
Apa mungkin aku bicara jujur sama ayah tentang hubunganku dengan dahlan, apa ayah bisa menerima dahlan jadi pendamping hidupku. Saat ini hanya dahlan yang bisa membuatku bahagia, tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan dahlan dari hidupku.
Andai ayah tidak membicarakan tentang perjodohan mungkin tidak akan seperti ini, aku harus apa? haruskah aku bicara tentang ini atau aku menyimpannya dengan sendiri. Aku ingin kebahagiaanku ditentukan oleh diriku sendiri bukan orang lain.
Kenapa hati ini selalu menolak tentang perjodohan, kataku ayah hanya bercanda masalah perjodohan ternyata ini bukan hanya candaan tapi akan menjadi kenyataan. Apa yang harus aku lakukan dengan semuanya? jujur saat ini aku bingung untuk mengambil keputusanku sendiri.
Tulisan demi tulisan yang ia ketik melalui jari jemarinya yang begitu lihai, saat ini dahlia sedang mengetik sebuah kata menjadi rasa yang tersimpan dalam hatinya yang di luangkan dalam sebuah tulisan. Ia mengakhiri ketikan di laptopnya dan beralih menatap sebuah foto yang terdapat dilayar handphonenya, foto tersebut foto dirinya dan ibunya.
Bunda apa yang aku harus lakukan dengan semuanya, aku ingin mengakhiri perjodohan ini tapi aku tidak tahu gimana caranya yang aku perbuat. Bunda, apa aku bisa melakukan masalahku sendiri, apa aku bisa mengambil keputusan yang aku buat sendiri. batin dahlia.
Dia harus yakin dengan semuanya, sore nanti dia akan membicarakan ini sama ayahnya dia tidak mau masalah semakin panjang. Apalagi kebahagiaannya sirna karena perjodohan konyol ini.
Sore harinya saat ia sedang bersiap turun ke bawah untuk menemui ayahnya, ternyata ayahnya sedang santai di pinggir kolam renang. Dia pun menghampiri ayahnya dan duduk di samping ayahnya.
“Ayah, aku boleh ngomong sesuatu sama ayah,” ujar dahlia dengan nada serius.
Joshua menatap kearah putrinya dan mengangguk, dengan tarikan nafas dahlia mengungkapkan apa yang ia harus ungkapkan.
“Ayah, dahlia ingin bicara serius sama ayah. Tentang perjodohan yang ayah lakukan dengan teman ayah,” ucap dahlia.
Joshua masih setia mendengar ungkapan yang diucapkan putrinya, “Ayah aku tidak ingin melanjutkan perjodohan ini.”
Joshua menatap putrinya dengan tatapan tajam, “Kenapa? kenapa kamu mau mengakhiri perjodohan yang ayah buat untuk kamu.” jawab joshua.
Dahlia masih menundukkan kepalanya dan dia tidak berani menatap ayahnya, “Aku punya pilihan sendiri untuk menentukan masa depanku, aku tidak ingin dijodohkan seperti ini. Aku ingin bahagia dengan pasangan pilihanku bukan perjodohan konyol yang ayah buat untukku.” pandang dahlia kearah ayahnya, sekarang ia harus berani menatap ayahnya walaupun ia agak takut dengan ucapannya.
“Pasangan? kamu punya pacar?” tanya joshua sambil mendekati putrinya yang sedang jongkok dan menatap dirinya.
Dahlia mengangguk, “Siapa laki-laki itu?”
“Dahlan,”
“Dahlan? laki-laki tidak tahu diri itu yang sudah membuat kamu mengakhiri perjodohan ini, apa hebatnya dia sampai-sampai dia bisa mendapatkan putri ayah,”
“Mungkin dahlan bukan laki-laki kaya raya dan dia juga bukan seorang anak pejabat tapi ayah dahlia cinta sama dahlan, dahlia ingin dahlan menjadi pasangan dahlia yah,” tutur dahlia dengan penuh kejujuran.
“Apa kamu yakin dengan pilihan kamu,”
__ADS_1
“Iya yah, dahlia yakin,”
“Baik kalo kamu yakin dengan pilihan kamu, besok cowok kamu temuin ayah di rumah. Ayah ingin tahu siapa laki-laki itu yang sudah membuat putri ayah menolak perjodohan yang sudah ayahnya tentukan sendiri,” joshua langsung meninggalkan dahlia sendiri tanpa harus mendengarkan ucapan dari mulut anaknya.
Jujur saat ia mendengar ucapan ayahnya dia sangat senang tapi masih ada keraguan dengan semuanya, apa dahlan mau menemui ayahnya untuk serius masalah hubungannya. Entahlah dia hanya bisa berdo'a dan pasrah dengan keadaan, dia hanya berharap dahlan bisa menyakinkan ayahnya besok.
Keesokan harinya dahlia sudah berjanji dengan ayahnya untuk menemui dahlan kepada ayahnya, dia sudah mengabarkan kepada dahlan tentang masalah hubungannya. Saat dahlan mengetahui berita bahwa dahlia kekasihnya sudah memberikan kabar baik kepadanya, bahwa dia diperbolehkan untuk menemui calon mertuanya.
