BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Rencana Dara Yang Kedua


__ADS_3

Sekitar pukul 10 pagi Justin pergi ke kantor Aric, dia ingin menanyakan langsung tentang masalah kemarin. Dia tidak mau terjadi kesalahpahaman di antara mereka berdua.


Sampai di kantor Aric dia langsung ke ruangan Aric, “Di dalam ada Aric!” kata Justin saat melihat karyawan pria mau naik keatas.


“Pak Aric sedang meeting, pak!” urai karyawan tersebut.


“Baik, kalo gitu saya akan tunggu di ruang tunggu,” setelah itu dia langsung pergi ke ruang tunggu.


Beberapa menit kemudian akhirnya ruang meeting selesai dan semua karyawan yang melaksanakan meeting pada berhamburan, Justin tanpa harus meminta izin dia langsung masuk keruangan meeting.


“Apa saya menggangu pekerjaan mu pak Aric yang terhormat,” kata Justin saat melihat Aric sedang sibuk dengan laporan meeting.


Aric mendongak dan melihat Justin datang untuk menemuinya, “Tidak sama sekali, ada yang bisa saya bantu pak Justin!”


Malah Justin hanya tertawa kecil dan dia pun duduk berhadapan dengan Aric, “Saya tidak ingin basa-basi kepada pak Aric, saya hanya meminta penjelasan saja tentang masalah pertemuan kita untuk membahas kerjasama kita. Tapi kenapa bapak tidak menemui saya di cafe,” jelas Justin.


Cafe? Kayanya dia tidak datang ke cafe malah dia datang ke restoran bukan cafe.


“Cafe? Sekretaris saya bilang kalo pertemuan meeting kita di restoran bukan di cafe,” kata Aric.


Justin benar-benar tidak mengerti kenapa pertemuan meeting mereka seperti ini, kenapa malah jadi berantakan.


“Kalo bapak tidak percaya saya akan panggil sekretariat saya,” Aric langsung menghubungi Bryan.


Setelah beberapa kemudian dia menghubungi Bryan akhirnya sekretarisnya datang keruang meeting, “Ada yang bisa saya bantu, pak?” tanya Bryan.


Ketiga orang tersebut di ruangan meeting sudah berdiskusi bahwa masalah ini pasti ada yang tidak beres, makanya dari pihak Aric sudah melakukan penyelidikan terkait masalah kemarin.


“Baik pak Aric, sepertinya kerjasama kita hari ini sukses dan saya minta maaf atas kesalahpahaman kemarin,” kata Justin sambil mengulurkan tangannya bahwa kerjasama mereka sukses.


“Tidak masalah, semoga kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi,” Aric sambil mengulurkan tangannya seperti yang dilakukan Justin.


Saat kepergian Justin tiba-tiba saja Lucky datang menemuinya dan membisikkan sesuatu ke telinga bosnya, Aric terkejut dengan ucapan Lucky mana mungkin Dara teman kuliahnya yang melakukan ini semua.


“Gimana pak? Apa saya bawa Dara kehadapan bapak,” ucap Lucky.


“Tidak perlu, kita liat saja dulu sampai di mana dia melakukan kejahatan seperti ini!” kata Aric membuat Lucky mengikuti perintah yang diberikan bosnya dan lucky memberitahu bahwa Vanesha akan pulang ke Indonesia.


Mendengar kabar baik dari lucky dia senang, tapi disisi lain apa Vanesha mau menemui dirinya.


“Kalo gitu kalian boleh pergi,” Lucky dan Bryan pergi meninggalkan Aric diruang meeting.

__ADS_1


“Aku akan menunggu kamu di sini! Saat kamu datang untuk menemui saya, saya tidak akan melepaskan kamu lagi Vanesha,” batin Aric sambil menatap foto Vanesha yang berada di handphonenya.


***


Di tempat lain Dara melakukan rencana yang selanjutnya malah rencana kali ini membuat dia menjadi ambisius, apalagi cintanya tidak dapat dia miliki.


“Saya tidak bisa mendapatkan Aric dan wanita manapun yang dekat sama Aric akan merasakan yang saya rasakan,” ungkapan itulah membuat dirinya semakin ambisi untuk melakukan kejahatan yang dia lakukan, dia tidak tau bahwa kejahatan yang dia lakukan akan membuat dirinya terperangkap sendiri.


Rencana kali ini Dara memberikan sebuah surat kepada Violet anak dari Justin dan isi surat itu membuat Violet menjadi benci, saat Violet membuka pintu rumah ternyata di bawah pintu dia melihat sebuah kotak dan dia langsung membuka kotak tersebut.


Dia terkejut karena isi dari kotak itu sebuah boneka yang dilumuri dengan darah dan ada sebuah surat yang semakin dia penasaran, setelah dia membaca surat ternyata membuat Violet tertawa sinis.


“Ada kali ia mengancam orang seperti ini,” batin Violet. “Apa dia tidak takut kalo aku akan melaporkan kejadian ini ke kantor polisi,” ucap Violet dan dia langsung membuang kotak yang dia terima.


Justin yang melihat putrinya membuang sesuatu langsung menayangkan apa yang dia buang, “Apa yang kamu buang di tempat sampah!”


