BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Menyerah Untuk Aku Perjuangkan


__ADS_3

“Andre. Sedang apa kamu di dapur?” tanya Mawar saat pria ini lagi menyiapkan sarapan.


Andre menatap Mawar saat wanita itu sudah duduk di kursi meja makan. “Aku buatkan kamu sarapan, hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai permintaan maaf aku sama kamu.”


“Tapi aku...”


“Kamu tenang saja aku yang ingin melakukan ini, karena aku sudah janji sama diriku sendiri untuk menebus kesalahan aku di masa lalu.” ucap Andre yang memberikan piring kepada Mawar. Mawar dengan senang hati mencicipi masakan yang di buat Andre, saat dia memasukan makanan tersebut seperti ada hal yang berbeda dari biasanya.


Mawar menatap Andre saat cowok itu sedang tersenyum. “Kenapa kamu tidak makan, apa ada yang salah di wajahku.” Andre hanya menggeleng saat mendengar ucapan Mawar, wanita ini dari dulu tidak pernah berubah.


Mawar bolehkah aku membawa kamu pergi, bolehkah aku meminta kamu untuk kembali bersamaku lagi.


tatapan Andre masih menatap Mawar saat wanita ini tidak menyadari bahwa Andre menatapnya, selesai sarapan Mawar menuju kantor.


Kenapa Bara tidak menghubungi dirinya, apa cowok itu masih marah kepadanya. Kenapa dia harus marah lagian dia tidak melakukan kesalahan apapun.


Mawar sama sekali tidak fokus saat Vanesha datang ke kantor, wanita itu hanya tersenyum saat adiknya sedang memikirkan seseorang.


“Kamu sedang memikirkan apa? Sampai-sampai aku datang kamu tidak tau.” Mawar tersadar dan menatap Vanesha, sejak kapan kakaknya berada di sini?


“Kakak kenapa tidak bilang kalau mau kemari,” ucap Mawar yang menuntun kakaknya untuk duduk, dia dengan cepat memanggil OB untuk membuatkan minuman.


“Aku sudah menghubungi kamu tapi handphone kamu tidak aktif, makanya kakak sengaja datang kemari supaya kakak ingin tau gimana keadaan kantor sama keadaan adik kakak ini.” Mawar hanya tersenyum saat Vanesha sayang kepadanya, beda sekali dengan ibu kandungnya.


Ibunya saja malah menjual dirinya, demi keuntungan wanita itu sendiri. Saat dia berada di puncak terendah saat itu juga kakaknya selalu membantu dirinya. Sampai-sampai Vanesha berkorban demi dirinya.


Vanesha yang merasakan ada getaran dari tubuh Mawar langsung menatap wanita ini. “Hay! Kamu kenapa? Apa ada orang yang jahat sama kamu.” ucap Vanesha yang begitu khawatir dengan keadaan Mawar.


Mawar hanya menatap Vanesha, dengan cepat dia memeluk Vanesha dengan erat. Andai saja dia bisa cerita dengan Vanesha mungkin dia tidak mungkin seperti ini, apa perlu dia menceritakan kelu kesahnya.


Vanesha melepaskan pelukan Mawar saat dia melihat adiknya sedang menangis. “Kamu kenapa nangis? Siapa yang membuat adik aku menangis? Kalau ada kamu tinggal bilang saja sama aku, aku akan membalas perbuatan orang itu.” Mawar tertawa saat Vanesha seakan-akan menghibur dirinya, Vanesha hanya bengong saat Mawar tertawa. Apa ada yang lucu sama ucapannya?

__ADS_1


“Aku serius Mawar, aku tidak membuat lelucon sama kamu.”


“Ya... Ya! Aku tidak tertawa lagi,” dirinya merasa bersalah saat dia salah menjahili ibu hamil, ternyata wanita hamil lebih sensitif dari yang ia pikirkan.


“Kapan anak kakak lahir, aku tidak sabar menunggu calon bayi yang ada di kandungan kakak.” ujar Mawar penasaran, rasanya dia ingin sekali menggendong keponakan yang selama ini dia idamkan.


“Tinggal menunggu waktu saja, lagian juga aku bosan berada di rumah. Kalau aku di rumah nanti anak aku tidak lahir-lahir,” kata Vanesha sambil mengelus kandungannya.


...- - - - - - - -...


Sedangkan di tempat lain seorang laki-laki sedang menatap kearah cincin pertunangannya, hatinya sedang kacau saat melihat adegan Mawar bersama dengan mantan suami wanita itu. Apa wanita itu akan kembali kepada mantan suaminya? Apa wanita itu akan meninggalkan dirinya? Seperti orang-orang yang pernah meninggalkan dirinya karena ingin harta yang dia miliki.


Mawar apakah kamu seperti itu, apa aku bisa percaya sama kamu kalau kamu bukan wanita seperti itu.


Bolehkah aku curiga sama kamu, apa boleh aku meninggalkan kamu. Apa boleh aku percaya sama kamu, kalau kamu bukan wanita seperti itu.


Wawan yang baru saja datang untuk menemui bosnya, langsung menatap bosnya saat cowok itu sedang memikirkan sesuatu. Apa bosnya sedang merindukan Mawar, kenapa akhir-akhir ini wanita itu tidak datang kemari.


Dia hanya menatap Wawan dengan datar. “Kenapa kamu berada di sini, saya sudah pernah bilang sama kamu kalau mau masuk ketuk dulu pintunya.” ucap Bara yang sudah kesal dengan kaki tangannya.


