istri terdiam, dia melangkah mundur saat suaminya sudah pergi meninggalkan dirinya.
***
Tidak sengaja Alaska menumpahkan air matanya saat pertengkaran itu selalu menyakiti dirinya, dia terus berusaha kuat untuk adiknya dan juga ibunya dia tidak mau dikatakan lemah saat dirinya seperti pelindung untuk dua wanita yang ia sayangi.
Alaska menghapus air matanya dan berusaha untuk berdiri, dirinya menghembuskan nafasnya saat dirinya ingin membuka pintu kamarnya. Di sana dia melihat ibunya sedang menangis sambil memeluk adiknya, dia pun mendekati dua wanita itu sambil mendekap kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Sudah bu jangan sedih lagi, ibu tidak usah khawatir masih ada aku yang selalu ada untuk kalian." wanita itu melepaskan pelukan putranya dan tersenyum, Alaska membantu ibunya untuk menghapus air matanya.
"Maafkan ibu, gara-gara ibu kalian berdua mengalami seperti ini." Alaska menggeleng ini semua bukan salah ibunya tapi salah ayahnya yang sudah membuat keluarganya hancur, sejak saat itu Alaska tidak memperdulikan ayahnya dan membuat dirinya selalu melindungi dua wanita yang ia sayangi.
Pulang sekolah ayahnya kembali sambil memberikan sebuah kertas yang ia tidak tau kertas itu isinya apa, dia mendekati orang tuanya sambil menatap kertas tersebut. Saat dirinya membuka kertas itu membuat dirinya memanas dan hatinya terbakar habis, dia menatap ayahnya dan juga wanita baru ayahnya yang dia tau kalau wanita itu sekretaris ayahnya.
Prang
Gelas yang berada di meja ia lemparkan membuat mereka kaget saat Alaska tiba-tiba marah, tatapan Alaska beralih kedua orang yang sudah ia benci.
"Dasar anjing... Dasar pelakor! Lu wanita pelakor yang sudah berani menghancurkan rumah tangga orang tua gue, lu wanita ****** yang gue temui. Wanita tidak tau diri yang bisanya menghancurkan rumah tangga orang tidak bermoral." umpat Alaska membuat laki-laki melayangkan sebuah tamparan tepat di pipi Alaska.
Plak
Ibunya menghampiri putranya dan Alaska hanya memegang pipinya yang perih akibat tamparan yang diberikan ayahnya, dulu dia menganggap ayahnya seperti pahlawan pertama yang dirinya mencintai sosok laki-laki seperti ayahnya dan sekarang dia sangat membenci perlakuan ayahnya yang terus melukai hati ibunya.
"Sudah mas jangan tampar Alaska," ucap wanita itu sambil memohon supaya putranya tidak di sakiti oleh suaminya.
"KENAPA LU NGGAK NAMPAR GUE LAGI AH! INGAT BAIK-BAIK PERKATAAN GUE SAMPAI KAPANPUN LU BUKAN AYAH GUE DAN WANITA ******, GUE BAKAL BENCI LU SEUMUR HIDUP GUE. GUE JAMIN PERNIKAHAN KALIAN DAN HUBUNGAN KALIAN AKAN HANCUR SEPERTI KALIAN MENGHANCURKAN IBU GUE," hardik Alaska yang sudah muak melihat mereka berdua.
"LU BERDUA ANGKAT KAKI DARI RUMAH GUE DAN JANGAN HARAP KALIAN MENEMUI KITA DI SINI, SATU LAGI GUE TIDAK AKAN SUDI MELIHAT KALIAN BERDUA SAMPAI KAPANPUN PERNIKAHAN KALIAN AKAN HANCUR SEPERTI KALIAN MENGHANCURKAN IBU GUE." erang Alaska yang sudah di ujung tanduk, kedua orang itu langsung pergi sambil membawa koper yang sudah ia siapkan.
"Ibu tidak papa," kata Alaska dengan lembut sambil memeluk sang ibu, wanita itu menggeleng dan membantu ibunya untuk kembali ke dalam kamar.
Sejak saat itu ibunya meminta dirinya untuk pindah dari rumah ini, katanya dia tidak sanggup membiayai sekolah Alaska yang mewah dan Alaska mengerti sama kondisi ibunya dia akan selalu berada di samping dua wanita yang ia sayangi.
Dia melewati gang yang sempat ia tunggu saat menunggu gadis kecil itu, dia menatap jalan itu malah dia berharap kalau gadis itu berada di depannya. Dia ingin sekali bertemu Agatha yang terakhir kalinya tapi itu tidak mungkin.
Wanita itu berhenti sambil menatap Alaska. "Alaska sudah waktunya pergi nanti kita ketinggalan bus," ucap wanita itu membuat Alaska mengangguk dan dia berjalan sambil menatap jalan kecil itu.
__ADS_1
Maafin aku tidak memberitahu kamu, aku akan merindukan kamu Agatha. Aku tidak akan melupakan kamu, kamu adalah wanita satu-satunya yang aku miliki. Kamu adalah sahabat kecil yang aku punya.