BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Bertemu Kembali


__ADS_3

Langkah Alaska terhenti saat dirinya datang ke tempat dimana dirinya menunggu gadis itu, tempat ini sudah sangat berubah dan tidak seperti dulu lagi. Dia hanya menatap orang-orang yang sedang bercanda dan berduaan dengan pasangan, dia hanya tersenyum saat melihat mereka semua.


Keysa yang berada di tempat yang sama bersama dengan ketiga sahabatnya, mereka berempat menuju tempat yang waktu itu ia rindukan. Dia hanya menatap tempat tersebut dan seketika dia menatap seseorang yang sedang duduk menghadap kebelakang.


Postur tubuh itu seperti orang yang aku kenal, apa dia kembali.


Salah satu temanya menyenggol bahu Keysa membuat mata Keysa menatap sahabatnya. “Kamu sedang melihat apa? Dari tadi aku panggil malah diam saja!" Keysa hanya menggeleng dan dia menatap punggung laki laki itu ternyata laki laki itu sudah tidak ada.


Keysa terus berusaha mencari laki laki itu tapi tetap saja tidak kunjung terlihat, dia dengan cepat keluar dari tempat tongkrongan bersama sahabatnya. Dia terus mencari laki laki itu tapi hasilnya tetap saja tidak ketemu.


"Keysa," panggil Alaska yang mengetahui wanita itu bernama Keysa.


Deg!


Suara Itu? Apa dia ada di sini, apa dia sudah kembali.


Keysa menggeleng, tidak mungkin... Dia tidak mungkin kembali..


Lagi dan lagi suara itu terdengar membuat Keysa penasaran dan menatap laki laki itu, dan...


"Alaska," gumam Keysa pelan membuat laki laki itu tersenyum, apa dia Alaska. Tidak mungkin kalau laki laki ini Alaska.


"Kamu apa kabar?" tanya Alaska yang masih menatap Keysa. Dan Keysa hanya terdiam kaku saat mendengar suara laki laki ini.


"Aku baik. Sudah lama ya gak ketemu, gimana sama keluarga kamu dan sama diri kamu apa semuanya baik-baik saja." kata Keysa membuat laki laki itu tersenyum. Dia menyuruh Keysa untuk duduk sambil memberikan minuman yang sempat ia beli.


"Gimana sama keluarga kamu apa semuanya baik-baik saja?"


"Ya mereka semua baik," jawab Keysa yang masih tidak percaya kalau dirinya bertemu dengan Alaska.


"Boleh aku menepati janji aku yang dulu," Keysa tersedak saat mendengar perkataan Alaska, dia tidak salah dengarkan sama perkataan Alaska. Tidak mungkin kalau laki laki ini mengingat perkataan yang sudah lama.


Keysa menghembuskan nafas kasar sebelum dia memulai percakapannya. "Sudah terlambat kak, aku sudah di jodohkan sama ayah." Alaska menatap Keysa dengan terkejut, ini tidak mungkin bertahun tahun dia menunggu gadis ini tapi dia terlambat untuk merebutnya.


"Kamu menerima perjodohan itu?" tanya Alaska yang masih menatap Keysa sambil menunggu jawaban Keysa. Keysa tidak mengucapkan apapun malah wanita itu hanya mengangguk sebagai jawabannya.

__ADS_1


Ada rasa aneh di dalam hatinya saat Keysa bicara seperti itu, di dalam hati dia sudah kecewa saat perkataan yang di ucapkan Keysa. Apa dia tidak bisa mendapatkan kembali gadis ini, apa dia harus menyerah sama perjuangannya yang selama ini dia lakukan.


Alaska hanya tersenyum kecewa yang dia ukir 'kan, sebelum dia pergi dia menatap gadis itu dan meninggalkan Keysa yang masih terdiam.


“Kakak masih bisa mendapatkan aku kembali,” ucap Keysa membuat langkah Alaska terhenti. Dia membalikan badan saat dirinya ingin memastikan perkataan gadis ini.


