
Vanesha sedang menunggu atasannya hanya bisa pasrah dari tadi ia selalu diperintahkan inilah itulah, bikin dia pusing dengan bosnya. mungkin kalo orang lain ada di posisinya sudah pada kabur.
Sekarang vanesha sedang menunggu aric diruang tunggu, jujur saat ia merasakan bosan menjadi asisten pribadi bosnya, tapi mau gimana lagi dia sudah janji sama ayahnya buat mengambil bunga autaristik.
“Ini orang meeting lama banget ya, sumpah lama-lama gue jamuran nungguin dia disini. Udah gak dikasih makan sama minum, emang dia pikir gue robot apa. Nyebelin banget punya bos yang super nyebelin,” gerutu vanesha
Saat ia sedang memainkan handphonenya tiba-tiba saja seorang laki-laki duduk di sampingnya, dia langsung saja melihat kearah samping tempat duduknya.
“Sendiri aja, kamu tidak masuk ke dalam,” ucap gaston
Tapi vanesha malah fokus dengan handphonenya dan tidak memperdulikan laki-laki yang ada disampingnya.
“Saya gaston, kamu siapa?” ucap gaston sambil mengulurkan tangannya kearah vanesha
“Aku vanesha,” jawab vanesha
Gaston hanya mengangguk, “Kamu sudah makan belum, kalo belum kita ke kantin yuk. Mumpung bos kamu masih lama meeting-nya.” ajak gaston
Tanpa pikir panjang vanesha langsung menyetujui ajakan gaston untuk ke kantin, sekarang mereka berdua sudah sampai di kantin langsung saja dia memesan makanan.
“Mba,” panggil gaston kepada pelayan cafe.
“Iya mas, mau pesan apa?” jawab pelayan cafe sambil memberikan buku menu yang ada ditangannya
“Saya mau mie geprek sama minumannya jus jeruk, kamu mau pesan apa?” ucap gaston
“Saya nasgor sama jus alpukat,” ucap vanesha
“Baik kalo begitu ditunggu pesanannya ya mba mas,” jawab pelayan cafe
“Sepertinya kamu baru bekerja di perusahaan aric ya,” ujar gaston
“Ya begitulah,” jawab vanesha
“Kamu yang sabar ya hadapin sifat aric, jangan masukin ke hati sama omongannya, dia memang dari dulu seperti itu. Makanya sampai sekarang dia belum punya pasangan,” ucap gaston
“Ya gak papa, lagian juga emang seperti itukan sifatnya pak aric,” lanjut vanesha
Gaston hanya mengangguk dan akhirnya pesanan mereka berdua sampai, “Silahkan dinikmati.” ucap pelayan cafe dengan ramah
Selesai sarapan mereka berdua kembali ke kantor, tapi tidak dengan gaston malah ia masuk kedalam ruangan meeting.
“Ngapain lo disini,” ucap aric dengan nada dingin.
“Kenapa? Lo tidak suka gue disini, ya itu seterah lo. Gue disini mau ngebahas masalah penting sama lo, tapi karena gue diusir yasudah lebih baik gue pergi,” jawab gaston
“Tunggu, lo mau ngebahas apa,” ucap aric
Gaston menghampiri aric dan duduk di hadapannya, “Kemarin pas gue lagi mengadakan kerjasama perusahaan gue sama perusahaan X ternyata pemilik perusahaan tersebut mengadakan acara peresmian cabang baru, yang gue curiga pas gue datang ke acara peresmian cabang perusahaan X gue ngeliat ada kecurangan dalam peresmian cabang tersebut. Gue gak terlalu yakin sama apa yang gue lihat makanya itu gue butuh bantuan lo ngurus ini semua.” jelas Gaston
“Sebelum lo kerjasama perusahaan X lo tahu mengenai peresmian cabang yang baru aja dia adakan,” ujar aric
“Gue belum tahu, baru gue tandatangan kontrak kerjasama orang suruhan gue ngabarin masalah ini. Makanya gue minta tolong lo buat selidiki ini semua, takutnya Daniel yang pernah kerjasama sama lo ikut campur masalah ini,” jawab gaston
“Oke. Gue akan selidiki semuanya,” ucap aric
“Oke gue balik dulu kalo ada apa-apa lo kabarin gue segera,” jawab gaston. Saat gaston ingin keluar tiba-tiba saja gaston membisikkan sesuatu ditelinga aric, “Gue suka sama cewek yang baru kerja di perusahaan lo, menurut gue dia cantik dan asik orangnya. Dari pada lo gak mau mendingan untuk gue.” sambung gaston
Aric langsung melemparkan bantal sofa ke wajah gaston dan tepat sekali bantal itu pas mengenai wajahnya. Gaston yang melihat emosi didalam diri aric langsung tertawa lepas.
