
“Baru datang lu bos,” ucap Zayn.
Lelaki itu hanya acuh dengan ucapan anak buahnya, seorang karyawan yang bekerja di diskotik membawakan minuman ke mejanya salah satunya minuman yang dia sukai. Karyawan tersebut langsung pergi setelah memberikan minuman kepada keenam lelaki yang sedang ngobrol.
“Lah ini orang malah diam aja, kenapa lu diam? Kita ke sini untuk bersenang-senang bukan untuk menatap nasib,” sahut Dewa.
Bara mengambil minuman itu tanpa menjawab ucapan Dewa, dia hanya sedikit memikirkan wanita yang sempat di tabrak menurutnya wanita sangat unik. Tapi buat apa wanita tadi berada di tempat ini? Apa wanita itu sedang mencari seseorang?
Sekitar jam dua malam Andre baru menyalakan mobil, sampai di halaman rumah dia pun menghentikan mobil di bagasi dia pun turun dari mobil. Saat dia membuka pintu ternyata rumahnya kosong apa Mawar tidak ada di rumah? Tanpa pikir panjang dia melangkahkan kaki menuju kamar Mawar walaupun kepalanya terasa pusing akibat minum terlalu banyak jadi dia berusaha untuk sadar, Mawar tidak mengetahui bahwa pintu kamar tidak terkunci dan Andre masuk tanpa menimbulkan suara.
Andre mengikuti tubuhnya untuk tidur di samping Mawar sambil memeluk wanita itu, sedangkan Mawar tidak merasakan sesuatu saat sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya.
Pagi harinya Mawar membuka mata dan saat itu juga dia merasakan tubuhnya terasa berat, dia pun menatap kearah pinggang ternyata sebuah tangan kekar sedang memeluknya. Mawar membalikkan tubuh untuk melihat orang tersebut ternyata Andre, mau apa pria ini berada di sini? Apa pintu kamarnya lupa ia kunci.
Mawar mencium bau alkohol di tubuh Andre apa suaminya semalam minum, dengan cepat Mawar melepaskan tangan kekar suaminya untung dia berhasil melepaskan tangan Andre jadi dia bisa pergi jauh dari kehidupan Andre. Andre yang baru saja membuka mata dan dia melihat sekeliling kamar, dia pun berusaha untuk bangun sambil bersandar dan dia berusaha mengingat kejadian semalam apa dia sudah minum banyak sampai-sampai kepalanya terasa pusing.
Baru dia ingin mengumpulkan niatnya untuk keluar dari kamar dia tidak sengaja mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dia mantap Mawar dari atas sampai bawah saat wanita itu memakai handuk kimono berwarna biru laut. Andre berusaha menahan nafsu saat mantap penampilan Mawar, baru kali ini dia melihat penampilan istrinya bisanya dia hanya menatap tubuh wanita lain tidak dengan tubuh Mawar.
Saat Mawar ingin membuka handuk tersebut dia mantap Andre dan dengan cepat dia menutup kembali tubuhnya sambil menatap Andre dengan tajam, “Kenapa kamu masih ada di sini?” tanya Mawar dengan dingin.
“Memangnya saya salah menatap tubuh istri saya, saya suami kamu bukan orang lain. Jadi saya berhak dengan tubuh kamu,” ucap Andre dengan santai.
“Kamu mau keluar atau saya panggilkan satpam untuk menarik kamu keluar,” ancaman yang diberikan Mawar tidak mempan malah lelaki itu mendekati Mawar saat Mawar berusaha untuk menghindar.
“A–Apa yang kamu lakukan,” ucap Mawar dengan gugup supaya bisa menghindari tatapan Andre.
Saat tubuh Mawar sudah tidak bisa mundur Andre dengan sigap menghimpit tubuh Mawar yang masih menatap wajah Mawar, Andre mengambil dagu Mawar supaya istrinya bisa menatap kearahnya dengan cepat Andre mencium bibir mungil Mawar. Saat dia melepaskan ciumannya dia merasakan ada yang aneh dengan ciumannya, apa ini pertama kalinya dia mencium Mawar atau Mawar yang tidak terbiasa berciuman. Yang dia rasakan berbeda dari ciuman yang dia rasakan sebelumnya, semakin dia ingin melanjutkan ciumannya sudah di dorong oleh Mawar membuat lelaki itu menghindar dengan jauh.
__ADS_1
Dengan cepat Mawar mengambil pakaian di dalam lemari dan kembali ke dalam kamar mandi, sedangkan Andre hanya menatap Mawar dengan gemas. Sebelum pergi Andre menyentuh bibirnya yang terasa aneh saat mencium bibir Mawar, rasanya berbeda dari yang pernah ia sentuh sebelumnya.
“Manis,” gumam Andre sambil tersenyum dan dia pun keluar dari kamar Mawar.
