
Mereka berdua duduk di kursi masing-masing, kedua orang tua mereka saling tersenyum saat mereka datang. Tidak untuk Bara dan Keysa, malah mereka berdua sepakat untuk mengakhiri perjodohan konyol ini.
“Keysa! Tante senang kamu bisa datang kemari, tante tidak menyangka bertemu kamu. Ternyata kamu cantik juga malah melebihi dari foto.” ucapan Manda sambil memuji Keysa. Sedangkan Keysa hanya tersenyum saat wanita ini memuji dirinya.
“Terima kasih tante! Tante juga cantik malah kelihatan seperti masih muda.”
Semua orang yang mendengar ucapan Keysa langsung tertawa, malah Bara tidak peduli sama ucapan mereka. Dia hanya memikirkan Mawar, apa wanita itu baik-baik saja? Dia sangat merindukan wanita itu.
“Bara. Menurut kamu Keysa wanita seperti apa?” tanya Manda yang berada di dalam mobil.
Selesai pertemuan antar keluarga semua keluarga sepakat untuk pulang, saat itu juga Manda hanya tersenyum saat keinginannya terpenuhi.
“Biasa saja.” jawab Bara membuat orang tuanya menatap Bara. Percuma dia menanyakan itu pasti putranya selalu menolak ucapan dirinya.
“Menurut kamu biasa saja, tapi bagi mama sangat luar biasa. Mama malah menyetujui Keysa, dia anak terpandang bukan seperti tunangan kamu yang tidak tau asal usulnya.” ucap Manda yang menyindir kearah Bara. Bara tidak memperdulikan ucapan mamanya malah dia sekarang memikirkan Mawar.
Aku tidak menyangka kalau kamu melakukan ini sama aku, aku tau kamu tidak menyukai aku apalagi dengan status yang aku miliki. Mana ada yang mau sama aku, apalagi aku seorang janda yang di katakan mama kamu benar kalau aku tidak pantas mendapatkan kamu.
Mungkin ini saatnya untuk melepaskan kamu, mungkin ini saatnya membiarkan kamu bahagia. Aku tidak mau memaksakan kehendak orang lain, apalagi memaksakan orang lain untuk bersamaku.
Mawar yang dari tadi berada di bangku taman langsung beranjak dari kursi, dirinya tidak kembali ke kantor melainkan ke rumah Vanesha. Dia tidak mau pulang ke rumahnya, dia hanya takut kalau dirinya dan Andre akan menimbulkan kesan perhatian yang lebih.
Sampai di rumah Vanesha dia tidak lupa mengetuk pintu tersebut, saat itu Vanesha yang sedang sibuk membuat makanan langsung mengarahkan kearah pintu. Dia tidak lupa mematikan kompor sebelum dia melihat siapa yang datang ke rumahnya, di depan pintu dia melihat Mawar saat adiknya sedang berkunjung ke rumah.
Belum sempat ia ingin bicara dengan cepat Mawar memeluk Vanesha, membuat Vanesha terkejut saat perlakuan Mawar semakin aneh.
“Kamu kenapa lagi, apa masalah kamu belum selesai sama Bara.” ucap Vanesha yang langsung melepaskan pelukannya.
“Aku...”
__ADS_1
“Gak usah di bahas yang penting kamu sudah di sini, tadi kakak sempat buat resep baru siapa tahu kamu suka.” ucap Vanesha yang langsung memberikan makanan yang dia buat. Sedangkan Mawar hanya mencicipi masakan yang di buat Vanesha.
“Gimana sama rasanya? Apa masih ada yang kurang!” kata Vanesha yang penasaran dengan komentar Mawar.
“Masakan yang kakak buat selalu enak di mulut aku,” jawab Mawar dengan jujur membuat Vanesha tersenyum senang. Mawar menatap Vanesha saat wanita itu sedang menyiapkan makan malam.
“Kak! Apa boleh aku menyerah sama hubungan aku,” ucapan Mawar membuat Vanesha menatap Mawar dengan serius. Apa adiknya sedang dalam masalah, sampai-sampai nadanya seperti itu.
“Alasannya kenapa kamu ingin menyerah, bukannya kalian berdua sudah sepakat untuk menikah. Apalagi yang kakak lihat hubungan kamu sama Bara baik-baik saja kenapa sekarang menjadi seperti ini.” ucap Vanesha heran. Yang dia tahu kalau hubungan mereka baik-baik saja, apalagi mereka berdua saling mencintai.
Mawar hanya diam, apa Vanesha berhak tahu sama hubungan mereka berdua. Apalagi di rumahnya ada Andre mantan suaminya, pasti kalau Vanesha mengetahui itu dia akan marah besar.
“Mawar. Aku sedang bicara sama kamu, kenapa kamu diam saja. Sekarang aku mau tanya sama kamu apa kamu sudah yakin sama keputusan kamu, kalau kamu belum yakin sama keputusan kamu dan juga sama hati kamu lebih baik kamu pikirkan baik-baik.” jelas Vanesha membuat Mawar semakin mengerti dengan ucapan Vanesha.
...- - - - - - - -...
