BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Aksi Penculikan Vanesha


__ADS_3

Selesai mengerjakan berkas yang ada di hadapan, dia pun langsung keluar dari kantor. Baru Mawar membuka pintu ternyata dia tidak sengaja menabrak seorang lelaki, membuat dirinya bersalah atas keteledoran dirinya.


“Maaf. Maafkan saya,” ucap Mawar.


Saat Mawar menatap pria itu ternyata dia melihat Andre, apa benar dia Andre? Kenapa pria ini ada di sini?


“Kamu--Kamu kenapa ada di sini!” ucap Mawar shock saat mengetahui bahwa Andre ada di kantornya.


“Boleh saya ngobrol sebentar sama kamu,” ujar Andre dijawab anggukan oleh Mawar.


“Kenapa kamu tidak bilang bahwa kamu mengurus perusahaan kakak kamu,” kata Andre yang melirik Mawar.


“Karena kakakku yang minta, karena dia sudah menikah dan sekarang dia sedang hamil. Aku tidak mau dia stres apalagi dia sudah banyak membantuku,” jelas Mawar membuat Andre mengerti kenapa perempuan ini mau keluar dari pekerjaannya.


“Jadi ini alasan kamu kenapa kamu bisa keluar dari tempatku,” ujar Andre.


“Iya, maaf. Karena aku tidak memberitahu alasanku terlebih dulu,” ucap Mawar yang merasa bersalah dengan Andre.


“Tidak masalah, yang penting kamu bahagia mengurus perusahaan kakak kamu!” Andre menatap Mawar sebenar dan beralih menatap awan.


“Sekarang gimana keadaan kamu,” tanya Vanesha yang sedang melihat suaminya duduk di pembatas ranjang.


Aric menatap Vanesha sambil tersenyum. “Aku sudah baik-baik aja, tinggal istirahat untuk memulihkan tenaga seperti dulu!” kata Aric.


“Mau aku siapkan sarapan untuk kamu,” ucap Vanesha dijawab dengan gelengan.


Aric malah menarik tangan Vanesha supaya lebih dekat dan membuat Vanesha terbawa oleh tangan suaminya, Aric memeluk tubuh Vanesha sambil mengelus perut rata istrinya.


“Anak ayah baik-baik ia di sana,” ujar Aric yang masih mengelus perut Vanesha.


“Iya ayah, aku akan baik-baik aja. Ayah tenang aja aku bakal jagain bunda,” sela Vanesha saat suaminya sedang berbicara dengan calon anak mereka.


“Kamu tidak ngidam apapun gitu,” ujar Aric dijawab gelengan oleh Vanesha.

__ADS_1


“Ada apa, kak?” tanya Vanesha saat melihat wajah suaminya menjadi sendu.


Aric mendongak sambil menatap wajah Vanesha. “Aku ingin es campur,” pinta Aric membuat dirinya terbengong. Perasaan yang hamil dirinya kenapa yang ngidam suaminya?


“Ya udah. Nanti aku akan belikan untuk kamu,” ucap Vanesha membuat Aric berbinar saat permintaannya di turuti.


Vanesha langsung memesan di grabfood untuk membeli es campur, selesai memesan dia tidak sengaja melihat pesan dari kaki tangan ayahnya.


Ada apa dia menghubungiku, bukannya dia sudah pindah kerja. pikirnya saat mengetahui pesan dari Frey.


“Ada apa sayang? Kenapa kamu wajah seperti itu,” ucap Aric saat melihat istrinya menatap handphone dengan serius.


Vanesha tersenyum sambil menggeleng, dia tidak mau suaminya khawatir apalagi Aric masih sakit belum sembuh total. Masalah pesan Frey dia akan mengurusnya sendiri, dia tidak mau suaminya mengetahui masalah pribadinya.


Beberapa menit kemudian akhirnya pesan dirinya datang dan dia beranjak dari ranjang menuju lantai bawah, sampai di pintu dia langsung membuka pintu tersebut yang menampakan seorang grabfood pesanannya.


“Dengan teh Vanesha,” kata grabfood tersebut dijawab anggukan oleh Vanesha.


“Terima kasih teh,”


“Iya, sama-sama!”


Setelah melihat abang grabfood sudah pergi dia pun masuk ke dalam untuk memberikan pesanan suaminya, baru beberapa langkah dia mendengar suara bel pintu dia pun berbalik badan menuju suara bel pintu. Saat dirinya membuka pintu tersebut ternyata tidak ada orang sama sekali dan tidak sengaja dia melihat sebuah kotak yang berada di bawah pintu, Vanesha langsung mengambil kotak tersebut dan membawanya ke dalam rumah.


“Kotak apa ini? Perasaan dia tidak memesan apapun selain es campur!” batin Vanesha yang mengangkat bahunya acuh, dia pun meletakan kotak tersebut dibawah meja yang berada di ruang tamu dan dia menuju lantai atas.