“Gue balik dulu bro, ingat apa yang gue bilang ke lo. Kalo lo gak suka lebih baik untuk gue,” ucap gaston sambil meninggikan suaranya
Saat aric melemparkan bantal yang satu lagi ternyata tidak kena, malah pintunya sudah keburu tutup.
Gaston bertemu dengan vanesha saat vanesha sedang menuju ruang meeting, “Gue balik dulu ya, semoga kita bisa ketemu kembali.” ucap gaston sambil mengedipkan matanya.
Vanesha hanya tersenyum melihat kelakuan gaston, saat aric keluar dari ruang meeting dia tidak sengaja bertemu vanesha sedang senyum kearahnya.
“Ngapain kamu senyum-senyum,” ujar aric
__ADS_1
“Siapa yang senyum sama bapak, tadi saya senyum sama teman kantor saya,” jawab vanesha
Aric langsung berubah ekspresi, “Kamu sudah makan.” ucap aric
“Sudah,”
Aric mengerutkan keningnya, “Sama siapa?”
“Sama teman bapak yang namanya Gaston,”
Aric semakin menyipitkan matanya, “Kenapa bapak melihat saya seperti itu, memang saya salah makan bareng sama pak Gaston.” ujar vanesha dengan santai
“Salah,”
“Lah salah saya apa pak,”
“Ya salah, karena kamu tidak memberitahu saya kalo kamu makan siang dengan Gaston.” ujar aric
“Ya saya tidak tahu, pak Gaston yang mengajak saya ke kantin yasudah saya mau,”
“Kamu tidak takut kalo makanan kamu diracun,” ucap aric dengan asal
“Tidak. Malah pak gaston baik banget sama saya, terus pak gaston orangnya asik suka bercanda. Makanya saya mudah akrab sama pak gaston,” jawab vanesha dengan jujur
“Lain kali saya tidak akan membiarkan kamu makan sama siapapun terkecuali dengan saya,” tegas aric
“Emang kenapa pak,”
Malah aric tidak menjawab ucapan vanesha, dia malah meninggal vanesha yang masih berdiri.
Sumpah tuh cowok nyebelin banget, ngatur-ngatur hidup gue lagi. Coba kalo niat gue bukan karena bunga autaristik, mungkin gue udah minggat dari sini. batin vanesha
***
Dalam perjalanan pulang kantor vanesha mengantarkan majikannya ke rumah dan Memarkirkan mobil majikannya di bagasi rumah.
“Kamu bisa masak,” ucap aric
Dasar cowok nyebelin udah hina gue malah ditambah jatuhin gue lagi, kalo bukan lo bos gue, gue depak lo dari hadapan gue. gerutu vanesha dalam hati
“Itu bapak tahu, kalo bapak tahu kenapa bapak suruh saya masak,” jawab vanesha
Aric langsung menuju kamarnya dan membersihkan badan, vanesha pun sama malah dia tiduran sambil memainkan handphonenya. Saat ia membuka pesan ternyata ada empat pesan dan salah satu pesan tersebut dari dokter pribadi Ayahnya, langsung saja ia membalas pesan tersebut.
