BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Ke Ganjalan


__ADS_3

Sepulang kantor vanesha tidak kembali ke rumah melainkan ke rumah sakit, saat ia berangkat ke kantor tiba-tiba saja dokter hamzah mengabarkan dirinya untuk memberikan informasi tentang penyakit yang diderita ayahnya.


Tiba di rumah sakit ia langsung masuk keruangan dokter hamzah.


Tok.. tok


“Masuk,” Ucap dokter hamzah


Vanesha pun masuk dan langsung duduk, karena hari ini dokter hamzah tidak terlalu sibuk dengan pasiennya jadi vanesha berkesempatan untuk bertemu dokter pribadi ayahnya.


“Gimana dok, apa ada yang tidak beres dengan semua ini,” Ucap vanesha


“Begini mba vanesha saya minta maaf kalo saya menyinggung perasaan mba ataupun perasaan keluarga pak alison, saya tahu semenjak pak alison menikah lagi kesehatan pak alison agak melemah. Saya juga tidak mengerti dengan permasalahan ini mba, tapi saya yakin kalo pak alison diracuni. Tapi ini tebakan saya saja, saya tidak yakin apakah ini racun atau bukan,” Jelas dokter hamzah


“Apa saya boleh minta stempel pemeriksaan ayah saya,” Ucap vanesha


“Boleh mba, saya ambilkan dulu,” Ucap dokter hamzah


Dokter hamzah langsung mengambil stempel pemeriksaan di laboratorium dan kembali lagi ke ruangan kerjanya.


“Ini mba hasil stempel pemeriksaan pak alison,” Ucap dokter hamzah sambil memberikan stempel pemeriksaan


“Baik dok, kalo begitu saya permisi,” Ucap vanesha


Dokter hamzah mengangguk dan vanesha menuju ruang inap ayahnya, di sana vanesha melihat keadaan ayahnya semakin melemah. Jujur saat ia melihat kondisi ayahnya ada rasa bersalah dan penyesalan didalam hatinya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mencari kebenarannya.


Ia langsung keluar dan tepat sekali ia bertemu dengan frey yang sedang duduk diruang tunggu. Vanesha langsung duduk di samping frey.


“Gimana frey apa ada masalah sama ayah?” Tanya vanesha


“Tidak ada mba, tapi kemarin bi surti asisten rumah tangga mba bilang ke saya kemarin istrinya pak alison mencari pak alison. Tapi kata bibi kalo dia tidak memberitahu keberadaan pak alison, bi surti akan dipecat mba,” Ucap frey


“Hmm.. Kalo begitu kamu harus jaga ayah saya, kalo ada kecurigaan kamu beritahu saya segera,” Ucap vanesha


“Baik mba,”


Vanesha pun pamit dan langsung ke acara pelelangan yang telah diberi tahu kepada sekretarisnya, sampai juga di tempat tersebut akhirnya ia masuk bersama ava.


“Baik saya akan mulai saja acara ini, barang pertama vas bunga dengan model kuno yang baru ditemukan di tempat peninggalan zaman dulu. Dengan harga $200 yang ditemukan oleh perusahaan darakara, dengan nominal sekitar Rp. 2.883.560,00 ada yang ingin menawarkan harga yang lebih tinggi,” Ucap MC


“$450,”


“Ada lagi yang menawarkan lebih besar dari $450,”

__ADS_1


“$560,”


“Ada lagi,” Ucap MC


“Wow sepertinya tidak ada yang menawarkan lagi, dengan sepakat harga vas kuno ini dijual sekitar $560,” Ucap MC sambil mengetuk palu bahwa setuju dengan harga yang ditawarkan


Vanesha hanya memperhatikan acara pelelangan tersebut malahan dia tidak tertarik dengan acaranya. Sungguh membosankan, mungkin yang ia rasakan sekarang.


Kalo bukan urusan perusahaan gak bakal gue datang ke acara membosankan ini, lebih baik gue jadi pendengar dari pada ikut membeli yang tidak penting. Batin vanesha


“Disini saya membawakan Empat ekor binatang buas yang masih sangat kecil, yang ditemukan oleh perusahaan Mahadinawar dengan harga $673, ada yang berani menawar yang lebih tinggi,” Ucap MC


“$890” Ucap salah satu pemilik perusahaan lain.


“Wow keren sekali harganya, ada lagi yang ingin menawarkan harga yang lebih tinggi. Wow tidak ada yang menawarkan yang lebih tinggi lagi, jadi empat ekor binatang buas sepasang dengan harga $890 dan sekitar nominal Rp. 12.831.575,00,” Ucap MC sambil mengetuk palu lagi


Selesai acara ia langsung pergi dari tempat duduknya menuju parkiran. Dari kejauhan aric dan Bryan berjalan kearah pintu keluar dan tidak sengaja ia bertemu dua orang perempuan yang salah satu perempuan tersebut pernah ia kenal.