"Kakak tidak salah dengar, kakak masih bisa merebut ku kembali. Asalkan kakak bisa mendapatkan hati ayah dan menghancurkan perjodohan ini!" kata Keysa. Alaska menghampiri Keysa dan menghadap di depan gadis tersebut.


"Gimana caranya supaya aku bisa mendapatkan hati ayah kamu," dirinya sangat bahagia saat rencana yang di berikan Keysa, sungguh tidak menyangka kalau Keysa akan memperjuangkan hubungannya dan membantu laki laki itu.


...- - - - - - - -...


Mawar yang sedang bersiap siap ke kantor Bara bukan untuk menemui laki laki itu melainkan untuk bekerjasama, dulu dia sudah menolak kerjasama perusahaannya tapi sekarang perusahaan Bara kembali melakukan kerjasama lagi.


"Apa ibu yakin untuk bertemu dengan pak Bara, kalau ibu kenapa napa gimana." Mawar menatap Ava saat sekretarisnya mengkhawatirkan dirinya.


"Saya yakin. Saya ke sana hanya ingin bekerjasama bukan untuk yang lain," jawab Mawar supaya Ava percaya sama perkataannya.


Mereka berdua langsung menemui pemilik perusahaan yang bernama Bara, sampai di perusahaan tersebut dia langsung bergegas menuju ruang meeting. Di dalam ruangan tersebut Bara sama sekali tidak fokus dengan keberadaan Mawar, laki laki itu hanya memperhatikan Mawar saat wanita itu masih fokus dengan perkataan Ava.


Wawan yang melihat bosnya langsung menyenggol tangan Bara, membuat laki laki itu tersadar dan memulai pembicaraannya.


"Saya setuju sama perkataan sekretaris kamu," jawab Bara membuat kedua wanita itu mengangguk, sebelum pergi dia bersalaman kepada clean barunya.


Ava meninggalkan dirinya sendiri, saat dia ingin menyusul Ava langkahnya sudah di hentikan oleh perkataan Bara.


"Apa kamu tidak ingin melanjutkan hubungan ini, kamu ingin melihatku di jodohkan dengan pilihan mama ku." ucap Bara membuat Mawar terdiam sambil melirik Bara, laki laki itu menatap Mawar saat tatapan mereka saling bertemu.


"Aku..."


"Aku tau kalau kamu ingin menyerah sama semuanya, aku juga tau kalau kamu lelah sama hubungan ini. Tidak hanya kamu saja yang lelah sama semuanya tapi aku juga yang merasakan hal yang sama." kata Bara yang langsung menghampiri Mawar, dia menggenggam tangan Mawar supaya wanita itu yakin pada hubungan mereka.


"Mungkin aku salah sama perkataan aku, tapi setelah aku pikir pikir kenapa harus menyerah. Kita sudah janji akan memperjuangkan hubungan ini, apapun yang terjadi kita akan berjuang sampai tante Manda merestui hubungan kita." jelas Mawar membuat Bara tidak percaya kalau Mawar ingin mempertahankan hubungan mereka. Bara dengan cepat memeluk Mawar dan wanita itu langsung membalas pelukan yang di berikan Bara.


Mobil yang di kendarai Bara akhirnya sampai di rumah Vanesha, di sana Vanesha menatap kearah mereka saat Bara tersenyum kearah ibu hamil.

__ADS_1


"Ceritanya sudah tidak marahan lagi nih!" goda Vanesha membuat mereka berdua tersenyum. Vanesha senang melihat mereka berdua bahagia, dia berharap kalau hubungan mereka akan bahagia.


"Bara, boleh kakak menemui ibu kamu!" ujar Vanesha membuat Bara menatap Vanesha, apa Vanesha yakin untuk menemui mamanya.


Dia tau tatapan yang di berikan Bara, sebelum Bara mengatakannya dia sudah lebih dulu mengatakannya. "Kamu tidak usah memikirkan apapun, kakak hanya ingin menemui ibu kamu selain itu aku tidak akan melakukan apapun."


