BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Permainan Andre


__ADS_3

“Ada apa, bu?” tanya Ava yang melihat bosnya terdiam.


Mawar tidak percaya bahwa Andre bermain dengan cara licik, apalagi dengan bangganya dia memposting aktifitas di sosmed dengan wanita seksi. Dia tidak tau bahwa kegiatan Andre seperti ini, apa dari dulu sifat Andre seperti ini.


“Tidak papa,” mobil yang di bawa supir sampai di depan rumah Ava dan Ava langsung berterima kasih kepada bosnya.


Setelah melihat Ava masuk mobil tersebut langsung jalan, “Aku tidak menyangka bahwa kamu seperti ini, aku kira kamu pria yang baik ternyata tebakan aku salah. Kamu memang sama dengan pria pada umumnya,”


Mawar memasukan handphone ke dalam tas, dia pun turun dari mobil saat mobil tersebut berhenti di halaman rumah. Baru juga ia ingin masuk tidak sengaja di mendengar suara mobil yang dia pikir itu mobil Andre, tebakan dia benar bahwa yang datang suaminya.


Andre turun dari mobil dan dia melihat Mawar menatap kearahnya, dia langsung menghampiri Mawar dengan cepat Mawar membuka pintu tanpa memperdulikan Andre sedang menghampirinya.


“Saya ingin bertanya sama kamu,” ucap Andre yang melihat Mawar berhenti.


“Apa kamu masih mau mempertahankan pernikahan ini," kata Andre yang melihat Mawar membalikkan badan.


“Menurut kamu pernikahan itu hanya permainan yang sudah bosan di tinggalkan dan yang baru dia bangga-banggakan, pikiran kamu dimana dengan entengnya kamu mengatakan itu. Kalau kamu tidak suka menikah kenapa harus menikah denganku, apa kamu menganggap ku sebagai boneka yang sudah bosan di buang yang baru di pajang. Kamu pikir baik-baik kalau kamu tidak suka menikah denganku kenapa harus menikah, lebih baik aku tidak mengenal kamu dari pada aku menikah dengan pria seperti kamu!” kata Mawar yang langsung meninggalkan Andre.


Andre hanya terdiam saat perkataan Mawar seperti duri yang menusuk, di dalam kamar Mawar hanya duduk di tepi ranjang dengan pintu terkunci saat itu juga dia menatap foto pernikahannya. Wajah itu adalah wajah kebahagiaan yang dia tampakkan tapi dia tidak menyangka bahwa pernikahannya akan seperti ini, pernikahan yang dia pikirkan hanya seumur hidup tapi nyatanya tidak.


Dengan gampangnya Andre mengatakan hal yang membuat dirinya sakit, apa dia tidak berpikir kalau pernikahan ini selamanya bukan sekedar bertamu saat bosan di tinggalkan saat baru di pajang.


Mawar menghela nafas sambil berjalan kearah cermin sambil menatap wajah, Mawar hanya menatap wajahnya yang sudah sangat lelah. Lelah atas perlakuan Andre yang selalu menyakiti dirinya.


“Oke Mawar, mulai sekarang kamu tidak usah pikirkan pria itu. Sekarang kamu fokus dengan pekerjaan dan jangan fokus sama suami kamu, sampai kapanpun dia tidak akan menganggap kamu sebagai istri!” batin Mawar yang terus menatap cermin.


Setelah dari meja rias dia pun menuju toilet untuk membersihkan badan, selesai mandi dia langsung menghampiri ranjang. Dia harus melupakan kejadian malam ini dia tidak mau kalau pagi harinya akan stres dengan masalah rumah tangga.


Pagi pun tiba dan Mawar langsung membuka mata, saat ini juga dia kembali segar dan membuang masalah yang sudah dia lalui.


“Semangat kerja Mawar,” batin Mawar yang sudah rapih dengan stelan kantor.


Saat dia turun menuju meja makan dia melihat Andre sedang menatapnya, dengan cepat Mawar membuang tatapan suaminya dan berjalan ke meja makan. Mulai sekarang dia tidak akan memperdulikan apapun yang suaminya lakukan, dia sudah capek mengingat kemarin.


“Mawar. Apa perlu aku antar kamu ke kantor,” tawar Andre, malah Mawar menolak dengan sikap yang seolah-olah tidak peduli.

__ADS_1


Dengan cepat Mawar pergi dari hadapan Andre, sedangkan Andre hanya menghela nafas saat tawarannya di tolak mentah-mentah.


“Pagi Ava,” sapa Mawar saat berpapasan dengan Ava, sedangkan Ava hanya tersenyum dengan jawabannya. Setelah itu dia menuju ruangan kantor, Ava malah berpikir kalau bosnya sudah membaik tapi nyatanya tidak.


***


“Wish, baru kali ini lu bisa main seperti itu. Apa lu tidak takut dengan istri lu,” ucap Aldo.


Andre terdiam saat dia mengingat perkataan Mawar, entah kenapa perkataan Mawar membuat dirinya frustasi apalagi ucapan istrinya terus menghantui di benaknya.


“Lagi mikirin apa lu, jangan-jangan mikirin istri lu!” ledek Rasyid yang berada di sebelah Andre.


“Apaan si lu, gak jelas banget jadi orang. Siapa juga yang mikirin Mawar,”


“Alah. Lu akui saja kalau lu sudah jatuh cinta sama Mawar dari pada nanti lu nyesel,” ucap Aldo.


