BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Terungkap


__ADS_3

"Keysa kamu yakin kalau orang itu akan datang?" tanya Vanesha yang terus mengkhawatirkan adiknya.


"Iya kak, aku sudah memberikan kartu namaku dan aku juga sudah mendapatkan nomor handphonenya lagian juga mana mungkin dia berani menipu kita." tukas Keysa.


Mereka semua hanya berdiam sambil menunggu kedatangan laki-laki itu, setelah menunggu hampir setengah jam orang yang di tunggu-tunggu datang dan laki-laki itu menuju meja yang sudah di pesan Keysa.


Orang itu menarik kursi saat semua orang pada menatap kearahnya. "Kamu? Kamu bukannya anak buah adik saya, kenapa kamu bisa ada di sini!" ucap Vanesha yang sangat terkejut melihat anak buah Mawar.


"Saya minta maaf atas perbuatan saya, saya tau perbuatan saya salah. Tapi saya melakukan ini untuk mengobati anak saya mungkin kalau bukan pengobatan anak saya, saya tidak mungkin melakukan ini." kata orang itu membuat mereka semua menatap kearahnya, dia berharap kalau dirinya bisa menolong bosnya.


"Kamu kenapa melakukan ini sama adik saya, kamu kalau butuh uang tinggal bilang. Adik saya tidak mungkin jahat sama kamu apalagi tidak membantu kamu sama keluarga kamu," Vanesha menenangkan emosinya saat sentuhan yang diberikan Aric.


"Sekarang dimana Mawar?" tanya Aric sebelum di jawab oleh istrinya.


"Mawar ada di tempat X, saya bisa memberitahu tempat Mawar. Tapi..." ucapannya tertahan saat mendengar suara handphone, orang itu langsung mengangkat telepon tersebut saat mereka ingin mendengar orang yang menelpon.


"Siapa yang menelpon mu?" tanya Keysa yang sudah melihat laki-laki datang kembali.


"Aku di perintahkan oleh Manda untuk datang ke tempat Mawar, apa kalian ingin datang bersamaku." kata laki-laki itu membuat mereka mengangguk dan mereka langsung mengikuti anak buahnya Mawar.


Aric dan juga Alaska langsung memerintahkan polisi dan juga anak buahnya untuk berjaga-jaga supaya wanita jahat seperti Manda tertangkap dengan mudah, saat mereka semua masuk ke dalam ruangan itu mereka hanya bersembunyi tinggal laki-laki itu saja yang masuk ke dalam.


"Kamu kemana saja saya sudah menghubungi kamu malah kamu datang terlambat, kalau dia kabur gimana." hardik Manda membuat laki-laki itu diam tanpa menjawab apapun.


Sedangkan mereka yang berada di luar hanya bisa berjaga-jaga, saat Vanesha ingin keluar dari persembunyiannya ternyata tangan Aric sudah menahannya.


"Kamu mau kemana? Kamu jangan bertindak gegabah kalau kamu kenapa-napa gimana." kata Aric membuat mereka menatap kearahnya.


"Aku tidak ingin berada di sini, aku ingin melihat keberadaan Mawar." urai Vanesha yang masih di tahan oleh Aric.


"Kak, jangan bertindak gegabah kak. Aku tau kalau kakak khawatir sama Mawar tapi gimana sama kandungan kakak, kakak harus melindungi anak kakak juga." sahut Keysa membuat Vanesha terdiam sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


Aric dan juga Alaska memerintahkan Keysa untuk menjaga Vanesha di dalam mobil bersama anak buahnya, dia tidak ingin melibatkan wanita dalam kondisi seperti ini.


Vanesha meremas bajunya saat dia tau kalau suaminya dalam bahaya. "Keysa kakak takut kalau mereka semua kenapa-napa," Keysa menatap Mawar dan membantu wanita itu untuk tenang.


"Kakak tenang saja aku yakin mereka baik-baik saja," Keysa terus berdoa supaya mereka semua tidak terjadi apapun.


Salah satu anak buahnya berpencar untuk mencari Mawar, di saat mereka mendengar suara di salah ruangan dia langsung mengepung di salah satu sudut ruangan.


Sedangkan Bara dia masih di perjalanan untuk ke tempat tersebut, dia memang telat datang ke sana karena dia meminta bantuan ayahnya untuk menyelamatkan Mawar.


"Kamu yakin Bara ini tempatnya?" tanya Wawan yang diikuti dengan ayah kandung Keysa.


"Iya ayah, Keysa sudah memberikan alamatnya." Bara yang sudah menemukan mobil Keysa langsung berada di sana, ketiga pria itu turun dan mengetuk pintu mobil.


"Keysa buka ini aku Bara," panggil Bara membuat Keysa membuka kaca mobil tersebut, dia melihat Bara dan juga ayahnya.


