BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Permintaan Maaf


__ADS_3

“Aaaarrrgghhh!” kesal yang berada di luar tidak seperti di dalam hatinya, kenapa dia selalu emosi dan melampiaskan ke orang lain.


Dia hanya menatap cermin saat berhadapan dengannya, di sana dia mengingat ucapan saat dirinya hampir membentak Mawar.


Apa dia keterlaluan melakukan seperti itu, apa dia terlalu berlebihan saat emosinya tidak bisa terkontrol. Saat mengingat kejadian tadi dia langsung menghubungi Mawar, saat Mawar ingin menuju meja rias dia tidak sengaja menatap handphone yang terus berbunyi. Dia hanya menatap saja tanpa mengangkat telepon dari Bara.


Dia tau kalau lelaki itu marah kepadanya, tapi dia kecewa saja saat cowok yang dia cintai sudah membentak dirinya. Yang dia pikirkan saat ini apa dia punya salah sampai-sampai cowok itu marah dengannya.


Kenapa kamu tidak mengangkat handphone kamu, apa kamu tidak tau kalau aku ingin meminta maaf dengan ucapan aku.


Bara terus menghubungi Mawar tapi handphone wanita itu terus tidak aktif, saat dirinya menelpon yang terakhir ternyata hanya suara operator yang dia dengar.


“Aku akan memberikan kamu waktu untuk menyesali perbuatan kamu, aku tidak marah sama kamu. Tapi aku hanya kecewa saja, saat orang yang aku percaya dan aku cintai malah membentak ku.” Mawar yang mematikan lampu langsung tertidur. Bara hanya tidak habis pikir dengan dirinya, kenapa harus Mawar yang terus ia lampiaskan emosinya.


Semua karyawan pada bertepuk tangan saat melakukan presentasi di depan, sedangkan Mawar hanya terdiam saat salah satu karyawan selesai melakukan presentasi di depan. Entah kenapa hati dan raganya berbeda, dia tetap fokus dengan presentasi yang di sampaikan karyawannya tapi dia selalu terpikirkan saat perkataan Bara melintas di benaknya.


Ava menghampiri Mawar saat wanita itu sedang sibuk dengan laptop. “Bu. Saya ingin ke kantin apa ibu ingin nitip sesuatu.”


“Saya ikut kamu ke kantin, ada hal yang harus saya beli di sana.” Ava hanya mengangguk dan mereka berdua langsung bergegas menuju kantin.


Saat kedua wanita tersebut sedang berjalan, mereka berdua tidak sengaja menabrak seorang lelaki yang sangat ia kenal. Dia pun menatap laki-laki itu, ternyata benar kalau laki-laki itu adalah Andre. Sedang apa dia di sini?


“Andre.” Andre hanya tersenyum saat Mawar yang pernah ia abaikan berada di hadapannya.


“Kamu sedang apa di sini?” tanya Mawar yang masih bingung dengan penampilan pria ini.


“Aku...”


“Kalau gitu saya masuk dulu bu.” Mawar hanya mengangguk saat Ava sudah masuk ke dalam kafe.

__ADS_1


kenapa Andre seperti ini, apa cowok ini sedang kesulitan.


“Saya tau pasti kamu bertanya-tanya tentang kehidupan saya, saya dulu sempat ingin bertemu kamu untuk meminta maaf. Tapi saat saya melihat kamu bertunangan dengan cowok lain saya berniat untuk tidak mendekati kamu.” tatapan Andre yang tertuju dengan lurus, saat Andre mengucapkan isi hatinya terasa dia kasihan dengan kehidupan Andre yang sekarang.


“Saya sengaja datang untuk menemui kamu karena saya ingin meminta maaf atas perlakuan aku yang dulu, gara-gara aku kamu kecelakaan dan aku hanya berterima kasih sama kamu saat kamu sudah menolongku.” sambung Andre yang menatap Mawar, Mawar hanya terdiam saat mendengarkan ucapan Andre.


Dia menolong Andre karena dia ingin membantu pria ini, dia sangat berharap kalau lelaki ini tidak akan mengulangi perbuatan yang sudah ia perbuat.


“Kamu lupakan yang sudah terjadi, aku tidak pernah menyalahkan kamu. Sebelum kamu minta maaf saya sudah memaafkan kamu, aku tidak mau kalau kamu melakukan hal yang sama seperti dulu.” Mawar beralih menatap Andre saat pria ini menatapnya balik.


“Terima kasih kamu sudah mau memaafkan aku, saya yakin kalau cowok itu sangat beruntung memiliki kamu. Andai waktu bisa berputar kembali mungkin aku tidak akan melepaskan kamu,” Mawar melirik Andre saat lelaki ini memiliki penyesalan atas perbuatan yang di lakukan Andre.


“Walaupun kamu bukan siapa-siapa aku lagi, bolehkan kalau aku menganggap kamu sebagai teman kamu.” ucap Andre membuat Mawar mengangguk. “Apa aku boleh memeluk kamu yang terakhir kalinya.” sambung Andre. Mereka berdua pun berpelukan yang terakhir kalinya, saat itu juga Bara melihat mereka berdua.


Dengan cepat Bara pergi dari aksi romantis yang mereka berikan, Di dalam mobil Bara terus kesal sampai-sampai dia menonjok tangannya ke bagian stir mobil. Buat apa mereka berdua melakukan itu, apa wanita itu tidak tau kalau dia sudah bertunangan dengannya.