Andre beranjak dari kursi, “Lu mau kemana?” tanya Rasyid yang melihat Andre sudah mau pergi.


“Gue pulang dulu nanti gue datang lagi kalau ada acara seperti ini,”


Dengan cepat Andre menghubungi Ava sekretaris Mawar, beberapa menit kemudian akhirnya sambungan telepon tersebut sampai di handphone Ava dan Ava yang merasakan handphonenya bergetar langsung mengambil handphone tersebut.


“Halo pak,” ucap Ava dari balik telepon.


“Kamu masih ada di kantor?” tanya Andre.


“Masih pak. Memangnya kenapa, pak?” ucap Ava membuat Andre terdiam sejenak sambil memikirkan untuk mengucapkan apa yang dia ucapkan.


“Bapak sedang mencari istri bapak ya,” tebak Ava.


“Bapak tenang saja di sini bu Mawar baik-baik saja, kalau bapak ingin ke kantor silakan. Saya akan kabarin Bu Mawar terlebih dahulu,” kata Ava.


“Boleh kamu masuk keruangan istri saya, saya ingin melihat keadaan Mawar!”


“Baik pak,” sebelum Ava masuk keruangan bosnya dia menuju dapur untuk membuatkan kopi, setelah itu dia pun mengetuk pintu tersebut.

__ADS_1


Akhirnya dia pun masuk sambil membawakan kopi yang sempat ia buat, “Silakan bu di minum, saya sudah buatkan kopi untuk ibu!” ucap Ava malah Mawar hanya mengangguk. Dan Ava langsung menghubungi Andre sambil vidio call supaya suami bosnya melihat keadaan Mawar.


Sedangkan Andre yang melihat istrinya sedang fokus dengan berkas yang ada di tangan, dia hanya bisa tersenyum saat melihat Mawar. Andai dia bisa berada di samping Mawar mungkin dia akan membantu Mawar, hanya kata 'maaf' yang bisa dia sampaikan.


Andre langsung mengirimkan pesan kepada Ava untuk mematikan vidio call nya dan Ava hanya mengikuti perintah dari Andre, Mawar yang menatap Ava yang masih berdiri di hadapannya langsung menimbulkan suara.


“Sedang apa kamu di sini, Ava?” tanya Mawar membuat Ava mendongak sambil tersenyum tanpa dosa.


“Maaf bu, tadi mama saya ngirim pesan jadi saya membalas pesan terlebih dahulu!” tutur Ava.


“Kalau gitu saya permisi dulu, bu!” ucap Ava membuat Mawar hanya menatap Ava dengan perasaan aneh dan dia malah tidak peduli dengan sikap Ava.


“Saya harap kamu bisa kembali seperti dulu lagi Mawar, saya merindukan kamu yang dulu bukan yang sekarang!” batin Andre dan dia langsung menuju kamar.


Beberapa jam kemudian akhirnya pekerjaan kantor selesai dan dia langsung menatap jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam, dengan cepat dia merapikan meja kerja yang sangat berantakan dan dia langsung beranjak dari kursi menuju parkiran.


Sampai di rumah Mawar hanya menatap rumah, dia hanya merasakan kekosongan saat masuk ke dalam rumah seperti perasaan dirinya yang sekarang. Tanpa pikir panjang Mawar melanjutkan langkah kakinya menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


“Akhirnya bisa istirahat juga,” ucap Mawar yang merasakan kenyamanan saat berada di ranjang.


Istirahat dua menit dia pun menuju toilet untuk membersihkan badan, saat Andre sedang keluar kamar dia melihat kamar Mawar yang tidak terkunci dan dia pun masuk tanpa di ketahui Mawar saat dia berada di kamar mandi.


Andre hanya mengangkat alis kanan saat kamar Mawar kosong hanya ada tas yang pernah di pakai Mawar saat berangkat kerja, malah dia berpikir kalau Mawar sudah pulang dan tebakan dia benar bahwa Mawar sedang mandi. Dia pun keluar dari kamar istrinya dan menutup kembali pintu tersebut, setelah Andre pergi barulah Mawar yang keluar dari toilet dan menuju lemari yang lumayan besar.


Dia mengambil piyama yang cocok untuknya dan dia pun langsung menuju ranjang, dia berpikir kalau pintu kamar sudah terkunci tapi nyatanya tidak.


Andre yang berada di balkon sambil meminum segelas air putih sambil menatap kearah lurus, saat dia sibuk dengan pikirannya tiba-tiba saja handphone yang berada di saku celana berbunyi dan dia langsung mengambil handphone tersebut.


Nomor tidak di kenal? Kenapa nomor ini bisa tau nomor handphonenya? Tanpa pikir panjang dia pun mengangkat panggilan handphone tersebut.


“Andre. Apa kamu tidak lupa bahwa kita berdua masih ada perjanjian,” kata lelaki yang berumur lebih tua darinya.


Andre hanya tersenyum sinis saat mengetahui bahwa suara ini dari rekan bisnisnya, “Iya, gue masih ingat tentang perjanjian tersebut! Jadi lu mau apa sama perjanjian yang sudah kita sepakati,”


“Besok pagi lu temuin gue di tempat biasa, gue mau meminta perjanjian yang sudah kita sepakati!” tutur lelaki tersebut.

__ADS_1


“Oke. Gue akan ke sana,” Andre langsung mematikan handphonenya dan langsung menuju kamar.


__ADS_2