BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Kantor Polisi


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa bi surti menyiapkan sarapan untuk mawar anak dari jesica, selesai membuat sarapan bi surti menata makanannya di atas meja. Saat ia sedang menyiapkan sarapan pagi dari bawah turunlah seorang wanita siapa lagi kalo bukan mawar.


“Gitu dong bi buat sarapan untuk saya bukan untuk vanesha aja, saya juga berhak di rumah ini,” ucap mawar sambil mengambil piring dan lauk-pauk yang ada di atas meja makan


Bi surti hanya bisa diam dia tidak ingin berdebat dengan siapapun, “Gue sudah selesai sarapannya, jadi bi lo harus beresin rumah setiap ruangan. Tapi ingat gak boleh sampai kotor dan gak boleh mengambil barang yang ada dikamar gue, bibi paham gak.” tegas mawar


“Iya non,”


Mawar pun pergi meninggalkan art menuju kantor polisi, saat ia sedang sarapan pihak kantor polisi mengabarkan dirinya untuk datang. Sampai juga mawar ke kantor polisi dan langsung menuju ke tempat ibunya.


“Ma,” panggil mawar saat melihat mamanya datang menghampirinya.


“Gimana kamu sudah ada solusi tidak untuk mengeluarkan mama disini,” ujar jesica


Mawar menggeleng


Brak


Meja pun dipukul dengan jesica yang membuat mawar dan petugas polisi pun kaget mendengar meja di gebrak dengan keras.


“Kamu gimana sih gak berguna banget jadi anak, seharusnya kamu pikir gimana caranya ngeluarin mama dari sini,” bentak jesica


“Aku harus gimana ma, aku gak tahu caranya ngeluarin mama dari sini. Aku udah melakukan berbagai cara tapi tidak ada yang berguna, apalagi cara mama tidak ada yang berhasil,” jawab mawar


“Oke. Nanti mama akan pikirkan gimana caranya untuk kamu membebaskan mama dari sini,” ucap jesica


Dalam rumah yang begitu mewah siapa lagi kalo bukan rumahnya aric, pemilik rumahnya saja masih asik dengan selimutnya. Gimana mau bangun dianya aja masih asik dalam mimpi.


Saat vanesha ingin membangunkan aric tiba-tiba saja ia terhenti melihat wajah atasannya yang begitu damai, tentram dan tidak begitu nyebelin saat tidur. Vanesha duduk ditepi ranjang dan melihat wajah aric secara inci.


“Saya melihat bapak seperti ini damai sekali pak, apalagi bapak kalo tidur tidak nyebelin pak. Beruntung sekali ya pak ada perempuan yang mencintai bapak, mungkin perempuan itu akan lebih beruntung memilih bapak. Tapi saya tidak seperti bapak yang lebih beruntung memiliki segalanya pak, sedangkan saya tidak seberuntung bapak,” tutur vanesha dengan pelan


“Terima kasih bapak sudah memberikan saya kesempatan untuk bekerja disini kalo tidak ada bapak mungkin saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan,” ujar vanesha dan vanesha menyelimuti aric sampai setengah badannya


Vanesha pun keluar dari kamar aric dan menutup pintu kamar aric, Saat vanesha sudah pergi aric pun membuka matanya. Sebenarnya aric sudah bangun dari tadi tapi saat ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka ia langsung berpura-pura tidur, saat aric berpura-pura tidur ia mendengar vanesha berbicara. Memang dia tahu saat vanesha berbicara barusan dan dia hanya bisa tersenyum mendengar ucapan vanesha barusan.


“Dasar wanita gengsi mengucapkan terima kasih aja gak berani,” gumam aric


Saat vanesha ingin kembali ke kamarnya tiba-tiba saja ava sekretarisnya menelpon dirinya.


Drrrtt.. Drrrtt


“Halo va,” ucap vanesha dari kejauhan


“Halo mba, mba bisa datang ke perusahaan tidak. Ada masalah mba di perusahaan,” jawab ava


“Baik va. Aku akan ke sana,” ujar vanesha


Vanesha langsung pergi begitu saja tanpa pamit sama atasannya, sampai di perusahaan ia langsung menghampiri ava sekretarisnya.


