
Azriel dibuat kesal dengan anak buahnya, kenapa anak buahnya tidak bisa menemukan satu perempuan. Malah dia sudah menanyakan sebagian temannya untuk mencari keberadaan mawar tapi hasilnya nihil tidak bisa membuktikan apa pun.
Dimana perempuan itu? Susah sekali mencari keberadaan mawar? seharusnya dia memberikan aku jawabannya, sudah lebih dari tiga hari dia menghilang dan sampai sekarang belum bisa menemukan dia. batin azriel
Dia juga bingung harus mencari dimana lagi sudah berbagai tempat ia datangi tapi tidak ada jejak keberadaan mawar, saat ia sedang mengecek proposal kantor tiba-tiba saja ada sebuah email yang terkirim dari orang kepercayaannya. Azriel langsung membuka email tersebut ternyata orang kepercayaannya sudah menemukan keberadaan mawar, azriel mempertajam matanya dan mencari alamat yang dikirim orang kepercayaannya.
Azriel mengambil handphonenya yang berada disaku celananya dan menelepon seseorang, “Bawa dia kemari.” tegas azriel.
“Baik pak,”
Azriel mematikan sambungan teleponnya dan dia kembali bekerja seperti biasa.
Sudah tiga bulan mawar bekerja di tempat toko kue dan sekarang hidupnya tidak seperti dulu lagi, sekarang dia sangat beruntung sudah mendapatkan ketenangan tidak seperti dulu yang banyak sekali lika-liku yang ia hadapi.
Malam harinya semua karyawan yang bekerja di toko kue sedang merapikan barang-barang yang ada di sana, selesai semua rapih semua karyawan langsung pulang ke rumah masing-masing.
Tidak dengan mawar dari tadi ia sedang menunggu keberadaan yanti tapi tidak kelihatan batang hidungnya, dimana dia? kenapa ke toilet lama sekali? itulah yang dipikirkan mawar tiba-tiba saja handphonenya berdering, dia pun langsung melihat pesan masuk di handphonenya ternyata pesan itu dikirim oleh yanti dan dia langsung membaca pesan tersebut.
Yanti
Maaf banget ya mawar aku gak bisa pulang bareng sama kamu, aku baru dapat kabar kalo ibuku masuk ke rumah sakit. Jadi aku menjenguk ibuku di rumah sakit, gak papakan kamu pulang sendiri. √√
^^^Me^^^
^^^Iya gak papa, semoga ibu kamu cepat sembuh. √√^^^
Pesan tersebut sudah ia kirim dan dia memasukan handphonenya ke dalam tas, jadi malam ini dia pulang sendiri tanpa sahabatnya. Didalam perjalanan mawar terus berjalan melewati berbagai tempat sampai-sampai daerah yang ia lewati sangat sepi.
Di tempat lain seorang laki-laki sedang mengikuti mawar dari belakang, saat mawar berjalan dengan santai tiba-tiba saja dia merasa ada yang mengikutinya. Semakin lambat langkah kakinya semakin cepat ia berlari, saat ia berlari tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang, dia melihat orang tersebut ternyata andre yang menolongnya.
“Teri..,” saat ia ingin mengucapkan terima kasih mulutnya sudah dibungkam oleh andre dan andre menutupi badan mawar, pria yang sedang mengejar mawar akhirnya pergi ke tempat lain.
Andre keluar untuk melihat situasi dan dia akhirnya bisa bernafas lega, “Sekarang sudah aman.” ucap andre.
“Terima kasih,” ucap mawar dengan pelan dan andre melihat ke mawar sambil mengangguk.
__ADS_1
“Aku anterin kamu pulang ya,” tawar andre.
“Tidak usah, saya bisa pulang sendiri,” tolak mawar dengan lembut.
“Kamu yakin ingin pulang sendiri, kamu gak takut kalo dikejar pria tadi,” lontar andre.
Akhirnya mawar menerima tawaran andre untuk mengantarkan dia pulang, sampai didepan rumah mawar turun dari mobil sambil mengucapkan terima kasih.
“Makasih sudah mengantarkan aku pulang,”
“Iya, kalo gitu aku duluan ya,”
Mawar pun mengangguk dan dia langsung masuk ke dalam rumah, di dalam rumah ia langsung membersihkan badannya.
***
Semenjak pulang dari pernikahan dahlia dan dahlan sikap aric berubah drastis, entahlah dia juga bingung dengan sikap atasannya. Malah sikapnya seperti anak kecil, kalian taukan anak kecil yang sukanya manja. Ya seperti itulah sikap aric sekarang, apa-apa harus berdua dan tidak mau di tinggal sendiri.
“Pak. Jangan nempel terus dong pak, saya risih ngeliat bapak seperti ini,” ucap vanesha.
“Maksud saya kamu gak capek setiap hari seperti ini,”
“Gak,” jawab aric dengan nada dingin.
Yang tadinya aric duduk di samping vanesha sambil menonton televisi tiba-tiba saja aric mengubah posisinya menjadi tiduran di paha vanesha. Mungkin vanesha terkejut dengan perubahan aric tapi dia biarkan saja, malah takutnya dia menyinggung aric.
“Ric. Kalo saya ketahuan bohong sama kamu apa yang akan kamu lakukan,” entah kenapa dia menanyakan yang tidak seharusnya dia tanyakan tapi gak tau kenapa tiba-tiba saja mulutnya ingin mengucapkan kata yang ia ucapkan.
