BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Alaska Kembali


__ADS_3

Pesawat yang baru mendarat di bandara, pramugari sedang bersiap-siap untuk membuka pintu pesawat. Semua orang yang berada di dalam pesawat langsung turun, saat seorang pria sedang berdiri di depan pintu dia menatap kearah sekeliling. Baru kali ini dia menginjakkan tanah air Indonesia, semenjak dia bekerja di luar kota dia sama sekali tidak tertarik dengan Indonesia.


Apa dia baik-baik saja..!


Bayangan wanita yang dia pikirkan membuat dirinya tersenyum, dia ingin mengabarkan wanita itu kalau dirinya sudah balik ke Indonesia. Dia baru ingat kalau dirinya sudah tidak berhubungan dengan wanita itu.


Dia dengan cepat turun dari pesawat dan mengambil troli airport, di sana dia menyusun koper yang sudah ia letakan. Dia berjalan menuju halaman bandara, dengan cepat dia menunggu mobil untuk menjemput dirinya.


“Mari saya bantu,” ucap supir tersebut sambil membantu penumpang. Di dalam mobil dia terus memperhatikan suasana yang tidak pernah ia rasakan, saat ini... detik ini dia akan berada di indonesia. Dia ingin sekali mencari wanita yang sudah lama ia cintai, walaupun orang tua wanita itu tidak setuju dengan hubungannya tapi dia sudah menempati janji untuk melamar kekasihnya.


Dia menatap rumah yang terbilang mewah, rumah ini sempat ia beli saat ingin melamar kekasihnya tapi kejadian yang menimpa keluarganya membuat dirinya harus pergi. Dan mencari masa depan di negara orang.


Aku janji akan melamar kamu secepatnya, aku akan membuktikan sama orang tua kamu kalau aku pantas memiliki kamu.


“Pak. Koper bapak sudah saya letakan di sana, kalau gitu sama permisi.” ucap supir tersebut membuat lelaki itu mengangguk sambil memberikan sebuah uang.


Dia membawa koper dan masuk ke dalam rumah, rumah ini masih sama seperti dulu. Dia hanya tersenyum saat dia mengingat kejadian masa lalunya, di dalam hatinya dia sangat merindukan wanita itu. Wanita yang selalu membuatnya bahagia.


Saya akan ke rumah kamu untuk melamar kamu, saya akan menempati janji untuk menjadikan kamu istri aku.


Alaska. Laki-laki tampan yang memiliki postur tubuh yang sempurna. Hidung yang mancung, kaki yang jenjang, kulit tidak seputih pantat bayi. Tapi dia memiliki lesung pipi kalau melihat lelaki itu tersenyum membuat wanita manapun terpana.


Flashback On


Seorang cowok yang duduk di kursi panjang dekat taman, laki-laki itu terus menatap bingkai foto yang terdiri dari mereka berdua. Dia tersenyum sambil mengelus foto seorang wanita yang sudah menjadi teman kecilnya.


Hari ini dia sedang menunggu seorang wanita yang berada di bingkai foto tersebut, sudah hampir setengah jam wanita itu tidak datang untuk menemui dirinya.


Kamu dimana? Apa kamu lupa sama janji yang kamu berikan.


Laki-laki itu masih tetap menunggu saat langit sudah mulai menggelap, dia terus menunggu sampai langit itu menurunkan air hujan yang menimpa bajunya. Dia beralih menatap jam tangan, dia juga menatap kearah kanan ataupun kiri tapi wanita itu tetap tidak datang.

__ADS_1


Dengan terpaksa dia meninggalkan tempat yang sudah mereka janjikan, sebelum pergi dia masih menatap sekeliling supaya wanita itu datang untuk menemuinya. Tapi kenyataannya dia sama sekali tidak datang, dengan rasa kecewa dia pun pergi dari tempat tersebut. Tapi yang di sayangkan wanita itu datang saat dirinya memakai payung, di tempat itu dia sama sekali tidak melihat siapapun.


Kamu di mana Kak? Apa kamu lupa sama janji kamu, apa kamu tidak ingat sama ucapan kamu.


Dirinya membuang nafas dengan kasar saat dia merasakan kekecewaan saat orang yang di tunggu tidak datang, dengan langkah yang berat dia terus berjalan saat sebuah mobil menyiram dirinya dengan air. Saat genangan air itu terkena bajunya, dia tidak peduli dengan bajunya yang terpenting dia sampai di rumah.


Mereka berdua sudah sama-sama berada di kamar, dia terus menatap jendela saat tatapan mereka sama. Mereka berdua hanya menatap bingkai foto yang berada di meja belajar.


Kenapa kamu tidak datang, apa kamu lupa sama apa yang kamu ucapkan. Apa kamu tidak ingin memperjuangkan aku, supaya ayah percaya sama ucapan kamu.


Ketika pagi hari keluarga wanita itu sudah bersiap untuk pergi dari rumah yang mereka tempatkan, rumah itu sudah menjadi kenangan untuk mereka tapi ada hal yang membuat mereka menjual rumah tersebut.


“Yah bun! Kita mau tinggal dimana? Apa kalian tidak bisa mempertahankan rumah ini.” ucap seorang gadis yang mengarahkan ke orang tuanya.