Keysa membuka pintu mobil dan Eliot memeluk putrinya. "Apa kamu baik-baik saja,"


"Aku baik-baik saja, tapi Alaska sama kak Aric sudah berada di dalam." ujar Keysa membuat mereka menatap tempat tersebut dan ketiga laki-laki itu langsung masuk ke dalam untuk menyusul Alaska dan juga Aric.


"Kalau kalian berani maju gue tidak akan segan-segan membunuh wanita ini," ancam Manda membuat Mawar ketakutan, dia sama sekali tidak berdaya dan polisi anak buahnya pun tidak berdaya untuk melakukan Manda.


"Saya mohon sama kamu letakan pisau itu dan saya akan membebaskan kamu, kamu jangan menyentuh adik saya." kata Aric dengan tegas, malah Manda tidak peduli dengan perkataan Aric.


"Kak ini gimana, wanita itu tidak melepaskan Mawar." ujar Alaska yang menatap Aric. Mata Aric beralih menatap kearah Bara dan juga kedua laki-laki yang sudah berada di belakang Manda.


Bara memberi isyarat untuk Alaska dan juga Aric, sedangkan Aric membisikan sesuatu tepat di telinga Alaska. Kedua laki-laki itu angkat tangan dan meletakan pistol yang sempat ia arahkan ke Manda.


"Saya sudah meletakkan pistol ke bawah dan kita berdua tidak memegang senjata tajam. Kamu bisa menjauhkan pisau itu dari adik saya," ucap Aric dengan lembut supaya wanita itu percaya, tangan Manda perlahan menjatuhkan benda tajam tersebut dan....


Dor

__ADS_1


Satu tembakan itu mengenai kaki Manda saat polisi sudah berada di sana, Bara yang melihat Manda lengah dia dengan cepat menarik tangan Mawar dan berusaha melepaskan ikatan Mawar.


"Yah... Om, tolong bawa Mawar keluar aku sama yang lain akan mengurus wanita itu." perintah Bara membuat kedua laki-laki itu mengangguk, sedangkan Mawar tidak ingin pergi jauh dari kekasihnya.


"Tidak papa sayang kamu pergi sama ayah ya, aku akan mengurus wanita itu dulu." ucap Bara dengan lembut dia tidak lupa mengecup kening Mawar.


Akhirnya mereka semua berhasil menangkap Manda dan membawa wanita itu ke kantor polisi, mereka semua membawa Mawar ke rumah sakit untuk di periksa luka yang berlumuran darah kering.


***


"Gimana keadaan kamu apa masih ada yang sakit," ujar Bara yang terus melihat luka tubuh Mawar, sedangkan Mawar hanya tersenyum saat melihat wajah Bara yang begitu khawatir.


Bara menatap Mawar dengan datar, wanita ini benar-benar membuat dirinya kesal. Gimana nggak kesal wajah Mawar seakan-akan meledeknya.


Mawar merayu Bara saat laki-laki itu masih kesal dengannya. "Kamu jangan seperti ini, baiklah aku minta maaf sudah menertawakan kamu. Aku hanya senang saja melihat wajah kamu," kata Mawar saat wanita itu bicara tanpa ada beban sedikitpun.


Bara menghela nafasnya dan mengelus rambut Mawar dan menyuruh wanita itu untuk istirahat, keluar dari kamar Mawar dia melihat sepasang suami istri sedang duduk berduaan.


"Kak aku pamit pulang ya," ujar Bara membuat mereka berdua menatap kearahnya.


"Makasih banyak ia kamu sama teman kamu membantu mencari Mawar, mungkin kalau nggak ada mereka Mawar tidak akan ketemu." kata Vanesha dengan tulus, Bara hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tiga hari Mawar istirahat, wanita itu sudah di perbolehkan untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa. Dan sekarang Mawar berada di kantor Bara bukan di kantornya, laki-laki itu malah sibuk sendiri tanpa melihatnya ataupun mengajaknya bicara.


Saat Mawar ingin keluar ternyata Bara sudah mengetahuinya dan menghentikan langkah kaki Mawar. "Kamu mau kemana?" Mawar menggigit bibir bawahnya karena dia ketahuan oleh Bara dan dia membalikan badan sambil menatap kearah Bara.


"Aku ingin ke kantin," jawab Mawar dengan gugup saat dia melihat Bara dengan tatapan yang begitu menakutkan.


"Duduk," ucap Bara.


"Tapi..."

__ADS_1


"Aku bilang duduk, aku akan menghubungi seseorang untuk membawakan kamu makanan." ucap Bara dengan tegas, bukannya Mawar mengikuti keinginan Bara malah dia tidak memperdulikan Bara. Dia berjalan ke pintu dan keluar dari ruangan Bara dengan suara pintu itu sedikit kencang.


Bara memijit pangkal hidungnya yang teras pusing, dia memang pusing melihat tingkah laku Mawar. Sedangkan Mawar dia memesan makanan dan mencari tempat duduk.


__ADS_2