Dokter hamzah
Vanesha saya harap kamu bisa mendapatkan bunga autaristik secepatnya, jangan sampai kamu terperangkap dengan perasaan kamu. Saya tidak mau gara-gara masalah hati kamu sampai lupa mendapatkan bunga autaristik.
^^^Me^^^
^^^Baik dok. Dokter tenang aja saya tidak akan seperti itu, saya disini hanya berpura-pura bekerja dan setelah saya mendapatkan bunga autaristik itu saya akan segera kembali. Dan dokter tenang saja saya tidak akan jatuh cinta malah saya akan membuat pak aric jatuh cinta dengan saya.^^^
Dokter hamzah
Baik, ingat kata-kata saya kamu tidak boleh masuk perangkap masalah cinta, apalagi kamu sampai jatuh cinta dengan bos kamu.
^^^Me^^^
^^^Baik dok, saya mengerti.^^^
Vanesha pun mengakhiri chat dengan dokter hamzah dan dia langsung mencari tahu letak posisi bunga autaristik tersebut, mungkin kalo dia tidak mencarinya sekarang bakal lama waktunya untuk menyembuhkan ayahnya.
Malam harinya seperti biasa art menyiapkan sarapan untuk makan malam, selesai menyiapkan sarapan aric langsung menuju ruang makan.
“Dimana vanesha bi,” ucap aric
“Mba vanesha sepertinya masih dikamar den, tadi bibi sempat liat dia kecapean den. Bibi gak tega bangunin mba vanesha,” jelas art
“Yasudah bi, biarkan dia istirahat,” ujar aric
__ADS_1
Dalam kamar vanesha terbangun dari tidurnya, dan dia melihat kearah jam ternyata sudah malam ia langsung bangun menuju kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi vanesha mendengar suara perutnya bunyi ia langsung menuju meja makan, siapa tahu ada makanan di sana. Saat ia melihat ada makanan dimeja makan langsung saja ia mengambil piring dan lauk-pauk yang ada di atas meja.
“Bodo amatlah kalo pak aric marah sama gue, yang penting gue makan,” gumam vanesha
Saat aric menuju bawah ia tidak sengaja mendengar suara dari arah dapur, tanpa pikir panjang ia menuju sumber suara tersebut. Ternyata benar ada orang sedang makan dengan lahap.
“Enak banget ya kamu tiba-tiba langsung makan di rumah saya,” ucap aric dengan asal
Vanesha menghentikan makanannya dan melihat kearah aric tanpa dosa, “Saya lapar, lagian siapa suruh bapak main makan aja. Gak ngajak saya sarapan, yasudah saya makan aja. Kalo bapak gak suka saya makan disini nanti saya akan bayar makanan yang saya makan.” jawab vanesha yang masih penuh makanan didalam mulutnya
Aric hanya tersenyum melihat tingkah vanesha malam ini menurut dia vanesha sangat lucu, apalagi saat ia sedang makan.
“Kamu gimana sih makan sampai belepotan begitu, udah kaya anak kecil,” ujar aric sambil mengelap mulut vanesha yang sangat berantakan.
Deg
Vanesha hanya bisa diam diperlakukan seperti itu, jujur saat posisinya seperti ini ada rasa yang aneh dalam dirinya, dia langsung menggeleng kepalanya supaya pikirannya tidak boleh sampai suka dengan atasannya.
Vanesha langsung menghindari aric dan melanjutkan makanannya, “Saya bisa bersihin mulut saya tanpa bapak mengelapnya.” ujar vanesha
Selesai sarapan vanesha mencuci piring bekas ia makan, selesai mencuci piring ia langsung kembali ke kamarnya.
“Dari pada kamu ke kamar lebih baik kamu bantuin saya, Lama-lama kamu jadi jelek kalo habis makan langsung tidur nanti perut kamu buncit kaya bola,” ledek aric
Benar juga yang dikatakan pak aric kalo gue jelek nanti bukan vanesha kurus lagi, tapi vanesha bulat. batin vanesha
“Bapak mau saya bantuin apa,”
“Ikut saya ke taman rumah, nanti saya akan bilang ke kamu tugas apa yang saya kasih ke kamu,” ujar aric
“Baik pak,”
Vanesha pun mengikuti aric dari belakang dan tepat dihalaman belakang terdapat tanaman hias yang begitu indah, jujur saat ini vanesha terpukau melihat halaman belakang rumah bosnya. Menurut dia ini bukan halaman biasa tapi sudah kaya taman yang dikelilingi tanaman hias.