Aric langsung menatap vanesha sebentar dan melirik kearah atap rumahnya, “Saya akan mencari tau kenapa kamu berbohong kepada saya, saya yakin pasti kamu berbohong ada sebabnya tidak mungkin tidak ada sebabnya. Semua orang pasti pernah berbohong, tapi kenapa kamu menanyakan hal itu?”
“Tidak papa. Hanya saja ingin mengetahui respon dari kamu aja,” jawab vanesha dengan senyuman.
Aric hanya mengangguk malah dia tidak ambil pusing dengan ucapan vanesha, mereka berdua masih melanjutkan aktifitas awalnya. Belum acara televisinya selesai vanesha sudah menguap dan aric yang melihat itu langsung memegangi kepalanya vanesha buat bersandar ke pundaknya.
Vanesha hanya mengikut saja malah dia nyaman tiduran di pundak aric, jam sudah menunjukan pukul 11 malam dia langsung mematikan televisi dan melihat kearah vanesha yang sudah terlelap. Dia langsung menggendong vanesha ke dalam kamar, sampai di kamar aric meletakkan vanesha dengan hati-hati sambil menyelimuti setengah badan vanesha.
__ADS_1
Aric langsung pergi dan menutup pintu kamar vanesha, sedangkan aric dia kembali menuju ruang tamu untuk menonton televisi. Kerena besok hari libur jadi ia menghabiskan liburnya menonton bola.
Pagi harinya vanesha membuka matanya saat ia merasakan matahari sudah memasuki kamarnya, dia pun menuju kamar mandi. Selesai dia ke kamar mandi ia langsung menuju lantai bawah, awalnya dia ingin mengambil air putih di dapur tapi dia tidak sengaja melihat aric tertidur pulas di sofa. Vanesha kembali ke kamar untuk mengambil selimut dan dia membawa selimut keruang tamu.
Vanesha berjongkok sambil menyelimuti badan aric, saat ia ingin pergi ke dapur tiba-tiba saja tangannya ditahan. Jadi ia urungkan untuk pergi, malah ia menemani aric tidur di sofa. Empat puluh lima menit akhirnya aric terbangun dari tidurnya dan melihat ke samping, ternyata ia melihat vanesha sedang menemaninya.
Aric menatap wajah vanesha sambil memainkan wajah dan rambut vanesha, dia sangat beruntung bertemu dengan vanesha. Perempuan yang sempat ia benci malah dia sudah jatuh cinta dengan perempuan yang ada di sampingnya. Lucu juga kalo dia mengingat kejadian pertama kali dia bertemu dengan vanesha, mungkin bukan dia yang membenci perempuan ini tapi malah vanesha yang membenci dirinya.
Terima kasih kamu sudah menemaniku sampai detik ini, walaupun kamu dulu tidak menyukaiku tapi aku yakin dengan berjalannya waktu kamu pasti merasakan cinta seperti yang aku rasakan. Aku hanya ingin kamu tau bahwa aku ingin kamu menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai tapi aku tidak tau harus mengatakannya dari mana, aku takut saat aku mengungkapkan perasaanku malah kamu menghindar. batin aric dengan begitu tulus.
Saat aric masih asik dengan tatapannya tiba-tiba saja vanesha menggerakkan tangannya dan anggota tubuhnya, aric yang mengetahuinya langsung berubah menjadi tidak terjadi apapun.
“Kamu sudah bangun,” ucap vanesha sambil menguap, “Maaf saya ke tiduran di samping kamu.” lanjut vanesha.
Bukannya aric menjawab ucapan vanesha malah dia tersenyum dan aric langsung mengubah posisinya menjadi duduk, “Kamu sudah makan.” tanya aric.
Vanesha menggeleng dan aric langsung menuju dapur untuk membuat sarapan, sedangkan vanesha hanya duduk di kursi meja makan sambil melihat aric memasak.
“Kamu mau masak apa,” tanya vanesha saat aric sibuk dengan bahan makanan.
“Makanan kesukaan kamu,”
“Makanan kesukaan aku? memang kamu tau makanan kesukaan saya,” lagi-lagi vanesha penasaran dengan aric, aric tau dari mana makanan kesukaannya?
“Kamu bingung ya kenapa saya tau makanan kesukaan kamu? saya tau dari teman kamu yang namanya aulia, dia cerita banyak tentang kamu. Jadi saya tau mengenai kamu,” jelas aric.
Aulia? berarti dia menceritakan semuanya yang pernah gue ceritain ke dia dong. batin vanesha
“Aulia cerita apa aja ke kamu,” tutur vanesha dengan penasaran.
“Banyak, malah dia cerita ke saya bahwa kamu dulu membenci saya. Kerena sifat saya yang paling menyebalkan,” lontar aric sambil menatap vanesha.
Makanan yang dia buat akhirnya selesai juga dan dia langsung meletakkan makanannya di meja makan, “Kamu jangan kebanyakan mikir lebih baik makan.”
Mereka berdua menyantap makanan mereka masing-masing, selesai sarapan aric mencuci beberapa piring kotor yang awalnya vanesha ingin membantu malah ditolak. Jadi dia hanya menunggu diruang tamu sambil menunggu aric selesai mencuci piring.
__ADS_1