
Jujur saat ia tahu akan menggantikan posisi ayahnya sebagai CEO ia sangat senang, tapi dia tidak yakin untuk mengembangkan perusahaan ayahnya. Apalagi yang dia tahu sebagai seorang CEO tanggungjawabnya lebih besar dari pada karyawan biasa.
Tapi yang tidak habis pikir kenapa ayahnya mempercayai dirinya dari pada mawar, walaupun mawar bukan anak kandung ayahnya tapi mawar sama seperti dirinya, Sama-sama punya pengalaman dan berpendidikan tinggi dan kenapa ayah lebih percaya dirinya dari pada mawar.
“Sudahlah tidak usah dipikirkan, lebih baik gue siap-siap ke kantor. Dari pada mikirin hal yang tidak penting,” Batin vanesha
Saat ia menutup pintu kamarnya dia tidak sengaja berpapasan sama adik tirinya, malah mawar dengan angkuhnya berjalan melewati dirinya.
Sabar vanesha lu tidak boleh pedulikan dia, yang lebih penting gimana caranya lu bisa mempertahankan perusahaan sama rumah peninggalan ibu lo. Jangan sampai ibu tiri lo rebut semua apa yang lo miliki. Batin vanesha sambil menyemangati dirinya sendiri
Ia bergegas menuju kemeja makan di sana ia melihat ayah dan ibu tirinya, tanpa memperdulikan tatapan tidak suka vanesha langsung mengambil beberapa makanan yang berada di meja makan.
“Vanesha ayah harap kamu bisa mengembangkan potensi kamu di perusahaan,” Ucap alison di sela-sela sarapan
“Iya yah, kalo gitu aku pamit,” Ucap vanesha
Alison mengangguk dan vanesha langsung menuju kantor, sesampainya di kantor vanesha langsung menuju ruang kerjanya.
Dari kejauhan ava melihat atasannya datang dia pun langsung menyapa, “Pagi bu.” Ucap ava dengan ramah.
“Pagi va. Oh iya, kamu jangan panggil saya ibu, soalnya saya belum nikah,” Ucap vanesha
“Hehe maaf bu__Eh maksud saya mba vanesha,” Ucap ava
“Kalo gitu semangat kerjanya, aku masuk kedalam dulu iya,” Ucap vanesha ramah
Ava tersenyum ramah dan vanesha langsung masuk ke ruangannya dan mengerjakan beberapa tugas kantor.
Untung gue bisa kerja di kantor ayah, coba kalo gue masih di perusahaan pak aric. Mungkin gue udah mati rasa berada di sana. Batin vanesha
Didalam ruangan meeting semua karyawan fokus dengan prestasi yang berada di depan. Selesai presentasi semua karyawan bertepuk tangan dengan hasil prestasi yang memuaskan tapi tidak dengan aric malah ia fokus dengan pikirannya.
“Pak. Pak aric,” Ucap seorang karyawan yang mengetahui atasannya terdiam.
Tapi tetap saja aric hanya terdiam dan tidak merespon ucapan karyawannya.
“Pak.. Pak aric,” Ucap diana sambil memegangi pundak bosnya.
Aric pun tersadar dari lamunannya, “Iya kenapa?” Ucap aric
“Pak, bapak tidak papa. Sepertinya bapak tidak fokus sama prestasi ini pak, apa bapak sakit atau ingin istirahat pak,” Tanya diana
“Tidak. Saya hanya sedikit pusing saja,” Ucap aric sambil memegangi kepalanya
“Kalo begitu bapak istirahat saja,” Tawar Diana
Aric menghela nafasnya, “Baik. Saya minta maaf sama kalian sudah memperlambat meeting hati ini, mungkin sampai disini saja meeting hari ini.” Ucap aric langsung pergi begitu saja
Aric langsung menuju ruangannya, Ada apa dengan gue! Kenapa pikiran gue jadi kacau begini, lu harus fokus ric gak boleh mikirin apa-apa. Batin aric
Saat ia lagi menenangkan pikirannya tiba-tiba saja orang kepercayaannya lucky datang ke ruangannya.
Lucky langsung menanyakan kepada karyawan bosnya, “Diana, didalam ada pak aric,” Ucap lucky
“Ada pak,”
Lucky mengangguk dan mengetuk pintu ruangan bosnya
Tok.. tok
“Masuk,” Ucap aric dari dalam ruangan
Lucky pun masuk dan aric yang melihat lucky langsung mempersilahkan duduk, “Silahkan duduk.”
