BosQ Pemikat Hati

BosQ Pemikat Hati
S2 : Keraguan


__ADS_3

Entah kenapa dia ragu untuk hubungannya, tidak salahkan kalau dirinya ragu sama hubungannya. Seharusnya dia tau kalau mengharapkan orang lain akan merasakan sakit, inilah yang dia rasakan. Menunggu seseorang datang untuk melamarnya dan orang itu datang untuk keseriusan hubungan mereka, seketika harapan itu sirna saat seseorang datang saat dirinya sudah nyaman sama semuanya.


Tangan wanita itu menarik lemari kecil yang ada sebuah buku yang selalu bersamanya, buku inilah yang menjadi kisah cintanya. Dari pertama ia bertemu dengan Alaska sampai dia dipertemukan dengan Bara sama Mawar, dan tiba-tiba saja orang itu datang saat kebahagiaan yang ia tampakkan hilang seketika.


Keraguan yang ada di dalam hatiku membuat aku sadar kalau kamu memang bukan untukku, aku hanyalah penghalang antara kalian. Aku baru sadar kalau hubungan kalian semakin erat walaupun kalian terpisahkan oleh jarak dan bertemu lagi saat waktu itu sudah tiba.


Kamu pria kedua yang aku cintai selain ayah, apalagi kamu memberanikan diri untuk datang menemui ayahku untuk keseriusan kamu. Mungkin aku salah sudah mencintai kamu terlalu dalam dan mengharapkan kamu seakan-akan kamu itu jodoh buat aku.


Kamu laki-laki terhebat yang mengajarkan aku tentang kesabaran, keikhlasan dan tentang waktu yang selalu membuat aku menunggu. Sudah saatnya aku mundur sama keadaan aku tidak mau mengganggu hubungan kalian apalagi berada di antara kalian. Terima kasih untuk semuanya Alaska, sudah mengajarkan aku berbagai hal.


Keysa menghentikan aksi menulisnya dan menutup kembali buku tersebut, dia menatap album foto kebersamaan mereka. Dia tersenyum pahit saat ekspektasi tidak bisa menjadi kenyataan, dia menutup foto itu dan menyimpan buku ke dalam lemari.


Dia beranjak dari kursi menuju ke tempat tidur, malam ini dia ingin istirahat dan melupakan masalah yang ia dapatkan. Dia berharap kalau pagi harinya akan cerah seperti perasaannya.


Keysa tidak tau kalau Alaska mengikuti dirinya, saat wanita itu keluar dari rumah dan mengambil mobilnya dia langsung mengikuti arah mobil itu. Mobil itu tidak ke tempat kerja melainkan ke sebuah rumah yang baginya sangat sederhana, dirinya bertanya-tanya tentang rumah itu dan keluarlah seorang wanita paruh baya yang usianya sudah rentan.


"Nenek apa kabar?" tanya Keysa menuntun wanita paruh baya itu masuk ke dalam, wanita itu hanya tersenyum saat wanita muda seperti Keysa memikirkan dirinya.


"Nenek akan selalu baik saat kamu sehat, gimana sama ayah kamu apa dia baik-baik saja." nenek itu menatap Keysa saat dirinya sudah sampai di tepi kasur, Keysa mengangguk dan menatap kearah luar jendela.


Keysa berdiri dan berjalan kearah jendela, di sana dia melihat sebuah mobil yang ia kenali. Mobil itu adalah mobil Alaska, mobil yang tidak ia temui lagi saat kejadian itu. Apa dia boleh ngeluh, apa dia boleh menyerah, apa boleh dia mengakhiri dan menguburkan kenangan masa lalunya bersama dengan Alaska.

__ADS_1


Ayahnya dan juga cowok itu belum tau kalau dia ingin memutuskan hubungan, dia tidak mau terikat dalam hubungan seperti ini. Hubungan yang seharusnya di jalani sepasang kekasih dengan ketulusan yang mereka miliki, tapi dia menyerah sama keadaan yang tidak selalu mendukungnya.


Keysa membuang tatapannya dan menatap kearah wanita paruh baya yang sedang mengupas buah, dia membantu nenek itu membuat nenek itu tersenyum ramah.


"Nek aku pamit pulang dulu ya, kalau ada waktu nanti aku akan kemari lagi." kata Keysa membuat wanita itu setuju, dia menatap nenek itu saat dirinya ingin berpisah dan melanjutkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir rapih.


Mobil yang dikendarai Keysa jalan membuat Alaska mengikuti mobil itu, seketika mobil itu hilang saat terhalang oleh mobil lainnya. Dia berhenti saat dia tidak bisa menemukan mobil Keysa, entah kemana mobil itu dia saja tidak tau arahnya kemana.


"Jam makan siang aku ingin bertemu sama kamu, aku ingin bicara hal penting sama kamu mengenai hubungan kita." pesan itu selesai ia kirimkan membuat Alaska menatap handphonenya dan membalas pesan dari kekasihnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas dan dia langsung bergegas untuk menemui Alaska, malah laki-laki itu sudah sampai lebih dulu dibandingkan dirinya. Wanita itu diam saat Alaska memberikan senyuman dan Keysa memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Kamu tumben ngajak aku keluar biasanya aku yang selalu ngajak kamu, hal penting apa sampai-sampai kamu menemui aku." Alaska menatap Keysa saat wanita itu hanya diam, dia bingung mau bicara dari mana dan dia tersenyum saat pelayan itu mengantar pesanannya.