Orang tua gadis itu menatap sambil tersenyum. “Ayah sudah pindah kerja jadi terpaksa untuk pindah dari sini, ayah janji kalau ayah sudah sukses kita akan menempatkan rumah ini.” ucap sang ayah gadis itu supaya putrinya percaya sama ucapannya.


“Maafin ayah ya bun!” ucap cowok itu sambil menatap istrinya, sedangkan istrinya hanya tersenyum saat rumah yang memiliki kenangan sudah hilang begitu saja.


Saat gadis itu pergi dan laki-laki ini pergi untuk menemui keluarganya, karena dia harus bekerja supaya kehidupan ekonomi keluarganya semakin membaik.


Aku tidak akan melupakan kamu, suatu hari aku akan kembali ke indonesia untuk menemui kamu dan beranikan diri untuk melamar kamu. Kamu tunggu aku ya tuan putri Alaska, mentari masa kecilku.


Flashback Off


Aku tidak tau apakah kamu masih tinggal di sana atau tidak, aku tidak tau apakah kamu masih mengenalku atau tidak.


Laki-laki itu melanjutkan langkah kakinya menuju lantai atas.


...- - - - - - - - - - -...


“Sudah tidak bisa di harapkan untuk hubungan aku, apa kamu masih melanjutkan kencan buta ini?” tatapan Bara beralih menatap Keysa saat wanita itu hanya menatap kearah depan.

__ADS_1


“Aku tidak tau. Aku tidak ingin melanjutkan kencan buta seperti ini, kamu tau kalau aku sedang menunggu seseorang. Tapi aku tidak yakin kalau orang itu akan mengenal diriku.” jawab Keysa saat wanita itu merasakan kekecewaan yang terdengar di telinga Bara.


“Aku percaya kalau kalian akan ditakdirkan bersama, aku tidak yakin waktu itu kapan. Yang aku tau kalau memang dua manusia saling mencintai pasti akan bertemu.” Keysa melirik Bara saat omongan Bara dengan nada menyakinkan.


“Kamu jangan terlalu percaya, kamu saja tidak tau hubungan kamu sama pacar kamu sampai di mana. Apa kamu yakin untuk mundur, menurut aku kamu harus tetap berjuang demi cinta kalian, dan kalian berdua harus mendapatkan restu dari ibu kamu.” Bara hanya tersenyum saat ucapan Keysa seperti menyemangati dirinya, andai ucapan Keysa benar kalau ibunya bisa di taklukan tapi kenyataannya tidak semudah itu.


“Sudah tidak usah kamu pikirkan,” ucap Vanesha yang menarik kursi di samping Mawar.


“Katanya mau melupakan Bara tapi sampai detik ini kamu belum bisa melupakan pria itu, apa kamu yakin untuk melupakan kenangan yang sudah kalian perjuangkan.” Vanesha menyeruput teh hangat yang sempat ia buat, dia melanjutkan menatap Mawar saat adiknya sedang memikirkan perkataannya.


“Kakak yakin kalau Bara akan mempertahankan hubungan kalian, laki-laki itu tidak akan mudah melepaskan kamu. Apalagi Bara sangat mencintai kamu,” Mawar masih setia mendengarkan ucapan Vanesha. Dan dia bingung harus melakukan apa lagi supaya tante Manda merestui hubungan mereka.


Yang di katakan Vanesha memang benar kalau Bara mencintainya, buktinya saja saat dia mengatakan ingin mengakhiri hubungan ini. Malah cowok itu tidak setuju sama ucapannya, dia mengambil nafas sambil melirik kearah Vanesha.


“Ya kakak benar. Aku akan mempertahankan hubungan aku sama Bara, walaupun tante Manda tidak merestui hubungan aku tapi aku akan tetap memperjuangkan hubungan ini.” ucap Mawar yang terus menyemangati dirinya, sedangkan Vanesha hanya tersenyum saat melihat Mawar bahagia.


Aku ingin tau siapa Manda yang di ceritakan Mawar, kenapa wanita yang bernama Manda tidak merestui hubungan Mawar. Apa adiknya sudah melakukan kesalahan sampai-sampai Manda tidak merestui hubungan mereka.


Langkah kakinya sudah terhenti di sebuah rumah yang sangat familiar, rumah itu masih sama saat dirinya masih kecil. Dia masuk ke dalam saat rumah itu terasa hening, dia sudah berusaha memanggil nama pemilik rumah tapi tidak ada sahutan dari pemilik rumah.


“Mas cari siapa?” tanya seorang ibu-ibu. Alaska menatap ibu-ibu itu.


“Saya mencari pemilik rumah ini, ibu tau dimana pemilik rumah ini?”


“Rumah itu sudah lama tidak di tempatkan oleh pemiliknya, saya tidak tau penyebabnya apa tapi rumah itu sudah tidak di tinggalkan lagi.” kata ibu-ibu itu. Alaska mengucapkan terima kasih saat ibu-ibu tadi memberikan informasi.


Dimana kamu? Kenapa kamu pergi meninggalkan aku, apa waktu itu kamu tidak datang ke tempat favorit kita karena kamu sudah pergi.


Alaska menatap rumah itu sebelum dirinya pergi, dengan raut wajah kecewa Alaska kembali ke tempat dimana membuat dirinya tenang.


Andai aku bisa tau lebih awal mungkin aku akan menahan kamu, dan aku akan mengungkapkan perasaan aku ke kamu.

__ADS_1


__ADS_2