Lucky pun duduk dan langsung ke inti permasalahan, “Ada berita apa? sampai-sampai kamu datang ke perusahaan saya.” Ucap aric
__ADS_1
Lucky menghela nafasnya, untung bos gue kalo bukan udah gue buang kali ini orang. Batin lucky
“Begini pak saya hanya memberikan info untuk bapak, mengenai masalah penggelapan dana. Saya sudah memberikan bukti yang bapak suruh ke saya, dan saya sudah berhasil menangkap orang kepercayaan pak Daniel. Tapi saya tidak berhasil menangkap pak Daniel pak, saya hampir saja berhasil menangkapnya tapi dia sudah melarikan diri dengan kapal pesiar.” Jelas lucky
Aric hanya mengangguk, “Masalah itu biar saya yang tanganin sendiri, kamu harus berjaga-jaga untuk masalah penggelapan dana. Kalo ada info yang lebih dengan kasus ini kamu langsung kasih tahu saya.”
“Baik pak. Ada lagi pak yang bisa saya bantu?” Ucap lucky
“Tidak ada,”
“Baik kalo begitu saya permisi pak,” Ucap lucky
Aric hanya mengangguk dan lucky pun keluar dari ruangan aric.
...***************...
Saat seorang wanita sedang fokus dengan berkas yang ada ditangannya pintu ruangannya ada yang mengetuk.
Tok.. tok
“Masuk,” Ucap vanesha dari dalam ruangan
Ava selaku sekretaris vanesha langsung masuk ke ruangan bosnya, “Permisi mba saya ganggu. saya kesini mau mengantarkan berkas meeting dan minggu depan ada acara pelelangan barang dan semua perusahaan besar harus hadir dalam acara tersebut.” Ucap ava panjang lebar
Vanesha menghentikan tugasnya dan menatap kearah ava, “Lelang? Maksud kamu acara apa?” ucap vanesha tidak faham
“Maaf mba saya boleh duduk,” Ucap ava ramah.
“Silahkan,”
Ava menarik kursinya dan menjelaskan secara inci, “Mohon maaf kalo saya mengganggu aktivitas mba, tapi saya akan menjelaskan acara tersebut. Semua perusahaan besar atau perusahaan kecil semua harus hadir, termasuk atasan dan orang kepercayaannya yang mengikuti lelang tersebut. Di sana akan mengadakan barang antik ataupun barang yang langka, makanya dari situ kita bisa menawarkan harga yang cukup tinggi siapa yang bisa menawarkan dengan harga tinggi dia pemenangan dari acara tersebut.” Jelas ava panjang lebar
Vanesha hanya mengangguk dengan ucapan ava, jujur ia tidak tertarik dengan acara tersebut tapi ia penasaran dengan barang yang ada di cara tersebut.
“Baik. Kamu atur saja waktunya, saya akan mengikuti apa yang kamu katakan,” Ucap vanesha
Ava langsung keluar dan melanjutkan aktifitasnya.
Selesai pekerjaannya selesai ia langsung pulang ke rumah dan menuju ke parkiran. Saat diperjalanan ia hanya fokus dengan mobilnya, sampai juga didepan rumahnya dan dia pun langsung menuju bagasi rumah.
Sampai didepan rumah ia tidak melihat ayahnya malah hanya ibu dan anak tirinya yang sedang santai di ruang tamu.
“Dimana ayah?” Tanya vanesha kepada dua sejoli yang sedang bercanda riang.
Mereka berdua langsung menatap vanesha dengan tatapan tidak suka, “Ayah kamu dikamar, mungkin sekarang ayah kamu akan mati.” Ucap jesica asal
Vanesha geram dengan ucapan ibu tirinya dan dia langsung menghampiri mereka berdua, “Jaga ucapan anda, kalo saya sampai dengar kata-kata kamu barusan. saya tidak akan segan-segan melempar kalian berdua keluar dari rumah ini.” Ucap vanesha sambil menahan emosinya.
Jesica hanya tersenyum sinis dan dia mendekati vanesha, “Saya tidak akan takut dengan ancaman kamu, dan suatu saat nanti saya akan mendapatkan apa yang saya inginkan.” Ucap jesica marah.
“Jangan harap kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, sebelum kamu ingin mendapatkan semuanya saya yang lebih dulu menghancurkan kalian,” Ucap vanesha
Vanesha langsung pergi dan tidak memperdulikan ibu tirinya.
Dasar anak tidak tahu di untung, kita lihat saja nanti siapa yang bertahan saya atau kamu. Batin jesica kesal sambil menahan emosinya
Vanesha masuk ke kamar ayah dan di sana ia melihat ayahnya terhampar lemah di kasur, ia langsung mendekati ayahnya.
Kenapa ayah seperti ini dan kenapa wajah ayah pucat. batin vanesha
Menurut dia ada ke ganjalan di rumah ini, dulu terakhir ia melihat ayahnya baik-baik saja dan kenapa seperti ini.