"Kamu ingin apa? Atau jangan-jangan kamu ingin aku mempercepat waktu untuk kita menikah, kalau gitu aku akan mempersiapkan semuanya untuk kamu." Alaska antusias saat Keysa ingin mempercepat hubungannya, malah Keysa belum mengatakan apapun malah Alaska sudah menyimpulkan kalau dirinya ingin menikah.


"Kamu sudah menemukan seseorang yang selama ini kamu tunggu, kamu pernah bilang sama aku kalau kamu sedang menunggu orang yang kamu cintai dan wanita itu sudah datang. Aku tau hubungan kalian bukan sekedar sahabat kecil melainkan rasa suka, aku tau kalau kamu mempunyai perasaan sama Agatha karena aku tau kalau kamu belum sepenuhnya lupa sama wanita itu." Keysa beralih mengambil cangkir yang seharusnya ia minum malah dia memainkan cangkir itu.


Alaska masih menunggu ucapan Keysa dan wanita itu menatap Alaska. "Aku ingin mengakhiri hubungan kita, aku ingin mundur sama pertunangan kamu karena aku tau kalau kamu sudah menemukan wanita yang sudah kamu tunggu. Kalau kamu tidak ada yang ingin kamu bicarakan aku akan pergi," tangan Keysa tertahan saat sebuah tangan menyentuhnya.


Dia tidak bicara malah dia mencoba untuk melepaskan tangan Alaska, laki-laki itu terdiam saat melihat Keysa sudah pergi.

__ADS_1


***


"Kenapa kamu memutuskan hubungan seperti ini Keysa apa kamu tidak tau kalau aku sudah melupakan Agatha, saat kamu hadir dalam hidupku kamu sudah memberikan warna apalagi kamu berhasil melupakan bayangan Agatha." batin Alaska yang masih memperhatikan foto Keysa yang berada di galeri handphonenya.


Entah kenapa saat Keysa mengatakan hal itu membuat dirinya sakit, dia benci kenyataan itu terjadi dia benci saat ditinggalkan seseorang yang kedua kalinya.


Hal begitu menyakitkan saat mengatakan kenyataan yang paling pahit, kenyataan yang tidak bisa dikembalikan lagi. Dia sudah memutuskan untuk melupakan Alaska dia menyimpan foto kenangannya dengan Alaska, dan menyimpannya di sebuah kotak yang akan simpan selamanya.


Eliot yang melihat kamar putrinya sedikit terbuka dia langsung masuk, di sana dia melihat putrinya sedang mengemasi barang-barang yang akan ia bawa. Dia akan memutuskan pergi untuk melanjutkan cita-citanya, dia tidak mau mengganggu masa depannya apalagi mengingat kenangannya bersama dengan Alaska.


"Apa kamu yakin sama keputusan kamu," tatapan Keysa beralih menatap ayahnya dan dia menghentikan aktivitasnya saat ayahnya duduk berhadapan dengannya.


"Ayah akan selalu mendukung keputusan kamu, apapun keputusan kamu ayah akan menerimanya. Kamu sudah sangat yakin sama semuanya," ucapan yang terakhir membuat Keysa terdiam, dia belum sepenuhnya yakin sama semuanya tapi dia percaya kalau semuanya akan baik-baik saja.


"Iya ayah aku yakin," tangan Keysa selalu menggenggam tangan Eliot dan sesekali mencium punggung tangan itu, tangan yang selalu mendukungnya dan memberikan perlindungan saat dia butuhkan.


Eliot membuang nafasnya kasar dia tidak rela putrinya meninggalkan dirinya, apalagi putrinya yang selalu membuat dirinya semangat. Awalnya Keysa ingin mengajak ayahnya untuk ikut bersama tapi ayahnya menolaknya katanya dia ingin tetap di sini dan selalu menunggu dirinya pulang.


Keysa yang melihat ayahnya meneteskan air matanya langsung menghapus air mata itu, dia tidak mau memberikan air mata kesedihan yang dia inginkan hanyalah air mata kebahagiaan. "Ayah jangan sedih ia kalau ayah sedih nanti aku tidak tenang di sana, aku akan selalu kabarin ayah kapanpun itu walaupun aku sedang sibuk aku akan memberikan pesan untuk ayah." Eliot mengangguk dan dia mencium kening putrinya dan mengantarkan putrinya ke depan pintu sambil membawakan koper Keysa.


"Ayah jaga diri baik-baik ya, aku akan segara kembali. Ayah tungguin Keysa pulang ya," ujar Keysa membuat Eliot mengangguk, Keysa melambaikan tangan saat dirinya sudah berada di dalam taksi dan taksi itu langsung pergi dengan perlahan.

__ADS_1


"Ayah yakin kamu akan baik-baik saja, ayah akan selalu menunggu kamu pulang." batin Eliot yang langsung bergegas untuk masuk.


Mulai hari ini dia akan meninggalkan kenangan yang sudah ia dapatkan, kenangan bersama dengan ayahnya dan juga kenangan dengan laki-laki itu. Dia berharap kalau laki-laki itu bahagia sama pilihannya, dia bahagia sudah dipertemukan sosok laki-laki seperti Alaska yang mengajarkan banyak hal yang tidak bisa ia dapatkan dari laki-laki itu.


__ADS_2