“Maaf pak. Tadi saya sudah mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari bapak, makanya saya masuk.” jawab Wawan. Dia hanya memikirkan ucapan Wawan, ucapan Wawan benar kenapa dia harus marah kepada orang kepercayaannya.


“Ada perlu apa kamu datang kemari, biasanya kamu langsung menghubungiku.” ucap Bara yang melipat tangannya sambil menunggu ucapan Wawan.


“Saya ingin memberikan berkas ini untuk bapak, ada lagi yang harus saya sampaikan ke bapak.”


“Silakan. Kamu ingin mengatakan apa?” sebelum Wawan bicara, dia mengatur nafasnya supaya dia bisa kuat dengan ucapannya.


“Ibu merencanakan untuk mencari jodoh untuk bapak, ibu sedang berusaha untuk mengatur kencan buta lagi pak. Saya mendapatkan kabar ini karena saya tidak sengaja mendengar ucapan ibu sama seorang lelaki.” jelas Wawan yang hanya di jawab dengan anggukan, dugaan dia benar kalau ibunya akan melakukan ini.


“Terima kasih kamu sudah memberikan kabar ini ke saya, kalau gitu kamu kembali ke tugas yang saya berikan sama kamu.” perintah Bara yang langsung setuju oleh Wawan, dan laki-laki itu langsung pergi dari ruangan Bara.

__ADS_1


Pulang kantor dia langsung menemui Manda, saat mamanya sedang santai di ruang tamu. “Mama kenapa tidak bilang kalau ingin mengatur kencan buta lagi, kenapa mama selalu ikut campur sama masalah percintaan aku.”


Ucapan Bara membuat Manda menatap putranya, dia hanya tersenyum saat dia melihat putranya datang menemui dirinya.


“Mama ingin melihat kamu bahagia, mama tau kalau kamu menderita dengan wanita itu. Mama sudah pernah bilang sama kamu kalau mama tidak menyukai wanita yang kamu pilih, jadi mulai hari ini kamu harus mengikuti keinginan mama.” ucap Manda dengan tegas membuat Bara semakin berontak saat mamanya selalu menghalangi hubungan percintaannya.


“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah setuju sama rencana mama, aku akan tetap memilih Mawar sebagi pendampingku. Walaupun mama tidak setuju sama pilihanku tapi aku akan memilih Mawar sebagai istriku.” Bara langsung pergi menuju kamar, dia tidak mau lagi membahas kencan buta seperti ini. Hal konyol yang paling dia benci, apa mamanya tidak percaya dengan pilihannya.


Mawar gimana keadaan kamu sekarang, apa kamu baik-baik saja di sana. Aku ingin sekali bertemu sama kamu tapi bayangan kamu saat berpelukan dengan mantan suami kamu membuat hati aku sakit untuk mengingatnya.


“Menurut aku lebih baik kamu bicarakan masalah ini secara baik-baik, kamu sama Bara harus membuang ego kalian masing-masing. Kalau seperti ini masalah kalian tidak akan selesai,” ucap Vanesha yang selalu memberikan solusi yang tepat untuk dirinya.


“Kalau dia tidak mau mendengarkan penjelasan aku gimana, apa perlu aku mundur untuk melepaskan Bara. Seperti aku melepaskan Andre,” Vanesha langsung menggenggam tangan Mawar. Wanita itu hanya menatap kakaknya saat dirinya sedang butuh bantuan.


“Masalah Andre sama Bara itu berbeda, menurut aku lebih baik kamu jelaskan semuanya. Dari pada kamu menyesal sudah kehilangan pria seperti Bara,”


“Ya. Nanti aku akan bicara baik-baik dengannya,”


Mawar yang sedang bersiap-siap untuk menemui lelaki itu, saat dia sampai di kantor Bara dia tidak sengaja melihat Bara sedang menggandeng tangan wanita lain. Saat itu juga Bara melepaskan tangannya untuk mendekati Mawar.


“Mawar aku bisa jelasin semuanya, kamu jangan menyimpulkan kalau aku selingkuh sama kamu.” ucap Bara yang terus berusaha untuk menyakinkan Mawar. Mawar dengan cepat melepaskan tangan Bara dan dia menatap Bara mungkin untuk yang terakhir kalinya.


“Aku datang kemari untuk meminta penjelasan sama kamu, tapi apa yang aku dapatkan malah kamu sedang bersama dengan wanita lain. Jadi ini jawaban kamu yang selama ini kamu berikan kepadaku, oke! Aku akan melakukan apa yang kamu mau. Aku akan melepaskan kamu untuk selamanya semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih dari aku.”


Wanita itu langsung pergi begitu saja tanpa bicara dengannya, saat dia ingin mengejar Mawar saat itu juga wanita itu menahan dirinya. Kalau bukan kencan buta yang diberikan mamanya dia tidak mungkin melakukan ini.


“Jangan kejar dia, beri dia waktu untuk menenangkan diri. Sekarang gimana caranya kita mengakhiri hubungan seperti ini, kamu taukan kalau saya mempunyai orang yang paling spesial dan saya juga tau kalau kamu mencintai wanita itu. Makanya kita harus bekerjasama untuk kepentingan kita masing-masing.” lontar wanita itu yang langsung membawa Bara masuk ke dalam perusahaan milik ayahnya.


Tunggu aku untuk menjelaskan ke kamu, aku akan menjelaskan semuanya sama kamu. Aku tidak mungkin melupakan kamu apalagi menggantikan kamu sama wanita lain.


Sebelum pergi dia sempat melihat kearah jalan saat Mawar melewati jalanan itu, dia dengan wanita pilihan mamanya langsung masuk ke dalam kantor yang sudah di tunggu oleh orang tua mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2