BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
Hari H Dahlan & Dahlia


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh pasangan mempelai, gugup. Itulah yang dirasakan dahlan saat ini, hari ini adalah hari penting baginya. Perjuangan yang ia lakukan akhirnya terwujud sampai titik ini, dia tidak menyangka akhirnya ia bisa menjadikan dahlia istrinya.


Saat ia melihat tampilan dirinya didepan cermin tiba-tiba saja sasa melihat dirinya, sasa tahu bagaimana rasanya menjadi Dahlan. Dia pernah merasakan posisi yang dialami dahlan, semoga saja pernikahan adiknya berjalan dengan lancar.


“Gue gak nyangka ternyata lu mau nikah, dulu lu masih bocah banget. Tapi sekarang lu udah besar dan bentar lagi udah punya tanggungjawab sebagai suami,” tutur sasa.


Dahlan hanya tersenyum dengan ucapan kakaknya, dia juga tidak menyangka dengan semuanya. Semoga pernikahannya sampai nenek dan kakek, itulah yang diharapkan dahlan dan semua pasangan.


“Maafin gue ya! kalo gue punya salah sama lu. gue belum bisa bikin lu senang malah gue bikin lu repot mulu,” urai dahlan.


“Gue selalu maafin lu walaupun lu suka ngeselin jadi cowok tapi lu kan adik gue masa ia gue benci sama lu,” ucap sasa dan tiba-tiba saja dahlan memeluk sasa, sedangkan sasa hanya mengusap punggung dahlan.


“Gue harap lu bisa jadi suami yang baik untuk istri dan anak-anak lu nanti,”


Dahlan melepaskan pelukannya, “Iya gue janji gak akan nyusahin lu lagi.”


Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba saja nia menghampiri mereka berdua, “Ma Ko kita belum berangkat.” ujar nia dengan suara cemprengnya.


Sasa mengubah posisinya setara dengan posisi anaknya, “Iya sayang, Bentar lagi kita berangkat.”


“Yasudah. Gue tunggu lu dibawah,” ucap sasa.


Selesai merapikan pakaiannya dahlan turun kebawah menemui rombongannya, benar saja di sana sudah banyak orang yang menunggu dirinya. Akhirnya mereka semua berangkat menuju rumah dahlia, belum juga sampai tapi jantungnya tidak bisa di kompromi. Apa semua laki-laki seperti ini? apa memang cuman dirinya yang merasakan gugup saat mengucapkan kata sakral nanti?


Sasa yang melihat adiknya gugup langsung menggenggam tangan dahlan dan dahlan hanya tersenyum melihat genggaman sasa.


“Jangan gugup, kalo lu gugup nanti repot guanya,” ledek sasa.


“Gue takut kak. Nanti gue gak bisa ngucapin ijab kabul gue,” urap dahlan.


“Iya gue tau. Seharusnya lu tenangkan diri lu jangan sampai lu gugupnya semakin bertambah,”


Akhirnya mobil sampai tepat didepan rumah calon istrinya, dahlan beserta rombongannya turun dari mobil dan menuju ke rumah dahlia. Disisi lain dahlia merasakan hal yang sama, jantungnya berdegup kencang. Baru kali ini dia merasakan detak jantungnya berdegup kencang.


Dahlia tidak sendirian didalam kamar melainkan bersama adik dari ayahnya, malah putri tersenyum kearah cermin yang menampakkan wajah dahlia.


“Tante gak menyangka kamu mau menikah, dulu tante kesini kamu masih kecil tapi sekarang kamu sudah besar. Andai ibu kamu masih ada mungkin dia sangat bahagia melihat kamu menikah,” tutur putri sambil tersenyum kearah dahlia.


Dahlia pun sama melakukan senyuman itu kepada tantenya, mungkin sekarang bundanya tidak ada disisinya tapi dia yakin pasti bundanya datang ke acara pernikahannya. Dilantai bawah dahlan sedang berjuang mengucapkan kata sakral yang dia ucapkan, akhirnya ucapan itu dengan lancar ia lontarkan dan semua orang yang ada disekitarnya ikut senang dengan ucapan dahlan.


Sekarang waktunya dahlan mengunjungi kamar dahlia, sampai dikamar dahlia dia mengatur nafasnya dan membuka pintu kamar istrinya dengan pelan. Dia terpana melihat penampilan dahlia saat ini, dia tidak menyangka sekarang dahlia sudah menjadi istri sahnya.