“Ada apa va?” tanya vanesha saat vanesha berada di ruangan sekretarisnya

__ADS_1


“Mba. Di ruangan mba ada mawar mba, dari tadi ia ingin bertemu mba tapi saya sudah bilang sama dia bahwa mba hari ini tidak akan datang ke perusahaan. Tapi dia malah memaksa dan malah dia ingin mengancam untuk mengacak-acak kantor,” jelas ava


“Baik, saya akan ke ruangan,” ujar vanesha


Saat vanesha membuka pintu ruangannya ternyata mawar sudah duduk dibangku miliknya dengan tingkah yang tidak sopan, “Ngapain kamu di sini.” ujar Vanesha dengan nada dingin


Bukannya menjawab malah mawar tersenyum dan mengubah posisinya, “Saya ingin kamu membebaskan mama saya dari kantor polisi.” tutur mawar


Vanesha hanya tertawa mendengar ucapan adik tirinya, “Apa kata lo dibebaskan? Haha.. haha tidak mungkin, gue gak bakal sudi bebasin nyokap lu. Sampai gue mati pun gue gak akan keluarkan mama lo dari penjara, dan gue ingatkan satu hal sama lo, kalo lo sampai coba-coba membebaskan nyokap lo gue bakal bilang ke sutradara lo dan pihak televisi untuk memberhentikan lo dari pekerjaan.” ancam vanesha


“Lo ngancam gue,” ucap mawar tidak mau kalah dengan ucapan vanesha


“Ya kalo ini disebut ancaman berarti lo ngerti, tapi kalo lo masih berani macam-macam sama gue silahkan lo lakuin sesuka hati lo. Tapi lo bakal nerima akibatnya dan lo bisa angkat kaki dari rumah gue,” tutur vanesha dengan tegas sambil menunjukkan kearah mawar


“Gue gak pernah takut sama ancaman lo dan ingat saat mama gue bebas dari penjara gue akan pastikan hidup lo akan hancur,” ucap mawar sebagai peringatan


Mawar pun pergi begitu saja dan vanesha duduk di sofa, “Kenapa harus gini, kenapa masalah gue gak selesai.” gumam vanesha


***


Malam harinya vanesha sudah kembali ke rumah bosnya dan bekerja seperti biasa, saat ia sedang mengerjakan tugas kantor tiba-tiba saja pintu rumah majikannya berbunyi. Dia langsung saja membereskan berkas kantornya dan menuju kearah sumber suara


Ting.. nong


“Ya tunggu,” ucap vanesha dengan nada tinggi


Pintu pun terbuka menampakkan seorang perempuan dan satu laki-laki, “Ada aric di dalam.” ucap joshua


“Ada pak, silahkan masuk,” jawab vanesha mempersilahkan tamu masuk


“Saya barusan mendengar suara bel rumah, ada siapa di dalam?” ujar aric


“Saya tidak tahu, sepertinya ingin bertemu sama bapak,” jawab vanesha


Aric mengangguk dan langsung saja aric menuju ruang tamu, ternyata benar tamu yang dimaksud dengan vanesha adalah rekan bisnis ayahnya.


“Pagi om,” sapa aric sambil mencium tangan joshua


“Pagi ric,” jawab joshua, “Gimana keadaan kamu?” tanya joshua


“Aku baik om,”


“Oh ya ric, tadi om melihat perempuan ada di rumah kamu dia siapa,” tutur joshua


“Maksud om vanesha, dia asisten pribadi aku om,” ucap aric dengan santai


“Kamu ingat aric, kalo kamu sudah om jodohkan dengan anak om dahlia. Jadi om tidak mau tahu kalo perjodohan ini harus berlanjut jangan sampai batal om inginnya kalian berdua sampai menikah,” jelas joshua


Aric hanya tersenyum dan aric langsung memanggil art untuk menyiapkan minuman, mereka bertiga berbincang-bincang dan membahas tentang pernikahan. Jujur saat ia membahas pernikahan ada rasa tidak suka untuk membahas masalah pernikahan, mungkin dia tidak mencintai dahlia apa dia tidak menyukai rencana perjodohannya.


Vanesha jangan ditanya dari tadi ia mendengar ucapan laki-laki itu kepada aric, pernikahan? berarti atasannya akan segera menikah. Malah ia tidak memikirkan untuk cemburu, malah dia memikirkan untuk mengambil bunga autaristik secepat mungkin

__ADS_1


Pagi harinya seperti biasa vanesha sudah rapih dengan penampilannya, tapi dia tidak melihat atasannya turun dari kamar. Dia langsung saja bertanya kepada art.


