BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Terlambat


__ADS_3

Agatha tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki yang menjadi bagian hidupnya, laki-laki itu adalah Alaska. Penampilannya berbeda dari biasanya, wajahnya sangat lesung dan tatapannya sangat kosong.


"Alaska," panggil Agatha dengan pelan, cowok itu tidak menghiraukan panggilan Agatha malah dia tetap fokus dengan pikirannya. Agatha bingung dengan perubahan Alaska, Alaska yang sekarang bukan Alaska yang dulu. Sekarang pandangannya kosong seperti tidak memiliki semangat hidup.


"Aku tidak bisa bertemu dengannya lagi, aku kehilangan dia. Wanita yang selalu aku rindukan sekarang tidak bersamaku lagi," kata Alaska dengan pelan, perkataan yang diucapkan Alaska dengan pelan membuat Agatha mendengar ocehan dari bibir pria itu.


"Dia sudah pergi... pergi untuk selamanya, saat aku sadari aku kehilangannya. Apa aku bisa hidup tanpanya dan tanpa dia yang sudah memberikan aku warna," ocehan demi ocehan selalu diucapkan Alaska, Agatha terus diam saat pria ini terus bicara tentang Keysa.


Sebelum keberangkatan Keysa.


Alaska yang terus memandang foto Keysa langsung beranjak dari tempat tidur, dia ingin bicarakan masalah perkataan Keysa. Dia tidak mau kehilangan wanita itu, apalagi dia pernah kehilangan seseorang yang sudah asing baginya.


Alaska buru-buru mengambil kunci mobil yang sudah ia gantung, dengan cepat dia melangkah menuju bagasi tempat mobilnya berada. Dia kembali ke rumah Keysa, saat bersamaan wanita itu sedang mengemasi barang bawaannya dan menunggu taksi yang sudah dipesan ayahnya.


Taksi itu datang saat langkah mereka berdua sudah sampai di depan pintu, supir taksi itu membantu Keysa untuk membawa barang bawaannya dan memberikan pelukan terakhir kepada ayahnya. Dia memandang wajah ayahnya cukup lama sebelum dia masuk ke dalam mobil, tangan Keysa melambaikan tangan kearah ayahnya dan mobil itu jalan menuju bandara.


Mobil itu sudah pergi saat mobil hitam sudah sampai di depan rumah Keysa, Eliot yang melihat itu mengurungkan niatnya saat mendengar suara mobil. Alaska turun dari mobil menuju kearah Eliot dan menyalami punggung tangan itu.


"Om Keysa ada di dalam?" tanya Alaska yang mencari keberadaan Keysa, Eliot hanya mengelus punggung Alaska dirinya tidak mengerti maksud dari sentuhan itu.

__ADS_1


"Barusan Keysa sudah pergi," kata Eliot membuat Alaska kaget wanita itu pergi kenapa tidak bilang kepadanya.


"Pergi kemana om?" Eliot tersenyum saat melihat wajah Alaska sangat khawatir, dia memberitahu Alaska kalau Keysa pergi melanjutkan studinya. Wanita itu mendapatkan kabar bahwa dia di terima kerja di luar negeri sambil kuliah di sana.


Mendengar itu hati Alaska hancur, hancur kalau wanita itu pergi tanpa memberitahu dirinya. Dengan rasa kecewa Alaska pamit dan pergi entah kemana dia pergi yang penting dia ingin menenangkan pikirannya, semangat hidupnya hilang seketika saat wanita yang ia cintai pergi tanpa sepengetahuannya.


Agatha tidak tega melihat kondisi Alaska dia terus menenangkan cowok ini tapi tetap saja dia tidak bisa menggantikan Keysa, sekarang dia tau sebesar apa cinta Alaska untuk keysa. Wanita itu sangat beruntung mendapatkan Alaska dan sekarang dia tidak bisa mendapatkan Alaska kembali, tidak mungkin dia menggantikan wanita itu saat kondisi Alaska seperti ini.


"Kamu tidak perlu khawatir masih ada aku yang selalu ada menemani kamu," Alaska menatap Agatha dengan sendu, tatapannya tidak bisa ia simpulkan kalau laki-laki ini sangat kecewa mungkin pada dirinya sendiri.


"Kamu tetap kamu tidak bisa seperti dia," Agatha terdiam saat perkataan Alaska menusuk hatinya, dia memang dirinya dan tidak bisa mengikuti wanita lain. Andai dia lebih dulu datang bertemu dengan Alaska mungkin wanita bernama Keysa tidak akan bertemu dengan Alaska, dia sudah terlambat... Terlambat mendapatkan sosok Alaska yang dulu.