Dahlan melangkahkan kakinya kearah dahlia dan dahlan jongkok didepan dahlia, “Terima kasih kamu sudah menerimaku, menerimaku sebagai suami kamu. Terima kasih kamu sudah mau menungguku walaupun aku sudah menyakiti kamu, aku janji aku tidak akan menyakiti kamu lagi. Aku akan selalu menjaga kamu dan melindungi kamu, hanya ada air mata kebahagiaan saja yang ada di pipimu. Aku tidak ingin ada air mata kesedihan yang membuatku menyesal sudah buat istri yang aku cintai menangis.” lontar dahlan sambil memegangi tangan dahlia.


“Sekarang kalian saling bertukar cincin dibawah, romantisnya nanti aja kalo malam pertama,” ledek putri kepada pasangan yang sudah halal.


Dahlan pun mengubah posisinya sedangkan dahlia tidak sengaja menjatuhkan air matanya dengan cepat dahlan mengusap air mata istrinya dan menggenggam tangan dahlia. Akhirnya mereka berdua sudah saling bertukar cincin dan mereka berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


Sekarang mereka berdua menuju resepsi pernikahannya, semua tamu sudah menunggu kedatangan mereka berdua dan akhirnya tamu undangan bersalaman kepada pengantin. Entah berapa banyak joshua dan dahlan mengundang para tamu sampai-sampai dahlia kewalahan menerima tamu yang begitu banyak.


Ditempat lain aric yang diundang ke acara pernikahan dahlia sedang bersiap-siap, sekarang ia sudah siap dengan stelan yang ia kenakan tinggal ia menemui vanesha. Aric pun turun kebawah untuk menemui vanesha belum sempat aric memanggil vanesha, vanesha sudah menghampirinya.


Dia melihat penampilan vanesha dari atas sampai bawah, sangat cantik untuk semua orang yang memandang vanesha. Tinggal dirinya nanti yang akan melamar vanesha untuk menjadi istrinya, tapi sampai sekarang dia belum sempat untuk mengungkapkan keinginannya.


“Maaf ya pak saya lama,” ucap vanesha.


“Sayakan sudah bilang sama kamu jangan panggil saya bapak, saya bukan bapak kamu,” jawab aric.


“Hehe. Maaf pak udah kebiasaan,”

__ADS_1


Mereka berdua pun berangkat ke acara pernikahan dahlia, didalam mobil aric hanya fokus dengan stir mobilnya. Sedangkan vanesha sibuk dengan handphone, setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua sampai ditempat tujuan.


Mereka berdua pun turun dari mobil belum sempat ia masuk kedalam semua laki-laki pada memandang kearah vanesha, aric yang melihat itu langsung mendekati vanesha dan memeluk vanesha dengan posesif.


Vanesha melihat kearah aric yang masih setia memeluk pinggang rampingnya, “Kamu ngapain meluk saya kaya gini, saya malu dilihatin orang.”


“Saya gak suka kamu dipandang sama cowok lain selain saya,” ucap aric dingin.


Dengan cepat aric membawa vanesha ke calon pengantin, sampai di sana ia bertemu dengan joshua.


Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain, “Kamu apa kabar aric?” tanya joshua.


“Saya baik om. Selamat atas pernikahan putri om,”


“Makasih aric,” ujar joshua dan joshua memandang kearah vanesha yang begitu cantik. “Sepertinya kamu sudah memiliki pasangan hidup kamu,” ledek joshua.


“Do'ain aja om supaya saya nyusul,”


“Pasti om akan do'ain kamu,”


“Vanesha,” panggil aric.


Vanesha yang namanya dipanggil langsung menuju kearah aric, “Kenalin ini ayahnya dahlia yang sempat dijodohkan sama saya.”


“Vanesha om,” ucap vanesha sambil menjabarkan tangannya dan joshua pun sama menjabarkan tangannya kearah vanesha.


“Om akan selalu do'ain kalian berdua supaya kalian nyusul seperti dahlia,” lontar joshua dengan candaan.


Vanesha bingung dengan ucapan joshua menyusul? emang siapa yang mau nikah?


“Kalo gitu saya ke sana dulu, kalian berdua silahkan nikmati pestanya,” ucap joshua.


Joshua pun pergi sedangkan mereka berdua hanya saling diam satu sama lain, tiba-tiba saja gaston menghampiri mereka berdua.


“Dari pada lu dari dulu sampai sekarang jomblo,” cibir aric.