“Bi, pak aric ko tidak kelihatan,” ujar Vanesha


“Oh ya non bibi lupa bilang sama non, tadi malam den aric pergi katanya ada urusan kantor. Jadi malam ini den aric tidak ada di rumah,” jelas art


“Sampai kapan bi pak aric pergi,”


“Katanya seminggu ini pak aric keluar negeri untuk mengurus klien kerjasamanya non,”


Vanesha hanya mengangguk, Bagus malam ini gue harus cari cara untuk mendapatkan bunga autaristik nya, secepat mungkin sebelum pak aric pulang ke rumah ini. batin vanesha


Malam pun tiba vanesha akan memulai rencananya, dia sudah dikabarkan oleh dokter hamzah untuk menemuinya tadi siang jadi ia bertemu dokter pribadi ayahnya dan memberikan sesuatu untuk mendapatkan bunga autaristik.


Ia melihat art yang ada di rumah aric ternyata sudah pada terlelap dengan mimpinya dan memulai langsung aksinya. Sekarang ia sedang mencari tempat keberadaan kamera pengintai ternyata kamera tersebut berada dikamar aric, tanpa pikir panjang langsung saja ia masuk kedalam kamar aric.


Ia melihat sekeliling kamar aric ternyata tidak ada CCTV-nya, langsung saja ia menuju kamera pengintai. Dia sudah mencari keberbagai tempat tidak ketemu hanya satu tempat yang belum dicari tempat pribadi atasannya. Dan benar saja di sana banyak komputer untuk melihat keberadaan yang ada di taman rumahnya aric.


“Bagus hari ini gue mendapatkan sisi terang kamera itu, langsung aja gue matikan dan memulai mengambil bunga autaristik nya,” ucap vanesha


Saat ia mau keluar dari ruangan kerja atasannya tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk kedalam kamar aric, dia langsung mencari tempat tersembunyi.


“Perasaan tadi ada orang masuk ke sini, mungkin perasaan aku aja,” ucap salah satu art


Art itupun pergi dan vanesha bisa bernafas lega, “Untung gak ketahuan, bisa bahaya kalo gue ketahuan.” gumam vanesha


Vanesha dengan cepat keluar dari kamar atasannya dan menutup pintu kamar aric dengan perlahan, dia langsung saja menuju taman rumah belakang aric.


Sampai di taman belakang rumahnya aric, dia langsung menuju bunga autaristik dan mengambil beberapa bunga autaristik, setelah ia berhasil mendapatkan bunganya langsung saja ia pergi dari sana.


Vanesha tidak mengetahui ada satu kamera yang masih menyala di bunga autaristik tapi kamera tersebut mendapatkan gambar dia dari arah belakang.


Pagi harinya seperti biasa vanesha melakukan aktivitasnya tapi hari ini dia meminta izin kepada art untuk datang ke rumah sakit, sampai di rumah sakit ia langsung menemui dokter hamzah dan memberikan bunga autaristik.


“Pagi dok,” sapa vanesha


“Pagi vanesha,” jawab dokter hamzah, “Gimana sama bunga itu? apa kamu sudah mendapatkannya.” sambung dokter hamzah


“Ya saya sudah mendapatkannya,” ujar vanesha, vanesha langsung saja memberikan bunga itu kepada dokter hamzah. Saat dokter hamzah menerima bunga autaristik dari tangan vanesha ternyata vanesha tangannya terluka.


“Sepertinya kamu tidak berhati-hati, lebih baik kamu cepat sembuhkan luka kamu. Sebelum nanti ada yang melihat keadaan tangan kamu,” ujar dokter hamzah


“Baik dok,”


Selesai menyembuhkan luka tangannya dia diperintahkan untuk menunggu di ruang tunggu, dan semua dokter segera menyembuhkan penyakit Alison.


Semoga bunga autaristik bisa menyembuhkan ayah. batin vanesha dengan khawatir


Saat ia sudah sangat lama menunggu akhirnya dokter hamzah selesai untuk menetralkan racun di tubuh alison.


“Gimana dok, keadaan ayah saya,” ucap vanesha

__ADS_1


“Kamu tidak perlu khawatir kita tunggu reaksi obatnya, semoga obat penawarnya bisa menyembuhkan racun yang ada di tubuh ayah kamu. Kalo begitu saya permisi dulu,” jelas dokter hamzah.


Vanesha hanya mengangguk dan vanesha melihat ayahnya dari luar, jujur saat ini dia sangat khawatir dengan keadaan ayahnya. Tapi ia tidak memikirkan luka yang ada ditangannya malahan dia memikirkan kesembuhan ayahnya saat ini.


__ADS_2