
Pulang dari kantor aric langsung menuju kamar, vanesha merasakan keanehan dari atasannya kenapa semenjak pulang dari kantor sifatnya sangat aneh.
Tanpa ia pedulikan vanesha menuju kamarnya dan membersihkan badannya, sedangkan aric hanya duduk di ruangan kerjanya. Gak tahu kenapa semenjak dia pulang dari kantor sifatnya agak aneh, dia berpikir ada apa dengannya?
Saat ia sedang memikirkan keanehan dalam dirinya tiba-tiba saja handphonenya bergetar langsung saja ia melihat siapa yang mengirimkan pesan untuknya, Ternyata pesan tersebut dari lucky.
Lucky
Sore Pak, saya sudah menemukan dalang yang sudah menggagalkan kerjasama sama perusahaan pak gaston. Ternyata orang itu adalah orang yang pernah bekerjasama dengan bapak, sekarang dia berada di kantor polisi pak. Bapak ingin menemuinya atau biar saya yang mengatasinya. √√
^^^Me^^^
^^^Saya akan ke sana kamu harus tetap di sana untuk berjaga-jaga. √√^^^
Lucky
Baik Pak, √√
Aric mengakhiri obrolan pesannya dan menuju bagasi mobil, dari kejauhan vanesha melihat atasannya terburu-buru keluar.
Ada apa? apakah ada masalah dengan pak aric? batin vanesha.
Sampai di kantor polisi aric langsung menemui lucky yang sedang menunggu dirinya dan benar yang ia duga ternyata dalang dari semuanya yaitu Daniel orang yang sudah menipu semua perusahaan.
“Tidak disangka bos besar datang kesini,” ujar Daniel sambil tersenyum licik.
“Kenapa? kamu takut bertemu dengan saya,” aric pun menarik kursi dan dia pun duduk dengan penuh elegan.
“Haha.. haha, saya takut sama anda! tidak mungkin. dengerin ucapan saya, saya tidak akan takut dengan anda dan saya akan melakukan apapun sesuai keinginan saya,” tegas daniel.
“Kamu jangan bangga dulu, apapun yang kamu lakukan saya akan menangkap kamu dan membawa kamu ke kantor polisi. Saya sudah berhasil membawa kamu ke tempat yang semestinya kamu dapatkan dan saya akan terus menangkap semua anak buah kamu secepatnya,” timpal aric.
“Silahkan. Kamu tidak akan mendapatkan anak buah saya apalagi menemukan markas tempat anak buah saya,” tutur daniel dan daniel mendekat kearah aric.
Dengan sigap lucky melindungi atasannya, saat lucky ingin menghajar daniel tiba-tiba saja aric menahan dirinya dengan kode yang diberikan oleh atasannya.
__ADS_1
Aric mendekati daniel dan membisikan sesuatu kata, “Tinggal menunggu waktu saya akan mendapatkan markas tempat anak buah kamu, dan kamu jangan macam-macam sama saya kalo kamu tidak mau sampai keluarga kamu kenapa-kenapa.” ungkap aric dan aric langsung meninggalkan daniel.
Daniel mengepal tangannya dan memukul meja dengan kepalan tangannya, lihat saja kamu aric saya akan membuat kamu hancur, saya akan membuat kamu menderita. Kita lihat nanti saya akan segera bebas dari tempat ini dan membalaskan apa yang kamu perbuat. batin daniel penuh emosi.
Didalam mobil lucky memandang kearah spion mobil dan memandang kearah atasannya, “Pak, bapak ingin langsung pulang atau kemana dulu pak.” tutur lucky.
“Saya ingin ke makam ibu saya,” jawab aric tanpa melihat lucky.
“Baik pak,”
Lucky langsung menuju pemakaman, setelah sampai ia memarkirkan mobilnya dan aric pun turun dari mobil menuju tempat pemakaman ibunya.
Sampai di pemakaman ibunya ia langsung jongkok dihadapan batu nisan yang tertulis nama ibunya, “Bu, ibu gimana kabarnya? semoga ibu mendapatkan tempat yang terbaik di sana. Bu aric kangen sama ibu, aric kangen saat bersama ibu. Bu, aric ingin hidup dengan damai tanpa ada beban ataupun bales dendam bu, jujur aric capek dengan semua yang aric kerjakan. Andai ibu masih ada disisi aric, aric akan senang kalo ibu ada di samping aric. Aric tidak tahu harus melakukan apalagi bu, aric lelah dengan semuanya.” lontar aric sambil mengelus batu pisan.
“Bu, aric sudah menemukan perempuan yang baik seperti sifat ibu. Tapi aric tidak tahu bagaimana caranya untuk mendekati dia bu, saat aric ingin mengenalnya ayah sudah mengenalkan aric dengan anak teman ayah bu. Aric gak tahu harus berbuat apa? ibu tahu kan kalo aric tidak akan mau dijodohkan, aric tidak mau dijodohkan bu. Aric ingin menemukan pendamping aric sendiri tanpa harus dijodohkan,” sambung aric.