Vanesha memberikan es campur tersebut yang sudah ia taruh di mangkuk warna putih. “Ini pesanan kamu,” ucap Vanesha sambil memberikan es campur kepada Aric.


Tiba-tiba saja Vanesha kepikiran dengan kotak yang sempat ia bawa, apa dia buka saja kotak itu? Tapi isinya apa?


“Sayang kamu di sini dulu ya, aku mau ke dapur!” ucap Vanesha dijawab anggukan oleh suaminya.


Dia pun beranjak dari ranjang menuju tempat dimana dia menyimpan kotak itu, akhirnya dia menemukan kota itu saat dia membuka isi dari kotak tersebut ternyata isinya sebuah boneka dan juga sebuah surat yang menurut dirinya seperti surat cinta.

__ADS_1


Vanesha mengerutkan dahinya saat mengetahui surat tersebut tertulis sebuah puisi yang menurutnya sangat indah, tanpa pikir panjang dia meletakan kembali kotak tersebut dan dia menyusul suaminya di kamar.


***


Sekarang Vanesha sudah berada di tempat yang dikirim oleh Frey, kenapa Frey memberikan sebuah alamat yang menurutnya sangat aneh. Sudah tempatnya gelap dan tidak ada orang satupun di sini.


“Permisi ada orang di dalam,” ucap Vanesha dengan mengeraskan suaranya.


Tapi nihil tidak ada sahutan sama sekali apa dia kembali saja, entah kenapa dirinya penasaran dengan tempat ini. Saat Vanesha melangkahkan kakinya dari kejauhan seorang lelaki menghampiri Vanesha, dengan sekejap Vanesha pingsan akibat bekapan yang lelaki itu berikan.


“Maafkan saya mba, saya tidak bermaksud melakukan ini kepada mba!” kata lelaki itu yang dirinya saja menyesal dengan melakukan kejahatan seperti ini.


Lelaki itu meletakan Vanesha ke dalam tempat ruangan yang jauh dari penglihatan orang-orang sambil mengikat tangan Vanesha, lelaki itu hanya menatap Vanesha dengan kasihan seharusnya dia tidak membawa majikannya ke sini.


“Cakep. Kerjaan lu bagus juga untuk masalah penculikan ini,” ucap seorang wanita yang menghampiri pria itu.


“Sekarang kamu bisa pergi dari sini,” perintah wanita itu tapi lelaki tersebut malah tidak mendengarkan perkataannya.


“Kamu tidak mendengar perkataan saya barusan,” desis perempuan itu membuat lelaki tersebut pergi meninggalkan Vanesha.


Perempuan itu malah melihat Vanesha yang terikat akibat ulahnya, baru kali ini dia berhasil menculik Vanesha. Wanita yang berani melawan dirinya, tinggal menunggu aksinya buat melukai wajah Vanesha yang membuat dirinya geram saat Vanesha menantang dirinya.


“Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melukai kamu VANESHA–” perempuan itu memegangi wajah Vanesha yang menurut dirinya ingin menghancurkan wajah mulus Vanesha. “Kita lihat saja nanti Vanesha apakah suami kamu akan menolong kamu atau tidak, atau jangan-jangan kamu dibiarkan begitu saja!” perkataan perempuan itu mengejek kepada Vanesha yang masih tertidur lelap akibat obat bius yang dia berikan.


Aric yang dari tadi mulai merasa aneh dengan tingkah laku istrinya, dari tadi dia tidak melihat Vanesha kembali. Bukannya dia meminta izin untuk ke supermarket tapi sampai sekarang belum kembali juga.


Aric pun menelpon Vanesha tapi hasilnya nihil handphone istrinya malah tidak aktif, membuat dirinya semakin curiga. Aric beranjak dari ranjang menuju dapur, dia pikir bahwa Vanesha sedang masak tapi saat dia berada di dapur tidak ada istrinya melainkan pembantu.


“Bibi liat Vanesha, tidak?” tanya Aric dijawab gelengan.


Dia pun tetap mencari keberadaan Vanesha saat di ruang tamu dia tidak sengaja melihat kotak yang menurutnya sangat aneh, dia pun mengambil kotak tersebut dan membukanya ternyata hanya sebuah boneka dan surat. Surat itu berisi puisi yang dituliskan di surat tersebut, semakin lama dia membaca semakin dia curiga bahwa istrinya di culik dan dia sudah mengira bahwa penculik itu ingin menghancurkan Vanesha.


Saat itu juga Aric menghubungi Lucky dan menyuruh kaki tangannya untuk mencari keberadaan Vanesha, apa istrinya punya musuh atau jangan-jangan musuhnya dari orang yang dulu dia hina? Tapi masalah itu menurut dia sudah masa lalu terus sekarang siapa yang menculik Vanesha?

__ADS_1


__ADS_2