“Ada yang tidak beres sama ayah,” gumam vanesha
Vanesha langsung menelpon orang kepercayaan ayahnya.
__ADS_1
Drrttt.. drrrttt
Akhirnya telepon terhubung
“Halo ada yang bisa saya bantu,” Ucap frey
“Halo frey ini saya vanesha, saya boleh minta tolong sama kamu,” Ucap vanesha
Yang awalnya frey fokus dengan teman-temannya tidak dengan sekarang dia masih fokus dengan teleponnya.
“Iya silahkan,”
“Kamu besok bawa ayah saya ke rumah sakit dan saya tidak mau ibu dan anak tiri yang tinggal di rumah saya sampai tahu tentang ini, saya ingin menanyakan hal penting sama kamu,” Ucap vanesha dengan nada serius
“Baik mba, saya akan menjalankan perintah,” Ucap frey
Vanesha mematikan handphonenya dan mendekati ayahnya, Ayah harus bertahan, ayah jangan tinggalin vanesha. Vanesha hanya punya ayah di dunia ini, vanesha tidak mau ayah kenapa-napa. demi vanesha ayah harus bertahan. Batin vanesha sambil mengelus telapak tangan sebelah kanan alison
Vanesha kembali kedalam kamar dan beristirahat.
Pagi harinya ia sudah bilang kepada sekretarisnya untuk mengatasi urusan kantor, dia ingin membawa ayahnya ke rumah sakit.
Frey sampai di rumah bosnya dan masuk kedalam, didalam rumah ia tidak melihat ibu dan anak tiri atasannya. Tanpa ragu ia langsung menuju lantai atas dimana kamar bosnya berada.
Tok.. tok
“Masuk,”
Frey membuka pintu kamar alison dan dia melihat bosnya yang sangat pucat seperti mayat hidup.
“Maaf mba, pak alison kenapa? kenapa seperti ini, terakhir saya berkunjung pak alison baik-baik saja,” Ucap frey
“Saya tidak tahu apa yang dilakukan ibu tiri saya, saya tidak yakin kalo mereka berdua mengurus ayah saya. Menurut saya ada yang aneh selama saya tidak ada di rumah,” Ucap vanesha sambil menatap kearah alison
“Frey kamu kan orang kepercayaan ayah saya, semenjak saya tidak ada di rumah saya memerintahkan kamu untuk menjaga ayah saya. Gimana apa ada hal yang mengganjal dari rumah ini,” Jelas vanesha
“Saya tidak tahu tentang masalah ini mba, yang saya tahu saya hanya mengantarkan pak alison sampai rumah dan saya tidak tahu lagi tentang permasalahan ini,” Ucap frey
“Ya sudah. Kamu bawa ayah saya ke rumah sakit dan saya akan menanyakan masalah ini ke dokter pribadi ayah saya,” Ucap vanesha
“Baik mba, saya akan menjalankan perintah,” Ucap frey
Frey langsung membawa bosnya ke dokter pribadi, setelah selesai dengan pemeriksaan. Vanesha langsung menghampiri dokter hamzah selaku dokter pribadi ayahnya.
“Permisi dok, saya ingin menanyakan keadaan ayah saya,” Ucap vanesha
“Silahkan mba vanesha duduk, saya akan menjelaskan secara detail,” Ucap dokter hamzah
“Mohon maaf kalo saya lancang bicara ini ke mba, tapi saya agak bingung dengan keadaan pak alison,” Ucap dokter hamzah
“Bingung kenapa dok? ayah saya tidak apa-apa kan,” Ucap vanesha
“Pak alison tidak papa, yang saya bingung kenapa keadaan pak alison semakin memburuk dan saya tidak tahu permasalahannya. Saya akan mencari tahu tentang masalah ini mba, nanti saya akan mengabarkan mba kalo saya sudah mengetahui masalah ini,” Jelas dokter hamzah
“Baik kalo begitu saya permisi dok,” Ucap vanesha
Dokter hamzah mengangguk dan vanesha keluar dari ruangan dokter, vanesha menuju ke ruangan inap ayahnya.
“Ayah bertahan iya demi vanesha, vanesha akan jaga ayah dan vanesha akan mencari tahu penyebab penyakit ayah,” Ucap vanesha sambil mencium kening ayahnya
Vanesha pun keluar dan menyuruh frey untuk menjaga ayahnya.
“Frey, tolong kamu jaga ayah saya baik-baik. Kalo ada hal yang mengganjal beritahu saya,” Perintah vanesha kepada frey
“Baik mba,” Ucap frey
__ADS_1
Vanesha tidak kembali ke rumahnya melainkan ke kantor, ada banyak urusan yang harus ia kerjakan. Selesai kantor iya akan datang ke rumah sakit buat menjenguk ayahnya.