BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Berusaha Melupakan


__ADS_3

“Kamu ingin sarapan Apa?” tanya Bara saat melihat Mawar sedang membuka kulkas.


“Memangnya kamu bisa masak,”


“Kamu jangan salah, gini-gini saya pernah masak. Kamu tidak tau kalau aku chef terkenal semua orang pada menyukai masakan buatan aku,” ucap Bara dengan penuh percaya diri.


“Sombong,” gumam Mawar yang masih di dengar oleh Bara.


Bara hanya tersenyum saat melihat Mawar duduk, dia pun langsung menyiapkan bahan makanan di dalam kulkas dan dia melakukan aksinya saat dia sedang perang dengan peralatan dapur. Sedangkan Mawar hanya menatap Bara yang sudah lihai dengan semua bahan-bahan dapur, dia tidak menyangka kalau Bara sangat jago dengan bidang masak.


“Jangan liatin saja nanti makanannya dingin,” ucap Bara membuat Mawar tersadar, malah dia terkejut saat Bara sudah selesai masak.


Mawar langsung mencicipi masakan yang dibuat Bara dan dia tidak menyangka kalau masakan Bara seenak ini, malah dia pikir masakan yang dibuat Bara lebih dari masakan Andre.


Deg!


Apa dia sedang menyebutkan nama lelaki itu? Kenapa dia bisa mengingat lelaki itu lagi, lelaki yang sudah menghancurkan kehidupannya. Bara yang melihat Mawar terdiam langsung menyadarkan Mawar supaya wanita itu tidak diam.


“Kenapa? Kamu masih mengingat pria itu,” tebak Bara. Dan benar saja tebakan Bara tepat sasaran kalau dirinya sedang mengingat Andre.


“Lupakan. Kamu bisa melupakan dia, jangan mengingat lelaki itu masih banyak lelaki yang mau sama kamu. Kamu hanya butuh waktu untuk melupakan kenangan kalian berdua,” kata Bara membuat Mawar terdiam, apa dia bisa melupakan Andre? Pria yang selalu bersamanya, bersama dengan cukup lama.


“Tidak papa. Aku akan membantu kamu untuk melupakan mantan suami kamu,” ujar Bara sambil memberikan ketenangan.


Selesai sarapan Bara mengantar Mawar ke perusahaan X, perusahaan yang sempat ia batalkan kerjasamanya. Dan sekarang dia sudah dekat sama pemilik perusahaan tersebut.


“Aku duluan ya,” ucap Mawar di jawab anggukan oleh Bara. Setelah melihat Bara pergi dia pun masuk ke dalam, satpam yang melihat bosnya baru datang langsung menyapa. Dan Mawar hanya mengangguk sambil tersenyum.


Andre yang baru bangun langsung membuka pintu kamar, di sana dia melihat kamar yang dulu di tempatkan Mawar. Semenjak wanita itu pergi dirinya terasa hampa, dulu saat dia berselingkuh dengan wanita simpanannya malah Mawar bersikap biasa saja. Dan sekarang wanita itu pergi, tinggal dirinya saja yang berada di rumah ini.


Andre hanya menatap pintu itu dengan cepat Andre membuang pikiran yang selalu mengingat wanita itu, baginya sudah masa lalu untuk apa di ingat kembali.

__ADS_1


Seperti biasa saat jam istirahat Andre selalu mengajak wanita bayarannya, semua karyawan sudah mengetahui bagaimana bejatnya seorang Andre. Awalnya semua karyawan pada menentang sikap Andre tapi lama-kelamaan semua karyawan pada membiarkan sikap yang di lakukan Andre yang selalu membawa wanita masuk ke kantor.


“Baby, ada apa? Kenapa kamu berhenti sayang,” ucap wanita itu yang selalu merayu Andre, Andre hanya menatap wanita simpanannya kenapa setiap dia melakukan kepuasan nafsu sama semua wanita rasanya berbeda dari biasanya. Apa dia sekarang tidak memiliki nafsu lagi, dengan cepat dia membuang perasaan buruknya dan melanjutkan menatap wanita yang ada di depan matanya.


“Tidak papa sayang. Aku hanya berhenti sejenak saja supaya kita bisa berganti gaya yang baru,” ucap Andre dengan suara seraknya, wanita itu hanya tersenyum dengan cepat wanita itu melahap bibir Andre yang sudah tergoda.


Selang beberapa menit Andre menghentikan aksinya, sedangkan wanita itu hanya menatap Andre dengan sendu. Di saat seperti ini malah Andre menghentikan aksi yang sudah hampir memuncak.


“Kamu kenapa, sayang? Kenapa berhenti? Aku 'kan masih ingin melakukan hal lebih sama kamu,” ucap wanita itu membuat Andre berdiri sambil merapikan pakaian yang sudah berantakan.


“Silakan kamu bereskan pakaian kamu, setelah itu kamu pergi dari sini. Kalau nanti aku butuh kamu lagi aku akan menghubungi kamu,” kata Andre membuat wanita itu mengangguk. Selesai wanita itu membereskan pakaiannya dia pun pergi dari ruangan Andre, wanita itu pergi tidak dengan tangan kosong melainkan Andre memberikan bayaran yang cukup besar.


