
Saat Vanesha sedang melakukan pekerjaan di luar kantor dia tidak sengaja berpapasan dengan Lucky, yang dia tau Lucky adalah orang kepercayaan Aric.
“Mba Vanesha,” ucap Lucky saat dia tau kalo yang berpapasan dengannya Vanesha.
Vanesha hanya menjawab senyuman saja dan dia langsung pergi meninggalkan Lucky, saat dia ingin menghubungi bosnya tiba-tiba saja Vanesha menahan dirinya.
“Kamu tidak perlu menelpon atasan kamu, saya datang ke Indonesia bukan menemuinya tapi melihat perkembangan kantor. Jadi saya harap kamu jangan menelpon atasan sebelum saya akan meninggalkan tempat ini! Bahkan untuk selamanya,” kata Vanesha membuat dirinya kacau apalagi saat ini dia tidak ingin menemui siapa-siapa.
Setelah mengatakan itu dia langsung pergi dan Lucky hanya mengikuti keinginan Vanesha tapi Vanesha tidak tau bahwa Lucky diam-diam memberitahu kabar baik kepada atasannya.
Bos Aric
Saya barusan tidak sengaja berpapasan dengan Vanesha dan nanti malam dia akan melakukan perjanjian dengan Clean jam 8 malam. √√
Pesan tersebut masuk ke handphone Aric dan Aric langsung melihat handphonenya saat Lucky mengirimkan pesan untuknya, dia pun tersenyum saat melihat pesan yang di kirim Lucky.
^^^Me^^^
^^^Terima Kasih kamu sudah memberikan info untuk saya dan saya ingin kamu membawa Vanesha keluar setelah dia selesai meeting. Saya tidak mau kalo dia lecet sedikit pun. √√^^^
Lucky
Baik pak √√
Malam harinya Vanesha sedang melakukan pekerjaan bersama dengan clean yang berada di luar negeri, perusahaan terkenal yang ingin bekerjasama dengannya. Awalnya dia tidak percaya bahwa perusahaan yang di pimpin oleh Mario S akan bekerjasama dengannya dan dia pun menerima tawaran kepada Mario.
Vanesha berdiri sambil memberikan sebuah tangan untuk bersalaman dengan Mario, “thank you for your cooperation today, hopefully in the future it will go well!”
“I'm happy to work with you,” setelah mereka selesai untuk melakukan kerjasama dan Mario pun pergi.
Saat dia ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba saja Lucky datang menghampirinya, “Vanesha tunggu!” teriak Lucky saat langkah kakinya masih terlalu jauh mengejar Vanesha.
Vanesha berhenti dan Lucky akhirnya bisa mengejar langkah kaki Vanesha, “Kamu kenapa mengikuti saya!” ucap Vanesha.
“Mba, mau ikut saya gak?” tanya Lucky dan jawaban Vanesha 'TIDAK' dan akhirnya Lucky menarik tangan Vanesha dengan paksa sampailah di sebuah taman yang terletak di atas bukit kota.
__ADS_1
“Kamu mau ngapain bawa aku ke sini!” ucap Vanesha sambil melepaskan tangannya.
“Mba, jangan kemana-mana ya! Nanti ada seseorang yang ingin menemui mba di sini!” kata Lucky dan dia hanya mengikuti perkataan Lucky.
Setelah Lucky pergi datanglah sebuah pria yang memakai stelan jas dan juga membawa sebuah hadiah yang sempat ia beli.
“Vanesha,” ucap Aric sambil menghampiri Vanesha.
Vanesha terkejut saat mendengar suara Aric, ternyata Lucky membawa dia ke sini untuk menemui Aric. Tapi untuk apa? Kan hubungan mereka tidak seperti dulu lagi.
Saat Vanesha ingin pergi tiba-tiba saja tangannya di cekal dan dia pun menghentikan kakinya, “Kenapa kamu pergi saat aku ingin bersama kamu, aku minta maaf kalo waktu itu marah sama kamu. Tapi kenapa kamu pergi? Kitakan bisa bicara baik-baik tanpa harus pergi,” kata Aric.
“Kamu tau pas kamu pergi aku benar-benar kacau, sampai-sampai aku lalai dalam pekerjaanku. Aku yakin pasti kamu kembali menemui ku, tapi kenyataannya kamu tidak mau menemui ku,” tutur Aric yang masih menatap mata Vanesha.
Vanesha hanya diam dengan ucapan Aric dia tau kalo dia salah tapi dia tidak mau menemui Aric lagi, kenyataannya dia malah di pertemukan kembali.
“Apa kamu masih ingin pergi dari sini!” lirih Aric membuat Vanesha tidak berdaya.
Aric masih menatap Vanesha sambil menunggu ucapan Vanesha, malah Vanesha tidak berkata apapun. Akhirnya dia menyerah untuk mendapatkan Vanesha kembali, sebelum pergi Aric memberikan sebuah hadiah yang sempat ia beli.
Langkah kaki Aric terhenti saat dia mendengar kata 'Maaf'.