"Iya aku tau, tapi aku tetap ada di samping kamu. Aku yakin wanita itu akan kembali, aku akan selalu ada untuk kamu sampai wanita itu kembali." Alaska menatap Agatha wanita mengangguk, Alaska tidak setuju dengan ucapan Agatha. Dia tidak mau menggantikan dia sama seseorang yang baru walaupun Agatha teman kecilnya tapi tetap saja tidak mungkin seperti dulu.


***


Wanita itu sampai di tempat tujuan, di negara orang dia akan tinggal dan membuka lembaran baru. Melupakan kenangan di kota kelahirannya dan menetap di negara orang, dia melangkah sambil menarik troli dan dia sedang menunggu orang yang menjemputnya.


Mobil berwarna silver sampai tepat di hadapannya, kaca mobil itu terbuka dan memberikan senyuman kepadanya.

__ADS_1


"Keysa," panggil orang itu dengan khas negara sini, Keysa yang namanya di panggil hanya tersenyum. Orang itu turun dari mobil dan membantu Keysa untuk menyimpan barang bawaannya.


"Why did you decide to come here instead you like your hometown," Keysa tidak menjawab perkataan pria itu malah dia tersenyum saat cowok ini tetap cowok yang pertama dia ketemu. (Mengapa Anda memutuskan untuk datang ke sini bukan Anda menyukai kampung halaman Anda)


"Let's get in the car first i will tell you everything," laki-laki itu setuju, mereka berdua masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku masing-masing. (Ayo masuk ke mobil dulu aku akan memberitahumu semuanya)


Di dalam mobil Keysa menceritakan semuanya kepada sahabatnya, Antonio. Laki-laki itu bernama Antonio lahir di kota toronto kota terbesar di kanada, dia lahir di sana dan besar pun di sana. Tidak salah kalau dirinya mahir berbagai bahasa, dia juga pernah belajar bahasa Indonesia yang baginya sangat susah untuk di ucapkan.


"Congratulations on your success, I am sad when you are away from your father and forget the memories with that person. Are you sure you forgot about it?" kata Antonio yang sangat bangga mempunyai sahabat seperti Keysa. (Selamat atas kesuksesanmu, aku sedih ketika kamu jauh dari ayahmu dan melupakan kenangan bersama orang itu. Apakah Anda yakin sudah melupakannya?)


"May I take you around before I take you to the inn," ajak Antonio membuat Keysa mengangguk, begitu bahagia mendapatkan seorang sahabat seperti Antonio laki-laki yang di sukai wanita indonesia dan terpukau dengan presentasi yang dimiliki pria ini. (Bolehkah saya membawa Anda berkeliling sebelum saya membawa Anda ke penginapan)


Antonio sempat melirik Keysa saat wanita itu tersenyum, sudah lama dia tidak melihat senyuman wanita ini. Baru kali ini dia melihat senyuman itu lagi saat wanita ini memutuskan untuk pergi dan kembali lagi di hadapannya.


"What is it? What's wrong with me?" Antonio menggeleng saat Keysa menunjuk wajahnya, wanita itu tetap cantik seperti dulu dan sekarang dia tetap terpesona dengan kecantikan orang indonesia seperti Keysa. (Apa itu? Apa yang salah dengan saya?)


"Antonio can I go home, I'm very tired to go around." ujar Keysa yang mengadu kalau dirinya sangat lelah, Antonio menggenggam tangan Keysa untuk kembali ke mobil dan dia akan mengantar Keysa ke tempat penginapan yang sudah di pesan wanita ini. (Antonio bisakah aku pulang, aku sangat lelah untuk berkeliling)


"Thank you for taking me around, let's go I want to rest." ucap Keysa membuat wajah laki-laki itu tersenyum, tangan Antonio mengelus rambut Keysa yang terakhir sebelum dia memutuskan untuk pulang. (Terima kasih telah mengajakku berkeliling, ayo pergi aku ingin istirahat)

__ADS_1


Setelah melihat pria itu pergi dia pun masuk ke dalam, dia menutup rapat kunci penginapannya. Sampai di dalam kamar dia mengabarkan ayahnya kalau dirinya sudah sampai dengan selamat, panggilan itu masuk ke handphone Eliot. Nama panggilan yang ia rindukan membuat dirinya tersenyum, wanita itu terlihat senang saat menceritakan tentang negara toronto dia tersenyum melihat putrinya bahagia.


Panggilan terakhir membuat Keysa terdiam saat ayahnya bilang kalau Alaska datang menemui dirinya, lelaki itu terlambat saat dirinya sudah masuk ke dalam mobil. Dia harus mencoba untuk melupakan Alaska, dia tidak mau mengingat nama itu lagi hanya ada nama ayahnya di dalam pikirannya.


__ADS_2