Dia hanya berpikir sejenak kenapa dia tidak bisa menjadi diri sendiri, dia saja bingung kenapa saat dia memuaskan nafsunya dengan wanita lain sikap dan nafsu tidak seperti biasanya. Apa dia sudah tersentuh dengan wanita lain, apa perlu dia membawa semua wanita untuk melakukan hal yang membuatnya bergairah. Andre hanya memijit pelipis keningnya yang sudah berdenyut saat seperti ini dia hanya merasakan pusing yang sangat dahsyat membuat dia terganggu.


***


“Gimana enakkan buatan aku,” ucap Bara yang terus menunggu jawaban Mawar.


“Mau tambah lagi,”


“Tidak usah. Aku sudah kenyang,” tolak Mawar saat merasakan isi perutnya sudah mau meledak.


“Nanti malam ada pesta perayaan khusus para pebisnis jadi aku harap kamu mau menjadi pasangan aku untuk malam ini,”


“Makanya jangan jomblo aja, liat 'kan sekarang mencari pasangan untuk pesta saja tidak ada. Malah menyuruhku untuk datang bersama kamu,” ledek Mawar membuat Bara tersenyum saat perkataan Mawar benar.


“Buat apa aku mencari pasangan, lagian juga pasangan aku sudah ada di depan mata!” ucap Bara dengan santai, membuat Mawar menatap Bara sedangkan Bara yang di tatap hanya acuh.


Malam pun tiba sekarang Mawar sedang bersiap-siap untuk datang ke pesta tersebut, sedangkan Bara yang sudah dari tadi selesai hanya menunggu Mawar turun dari kamar. Bara yang lagi fokus dengan handphone saat itu juga Mawar keluar dari kamar dan menghampiri Bara yang masih fokus dengan handphone.


Mawar yang melihat Bara sedang fokus sama handphone langsung menimbulkan suara supaya lelaki itu menatap kearahnya, “Ekhem!”

__ADS_1


Bara beralih menatap Mawar, Bara tidak percaya kalau wanita ini sangat cantik malah berbeda dari biasanya. Dia berpikir kalau dirinya sedang bertemu bidadari yang sedang menetap di rumahnya.


“Gimana sama penampilan aku?” tanya Mawar yang menunggu jawaban Bara.


“Cantik. Kamu memakai baju apapun tetap cantik, mari kita berangkat sekarang!” kata Bara membuat Mawar mengangguk.


Sampai di tempat tujuan Bara dan Mawar turun dari mobil, saat mereka berdua ingin menutup pintu mobil ternyata ada sebuah mobil yang datang. Dan orang itu membuka pintu mobil tersebut ternyata dia melihat mantan suaminya dengan wanita yang berbeda, dia tidak tau sudah berapa orang Andre mengganti wanita simpanannya.


“Jangan diliatin nanti kamu akan lama untuk melupakan lelaki itu,” ucap Bara membuat Mawar menatap Bara.


“Sudah siap nona,” kata Bara sambil memberikan tangan untuk menggandeng Mawar dengan mesra membuat Andre melihat adegan mereka berdua.


“Sayang kamu ngeliat apa? Kenapa tidak masuk ke dalam,” ucap wanita itu bukannya Andre menggandeng tangan wanita simpanannya malah pria itu meninggalkan wanita simpanan.


Acara pada malam ini cukup ramai banyak para pebisnis yang menghadirkan pesta, dari kejauhan seorang lelaki masih menatap dua sejoli sedang ngobrol bersama. Erika yang melihat Andre menatap satu wanita yang tidak jauh dari tatapannya, kenapa sikap Andre sangat berbeda tatapan Andre seperti jatuh cinta dengan wanita itu. Ada hubungan apa Andre dengan wanita itu?


Bara membisikan sesuatu ke telinga Mawar. “Sepertinya mantan suami kamu sedang memperhatikan kita berdua,”


Saat Mawar ingin melirik Andre dan saat itu juga Bara menyuruh Mawar untuk fokus dengan acara, tidak fokus kearah lain. Selesai acara semua orang pada berhamburan ke pintu keluar, dengan cepat Andre menyusul Mawar saat melihat wanita itu sudah menjauh.


“Lepasin tangannya,” ucap Bara yang tidak suka melihat Mawar di sentuh pria seperti Andre.


“Boleh saya bicara sama kamu?” tanya Andre yang masih menunggu jawaban Mawar.


Dengan cepat Mawar melepaskan sentuhan tangan Andre, “Maaf sepertinya di antara kita sudah tidak ada hubungan lagi!”


Setelah mengatakan itu Mawar langsung menarik tangan Bara untuk pergi jauh dari tempat pesta, saat itu juga Erika melihat kejadian saat Andre menyentuh tangan wanita itu. Dia hanya berpikir tentang mereka berdua, apa mereka berdua mempunyai hubungan?


“Saya bangga sama kamu, kamu sudah membuktikan kalau kamu sudah bisa melupakan masa lalu kamu!” kata Bara yang masih setia dengan menyetir.


“Hanya butuh waktu saja untuk melupakan lelaki itu,” jawab Mawar membuat Bara tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2