“Aku tau aku salah, kamu benar aku wanita pengecut yang hanya pergi dari masalah. Tapi aku berpikir kalo aku pergi kamu bisa melupakan aku dan memulai kehidupan yang baru tapi kenyataannya aku salah malah aku yang tidak bisa melupakan kamu,” hembusan nafasnya membuat dia menjadi tenang. “Terima kasih kamu sudah memberikan aku kesempatan untuk bersama kamu tapi sekarang aku tidak seperti dulu lagi, aku ingin memulai dari awal tanpa ada cinta ataupun seseorang dari hidupku,” setelah mengatakan itu Vanesha pergi dan meninggalkan hadiah yang di berikan Aric.
Aric membalikan badannya dan melihat bahwa Vanesha sudah meninggalkan dirinya dan hadiah yang dia berikan tidak di bawa olehnya, bukan ini yang dia mau! Bukan ini alur yang dia inginkan. Malah menjadi seperti ini saat dia bertemu dengan Vanesha.
***
Setelah dia pergi dia benar-benar meluapkan tangisannya malah orang-orang melihat dia aneh, mungkin dia tidak ingin mengucapkan seperti itu. Tapi perkataan itulah membuat dirinya tenang dan mulai sekarang dia akan melupakan masa lalunya dengan Aric.
Aric pulang dengan kesedihan yang sangat amat kecewa, selama tiga tahun Vanesha pergi dia benar-benar menginginkan Vanesha untuk kembali. Tapi kenyataannya dia malah ingin pergi darinya dan tidak akan seperti dulu lagi.
Di dalam kamar mereka saling menatap langit dan mereka berdua benar-benar kecewa satu sama lain, apalagi Vanesha malah dia berpikir kalo ucapannya bener tapi kenyataannya tidak seperti itu.
Malam ini langit menyaksikan perpisahan kisah percintaan mereka dan memulai kehidupan baru sampai menemukan pasangan masing-masing tanpa harus menyakiti satu sama lain.
__ADS_1
Pagi harinya dia sudah benar-benar segar dan pagi ini dia akan memulai kehidupan yang baru, tanpa harus melakukan kesalahan yang ke dua kalinya.
Akhirnya Vanesha sampai di kantor dan dia langsung duduk di kursi kebanggaannya, saat dia membereskan meja kerjanya tiba-tiba saja Ava menghampiri ruangannya.
“Permisi mba saya ingin mengantarkan dokumen untuk kerjasama dengan clean baru,” kata Ava sambil memberikan berkas kerjasama yang di bawa.
Vanesha membuka dengan perlahan dan dia benar-benar terkejut ternyata dia bekerjasama dengan perusahaan Aric, kenapa menjadi seperti ini.
“Batalkan kerjasama kita dengan perusahaan Sanjaya Artharama,” perintah Vanesha.
“Memangnya kenapa mba, bukannya mba sendiri yang menandatangani perjanjian kerjasama ini! Apalagi kerjasama kita tidak bisa di batalkan dengan sepihak saja harus kedua belah pihak mba, kalo kita memutuskan untuk membatalkan kerjasama kita perusahaan kita akan kacau mba,” jelas Ava.
Vanesha benar-benar tidak percaya dengan ucapan Ava dan juga dia harus bagaimana untuk menghindari Aric nanti, “Baiklah kamu urus saja masalah kerjasama kita hari ini!” ucap Vanesha.
“Baik mba,” Ava langsung pergi dari ruangan atasannya dan Vanesha bersiap-siap untuk pergi menemui kantor Aric.
Saat dia ingin ke ruangan meeting tempat kantor Aric dia mengatur nafasnya dan juga hatinya, Ava yang melihat atasannya berhenti langsung menghampiri Vanesha.
“Ada apa mba? Kenapa mba tidak masuk!” ujar Ava dan dia menarik nafasnya langsung masuk ke dalam ruangan meeting.
Baru membuka pintu tatapan mereka saling bertemu dan Vanesha langsung membuang tatapan mereka, dia terkejut karena Sersan ada di ruangan meeting tempat kantornya Aric. Dia memilih duduk di samping Sersan.
“Kenapa kamu ada di sini!” ucap Vanesha dengan pelan.
“Awalnya aku ingin menemui kamu tapi aku ingat bahwa aku membantu kamu untuk bekerjasama dengan perusahaan Aric,” kata Sersan membuat Vanesha mencubit tangan Sersan dengan pelan.
“Sakit Vanesha,” urai Sersan sambil mengelus tangannya.
“Lagian siapa suruh kamu urus campur masalah ku,” kesal Vanesha.
“Jangan marah-marah nanti cantiknya hilang,” goda Sersan membuat Vanesha kesal.
Aric yang melihat keakraban Vanesha dengan pemilik perusahaan Jepang dia benar-benar hancur apalagi melihat Vanesha akrab dengan cowok lain selain dirinya.
Mungkin dia harus merelakan Vanesha dengan pria lain dan akhirnya kerjasama mereka berhasil tanpa ada halangan apapun.
__ADS_1