“Hahaha. Gue mah gampang cari jodoh banyak cewek yang mau sama gue dari pada lu baru hari ini ngajak cewek biasanya gak pernah,” lagi-lagi gaston menjahili sahabatnya.


“Tapi bro emang vanesha mau sama lu,”


Wajah aric langsung berubah 100% dari biasanya, “Santai bro gue cuman bercanda, semoga vanesha mau sama lu.” lontar gaston dan gaston pergi begitu saja.


“Bahagia sekali ngeliat mereka berdua sudah menikah,” tutur vanesha dengan pelan.


Aric melihat kearah vanesha yang sedang melihat pasangan pengantin dan aric tiba-tiba membisikkan sesuatu ke telinga vanesha, “Nanti juga kita kaya gitu.”


Kita? Maksud perkataannya apa?


“Kamu mau nikah? siapa calonnya?” tanya vanesha.


“Nanti juga kamu tau,” lagi-lagi vanesha dibuat bingung dengan ucapan aric.


Akhirnya acaranya selesai dan aric langsung membawa vanesha pulang, mereka berdua langsung masuk kedalam mobil. Didalam perjalanan aric masih fokus dengan setir mobilnya sedangkan vanesha dia sudah terlelap, aric yang melihat vanesha sekilas langsung menghentikan mobilnya.


Dia memandang kearah vanesha yang sedang tidur, baru kali ini dia melihat dengan jelas wajah vanesha yang begitu cantik. Apalagi saat vanesha sedang tidur, entah setan mana yang merasuki dirinya tiba-tiba saja aric mencium bibir vanesha dengan lembut.


“Secepatnya saya akan menjadikan kamu istri saya seutuhnya,” gumam aric sambil mengelus bibir vanesha sambil mencium kening vanesha dan aric langsung menjalankan mobilnya.


Sampai di rumah aric memarkirkan mobilnya di bagasi rumah dan membuka pintu mobil sambil menuju pintu mobil yang ditempatkan vanesha tanpa pikir panjang aric langsung menggendong vanesha kedalam rumah.

__ADS_1


Aric tidak membawa vanesha ke kamar vanesha melainkan ke kamar dirinya dengan pelan aric meletakkan vanesha keatas tempat tidurnya.


“Semoga mimpi indah calon istri ku,” ucap aric sambil mencium kening vanesha, sedangkan aric langsung bergegas ke kamar mandi.


Selesai mandi aric langsung tidur di sofa, walaupun vanesha tidur didalam kamarnya tapi dia tidak mau melakukan hal tidak semestinya kepada vanesha sebelum vanesha menjadi pasangan hidupnya nanti.


Pagi pun tiba vanesha pun terbangun dari tidurnya dan menyenderkan kepalanya ke pembatas kasur, siapa yang bawa dia ke kamar? Apakah aric yang membawanya? dia melihat kearah bajunya, kenapa bajunya sudah diganti siapa yang menggantikan pakaiannya? apakah aric, tidak mungkin kalo aric yang menggantikan pakaiannya kan? kalo aric yang mengantikan pakaiannya gimana?


Aric langsung menuju kamar sambil membawakan sarapan, dia langsung membuka pintu kamarnya. Di sana aric melihat vanesha sambil menutup badannya dengan selimut.


“Kenapa kamu menutupi badan kamu,” ucap aric sambil meletakkan makanan.


Tapi vanesha tidak menjawab ucapan aric malah dia mempererat selimutnya, aric hanya menggeleng kepala dan mendekati vanesha.


“Kamu takut kalo saya ngapa-ngapain kamu, kamu gak usah takut saya tidak mungkin ngerusak badan kamu, kalo saya mau mungkin dari dulu saya sudah merusak kamu. Tapi saya tidak sejahat itu melakukan hal senonoh sama kamu, saya sudah janji sama diri saya sendiri untuk menjaga kamu dan saya tidak mungkin melakukan hal serendah itu ada saatnya saya melakukan itu sama orang yang saya cintai dan diwaktu yang saya inginkan,” ungkap aric.


“Kamu masih mikir kenapa pakaian kamu bisa berubah? semalam saya manggil bibi yang bekerja di rumah saya untuk menggantikan pakaian kamu jadi kamu jangan berpikir jelek tentang saya,” kata aric.


Dia merasa tidak enak sudah menuduh atasannya, seharusnya dia bertanya dulu sebelum berpikiran jelek kepada bosnya.


“Maaf,” itulah yang bisa ia katakan.