Bara yang dari tadi hanya menatap langit kamar, entah kenapa dia sangat bosan di dalam kamar. Apalagi mamanya selalu menentang dirinya pergi keluar, saat itu juga dia mengingat Mawar wanita yang dia rindukan.
Di saat itu juga sebuah suara yang berasal dari pintu langsung menatap pintu tersebut, dia melihat Ridwan sedang menatapnya tanpa ekspresi.
Bara langsung membenarkan posisinya dan Ridwan menghampiri putranya. “Maafin ayah karena tidak bisa membantu kamu, kalau kamu tidak menginginkan kencan buta yang di berikan mama kamu lebih baik kamu menentangnya. Kamu berhak memilih kebahagiaan kamu sendiri tanpa harus di kekang seperti ini.”
Bara masih diam sambil mendengarkan ucapan Ridwan, Ridwan mengambil handphone yang sudah dia bawa dan memberikan handphone itu kepada Bara. Sedangkan Bara hanya menatap dengan bingung.
“Ayah tahu pasti kamu merindukan Mawar, lebih baik kamu hubungi pacar kamu. Bara! Kamu sudah besar kamu bisa mengambil keputusan yang menurut kamu baik, kamu selesaikan masalah kamu dengannya. Ayah yakin kalau Mawar bukan wanita seperti itu, ayah juga yakin pasti Mawar memiliki penjelasan yang lain supaya kamu percaya dengannya.” jelas Ridwan membuat Bara memeluk ayahnya, Ridwan hanya membalas pelukan yang di berikan Bara.
“Lebih baik kamu hubungi Mawar sekarang, sebelum mama kamu tau.” ucap Ridwan yang sedang memeriksa keadaan rumah, dan Ridwan langsung meninggalkan Bara sendiri.
Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi
__ADS_1
Suara operator tersebut terus dia dengar, kenapa harus suara yang membuat dirinya geram. Dia itu butuh suara Mawar bukan operator telepon.
Mawar aku mohon angkat teleponnya, aku ingin bicara sama kamu. Aku mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya sama kamu.
Sedangkan Mawar hanya sibuk dengan televisi yang dia tonton, wanita itu tidak mengetahui bahwa Bara sedang menghubungi dirinya. Malah dirinya masih sibuk dengan televisi yang dia tonton sambil memakan sebuah cemilan yang sempat ia ambil di dalam kulkas.
Dia yang sudah bosan dengan serial televisi dan mematikan televisi, dia dengan cepat menuju kamar. Saat dia ingin mengambil handphone ternyata dia melihat pesan dan juga panggilan telepon yang jumlahnya cukup banyak.
Kenapa om Ridwan menghubungiku, apa om ingin membicarakan serius dengannya.
Mawar dengan cepat menelpon balik, dan Bara yang merasakan handphone ayahnya berbunyi langsung mengangkat sambungan telepon. Dia tersenyum saat dirinya mendengar suara yang sangat ia rindukan, suara itu seakan-seakan seperti magnet yang sudah ia rasakan dan membuat dirinya jatuh hati.
Kenapa om Ridwan tidak menjawab ucapan aku, apa om Ridwan sedang sibuk.
Saat Mawar ingin menutup telepon sudah mendengar suara Bara, dia kaget saat suara itu selalu ia rindukan.
“Bara! Gimana kabar kamu?” tanya Mawar yang memulai pembicaraan lebih dulu, malah cowok itu hanya tersenyum saat mendengar suara Mawar yang menanyakan kabarnya.
Belum sempat ia menyelesaikan masalah yang mereka memiliki sudah di tarik handphonenya, siapa lagi kalau bukan Manda ibu kandung dari Bara. Bara hanya menatap handphone itu saat Manda terus saja mengoceh tanpa henti, membuat Mawar menutup telepon. Dia tidak mau membuat masalah dengan Manda, karena dia tau kalau wanita itu tidak menyukai dirinya.
“Siapa yang kamu telepon, atau jangan wanita janda yang menghubungi kamu. Mama sudah bilang sama kamu jauhi wanita itu kamu sudah ada Keysa wanita pilihan mama, kenapa harus sama Mawar wanita yang tidak jelas.” erang Manda yang sudah sangat marah besar kepada Bara.
“Mah! Mana mungkin aku menghubungi Mawar, handphone aku saja ada di mama mana bisa aku menghubungi Mawar.” ngelak Bara supaya Manda percaya dengan ucapannya.
“Kalau bukan Mawar siapa yang kamu hubungi?” tanya Manda yang penasaran dengan nomor handphone yang tidak di kenal.
“Wawan. Aku menghubungi Wawan untuk menanyakan masalah kantor, hanya itu saja yang aku hubungi selain Wawan aku tidak menghubungi siapapun.” ujar Bara membuat Manda mengangguk.
“Baik. Mama percaya sama kamu, tapi kalau kamu ketahuan bohong mama akan mempercepat pernikahan kalian berdua.” Bara kaget sama perkataan Manda, tidak mungkinkan kalau dirinya menikah dengan Kesya.
__ADS_1
Gimanapun caranya dia akan menyelesaikan masalah ini, dan dia harus melakukan cara untuk bisa menemui Mawar. Dia tidak mau di jodohkan seperti ini.