“Aku tidak percaya kamu melakukan ini sama aku, aku datang kemari untuk menemui kamu. Tapi apa yang aku dapatkan malah kamu bermesraan dengan mantan suami kamu. Mungkin saya salah menilai kamu kalau kamu wanita yang tepat untuk saya, dan benar yang di katakan mama kalau kamu wanita murahan yang sukanya dengan cowok manapun.” gumam Bara dalam hati. Dia sudah geram dengan tingkah laku Mawar, ternyata sifat asli Mawar seperti ini.


***


Kenapa Bara tidak menghubunginya, apa cowok itu masih marah dengannya. Apa perlu dia datang ke rumahnya untuk meminta maaf.


Bara yang dari tadi hanya menatap handphone yang terus berbunyi, dia ingin sekali mengangkat telepon dari Mawar tapi dia mengingat kejadian yang sempat membuat dirinya kecewa.


Sampai di rumah Bara dia langsung menyimpan mobil ke halaman rumah, baru juga dia ingin mengetuk pintu tersebut sudah di buka oleh Manda.


“Mau apa lagi kamu kemari?” tanya Manda yang melihat nada wanita ini sangat marah.


“Saya ingin bertemu dengan Bara tante, apa di dalam ada Bara.” kata Mawar yang melihat ke dalam rumah.

__ADS_1


“Tidak ada. Bara tidak ada di rumah, lebih baik kamu pergi dari sini sebelum saya memanggil satpam untuk mengusir kamu.”


Sebelum pergi dia melihat rumah itu, dia berharap kalau Bara menemui dirinya. Tapi kenyataannya laki-laki itu tidak ingin bertemu dengannya, sedangkan Bara yang mendengar suara Mawar langsung turun untuk menemui wanita itu. Lagi-lagi dia terhalang saat dia mengingat bayangan yang sempat ia lihat, dengan berat hati Bara kembali ke dalam kamar.


Di jendela kamar dia hanya melihat Mawar pergi, dia sangat merindukan wanita itu. Tapi kenyataannya wanita itu sudah mengecewakan dirinya.


“Mungkin ini satu-satunya cara untuk menjauhkan kamu, saya butuh waktu untuk melupakan kesalahan yang kamu perbuat. Lebih baik kita seperti ini dulu, saya tidak mau bertemu dengan kamu.” batin Bara yang masih menatap Mawar dari jendela kamar.


Mawar menatap jendela kamar saat Bara mengetahui bahwa Mawar menatapnya, dengan rasa kecewa dia pun pergi. Dia akan berusaha untuk meminta maaf dengan Bara, dia harus menanyakan kepada lelaki itu kenapa Bara bersikap seperti ini.


Mawar yang baru saja sampai di rumah tidak sengaja melihat seorang lelaki, dia pun menghampiri lelaki itu. Dia begitu kaget saat lelaki itu adalah Andre, buat apa cowok ini berada di rumahnya.


“Andre. Kamu kenapa bisa ada di sini?” Andre mendongak saat seluruh wajahnya sudah basah.


Mawar jongkok menghadap Andre, saat dia tidak sengaja menyentuh tangan lelaki ini ternyata dia merasakan bahwa suhu tubuh cowok ini begitu panas. Dengan cepat Mawar membawa Andre masuk ke dalam rumah, dia menuntun Andre menuju sofa.


“Kenapa kamu bisa ada di luar pagar, apa kamu tidak punya tempat tinggal. Kamu 'kan bisa hubungi aku kalau kamu terjadi apa-apa di jalan gimana.” Andre hanya tersenyum saat wanita ini mengkhawatirkannya, dia sungguh menyesal sudah meninggalkan wanita sebaik Mawar.


“Andre. Saya sedang bicara sama kamu, apa yang kamu lakukan di rumahku.” Andre meletakan gelas sambil menatap Mawar.


“Ceritanya panjang. Boleh saya tinggal di sini sama kamu, untuk malam ini saja.” Mawar menatap Andre seakan-akan cowok ini mengharapkan jawaban darinya. Apa pantas seorang pria tinggal di rumahnya, apalagi cowok ini bukan suaminya melainkan mantan suami.


Andre yang melihat Mawar hanya diam langsung memberikan selimut. “Kamu mau kemana?” tanya Mawar yang melihat Andre sudah ingin pergi.


“Aku tidak mau merepotkan kamu lagi, lebih baik aku pergi dari pada nanti cowok kamu akan salah paham sama kita berdua.”


“Baiklah. Aku akan mengizinkan kamu tinggal di sini, besok pagi kamu bisa pergi dari rumahku.” Andre yang mendengar ucapan Mawar langsung tersenyum senang, dia berharap dia bisa menebus kesalahan yang ia perbuat.


Mawar membawa Andre menuju kamar yang sudah di siapkan oleh asisten rumah tangganya, setelah mengantarkan Andre menuju kamar dia pun kembali ke kamar. Di dalam kamar dia sedang memikirkan rencana untuk bertemu dengan Bara, dia ingin menanyakan kepada pria itu.

__ADS_1


Kesalahan yang aku lakukan di saat aku kehilangan kamu, andai waktu bisa ku putar kembali mungkin aku tidak akan meninggalkan kamu. Ternyata aku sudah terlambat untuk mendapatkan kamu lagi, suatu saat aku akan menebus kesalahan yang sudah aku perbuat. Bukan untuk kembali kepadamu tapi membantumu mencari kebahagiaan bersama dengan lelaki yang kamu cintai.


__ADS_2