“Barang lamaku, yah!” Justin mengangguk dan Violet tidak mau kalo ayahnya ke pikiran masalah kotak yang dia terima.


“Gimana sama persiapan kamu ke Indonesia,” kata Sersan.


“Sudah beres, besok jam 10 pesawat ku akan terbang ke Indonesia,” urai Vanesha membuat Sersan mengangguk.


Mereka berdua sedang menikmati udara segar di pagi hari apalagi mereka berdua sedang berada di taman, membuat kesan ketenangannya semakin bertambah.


“Tidak usah, kamu besok ada meeting jadi kamu urus pekerjaan kamu saja!” dia tidak mau kalo dirinya menjadi merepotkan orang lain, walaupun Sersan senang membantu Vanesha tapi tetap saja dia akan menolak bantuan orang lain.


Pulang dari taman Vanesha kembali ke apartemen dan membereskan koper yang sempat ia tunda.


Jam 08 pagi Vanesha berangkat ke bandara sampai di bandara sekitar pukul setengah sepuluh. di dalam pesawat dia terus menatap awan dan menikmati awan yang berada di atas langit.


Akhirnya pesawat sampai di bandara Soekarno-Hatta pukul 06 sore, dia tidak langsung ke kantor melainkan ke rumah.


“Akhirnya sampai juga,” ucap Vanesha sambil duduk di tepi ranjang.


Vanesha tidak sempat merapikan barang-barangnya melainkan dia menuju kamar mandi, selesai mandi dia langsung tiduran di kasur yang selalu menemaninya.


***


Pagi pun tiba dia terbangun dari tidurnya dan menatap ke arah jendela yang sudah di buka oleh pembantu, sudah lama dia tidak senyaman ini. Mungkin saat dia di Korea tidak seindah di Indonesia, karena dia lahir di Indonesia bukan di Korea.


Selesai mengatur nyawanya dia langsung beranjak dari tempat tidur menuju toilet, dia langsung bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Sampai di kantor dia langsung menemui Ava, sebelum dia keruangan Ava semua karyawannya pada menyapanya dan Vanesha menjawab dengan ramah.

__ADS_1


“Sejak kapan mba ada di sini!” ucap Ava terkejut saat dia melihat atasannya sudah berada di kantor.


“Barusan, tapi saat aku datang ke ruangan kamu. Kamu nya tidak ada,” urai Vanesha.


“Kenapa mba gak bilang kalo mau pulang, kan saya bisa jemput mba di bandara!” kata Ava.


“Tidak usah, saya ke Indonesia untuk melihat perkembangan kantor saja,” ujar Vanesha.


“Mba mau minum apa? Nanti saja panggilkan OB,” ucap Ava.


“Tidak usah, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu. Saya mau ke ruangan saya dulu,” kata Vanesha dan pergi ke ruangan Ava.


Saat Vanesha sibuk dengan berkas yang ada di tangannya tiba-tiba saja handphonenya berbunyi dan dia langsung menatap handphone ternyata Sersan yang menanyakan perjalanan dirinya.


Sersan


Kamu sudah sampai di Indonesia. √√


^^^Me^^^


^^^Sudah, kamu tidak usah khawatir. √√^^^


Dia ikut senang bahwa Vanesha sampai dengan selamat, semoga saja dia baik-baik aja di sana.


Saat Aric sedang berkunjung ke rumah Justin dia di kabarkan kepada Bryan bahwa Vanesha sudah sampai ke Indonesia, berita yang di berikan Bryan membuat dirinya senang. Apalagi saat dia mendengar nama perempuan itu rasanya dia ingin memeluk Vanesha seperti dulu.


Violet penasaran kenapa saat Bryan membisikkan sesuatu kepada Aric, Aric langsung senang begitu. Apa berita yang di berikan Bryan sebahagia itu?


Aric langsung mengakhiri pertemuan dirinya dengan Justin dan dia langsung pamit kepada Justin dengan Violet, di dalam hati Aric benar-benar tidak sabar buat bertemu Vanesha apalagi dia sudah merindukan perempuan itu.


“Bapak tidak memberikan sesuatu untuk mba Vanesha pak,” kata Bryan saat dia melihat bosnya di spion mobil.


“Menurut kamu saya memberikan hadiah apa?” tanya Aric saat dia tidak tau kesukaan Vanesha.


“Memang mba Vanesha menyukai barang seperti apa, pak?” tanya Bryan.


“Saya tidak pernah menanyakan ke dia apa kesukaannya, tapi yang saya tau dia menyukai hal yang tidak terlalu mewah. Kamu tau barang yang tidak terlalu mewah seperti apa?” kata Aric.


“Coba aja kita ke mall pak, siapa tau di sana ada barang yang sesuai dengan keinginan mba Vanesha,” saran Bryan.


Aric langsung setuju dengan saran yang di berikan Bryan dan dia langsung menuju mall, ternyata sampai di sana dia melihat sebuah barang yang menurutnya sangat lucu dan sesuai dengan keinginan Vanesha.

__ADS_1


Dia mengambil barang tersebut dan membayarnya dia tidak lupa membungkus hadiah yang dia beli, selesai membeli hadiah dia langsung pulang untuk bersiap-siap menemui Vanesha.


__ADS_2