Saat ia mendekati perempuan itu ternyata perempuan itu sudah memasuki mobil dan aric malah penasaran dengan dua perempuan yang ia temui.


“Pak,” Ucap Bryan sambil menepuk pundak aric


Aric langsung menghadap kearah Bryan, “Ada apa?”


“Bapak masih ingin disini atau ingin kembali ke perusahaan atau ke rumah pak,” Ucap Bryan


“Baik pak,”


Akhirnya mobil pribadi aric datang dan langsung menuju apartemen pribadinya.


.......*************.......


Selesai pelelangan vanesha menuju ke rumah sakit, sampai di rumah sakit ia langsung menuju kamar inap ayahnya.


“Mba sudah kembali,” Ucap frey


“Ada apa frey? Kenapa kamu panik seperti itu?” Tanya vanesha yang melihat frey begitu panik.


“Maaf mba, tadi nyonya sama anaknya datang ke rumah sakit bikin keributan sampai-sampai mengganggu pasien disini,” Jelas frey


Sebenarnya dia maunya apa? Dia tidak kapok mengganggu kesehatan ayah, sampai-sampai bikin keributan di rumah sakit. Tidak tahu malu. Batin vanesha


“Kalo gitu saya ingin bertemu dokter hamzah, kamu tetap disini untuk berjaga-jaga,” Perintah vanesha

__ADS_1


“Baik,”


Vanesha langsung menuju ke laboratorium di sana ia bertemu semua dokter termasuk dokter hamzah.


“Gimana hasilnya,” Ucap vanesha sambil mendekati semua dokter.


Semua dokter yang ada di laboratorium langsung melihat kearah sumber suara dan dokter hamzah langsung memperlihatkan hasil penelitiannya.


“Begini mba vanesha, menurut pendapat dokter disini stempel yang saya kasih ke mba kemarin adalah stempel pemeriksaan yang tidak terlalu berbahaya, saya curiga ada seseorang yang ingin meracuni pak alison tapi yang saya heran kenapa racun ini tidak memiliki dampak apapun. Malah sekali mendapatkan racun ini orang yang meminumnya langsung lemah dengan perlahan.” Ucap penjelasan dokter hamzah


“Racun dok? Gimana bisa ayah saya Keracunan, racun apa yang ada didalam tubuh ayah saya?” Tanya vanesha


“Racun yang ada didalam tubuh pak alison adalah racun langka, dokter disini saja tidak bisa memberikan penawar terhadap racun tersebut, malah yang saya takuti racun itu akan tersebar ke seluruh tubuh pak alison,” Jelas dokter hamzah


“Gimana caranya saya bisa mendapatkan penawar itu dok?” Tanya vanesha


“Ada satu cara untuk mengetahui penawar dari racun itu, coba kamu periksa disekitar rumah kamu apakah ada yang mencurigakan sampai-sampai ayah kamu seperti ini,” Ucap dokter hamzah


Vanesha hanya mengangguk sebenarnya ia curiga sama ibu tirinya, tapi ia tidak punya bukti untuk mencurigai ibu dan anaknya.


“Baik dok kalo begitu saya akan mencari bukti,” Ucap vanesha


Vanesha langsung menelepon asisten rumah tangganya bi surti.


Drrrttt... ddrttt..


Akhirnya teleponnya terhubung.


“Halo non,” Ucap bi surti dari kejauhan


“Halo bi. Bibi bisa bantu saya,” Ucap vanesha


“Bantu apa non?” tanya bi surti


“Begini bi saya ingin bibi memantau gerak-gerik nyonya sama anak perempuannya, saya curiga sama mereka berdua yang mengakibatkan ayah saya masuk ke rumah sakit,” Ucap vanesha


“Baik non, bibi akan menjalankan perintah dari non. Ada lagi non yang bisa bibi bantu,” Ucap bi surti


“Tidak ada bi, cuman itu saja kalo ada yang bibi curigai tolong kabarin saya secepatnya,” Ucap vanesha tegas.


“Baik non,”


Vanesha mengakhiri teleponnya dan langsung menuju ke rumahnya untuk mengambil beberapa baju, besok ia akan memeriksa rumahnya.

__ADS_1


Gimana caranya gue mendapatkan bukti racun itu? Kalo gue secara spontan mencari bukti di rumah pasti bakal ketahuan, terus gimana caranya gue ngusir dua orang perempuan yang ada di rumah gue. Batin vanesha


Besok iya akan memikirkan caranya dan dia juga akan membutuhkan bantuan dari seseorang.


__ADS_2