Sore harinya dahlan sedang bersiap-siap untuk menemui calon mertuanya, jadi ia harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hati ayahnya dahlia. Dia bingung harus memilih baju apa? sampai-sampai seluruh kamarnya berantakan akibat ulahnya sendiri.
Saat ia bingung memilih baju apa yang ia pakai tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka, terdapat seorang perempuan sedang memandang aktifitas yang dia lakukan.
“Dahlan, kenapa kamar kamu berantakan sekali?” tanya seorang perempuan bernama sasa kakaknya dahlan.
Dahlan menghadap kearah kakaknya, “Kak aku bingung harus pilih baju apa? soalnya kemarin pacar aku bilang bahwa aku diperbolehkan untuk menemui ayahnya. Jadi hari ini aku akan menemui ayahnya dahlia kak, terus aku harus memakai apa ke sana.” jelas dahlan.
Sasa hanya tersenyum kearah dahlan dan dia menepuk pundak dahlan, “Pakai apapun yang penting sopan.” jawab sasa.
“Kamu jangan gugup untuk menemui calon mertua kamu, ingat apapun yang terjadi kamu sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalo kamu ada apa-apa kakak akan selalu membantu kamu,” kata sasa.
“Makasih ya kak udah suport aku,”
“Iya.. iya, kalo begitu aku pamit ya kak,”
“Iya, hati-hati.”
“Iya,” ucap dahlan dari kejauhan dan dahlan mengambil motornya di bagasi rumah. Dahlan langsung saja menyalakan motornya menuju rumah dahlia.
Sampai di rumah kekasihnya dahlan memarkirkan motornya di halaman rumah dahlia yang begitu besar, selesai ia memarkirkan motornya dia langsung menuju pintu rumah dahlia.
Ting... nong
Tok.. Tok
Dahlia yang mendengar suara pintu rumahnya berbunyi langsung saja ia menuju ke sumber suara, saat ia membuka pintu rumahnya terdapat dahlan kekasihnya yang sudah berpakaian rapih dan sopan.
“Silahkan masuk, kamu jangan takut sama ayah aku ya. Apapun yang terjadi aku selalu suport kamu,” ujar dahlia sambil tersenyum kearah dahlan tidak itu saja dahlia menggenggam tangan dahlan untuk memberikan ketenangan.
__ADS_1
Dahlan hanya mengangguk dan mereka berdua langsung menemui ayah dahlia yang sedang menunggu dirinya diruang tamu, “Sore om.” sapa dahlan.
“Silahkan duduk,”
Dahlan pun duduk jujur saat ini ia sangat tegang bagaikan dia sedang sidang dihadapan orang banyak, tapi ia hanya menghela nafasnya untuk tidak merasakan ketakutan dalam dirinya.
“Kamu pacarnya dahlia putri saya,” tanya joshua.
“Iya om,”
“Udah berapa lama kalian pacaran,”
“Udah tiga tahun om,”
“Sudah cukup lama kalian pacaran. Apa yang kamu lakukan saat saya tidak merestui hubungan kalian,”
Dahlan menarik nafasnya dan menghembuskan kembali, “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyakinkan om bahwa saya pantas untuk mendapatkan putri om.”
“Kamu tahukan akibatnya kalo putri saya sampai nangis karena ulah laki-laki yang tidak bertanggung jawab,”
“Iya om saya tahu, Orang tua mana yang melihat putrinya disakiti apalagi putri om anak kesayangan om yang selalu om jaga dan selalu melindungi putri om,” jelas dahlan.
Sebenarnya joshua belum yakin dengan pertanyaan yang sudah ia berikan kepada dahlan, tapi ia harus melihat keberanian yang ada didalam diri dahlan.
“Baik, kalo memang kamu mau hubungan kalian direstuin oleh saya, kamu harus melakukan permintaan yang saya buat untuk kamu. Gimana kamu siap dahlan,” tutur joshua.
“Saya siap om,”
“Saya kasih kamu tantangan selama sebulan kamu bisa menyelesaikan tantangan yang saya berikan saya akan merestui hubungan kalian, tapi kalo kamu gagal dalam tantangan yang saya berikan saya harap kamu bisa menjauhi anak saya. Gimana dahlan apakah kamu sanggup sama tantangan yang saya berikan ke kamu?” Lagi-lagi joshua membuat dahlan menelan ludahnya, tantangan apa yang akan dilakukan joshua? entahlah hanya joshua yang mengetahuinya.
“Saya siap om,”
“Baik. Besok pagi kamu temuin saya di lapangan golf dibelakang rumah saya, saya tunggu kamu di sana,” tutur joshua.
“Baik om,”
Joshua langsung pergi begitu saja dan dahlan hanya bisa bernafas lega, tapi dia akan menguatkan mental dan fisiknya. Apapun yang terjadi dia hanya bisa melakukan yang terbaik untuk hubungannya.
__ADS_1
Dahlia hanya bisa memberikan semangat untuk dahlan, dia tidak tahu rencana apa yang dimiliki ayahnya. Dia berharap tidak akan terjadi apapun antara dahlan dan ayahnya nanti.