Vanesha yang merasakan ada sebuah pelukan dari suaminya langsung menghadap Aric. "Kamu mau kemana? Kenapa kamu tidak bilang kalau ingin pergi!"


"Aku hanya ingin bertemu mamanya Bara, setelah menemui ibunya Bara aku akan kembali." jawab Vanesha membuat laki laki itu tidak ingin melepaskan Vanesha.


"Perlu aku antar," tawar Aric membuat Vanesha mengangguk, mereka berdua langsung menemui Manda yang membuat Vanesha penasaran.


Di tempat yang sudah mereka janjikan dia melihat seorang wanita yang sedang menghampiri mejanya, Vanesha menatap wanita itu dengan tatapan tidak suka. Wanita itu bersikap sombong dan angkuh seakan akan dialah wanita paling cantik di dunia ini.


"Kamu mau ngapain ngajak aku kemari, apa kamu tidak tau kalau saya sedang sibuk." ucap wanita itu dengan angkuhnya. Vanesha yang melihat itu hanya menggeleng dia benar benar tidak percaya sama perempuan yang bernama Manda.


"Saya minta maaf sudah menganggu kamu, saya ingin menanyakan perihal hubungan Bara sama Mawar. Apa kamu tidak bisa merestui hubungan mereka, saya ingin tanya sama kamu salah adik saya apa sampai sampai kamu tidak menyukai Mawar." Manda menatap Vanesha dengan tatapan sinis, dia langsung memulai pembicaraan dengan serius.


"Salah adik kamu karena dia seorang janda dan dia juga bukan wanita baik baik, mana ada yang mau sama adik kamu apalagi dengan masa lalu yang di miliki Mawar." jawab Manda membuat Vanesha geram saat wanita ini menjelekan adiknya.


Dia harus bisa menahan emosinya, dia tidak ingin mencari gara gara sama wanita ini. Vanesha mencoba menahan emosinya supaya dia bisa bicara baik baik dengan wanita ini.


"Saya tau tentang itu, kalau saya seperti kamu saya tidak mungkin menerima masa lalu seperti Mawar. Tapi setidaknya saya bisa percaya kalau Manda adik saya bisa berubah dengan masa lalunya, tidak seperti kamu yang hanya wanita angkuh dan sombong." Manda menatap Vanesha dengan tajam, dia ingin membalas perbuatan Vanesha tapi dia masih menahan.


"Kamu siapa melarang saya menghancurkan hubungan mereka, yang saya tau kamu dan adik kamu sama sama wanita di kalangan rendahan bukan kalangan atas seperti saya." Vanesha hanya tersenyum sinis saat mendengar perkataan Manda, apa wanita itu tidak tau siapa dia yang sebenarnya.


"Saya tau saya bukan wanita kalangan menengah atas, tapi seenggaknya saya masih punya harga diri tidak seperti kamu." Manda kesal dengan perkataan Vanesha, saat Manda ingin membalas perbuatan Vanesha sebuah tangan sudah mencegahnya.


"Jangan sentuh istri saya," ucap Aric dengan tegas membuat Manda merintis kesakitan. Aric melepaskan tangan Manda dengan kasar.


"Sekali lagi kamu menyakiti istri saya, saya akan pastikan seluruh keluarga kamu hancur seperti debu." ancaman yang di berikan Aric tidak membuat Manda takut malah dirinya semakin menantang Aric.


"Saya tidak akan pernah takut sama ancaman kamu, sebelum kamu melakukan itu saya sudah akan membalas perbuatan kamu." Manda dengan emosi yang memuncak langsung pergi meninggalkan mereka. Aric beralih menatap Vanesha.


"Apa ada yang terluka, apa kamu baik baik saja!" ucap Aric yang begitu khawatir dengan kondisi Vanesha, sedangkan wanita itu hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2