Dari kejauhan seorang perempuan memandang kearah aric dan perempuan itu langsung menemui langsung siapa laki-laki itu? Ternyata laki-laki itu adalah teman kuliahnya dulu.
“Aric,” panggil diana.
“Aku baik,”
“Sudah lama kita tidak ketemu, gimana sama kamu. Masih sama apa ada yang beda,” ujar dara dengan candaan kecil.
Aric tersenyum dengan ucapan dara, “Masih sama seperti dulu.”
“Memang kamu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun, sepertinya kamu lagi sedang dalam masalah. Apa masalah itu tentang percintaan?” tanya dara.
Lagi-lagi aric hanya tersenyum, “Ternyata kamu masih sama, Sama-sama kepo dengan urusan orang.” lanjut aric
“Xixi begitulah,”
Mereka berdua pun pergi dari tempat pemakaman dan menuju cafe terdekat, setelah selesai berbincang-bincang mereka berdua pulang ke rumah masing-masing.
“Saya pamit dulu,” ujar dara.
__ADS_1
“Iya, Hati-hati dijalan,” jawab aric dengan senyum, dara membalas senyuman aric.
***
Di sebuah rumah terdapat dua sejoli sedang berbincang-bincang, siapa lagi kalo bukan rasya sama joshua. Mereka berdua sedang membicarakan tentang pekerjaan dan ujung-ujungnya malah ngebahas perjodohan anaknya.
“Gimana rasya sama rencana perjodohan anak kita, apa mau dipercepat atau menunggu kabar baik dari anak-anak kita,” ujar joshua dari sela-sela obrolan santai mereka.
“Saya tergantung anak kita saja maunya gimana, saya tidak akan memaksa kehendak mereka berdua,” rasya meminum kopi yang dibuat istrinya.
“Saya harap mereka berdua bisa segera menikah, apalagi kita sudah saling kenal pasti kedepannya akan menjadi keluarga bahagia,” Lagi-lagi joshua ingin putrinya menikah, sedangkan dahlia memiliki kekasih yang belum bisa menentukan takdir percintaannya.
Tiba-tiba saja dua perempuan masuk kedalam dan menuju dua ayah yang ada diruang tamu, “Ayah ada disini? kenapa ayah gak bilang dahlia kalo kesini.” ujar dahlia.
Dahlia dan kiara pun duduk di samping ayah mereka masing-masing, joshua mengelus puncak kepala putrinya.
“Ayah lagi membahas masalah perjodohan kalian berdua,” tutur joshua
Perjodohan? apa mungkin perjodohan ini akan terus terjadi? Gimana sama nasib hubungan percintaan dirinya dengan kekasihnya?
“Ayah. Apa ayah harus menjodohkan aku dengan aric?” tutur dahlia saat menanyakan perjodohan yang tidak mungkin harus dilakukan.
“Iya,” singkat dan padat hanya itulah jawaban dari joshua. Dahlia bingung harus jawab apa? dulunya ia senang dengan perjodohannya tapi sekarang dia berubah pikiran apalagi kekasihnya sudah kembali.
Haruskah aku bilang sama ayah mengenai hubunganku, kalo ayah tidak menyukai hubunganku gimana? apa ayah masih kekeh sama pendiriannya. batin dahlia merasa ada rasa khawatir dengan perjodohan yang dilakukan orang tua mereka.
“Rasya, saya pamit dulu ya,” ujar joshua
Rasya pun mengangguk dan berdiri sambil bersalaman seperti teman akrabnya, “Iya, kamu hati-hati dijalan.” jawab rasya
Dahlia pun sama seperti ayahnya dan mereka berdua pun pulang, rasya kembali ke kamarnya. Di sana ia melihat foto keluarga kecilnya dulu, keluarga yang begitu sangat bahagia. Sampai-sampai kebahagiaan itu sirna saat istrinya pergi meninggalkan dirinya.
“Saya kangen sama kamu arini, semenjak kamu pergi aku tidak pernah bahagia. Walaupun aku sudah menikah lagi tapi tetap saja kebahagiaan tidak seperti kebahagiaan pertama kali ketemu kamu,” rasya terus memandang foto pernikahan mereka berdua, tampak sangat bahagia difoto tersebut. Apalagi saat istrinya menggendong putranya yang masih bayi.
“Andai kamu masih hidup mungkin keluarga kita sudah bahagia, seperti keluarga pada umumnya. Aku hanya bisa berdoa atas kepergian dirimu, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu,” sambung rasya sambil mencium foto keluarga kecilnya dan meletakkan kembali foto tersebut seperti semula.
__ADS_1