Sedangkan Mawar di dalam toilet sedang mengontrol detak jantungnya, dengan cepat Mawar menggeleng kenapa dia terus mengingat kejadian tadi. Kejadian saat Andre menciumnya dan dia menggigit bibir bawah, ada yang aneh saat suaminya menciumnya apa dia baru pertama kali di cium sama seorang pria jadi dia terus membayangkan ciuman yang di berikan Andre.
Mawar menyalakan keran air untuk membasuh wajah, “Tenang Mawar, lu harus tenang. Lu tidak boleh memikirkan kejadian tadi, ingat Mawar suami lu sudah mengkhianati lu jangan sampai lu jatuh cinta sama pria seperti Andre!” isi hatinya selalu berontak saat dia membahas tentang Andre, dengan cepat dia keluar dari toilet.
***
Baru di pertengahan jalan Mawar terhenti saat melihat Andre sedang makan, kenapa suaminya biasa-biasa saja saat melakukan kejadian tadi apa dianya saja yang terlalu baper dengan perlakuan Andre. Dengan cepat dia berjalan dan menjauhkan pikiran yang sempat mengganggu bebannya, Andre hanya menatap Mawar saat wanita itu makan di hadapannya.
“Kamu pulang jam berapa?” tanya Andre dan Mawar menghentikan sarapan sambil menatap Andre.
“Tidak tau,” jawab Mawar singkat, dia tidak mau menatap suaminya lama-lama dia takut akan menimbulkan rasa terhadap Andre.
Selesai sarapan Mawar pergi menuju kantor, baru sempat dia menuju ruangannya sudah di suguhkan seseorang yang sedang ngumpul di depan pintu kerja dan dia langsung menghampiri Ava.
“Ada apa, Ava?” tanya Mawar berbisik di telinga Ava, membuat Ava menatap Mawar.
“Di ruangan ibu ada yang mengirimkan bunga, tidak hanya bunga saja melainkan semua barang yang sangat mewah!” jelas Ava membuat Mawar berpikir apa hadiah tersebut dari suaminya, perasaan Andre bukan pria romantis.
Mawar dengan cepat memasuki ruangan kerja dan ternyata benar di meja kerjanya terdapat berbagai barang yang menurutnya sangat mewah, dia menatap hadiah tersebut sambil melihat siapa yang memberikan hadiah sebanyak ini dan dia melihat para karyawan yang masih setia berdiri di ruangannya.
“Kenapa kalian masih ada di sini, apa kalian mau saya pecat!” ucap Mawar dengan tegas, semua karyawan wanita pada berhamburan sambil berbisik-bisik.
Setelah kepergian karyawan wanita dia mendengar suara handphone berbunyi dan dia mengambil handphone tersebut, ternyata pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal.
__ADS_1
+62 8128xxxx
Apa kamu menyukai hadiah yang aku berikan √√
“Nomor siapa? Perasaan dia tidak pernah menyimpan nomor ini,” batinnya saat dia membaca pesan tersebut.
Dia pun mengabaikan pesan itu dan merapikan meja kerjanya, entah mau diapakan hadiah sebanyak itu dia saja tidak terpikirkan untuk memakai hadiah pemberian orang lain. Dia saja tidak terpikirkan kalau suaminya memberikan hadiah sebanyak ini, semenjak menikah Andre tidak pernah melakukan hal berbau romantis untuk jatuh cinta sama dirinya saja tidak terpikirkan, gimana mau memperlakukan dirinya dengan romantis.
Di tempat lain seorang lelaki sedang tersenyum saat pesan yang dia kirim sudah di lihat dengan wanita itu, dia penasaran dengan wanita itu. Wanita yang sempat membuatnya terbayang dengan wajah wanita yang sempat bertemu di klub malam.
“Semoga kamu suka dengan pemberianku,” ucap lelaki itu dengan pelan.
“Kamu baru pulang,” ucap Andre yang melihat Mawar baru sampai di rumah.
“Iya,” jawaban singkat yang diberikan Mawar untuk menghindar Andre, malah Andre menarik tangannya untuk mengikuti lelaki itu.
Langkah kaki mereka terhenti di balkon dan juga dia melihat ada sebuah meja yang diletakan dengan makanan, dia menatap sekeliling balkon yang menurutnya bagus apa suaminya yang melakukan ini semua.
Andre menyuruh Mawar untuk duduk dan Mawar hanya mengikuti keinginan Andre, “Silakan kamu cobain masakan aku!”
Mawar mencicipi semua hidangan yang dibuat Andre ternyata masakan Andre berbeda yang pernah dia rasakan, Mawar menatap Andre yang melihat pria itu sedang tersenyum kepadanya.
“Gimana rasanya?” tanya Andre yang masih menunggu jawaban Mawar.
“Enak,” jawaban singkat yang diberikan Mawar membuat Andre berbinar walaupun ekspresi istrinya biasa saja tapi dia senang kalau Mawar mau mencoba hidangan yang dia buat.
“Habiskan semua makanannya,” ucap Andre membuat Mawar mengangguk.
__ADS_1