Aric tersenyum sambil mengelus kepala vanesha, “Iya saya sudah memaafkan kamu, sekarang kamu sarapan dulu nanti kamu bisa istirahat lagi.” ujar aric sambil memberikan makanan yang ia bawa.


...*****...


Ditempat yang berbeda azriel sedang menemui seorang perempuan, perempuan tersebut adalah mawar. Mereka berdua sudah janjian ditempat yang sudah ditentukan azriel, entahlah mereka berdua mau membicarakan apa? hanya mereka berdua saja yang tau.


Akhirnya mawar sampai juga ditempat tujuan sedangkan azriel dia hanya menunggu kedatangan mawar, sampai di sana mawar mencari keberadaan azriel dan akhirnya mawar menemukan tempat duduk azriel. Langsung saja dia menghampiri azriel.


Mawar pun duduk dihadapan azriel, “Kamu mau ngapain ngajakin saya kesini? bukannya urusan saya sama kamu sudah selesai.” ucap mawar.


“Ha.. ha.. ha, mawar.. mawar. Kamu tidak tau isi perjanjian yang sudah ditandatangani ibu kamu,” jelas azriel.


“Memang isi didalam surat itu apa?” tanya mawar.


Azriel memberikan surat perjanjian yang sudah ditandatangani jesica dan mawar mengambil amplop coklat tersebut, mawar membaca dengan teliti dan dia sangat terkejut isi didalam surat yang sudah disepakati.


“Tidak mungkin. Kamu jangan mempermainkan saya, saya tau pasti kamu memanipulasi surat perjanjian ini biar saya melakukan apa yang kamu perintahkan,” mawar tidak percaya dengan isi perjanjian yang mereka sepakati.


“Saya tidak pernah memanipulasi perjanjian surat yang saya berikan ke kamu, kan saya sudah bilang dari awal. Seharusnya kamu baca terlebih dahulu isi surat yang saya berikan ke kamu dan saya juga pernah bilang ke kamu, jangan pernah menyesal dengan apa yang kamu perbuat jadi saya gak salah dong minta hak yang sudah dituliskan di surat perjanjian kita,” jelas azriel.


“Saya tidak mau mengikuti perintah yang kamu berikan ke saya, sampai kapanpun saya tidak pernah sudi melakukan hal itu ke kamu,” tolak mawar dengan penuh ketegasan.


“Kalo kamu tidak mau saya gampang bisa melaporkan kamu ke kantor polisi dan bilang kalo kamu sudah membantu kejahatan ibu kamu. Gimana mawar? keputusannya ada ditangan kamu, saya tinggal menunggu keputusan kamu aja. Kalo kamu siap saya juga siap dengan keputusan kamu,” lontar azriel.


“Aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya,” ungkap mawar.


“Baik. Saya akan tunggu jawaban kamu, ingat kamu harus tepati janji kamu ke saya. Kalo sampai saya tau kalo kamu tidak tepati janji kamu saya akan melaporkan kamu ke polisi,” ucap azriel dengan tegas.


“Iya, saya tidak melanggar janji saya ke kamu,” jawab mawar.


Azriel pun pergi begitu saja sedangkan mawar dia sedang memikirkan masalahnya, gimana caranya dia melakukan hal itu? dia aja tidak tau harus gimana sekarang? apa yang dia lakukan!


Sama aja dia seperti wanita murahan yang menjual dirinya sama pria kaya, dia tidak berpikir akan sejauh ini. apa yang akan dia lakukan sekarang? apa dia harus mengikuti keinginan azriel atau tidak.


Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? bodoh banget seharusnya aku baca perjanjian surat itu? kalo kaya gini dia harus melakukan apa nantinya. batin mawar


Apapun yang terjadi dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya nanti, dia tidak mau kalo ibunya tau masalah ini. Dia harus melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. batin mawar.

__ADS_1


Mawar pun pergi dari cafe dan menuju ke rumahnya, sampai di rumah mawar tidak melihat ibunya. Kemana ibunya?


Semenjak ayahnya meninggal dia dan ibunya tinggal ditempat sederhana, tapi ibunya tidak menyukai tempat tinggal yang sekarang. Malah ibunya menjadi wanita penghibur untuk menghidupi kekurangan mereka berdua, entah apa yang akan dia perbuat nanti. Apakah dia harus seperti ibunya menjadi wanita penghibur, malah dia melebihi wanita penghibur. Nasibnya sungguh mengenaskan sekarang, Sama-sama kotor seperti ibunya.


__ADS_2