“Ini taman rumah saya, saya harap kamu bisa melihatnya,” ujar aric sambil memandang kearah vanesha
Saat aric melihat kearah vanesha, malah vanesha melihat kearah bunga yang berwarna gold di tengah-tengah. Aric tahu arah pandangan vanesha, “Itu namanya bunga autaristik, bunga itu satu-satunya peninggalan ibu saya. Dulu bunga itu direbut oleh orang yang kejam dan tidak menyukai tanaman, makanya saya merebutnya kembali, akhirnya saya berhasil merebutnya dan memelihara bunga itu.” jelas aric
“Bunga yang indah, bukannya bunga autaristik bisa menyembuhkan berbagai penyakit,” ucap vanesha
“Sepertinya kamu tahu banyak mengenai bunga autaristik,” jawab aric
“Iya, karena semua orang membicarakan bunga autaristik makanya saya penasaran sama bunga itu pak,”
“Iya bunga itu bisa menyembuhkan penyakit dan bisa menyembuhkan berbagai racun, sudah banyak perusahaan yang ingin membayar bunga itu dengan harga tinggi tapi saya menolaknya,”
“Kenapa bapak menolak, kan bunga itu bisa bermanfaat untuk semua orang,”
“Kamu memang benar, tapi saya tidak yakin sama semua orang, makanya saya kasih penjagaan disekitar bunga tersebut. Bunga itu dikelilingi kamera pengintai dan juga alarm pengintai, supaya bunga itu tidak bisa diambil oleh sembarangan orang,” ujar aric
Sumpah demi apa banyak banget penjagaan bunga autaristik nya, gimana gue dapatkan bunga itu kalo banyak pengamanannya. batin vanesha
“Ada apa?” tanya aric
“Gak papa pak, saya heran saja kenapa bapak melakukan itu untuk bunga autaristik dan gimana caranya kalo ada orang yang membutuhkan bunga autaristik itu pak,”
“Saya harus tahu kenapa orang itu menginginkan bunga autaristik saya, kalo memang untuk penyakit saya akan kasih tapi kalo orang itu mencuri saya tidak akan segan-segan untuk mengubah dia menjadi debu,” ujar aric dengan kejam
Gila ini orang kejam amat ya udah kaya psikopat, kalo begini caranya bisa bahaya kalo gue sampai ketahuan. batin vanesha
“Kenapa bapak mempercayai saya untuk melihat bunga autaristik bapak, memang bapak tidak takut kalo saya mengambil bunga itu,” ujar vanesha
“Kalo kamu mengambil bunga itu kamu akan menerima perbuatan kamu dan saya ingin mencari tahu kenapa kamu ingin mengambil bunga autaristik saya,” jawab aric sambil mendekati wajah vanesha
Glek
Vanesha yang mendengar ancaman dari aric hanya menelan ludahnya, Tenang vanesha.. lu harus tenang, apapun resikonya lu harus hadapin. Lagian juga ini untuk kesembuhan ayah lo bukan untuk yang lain. batin Vanesha
__ADS_1
Aric mengubah posisinya kembali, “Saya percaya sama kamu, kalo kamu menginginkan bunga itu pasti ada tujuannya. Saya juga tahu kalo kamu orang yang jujur makanya saya memperlihatkan bunga itu sama kamu, saya harap kamu menjaga rahasia ini dan saya harap kamu bisa dipercaya seperti saya mempercayai kamu.” ujar aric
Vanesha yang mendengar ucapan aric hanya tersenyum kecut, dia takut kalo suatu saat nanti dia akan mengambil bunga itu dan pergi dari sini tanpa bilang kepada atasannya.